
Heri duduk dia melihat wajah Enjel.
"kamu tau aku sangat merindukan kamu." ucap Heri sambil memasang wajah Sedih.
Enjel menoleh ke arah Rio. Karena takut Rio mendengar nya.
"Jangan berbicara sembarangan, di sini masih ada rio.'
"Apa dia mau protes? Dia akan kehilangan pekerjaan nya kalau aneh-aneh." ucap Heri.
Enjel tersenyum. "Ya sudah kalau begitu udah dulu yah, aku akan menghubungi kamu setelah mendapatkan penginapan dan aku juga akan melaporkan beberapa pekerjaan hari ini." ucap Enjel.
"Kamu jangan terlalu lelah, jangan telat makan." ucap Heri. Enjel yang mau langsung mematikan sambungan telepon langsung terdiam karena perhatian Heri.
"Apa kamu mendengar nya?" tanya Heri.
"Hum baiklah." ucap Enjel.
Di rumah Abel sedang masak-masak bersama mertua nya.
"Coba deh Ini Abel." ucap mamah mertua nya memberikan puding. "Aku gak suka Mah "
"Ayo di coba dulu kamu pasti suka." ucap Mamah mertua nya. Abel mencoba memakan nya.
"Oh iya Mamah juga banyak membawa pepaya dan buah-buahan. kamu harus makan yang bervitamin dan bergizi mamah membawa sayuran dan banyak yang lain juga." ucap mamah mertua nya.
"Ya Allah Mah, tidak perlu repot-repot seperti ini, aku jadi gak enak." ucap Abel.
"Huss jangan berfikir tidak enak seperti itu.. Justru Mamah sangat senang bisa membawa kan ini untuk kamu, dulu orang tua mamah sangat sering membawa kan Mamah seperti ini." ucap Mertua nya.
"Oh iya mamah sama papah tidak berkunjung ke sini?" tanya mertua nya.
"Mereka sangat sibuk mah, kemarin aku juga sudah dari sana." ucap Abel. "Oohh."
"Ya sudah kalau begitu ayo makan dulu, setelah itu ke rumah sakit memeriksa kesehatan dan kesehatan janin kamu." ucap Mamah mertua nya.
Abel mengangguk. Setelah selesai mereka pun berangkat ke Rumah.
Usia kandungan nya sekarang sudah genap Dua bulan. Bayi dan juga Abel sama-sama sehat.
"Alhamdulillah kalau kamu sehat nak, mamah sangat senang mendengar nya, Mamah harus lebih fokus menjaga kamu. Apa lagi sekarang suami mu pasti sibuk bekerja." ucap mamah mertua nya."
"Tidak perlu repot-repot mah, aku jadi tidak enak merepotkan Mamah."
"Tidak apa-apa."
"Oh iya setelah ini kamu mau kemana lagi?"
"Humm aku ikut mamah saja deh." ucap Abel.
Mamah nya menoleh ke papah mertua nya.
"Kita ke mall dulu yah Pah."
"Ngapain mah? Kasian Abel kecapean."
"Kamu gak Capek kan Abel?"
__ADS_1
Abel sudah tau mau ngapain ke mall dia langsung menggeleng kan kepala nya.
"Enggak kok mah, aku bisa Nemanin Mamah." ucap Abel. "Bagus banget. Kamu sungguh menantu kesayangan mamah." ucap mamah mertua nya.
Abel tersenyum dia sangat senang memiliki mertua serasa orang tua kandung.
Mereka berangkat ke mall tiba-tiba handphone Mamah mertua nya berbunyi.
"Halo Tania ada apa?"
"Tante di mana? Aku mau ke rumah Tante."
"Tante lagi sama Abel, kamu dari rumah sakit memeriksa keadaan nya dan sekarang mau ke mall." ucap Mamah mertua nya.
"Tante aku bosan di apartemen, aku boleh ikut kan?" tanya Tania.
"Abel. Tania mau ikut kita gak apa-apa kan?" tanya mamah mertua nya bertanya kepada Tania terlebih dahulu.
"Gak apa-apa kok mah."
