Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 163


__ADS_3

Tania diam dia meletakkan handphone nya di atas meja memasang wajah sedih. Dia melihat makanan yang sangat banyak di atas meja.


"Aaaaarrhhhh!!!!!" dia marah dan menghempas semua makanan dari atas meja dan semua nya berserakan di atas meja.


"Kenapa? Kenapa harus bersama perempuan itu terus? aku juga istri nya!" ucap Tania marah.


Tiba-tiba Abel yang sudah tidur nyenyak terbangun. Dia kaget dan langsung duduk. Radit sadar dia menenangkan istri nya.


"Ada apa sayang? Kenapa kamu bangun?" tanya Radit.


"Aku mendengar sesuatu barang pecah." ucap Abel.


"Kamu hanya mimpi, ayo tidur lagi." ajak Radit.


Akhirnya mereka berdua tidur lagi. Tania Sama sekali tidak bisa tidur, namun harus memaksa kan mata untuk tidur karena besok dia memiliki pekerjaan di salah satu rumah sakit besar kota itu.


Di Apartemen Enjel...


"Kamu tidak mandi dulu baru tidur?" tanya Heri kepada Enjel yang baru saja sampai di rumah.


"Aku akan mandi di kamar." ucap Enjel. Heri tersenyum.


"Malam ini aku boleh kan tidur bareng kamu? aku janji tidak akan melakukan apapun, hanya tidur bareng." ucap Heri. Enjel langsung menggeleng kan kepala nya.


"Tidak bisa! Kamu pergi tidur di kamar kamu saja." ucap Enjel.


"Kamu kenapa sih bawaannya hari ini emosi mulu sama aku, emang nya aku ada salah yah?" ucap Heri.


"Kamu masih bertanya salah kamu apa?" ucap Enjel.


"Aku tidak tau." ucap Heri. "Pikir saja sendiri, aku malas ngomong sama kamu." ucap Enjel dan meninggalkan Heri di depan.


Heri mengikuti masuk ke dalam kamar. "Keluar dari sini! Jangan membuat aku semakin kesal." ucap Enjel. Heri tidak mendengar kan nya dia membuka pakaian Kerja nya dan langsung berbaring di tempat tidur.


Enjel menghela nafas panjang dia menatap Heri dengan kesal. "Pergi dari sini! aku tidak mau melihat kamu." ucap Enjel. Heri berpura-pura tidur, dia tidak mau mendengar kan nya.


Enjel memilih untuk mandi terlebih dahulu agar tidak terlalu emosi.


Setelah beberapa lama akhirnya dia selesai mandi.


"Aarrhhh!!! Perut ku sakit sekali, ini hari kedua halangan sangat sakit sekali." ucap Enjel sambil berjalan keluar dari kamar mandi.


Heri mendengar nya dia langsung bangun dan melihat ke arah Enjel. "Kamu sudah minum obat? Coba minum dulu." ucap Heri langsung memberikan obat dan Minum.


Enjel duduk di pinggir kasur dia melihat ke arah Heri yang sangat khawatir kepada nya.


"Aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan Novi, kamu tidak bisa mengubah sifat akrab kamu kepada perempuan." ucap Enjel.

__ADS_1


"Oohh karena itu kamu marah?" tanya Heri. Enjel diam.


"Aku bersifat seperti itu agar Novi tidak canggung. Lagian biasa'nya seperti itu kok, kamu kenapa baru protes sekarang?" tanya Heri.


"Sudah lah tidak perlu membahas nya lagi, aku kesal kepada kakak." ucap Enjel.


"Baiklah kamu bisa kesal, sekarang kamu tidur yah, aku akan membantu memijit perut kamu."


"Tidak perlu." ucap Enjel. namun Heri tetap saja melakukan apapun untuk membantu Enjel menghilangkan rasa sakit nya.


"Huff setiap bulan kamu selalu sakit seperti ini, sebaiknya kamu melakukan hal yang bisa membuat kamu berhenti halangan." ucap Heri.


"Aku tau maksud kamu, kamu meminta aku untuk hamil kan?" ucap Enjel. Heri mengangguk.


"Hanya dengan cara itu agar kamu tidak kesakitan lagi." ucap Heri.


