Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 156


__ADS_3

"Kalau begitu aku akan ikut." ucap Heri. Enjel menggeleng kan kepala nya.


"Jangan. Kalau ada kamu Novi akan sungkan." ucap Enjel.


Heri mendekati Enjel dia memeluk nya. "Sayang...." ucap Heri dengan manja nya. Namun tiba-tiba handphone Enjel berbunyi.


"Tuh Novi sudah menunggu ku, dia bahkan sudah menelpon ku, aku ke atas dulu yah, jangan Lupa untuk makan siang." ucap Enjel langsung pergi.


Enjel naik ke lantai atas karena di atas bisa lebih santai dan juga ada kantin kecil untuk makan Pata karyawan.


"Novi aku minta maaf yah buat lama nunggu."


"Pekerjaan kamu banyak yah? kenapa gak minta tolong sama aku?"


"Enggak kok, tadi keburu Abel datang, dan pak Radit sama pak Heri juga." ucap Enjel.


"Oohh pak Heri..." ucap Novi sambil tersenyum.


"Kenapa? Kamu selalu saja menatap ku seperti itu." ucap Enjel. Novi tersenyum.


"Tidak apa-apa." ucap Novi.


"Itu makanan kita sudah datang." ucap Novi.


"Novi aku boleh bertanya sesuatu gak?" tanya Enjel. Novi mengangguk.


"Boleh, silahkan tanya saja apa yang kamu mau tanya." ucap Novi.


"Sebenarnya aku sangat penasaran dengan kamu." ucap Enjel. Novi terdiam sejenak. Dia menatap Enjel.


"Apa yang membuat kamu penasaran kepada ku? Hidup ku seperti ini saja, tidak ada yang menarik tidak ada yang menonjol dan tetap Akan seperti ini." ucap Novi.


"Nah justru itu, aku sangat penasaran kenapa kamu tidak Pernah pacaran? aku sudah lama kenal kamu dan tau kamu, namun aku tidak pernah mendengar kamu dekat dengan pria mana pun selain pak Radit." ucap Enjel.


Novi tersenyum. "Jawaban nya gampang saja, karena tidak ada yang mau sama aku, aku juga kurang bergaul dengan laki-laki." ucap Novi.


"Kamu cantik, kamu memiliki karier yang bagus dan kamu dari kalangan orang kaya juga." ucap Enjel.


"Itu semua tidak menjamin kita bagaimana." ucap Novi.


Enjel menghela nafas panjang.


"Tapi kamu tidak tertarik pacaran? Sebenarnya sangat banyak pria di luar sana yang ingin berpacaran dengan kamu." ucap Enjel.


"Aku mau saja berpacaran ketika nanti aku sudah baik-baik saja kehidupan ku membaik, masalah keluarga tidak ada." ucap Novi.

__ADS_1


"Apa kamu trauma karena orang tua kamu?" tanya Enjel. Novi menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak trauma karena mereka, aku hanya takut suatu saat nanti pasangan ku kelak akan tersakiti karena sifat ku yang cukup buruk." ucap Novi.


Enjel bingung. "Aku pernah memiliki pasangan. Aku selalu tidak bisa mengatur waktu ku dengan baik sehingga aku tidak memiliki waktu dengan dia." ucap Novi.


Novi Terus bercerita sambil makan.


Sementara di Bawah Abel baru saja pamit pada suami nya mau pulang.


"Kak aku pulang dulu yah." ucap Abel kepada suami nya.


"Loh kamu bilang akan menunggu saya sampai sore." ucap Radit.


Abel menggeleng kan kepala nya. "Aku sudah bosan di sini." ucap Abel. Radit menghela nafas panjang.


"Kalau begitu kamu pulang dengan supir yah, jangan menyetir sendiri." ucap Radit.


"Aku akan menyetir sendiri, aku sudah terbiasa jangan mencoba melarang ku." ucap Abel. Radit mendekati istri nya.


"Sayang... aku sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Radit.


"Kamu pasti belum bisa melupakan kejadian pertama kali kita bertemu kan?" ucap Abel. Radit diam.


