
"Ya ampun Pak Radit dan Juga pak Heri seperti dua Pangeran. sangat tampan sekali." ucap seseorang yang duduk di dekat Enjel. Dan kebetulan Novi juga ada di sana.
"Kalian hanya bisa mengagumi nya saja." ucap Novi.
"Termasuk Ibu, karena sekarang pak Radit sudah menjadi suami orang lain dan juga sudah mau menjadi seorang ayah." ucap Enjel.
Novi melihat Enjel seperti mau menelan nya hidup-hidup.
"Huff Untung saja aku menjadi sekretaris Heri, jadi aku ada peluang untuk mengutarakan apa yang di hati ku kepada Novi yang sangat mengesalkan. Bisa-bisa nya pak Radit sudah menikah mau di rebut." batin Enjel.
"Enjel Tolong pesan satu meja untuk tiga orang di restoran XXX." ucap Radit kepada Enjel.
"Tiga? Siapa saja pak?" tanya Enjel.
"Saya, Heri dan kamu. Kita perlu membicarakan tentang Pekerjaan yang sedang di urus oleh Heri.
"Oohh Hanya bertiga saja yah Pak? Ya udah deh kalau begitu saya akan memesan kan nya." ucap Enjel. Novi yang mendengar itu hanya bisa diam. Dia merasa di asing kan karena Enjel.
"Kedua sahabat sama saja. Mereka sama-sama tidak tau diri." ucap Novi dalam hati.
"Mampus! Kamu akan merasakan kejahatan kamu itu." ucap Enjel dalam hati sambil menatap Novi.
"Oh iya Novi setelah selesai makan siang jangan lupa selesaikan pekerjaan yang saya bagi tadi." ucap Radit.
"Baik pak, saya akan mengirimkan nya ke rumah Bapak kalau sudah selesai." ucap Novi.
Radit tidak menjawab mereka langsung pergi. Enjel mengikuti mereka.
"Wahh Enjel sangat beruntung sekali bisa Makan siang di restoran mahal bersama dua Pria tampan. Perasaan aku yang lebih lama di sini namun Enjel dan Abel yang memiliki nasib baik." ucap teman Enjel.
Mereka sadar kalau Novi menatap mereka dengan tatapan tajam.
"Kenapa kalian masih di sini! Cepat bekerja!" ucap Novi kepada semua bawahannya.
Setelah beberapa lama akhirnya sampai di Cafe.
"Kenapa kamu tidak mengajak Novi?" tanya Heri kepada Radit.
"Apa kamu tidak melihat wanita itu?" ucap Radit sambil melihat ke arah pintu masuk restoran itu.
"Loh Abel datang, kok bapak gak ngomong sih? Seharusnya aku memesan makanan untuk empat orang." ucap Abel.
__ADS_1
"Tidak perlu. Dia tidak bisa makan sembarangan karena lagi hamil." ucap Radit.
"Abel kok kamu gak ngomong sih kalau ikut datang makan siang?"
"Sebenarnya mendadak sih, aku sangat bosan di rumah jadi nya aku mau makan ikut kalian." ucap Abel...
"Pantesan saja Novi tinggal. Ternyata istri nya mau ikut makan siang." ucap Heri.
"Ya udah kalau begitu ayo kita makan." ucap Heri lagi karena suasana tiba-tiba diam.
Enjel memerhatikan Radit yang sangat perhatian kepada istri nya. Dia melihat nya juga iri.
"Nih." ucap Heri memberikan udang yang sudah di Kupas kepada Enjel.
"Makasih." ucap Enjel.. Heri tersenyum untuk pertama kali kebaikan nya tidak di tolak oleh Enjel.
Selesai makan siang.
"Heri, Enjel seperti nya saya harus pulang mengantarkan istri saya." ucap Radit.
Enjel dan Heri mengangguk. "Baiklah, hati-hati." ucap Heri.
"Aku duluan yah Enjel." ucap Abel.
"Menikah lah dengan ku." ucap Heri.
