Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 175


__ADS_3

Mereka sudah sampai di restoran yang sama dengan Radit. Saat sedang memesan makanan. Novi tidak sengaja melihat Radit dan juga Tania.


Di melihat Abel masih belum menyadari dia langsung mengirim pesan kepada Radit. Radit kaget melihat istrinya di sana.


"Tania sekarang kamu harus pergi, di sini ada Abel, kalau dia melihat kita berdua di sini dia akan curiga, aku tidak ingin salah paham dengan Abel." ucap Radit.


"Kita baru saj Ketemu. Kita bahkan belum makan." ucap Tania.


"Lain waktu saja, sekarang kamu pergi dari sini." ucap Radit. Tania tidak ada pilihan akhirnya dia pergi meninggal kan Radit dengan perasaan kecewa, sedih.


Abel melihat Tania melewati dia.


"Loh itu kan Tania." dalam hati Abel.


"Abel ayo duduk." ajak Novi. "Lihat deh itu Tania kan? Aku tidak salah lihat kan?" ucap Abel kepada Novi.


"Yang mana? Kamu salah lihat kali." ucap Novi.


"Enggak Novi, aku benar-benar melihat Tania." ucap Abel. Novi menghela nafas panjang.


"Tuh cewek kenapa gak lewat belakang sih?" ucap Novi dengan kesal dalam hati.


"Kamu salah lihat mungkin, ayo masuk saja ke dalam." ajak Novi. Mereka masuk dan tidak sengaja melihat Radit.


"Kak Radit di sini juga?" tanya Abel langsung duduk di depan Suami nya. Radit terlihat sangat gugup namun berusaha untuk tetap cool.


"Kakak bilang ketemu sama teman-teman, kok di sini sendirian?" tanya Abel.


"Oohh mereka baru saja pulang." ucap Radit.


"Baru saja pulang? Kok aku gak lihat sih? dan ini adalah dua porsi makanan dan juga minuman apa kakak hanya bertemu dengan satu teman saja?"


"Huff Abel terlalu banyak tanya sampai aku sangat bingung dan gugup bagaimana cara menjawab nya." ucap Radit dalam hati.


"Kebetulan banget kita ketemu di sini, kita makan bersama kebetulan saya juga belum makan." ucap Radit langsung.


Abel dengan kebingungan duduk di samping suami nya dan yang lain duduk di bangku masing-masing.


"Ayo Makan bik jangan sungkan." ucap Abel. Bibik yang tadi nya ceria sama seperti Novi sekarang jadi tidak enak hati.

__ADS_1


Mereka merasa bersalah sehingga tidak sanggup untuk makan bersama Abel, melihat wajah polos, Ramah baik Abel membuat mereka sangat terganggu.


Mereka sangat tidak tega itu sebabnya memilih untuk diam saja. Namun meja tidak sepi karena Abel tetap terlihat sangat ceria agar tidak canggung.


Tidak beberapa lama akhirnya Tania Sampai di apartemen nya dia melihat ke arah handphone nya ada pesan dari Radit.


"Maaf kan aku, aku akan mengirimkan makanan ke apartemen kamu." ucap Radit. Tania berbaring di tempat tidur nya.


"Apa aku harus benar-benar menerima semua nya seperti ini? Rasa nya tidak sanggup aku tidak sanggup seperti ini." ucap Tania.


"Aku harus melakukan sesuatu agar aku mendapatkan hak ku kembali. Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi kepada ku, aku tidak bisa diam saja."


"Namanya kalau aku melakukan hal yang aneh-aneh nanti Radit Akan marah kepada ku, dia tidak akan berbicara atau bertemu dengan ku lagi." ucap Tania lagi-lagi dia mengurungkan niat nya untuk melakukan hal jahat.


Setelah selesai makan mereka berkeliling sebentar dan setelah itu kembali ke rumah.


"Abel aku pulang duluan yah." ucap Novi tidak ikut jalan-jalan bersama mereka.