"Kejadian itu tidak akan terulang lagi, karena aku akan hati-hati." ucap Abel. Radit memegang tangan istrinya.


"Sudah jangan khawatir, aku pamit dulu yah, cepat lah pulang hari ini karena aku akan masak makanan kesukaan kakak." ucap Abel.


Radit mengangguk dia memeluk istrinya dan Mencium kening nya.


"Hati-hati." ucap Radit dia mengantarkan sampai ke depan perusahaan. Lagi-lagi semua orang melihat kemesraan mereka.


"Hei kamu sini dulu." ucap Radit kepada Staf yang baru saja Lewat.


"Iyah pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya staf itu.


"Istri saya sebentar lagi mau ulang tahun, menurut kamu kado yang sangat istimewa dan cocok kepada istri saya apa?" tanya Radit.


"Saya kurang tau Pak." ucap Staf karena takut salah jawab.


"Huff dasar kamu tidak bisa di andalkan, sana pergi kamu lanjut kerja." ucap Radit.


"Baik pak, saya permisi." ucap Staf itu dan langsung pergi meninggalkan Radit.


Namun saat mau masuk tiba-tiba ada yang memanggil nya.

__ADS_1


"Radit..." panggil seseorang dan Radit menoleh ke belakang dia melihat Tania datang. Dia berjalan ke arah Radit.


Radit melihat Tania langsung menghela nafas panjang.


"Kamu ngapain ke sini?" tanya Radit. Senyum lebar Tania langsung hilang ketika di tanya seperti itu.


"Kamu kebiasaan banget sih selalu saja membuat aku seperti bukan istri kamu!" ucap Tania.


Radit menghela nafas panjang lagi.


"Berapa kali aku harus bilang sama kamu kalau kamu tidak boleh datang keperusahaan ini. Saya di sini bekerja." ucap Radit.


Tania menatap Radit.


"Kalau kamu memiliki hal yang penting kita bisa membuat janji di luar, jangan di sini." ucap Radit.


"Kalau bukan aku yang datang ke kantor kamu, kita tidak bisa bertemu Radit, emangnya kalau buat janji di luar kamu pernah datang?"


"Aku akan datang kalau punya waktu."


"Kamu tidak punya waktu. Pagi sampai sore kamu di kantor bekerja, dan Sore sampai pagi kamu bersama istri baru mu!" ucap Tania.


"Tania bisa gak kamu jangan membahas ini di sini?" ucap Radit langsung menarik tangan Tania ke dalam mobil.


"Eh itu Pak Radit sama mbak Tania." ucap Novi kepada Enjel, mereka melihat nya dari Atas sana.


"Loh kenapa mbak Tania di sini? Bagaimana dengan Abel?" ucap Enjel.


Mereka langsung Keluar melihat Abel. Dan untung saja Abel sudah pulang. Mereka melihat ke arah mobil bos nya.


"Huff aku tidak tau sampai kapan kita semua membohongi Abel Novi." ucap Enjel. "Aku juga tidak tau Enjel, aku sangat merasa bersalah." ucap Novi.


Di dalam mobil. "Aku hanya ingin kamu Radit, kamu tau sendiri kalau aku sangat merindukan kamu. Aku tidak menginginkan yang lain, aku hanya menginginkan waktu kamu." ucap Tania.


"Kenapa sekarang kamu baru bersifat seperti ini Tania? dulu kamu Kemana? dulu kamu yang tidak memiliki waktu sama sekali dengan ku." ucap Radit.


"Kamu sudah berjanji tidak mau membahas itu, aku tidak mau membahas itu."


"Kalau begitu lupakan semua nya, sekarang aku sudah memiliki Abel aku mohon jangan ganggu hubungan kami. bukan kah kita sudah membuat perjanjian?"


"Aku sudah memenuhi semua permintaan dan persyaratan kamu, bahkan aku sudah memberikan uang yang cukup banyak kepada kamu,"


"Aku tidak butuh itu Radit."


"Kenapa? Bukan kah dulu kamu hanya menginginkan uang dan Karir saja?"

__ADS_1


__ADS_2