Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 194


__ADS_3

Dia masuk ke dalam namun sudah mendapati Tania sudah tidur. Dia tersenyum namun dia tidak segan-segan langsung naik ke tempat tidur dan memeluk Tania.


"Apa yang kamu lakukan? Bagaimana kalau warga tau?"


"Tidak ada salahnya kan? kamu adalah calon istri ku. Dan di sini cukup dingin."


"Calon istri?"


"Setelah pulang dari sini aku ingin menikahi mu!" ucap Zaki.


"Secepat itu?" Zaki mengangguk.


Beberapa lama kemudian.. Zaki dan Tania mengumumkan pernikahan mereka.


Jelas berita itu membuat Abel. Novi dan Enjel terkejut kebetulan mereka sedang di luar bersama.


"Ini tidak hoax kan?" ucap Abel.


"Sebaik nya kamu hubungi suami kamu dulu deh." ucap Enjel. Abel langsung menghubungi suami nya.


Dan ternyata Radit sudah tau, dia juga yang membantu acara mereka nanti, dia juga yang berbicara terhadap keluarga Tania.


"Wahh Tania saja sudah menikah dua kali dan laki-laki nya benar-benar sangat hebat. Sementara aku sekali saja belum." ucap Novi.


"Maka nya buruan Cari pasangan. Aku sudah mau punya anak, dan Enjel sudah mau tunangan, lantas kamu tetap saja sendiri." ucap Abel.


"Aku tidak seberuntung kalian.. Tidak ada yang mau pada ku."


Mereka berdua langsung menghela nafas panjang bersama.


"Banyak yang mau sama kamu, namun kamu saja yang menolak mereka." ucap Enjel. Novi tersenyum.


Abel baru saja pulang dia melihat suami nya sudah sampai di rumah.


"Bagaimana jalan-jalan hari ini?" tanya Radit sambil memeluk istrinya.


"Sangat senang." ucap Abel. Radit tersenyum dia mengelus perut istri nya.


"Kamu lihat deh ke sana." ucap Radit sambil menunjuk ke arah atas meja.


"Itu apa?" tanya Abel kaget karena melihat ada kue, banyak bingkisan juga.


"Kamu lupa hari ini hari apa?" tanya suami nya. Abel terdiam sejenak. Seketika suami nya langsung cemberut namun Abel langsung tersenyum dan memeluk suaminya.


"Aku gak lupa kok, ini adalah hari pernikahan kita." ucap Abel. Radit langsung tersenyum dan membalas pelukan istri nya.


Saling bertukar kado. Eh tiba-tiba orang tua mereka datang memberikan kejutan.


Siapa sangka kalau Keluarga mereka juga Ikut merayakan nya.


Tania sedang duduk sendiri baru saja selesai melakukan operasi ke beberapa pasien. Dia melihat tanggal di kelender Depan nya.


Tanggal pernikahan nya dengan mantan suami nya yang jelas tidak bisa dia lupakan. Dia membuka handphone nya dan ternyata ada postingan Radit dan Abel saling mengucap kan selamat hari jadi pernikahan.

__ADS_1


"Hayo kamu lagi lihatin apa?" tanya Zaki. Tania kaget Zaki di sana.


"Nih lagi liat postingan Radit dan istri nya. Mereka terlihat sangat romantis sekali. Aku senang melihat nya." ucap Tania.


Zaki tersenyum dia menatap wajah Tania.


"Aku tau kalau kamu belum bisa melupakan semua nya dengan begitu saja. Tapi aku yakin aku bisa membuat kamu jauh lebih bahagia dari pada bersama Radit." ucap Zaki.


"Kamu sangat percaya diri sekali." ucap Tania..Zaki tersenyum.


"Dua hari lagi kamu sudah resmi menjadi istri ku, aku tentu harus percaya diri." ucap Zaki mau mencium pipi Tania namun langsung di tahan oleh Tania.


"Heh ini di rumah sakit, bagaimana kalau ada yang melihat?"


"Pintu sudah di tutup." ucap Zaki. Tania tersenyum. Baru saja mau mencium namun sudah ada orang yang masuk.


Dua hari kemudian Pernikahan Zaki di langsung kan.


"Kak lihat lah semua dress ku sudah sangat sempit. Aku tidak tau mau pakai yang mana?" ucap Abel merengek kepada Radit.


Radit memberikan paper bad.


"Ini." ucap Radit.


"Loh kapan kakak beli?"


"Sudah coba saja dulu." ucap Radit. Abel mencoba nya dan sangat cocok dan juga cantik.