Enjel menghela nafas panjang. "Aku lagi serius. Jangan bercanda." ucap Enjel.
"Ck kamu selalu saja tidak pernah percaya kepada ku, aku juga bingung kesalahan apa yang sudah aku perbuat sehingga kamu marah sekali seperti ini.." ucap Heri.
"Salah kamu adalah karena datang ke hidup ku, aku tidak suka pria seperti kamu." ucap Enjel.
"Salah ku di mana? apa yang sudah aku lakukan sampai kamu tega mengatakan itu." ucap Heri.
"Asal kamu tau aku tidak suka dengan laki-laki yang tidak pernah cukup dengan satu perempuan.. Setiap melihat perempuan dia selalu suka dan selalu suka menggoda perempuan di luar sana." ucap Enjel.
"Tapi aku tidak seperti itu sekarang, itu dulu." Enjel menghela nafas panjang.
"Aku sudah kenal kamu lama, sikit banyak nya kelakuan kamu sudah aku tau." ucap Enjel.
"Saya melakukan itu hanya untuk bermain-main saja." ucap Heri.
__ADS_1
"Nah itu dia yang tidak aku suka..Kakak hanya suka bermain-main saja. Sering mempermainkan hati perempuan." ucap Enjel.
Heri diam. "Terserah kamu deh mau bertanggapan apa, asal kamu tau saya berteman dengan banyak wanita namun saya tidak pernah menjalin hubungan dengan serius dengan mereka." ucap Heri.
Enjel melihat jam tangan nya. "Jam makan siang sudah habis, sebaiknya kita kembali ke kantor." ucap Enjel.
Dia mengambil kartu dari Heri dan membayar makanan.
"Kamu menyusul saya hanya karena mau di temanin beli mangga muda?" tanya Radit. Enjel mengangguk sambil tersenyum.
"Aku malu beli sendiri.. Namun mereka akan berfikir aku hamil di luar nikah." ucap Abel.
"Kenapa kamu berfikir seperti itu?" tanya Radit.
"Humm kalau beli mangga muda pasti orang ngidam kak, jadi kalau kakak menemani aku Mereka sudah tau kalau aku adalah istri kakak." ucap Abel.
Radit tersenyum mendengar alasan istri nya itu.
"Kamu benar-benar sangat lucu sekali." ucap Radit sambil mencubit pipi Abel.
"Aku tetap saja merasa aku belum cocok menikah karena wajah ku masih sangat muda." ucap Abel.
Radit tersenyum. "Baiklah-baiklah saya akan mengantar kan kamu. Kamu mau beli di mana?" tanya Radit..Abel memberi tau di mana dia akan membeli nya.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
"Kamu tau dari mana tempat jual buah ini?" tanya Radit.
"Teman ku merekomendasikan nya.. Katanya juga kebutuhan wanita hamil ada di sini,. oh iya ada vitamin juga. Aku mau membeli." ucap Abel.
"Baiklah." Mereka keluar dari dalam mobil. Radit menjulurkan tangan nya.. Abel tersenyum dia langsung Memegang tangan suami nya. Mereka bergandengan masuk ke dalam.
"Wahh itu kan kak Radit.. Ternyata dia benar-benar sudah menikah dengan tunangannya."
"Istri nya sangat cantik yah. Mereka sangat cocok."
"Oh iya aku dengar istri nya lagi hamil.. Penerus keluarga Pak Radit Akan segera lahir."
Kata-kata yang tidak berhenti di katakan oleh orang yang mengenal mereka di toko buah itu.
"Wahhh..." Melihat Mangga Saliva Abel tidak berhenti keluar, dia ingin langsung memakan nya namun Radit melarang karena belum di cuci.
__ADS_1
Mereka menyudahi belanja dan sekalian minta di bersihkan. Abel duduk di luar membiarkan Radit membeli yang kurang.
Dari jauh Radit tersenyum melihat istrinya makan buah mangga sangat lahap tanpa merasa keasaman sama sekali.. Karena sangat lucu dia mengambil gambar diam-diam.