"Huff sebenarnya aku tidak ingin dia ikut. Mamah sama papah akan perhatian sekali sama dia membuat aku terasingkan. Dan keluhan nya dia juga tidak suka kepada ku." ucap Abel dalam hati.
"Huff sudah lah, lagian aku juga tidak boleh melarang dan berfikir yang aneh-aneh."
Mereka sampai di mall dan benar saja setelah ada Tania. Dia berusaha mengambil perhatian mertua Abel.
"Mah aku tunggu di sini saja yah, aku takut kecapean kalau berjalan ke atas." ucap Abel.
"Kamu yakin? Mamah tadi nya mau ngajakin kamu beli baju."
"Ya sudah Tante kalau dia tidak mau, aku bisa kok Nemanin Tante."
"Ya sudah kalau begitu." Mereka lanjut keliling.
Abel duduk sendiri di sana. Tiba-tiba suami nya menelpon.
"Halo.." Ucap Abel.
"Kamu lagi di mana itu? kenapa tempat nya berbeda? Apa kamu sudah pulang dari rumah sakit?" tanya Radit.
"Aku lagi Nemanin mamah ke mall."
"Kamu lagi sama mamah?"
Abel mengganguk. "Tapi mereka lagi ke atas, aku menunggu di bawah." ucap Abel.
"Papah juga ikut?"
"Ada Tania juga." ucap Abel.
Radit terdiam sejenak.
"Bagaimana hasil dari pemeriksaan tadi?" tanya Radit. "Semua nya baik-baik saja, janin dan aku sehat." ucap Abel.
"Alhamdulillah."
"Maaf yah, saya tidak bisa mengantarkan kamu." ucap Radit.
__ADS_1
"Iyah gak apa-apa kok. Aku paham sama kesibukan kakak." ucap Abel.. Radit tersenyum.
"Oh iya kakak sudah makan siang? Aku sudah meminta Bibik untuk meminta supir mengantarkan nya." ucap Abel.
"Ini mau makan. Saya mau mencicipi makanan yang sudah di masak oleh istri saya dan Orang tua saya di temanin sama Anak saya." ucap Radit.
Abel tersenyum. "Kakak bisa saja." ucap Abel.
"Kamu sendiri sudah makan?" tanya Radit.
"Udah kok, tadi Mamah membeli kan banyak cemilan, dia tidak membiarkan aku kelaparan sama sekali." ucap Abel.
Radit tersenyum. "Kalau begitu udah dulu yah, saya mau lanjut makan." ucap Radit. Abel mengangguk.
"Sampai jumpa nanti malam sayang." ucap Radit dan mematikan sambungan telepon.
"Permisi Pak." ucap Novi baru saja masuk.
"Iyah ada apa?"
Novi melihat Radit mau makan.
"Kamu pasti mau ngajakin saya makan siang kan?" tanya Radit.. Novi tersenyum sambil mengangguk.
"Tapi kalau bapak sudah Makan tidak apa-apa, saya bisa makan dengan yang lain nya."
"Tunggu dulu. Ambil lah ini untuk kamu." ucap Radit memberikan lauk."
"ini adalah masakan Mamah saya. Rasa nya sangat enak, kamu harus mencoba nya." ucap Radit.
Novi sangat senang dia pun menerima nya dan makan di sana. Kebetulan Bekal Radit sangat banyak.
"Saya sangat merasa bersalah setiap kali kamu ajak makan siang tidak jadi." ucap Radit.
"Tidak apa-apa pak." ucap Novi.
"Akhir-akhir ini saya melihat kamu lebih banyak diam, ada apa?" tanya Radit.
"Tidak apa-apa Kok pak." ucap Novi.
Radit menatap wajah Novi.
"Kamu tidak bisa berbohong." ucap Radit.
Novi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa pak."
"Ya sudah kalau begitu, ayo lanjut makan."
"Hufff kalian makan berdua saja tidak mengajak ku." tiba-tiba Heri datang.
"Eh kamu Her, telat banget datang nya.. Makanan nya sudah habis." ucap Radit.
"Aku tidak berselera makan." ucap Heri sambil duduk di sofa.
"Ada apa? Kenapa wajah mu seperti itu?" tanya Radit.
__ADS_1