Enjel menepuk lengan Heri.


"Jangan ngadi-ngadi deh, pergi tidur sama jangan ganggu aku." ucap Enjel.


Heri naik ke tempat tidur, Enjel Menatap nya dengan tajam.


"Percuma saja kamu mengusir aku, aku akan tidur di sini." ucap Heri. "Malam ini kamu selamat karena aku sakit." ucap Enjel. Heri tersenyum dia langsung memeluk Enjel.


"Lepaskan aku!" ucap Enjel.


"Sayang...." Radit baru saja bangun dia melihat ke arah istri nya dan langsung membangun kan nya.


"Jangan ganggu aku dulu kak, aku masih sangat ngantuk." ucap Abel.


"Ini sudah jam enam." ucap Radit sambil mengelus perut Abel. Abel tetap saja susah bangun dia masih mau tidur karena sangat ngantuk sekali.


"Kak jangan ganggu aku." ucap Abel.


"Ya sudah deh kalau begitu, saya mandi dulu. Setelah saya selesai mandi kamu bangun." ucap Radit. Abel mengangguk.


Tidak beberapa lama akhirnya Radit berangkat ke kantor.


"Selamat pagi kak." sapa Mila yang baru saja bangun.


"Pagi.. Kamu hari ini mau langsung pulang?" tanya Abel.


Mila menggeleng kan kepala nya.


"Aku masih mau di sini, lagian aku tidak ke kampus kak." ucap Mila.


"Ya sudah deh kalau begitu." ucap Abel.

__ADS_1


"Kakak mau mandi dulu." ucap Abel.


Sementara Radit tidak langsung ke kantor melainkan dia ke apartemen Tania terlebih dahulu.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Tania dengan kesal kepada Radit yang mengetuk pintu apartemen nya pagi-pagi.


"Aku minta maaf karena tadi malam aku tidak jadi datang." ucap Radit.


"Aku sudah tau kalau kamu lebih mementingkan Abel dari pada aku istri pertama kamu." ucap Tania.


Radit menghela nafas panjang.


"Aku sudah minta maaf, aku harap jangan memperbesar masalah, aku tidak mau menanggapi nya." ucap Radit.


"Aku tidak lagi penting bagi kamu, aku sangat Kecewa sama aku Radit." ucap Tania. Radit menghela nafas panjang. Dia melihat Tania menangis.


"Aku juga istri kamu Radit, kita belum bercerai, aku berhak menuntut waktu kamu untuk aku." ucap Tania sambil menangis tersedu-sedu.


Radit tidak tega melihat nya akhirnya dia membawa Tania ke pelukan nya.


"Sudah-sudah jangan menangis. Aku datang ke sini masih membayar janji ku, aku ingin ngajakin kamu sarapan bersama." ucap Radit.


"Aku baru saja bangun, aku tidak masak." ucap Tania.


"Kita makan di luar."


"Kamu seriusan?" tanya Tania dengan sangat riang. Radit menginyakan.


Tania langsung siap-siap.


"Kamu tunggu sebentar yah, aku mau mandi dulu sebentar." ucap Tania. Radit masuk ke dalam apartemen Tania dia melihat meja makan sangat berantakan, banyak piring pecah.


Tiba-tiba dia mengingat mimpi yang membuat Abel terbangun tadi malam.


Tidak beberapa lama akhirnya Tania selesai mandi.


"Kamu sangat cepat sekali." ucap Radit kepada Tania.


Tania tersenyumlah. "Aku tidak sabar sarapan bersama, kau juga tidak ingin membuat kamu lama menunggu.. Biasanya kamu selalu marah-marah karena gak sabar menunggu aku untuk berdandan." ucap Tania.


"Sudah jangan membahas itu lagi." ucap Radit.


"Dan piring ini kenapa semua nya pecah dan kamu tidak membersihkan?"


"Sudah biarkan saja, lagian percuma saja aku bersihkan. Ayo kita sarapan bersama." ucap Tania.


Mereka berangkat meninggalkan Apartemen Tania.. Wajah Tania sangat bersemangat dia sangat senang sekali.

__ADS_1


__ADS_2