Dia langsung menghubungi Enjel dan menemui Enjel ke apartemen nya.


Enjel dan Novi membicarakan tentang Radit dan juga Tania.


Cukup lama Novi di sana. Setelah itu dia pulang.


"Tidak ada, kenapa kamu belum tidur? Bukan nya Besok kamu sudah berangkat?" tanya Enjel.


"Aku berangkat jam satu siang. Tidak perlu khawatir." ucap Heri. Enjel menghela nafas panjang.


"Kamu yakin akan tidur di kamar kamu?" tanya Enjel kepada Heri.


"Apa kamu mengijinkan aku tidur di kamar mu?"


Enjel diam sejenak memikirkan nya.


Namun tidak lama Heri langsung masuk ke kamar Enjel.


Enjel tersenyum dia masuk menyusul Heri.


"Aku tidak tau kapan selanjutnya kita akan bertemu lagi, aku ingin menghabiskan malam ini bersama kamu " ucap Heri.

__ADS_1


Enjel duduk di pinggir kasur dia menatap Heri yang sudah berbaring sambil menatap nya.


"Kalau suatu saat nanti kita tidak jodoh, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Enjel. Heri menggeleng kan kepala nya.


"Kata siapa kita tidak jodoh? Aku percaya seratus persen Kalau kita akan berjodoh." ucap Heri. Enjel tersenyum mendengar itu.


"Dan apa bila kita tidak berjodoh maka aku akan terus berjuang untuk berjodoh dengan kamu. Aku akan berdoa ke tuhan sebanyak-banyaknya." ucap Heri.


Enjel tersenyum.


"Huff sudah lah kalau begitu kamu tidur saja, aku mau bersih-bersih dulu." ucap Enjel.


Enjel masuk ke kamar mandi setelah beberapa lama akhirnya selesai dia kaget melihat Heri malah duduk main game.


"Heri kenapa kamu belum juga tidur? Ini sudah jam berapa?" ucap Enjel.


"Aku tidak akan tidur sepanjang malam, aku akan berbicara bersama kamu dan menatap wajah kamu. kemari lah." ucap Heri sambil menepuk kasur di samping nya.


Aku mau makai skincare dulu." ucap Enjel. Enjel mendekati Heri setelah mengoleskan bedak ke wajah nya.


"Kamu mau bantu aku mengoleskan handbody ini?" tanya Enjel, Heri mengangguk dia mengoleskan nya.


"Kalau aku tidak ada kamu bagaimana di sini? Apa kamu bisa sendiri? Kamu bisa menjadi diri sendiri?" tanya Heri.


"Justru pertanyaan itu kepada kamu. Aku sudah terbiasa sendiri, aku sudah terbiasa di tinggal sendiri." ucap Enjel.


Heri menunduk kan kepala nya.


"Kamu benar, ini seharusnya di tanyakan kepada ku, aku benar-benar sangat tidak bisa membayangkan hidup tanpa ada kamu, aku tidak sanggup aku tidak bisa." ucap Heri.


Enjel mengelus kepala Heri.


"Pokoknya kamu percaya kalau kamu bisa, aku juga bisa. Kita sama-sama berjuang." ucap Enjel.


"Pokoknya selama kita LDR kamu tidak boleh menyelingkuhi aku, kamu tidak boleh berhubungan dengan pria lain atau merespon pria lain."


"Lalu bagaimana dengan pak Radit atau rekan kerja ku?"


"Itu bisa asalkan jangan Rio, aku tau dia pasti ada rasa suka sama kamu." ucap Heri.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah, kamu jangan berfikir negatif kepada ku. Kamu juga di sana harus setia. Aku tau di sana sangat banyak mantan kamu, di sana juga banyak perempuan yang sangat cantik-cantik."


"Kamu sudah mengalah kan mereka semua Enjel di mata saya. kamu adalah segalanya." ucap Heri. Enjel tersenyum dia Tersipu karena Heri. Sepanjang malam mereka tidak berhenti berbincang.


__ADS_2