"Saya sudah tau kamu pasti akan merengek masalah yang sama." ucap Radit.


Radit menatap nya.


"Kamu sadar gak kamu mengatakan hal seperti itu membuat saya merasa bangga dengan kemampuan saya." ucap Radit.


"Huff jangan aneh-aneh deh, sekarang pergi lah mandi, aku tidak mau menunggu kakak kalau telat." ucap Abel.


"Yakin kamu sudah selesai makeup setelah saya selesai mandi?" tanya Radit. "Yakin lah. Aku kan tidak ribet." ucap Abel. Radit tersenyum dan langsung masuk ke kamar mandi.


Di tempat lain Novi kebingungan karena dia berangkat sendirian. Dia sudah menghubungi Enjel namun ternyata Enjel berangkat dengan Heri.


"Ini tidak bisa, mana mungkin aku berangkat sendirian ke acara seperti ini, sangat memalukan sekali." ucap Novi.


"Bagaimana kalau Orang yang aku tolak ada di sana, dia akan tau kalau aku jomblo. Mereka pasti akan meledek ku." ucap Novi.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka semua sudah sampai di acara.


"Wahh tempat nya mewah banget." ucap Abel.


"Novi." ucap Abel melihat Novi baru saja datang.


"Ya ampun Abel kamu cantik banget." ucap Novi.


"Ga usah basa-basi, laki-laki dari mana yang kamu sewa itu?" tanya Abel.

__ADS_1


"Oohh itu.. Humm dia..."


"Dia adalah mantan Novi satu-satunya." ucap Radit. Novi kesal campur malu.


"Oohh itu mantan kamu, pantesan saja kamu gak move on, orang Tampan gitu." ucap Abel.


"Aku terpaksa mengajak nya karena orang tua nya dia a adalah pasangan ku dan aku tidak mungkin datang sendiri." ucap Novi.


"Awas CLBK." ucap Abel. Novi tersenyum.


"Semua nya sudah di sini?" ucap Enjel baru saja datang bersama Heri.


Abel melihat Enjel dan Heri yang memakai baju sama dan sangat serasi.


"Enjel kamu cantik banget." ucap Novi langsung.


"Pacar siapa dulu." ucap Heri langsung. Novi langsung memasang wajah sinis.


"Ayo duduk pengantin sudah mau datang."


Mereka duduk bersama tamu-tamu yang lain.


Orang tua Radit dan juga orang tua Abel datang di sana. Keluarga Tania dan Zaki Sangat merasa di hormati karena kedatangan mereka.


"Wahh Tania cantik banget yah." ucap Enjel dan Novi. Sementara Tania melihat Radit yang hanya diam saja memasang wajah datar.


Tiba-tiba Abel memegang tangan suami nya.


"Kakak sedih?" tanya Abel. Radit mengangguk.


"Tapi kesedihan saya bukan berarti saya menyesal bercerai, saya hanya menyesal karena sudah melukai hati perempuan dan saya berjanji tidak akan pernah melakukan kesalahan itu lagi." ucap Radit.


Abel tersenyum. Melihat semua orang datang membuat Tania semakin bahagia. Sekarang Pria yang meminangnya sudah di depan mata, sudah sah menjadi suami istri membuat semua orang terharu termasuk keluarga.


"Semoga kali ini pernikahan ku langgeng, dan kami saling mencintai." ucap Tania.


Beberapa Bulan kemudian Abel sedang bersih-bersih namun tiba-tiba perut nya sakit. Keadaan rumah sedang sepi dia menghubungi suami nya yang sedang di luar kota.


Radit dengan cepat langsung ke rumah dan membawa istri nya ke rumah Sakit, sepanjang jalan dia sangat ketakutan sampai di rumah sakit dia sangat ketakutan mendengar teriakan istri nya.


Keluarga nya sudah datang. Dokter meminta Radit menemani di dalam namun Radit tidak berani akhirnya ibu nya Abel.


Setelah berjam-jam suasana tegang di dalam dan di luar akhirnya suara tangisan bayi terdengar.


Mendengar itu perasaan Radit sangat lega. Dia masuk langsung memeriksa istri nya. Memastikan keadaan istri nya baik-baik saja.


"Selamat yah pak, anak bapak laki-laki." ucap perawat sambil memberikan nya kepada Radit.


Radit menangis melihat anak nya. Bayi yang sangat mirip dengan nya.


Dia memberikan nya kepada istri nya.


"Alhamdulillah ya Allah."

__ADS_1


Orang tua Abel dan juga orang tua Radit mendengar bayi itu laki-laki mereka sangat senang sekali.


__ADS_2