Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 145


__ADS_3

"Sebagai permintaan maaf ku aku akan masak makanan kesukaan kamu." ucap Enjel. Heri menggeleng kan kepala nya.


"Saya mau memeluk kamu." ucap Heri.


"Apa kamu tidak lapar? Kamu harus mandi dulu." ucap Enjel.


Heri menggeleng kan kepala nya.


Enjel menghela nafas panjang.


"Besok aku akan pulang ke kota saya." ucap Heri.


"Ngapain?" tanya Enjel.


"Kakak ku mau menikah." ucap Heri.


"Lalu masalah nya Apa?"


"Kamu ikut aku yah." ucap Heri.


"Kak aku sudah cuti selama satu Minggu, Kalau aku cuti lagi pak Radit akan marah."


"Aku adalah bos kamu."


"Tetap saja aku gak enak sama yang lain." ucap Enjel.


Heri duduk dia menatap Enjel. "aku mohon ikut lah dengan ku." ucap Heri.. Enjel menggeleng kan kepala nya.


"Aku bukan siapa-siapa datang ke acara pernikahan kakak kamu, apa lagi acara nya hanya keluarga saja." ucap Enjel.


"Justru waktu ini yang kita tunggu-tunggu untuk memperkenalkan kamu kepada semua keluarga ku. Bila perlu kita tunangan di depan mereka semua."


Enjel menghela nafas panjang.."Bisa gak sih kamu sedikit dewasa dan memikirkan dengan baik semua nya? jangan gegabah." ucap Enjel.


"Aku tidak gegabah aku hanya ingin yang terbaik untuk hubungan kita, apa salah nya?" tanya Heri.


"Terserah kamu saja deh, aku mau tidur." Heri menahan tangan Enjel.


"Kamu mau kemana? Aku belum selesai ngomong."


"Aku mau tidur, aku Capek."


"Enjel ikut yah." udah Heri..Enjel menggeleng kan kepala nya. Dan pergi masuk ke kamar nya.


Heri menghela nafas panjang dia tidak tau harus membujuk Enjel bagaimana lagi agar ikut.


Keesokan harinya...


"Selamat pagi sayang..." Sapa Radit kepada istri nya yang sedang masak di dapur.


"Pagi kak, itu aku sudah aku buatin kopi untuk Kakak agar badan kakak kembali vit." ucap Abel. Radit tersenyum.


"Maafin saya tentang tadi malam yah." ucap Radit.


"Kak Radit Jangan membahas itu di sini, bagaimana Kalau Bibik mendengar nya?" tanya Abel.


"Emangnya Bibik mana?"


"Bibik lagi keluar menjemput pakaian." ucap Abel. Radit mendekati istri nya dan memeluk dari belakang.


"Kenapa kamu masih memakai pakaian saya? Apa kamu tidak mau di lihat Bibik?" tanya Radit.

__ADS_1


"Kak jangan ganggu aku, aku sedang masak. Aku memakai ini karena tidak memiliki baju yang nyaman." ucap Abel.


"Humm bagaimana setelah pulang Kerja nanti kita belanja?" tanya Radit.


"Kakak seriusan?" tanya Abel. Radit mengangguk.


"Oke baiklah, aku akan menunggu jangan sampai mengingkari janji karena aku akan ngambek." ucap Abel.


Radit mencium pipi Abel.


"Baiklah." ucap Radit.


"Sudah kak jangan mengganggu aku " ucap Abel.


Namun Radit tidak mau melepaskan pelukannya. Dia terus mencium pipi Abel dan mengelus perut Abel.


"Kamu sangat wangi. Seperti Wangi bayi." ucap Radit. Abel tersenyum.


"Kamu tidak ingin mencium saya?"


"Kak Radit tidak lapar? Aku selesai kan masak dulu, jangan di ganggu." ucap Abel.


"Hanya ciuman saja. Saya akan pergi."


"Ekhem-ekhem..." Bibik baru saja datang.. Radit langsung melepaskan pelukan nya sementara Abel pura-pura masak.


"Eh Bibik sudah selesai." ucap Abel..Bibik mengangguk.


"Ya sudah kalau begitu saya tunggu di meja makan." ucap Radit tiba-tiba menjadi sangat cool dan berjalan keluar dari dapur.


Bibik melihat Radit.


Abel tersenyum sambil mengangguk.


"Oh iya bik nanti ikut aku belanja baju yah, untuk Bibik juga." ucap Abel.


"Bibik sebaiknya di rumah saja non, kalau Bibik tidak di rumah siapa yang menjaganya Rumah." ucap Bibik.


"Kan ada security bik." ucap Abel.


"Saya di rumah saja non."


"Ya udah kalau begitu bik."


Di Bandara...


"Jangan lupa Cepat kembali bro, pekerjaan mu belum selesai." ucap Radit kepada Heri. Karena dia juga ingin mengantarkan Teman nya.


"Terimakasih Radit."


"Aku tidak bisa lama-lama di sini. Kalau begitu aku pergi dulu yah." ucap Radit.


Heri mengangguk. Dia tinggal di sana sendirian karena Enjel tidak mengantarkan nya. Dia terus melihat ke arah luar berharap Enjel menyempatkan diri untuk datang.


Namun tidak ada, sudah saat nya dia terbang.


"Kamu kenapa Enjel? Kenapa kamu tidak mengantarkan Heri ke Bandara?"


"Aku hanya tidak ingin pergi saja." ucap Enjel.


"Tapi kan dia pacar mu."

__ADS_1


"Pekerjaan ku sangat banyak, lagian sudah berbicara tadi pagi." ucap Enjel.


Novi menghela nafas panjang.


"Enjel kamu itu tau gak sih tugas sebagai pacar itu apa?" tanya Novi.


"Ya seperti umumnya lah "


"Aduh Enjel.. Kamu sadar gak sih hal sepele seperti ini bisa membuat pasangan kamu sakit hati." ucap Novi.


"Maksud nya? aku tidak paham."


"Aku tau kalau ini adalah pertama kali kamu pacaran.. Tapi di Saat seperti ini kamu harus menyempatkan diri untuk mengantarkan dia ke bandara agar dia lebih tenang di perjalanan." ucap Novi.


Enjel terdiam. "Ya sudah deh kalau begitu kamu pergi saja deh, aku mau lanjut kerja." ucap Enjel.


Novi mengangguk. "Ya sudah." Novi pun akhirnya keluar dari sana.


Enjel terdiam sejenak dia melihat jam.


"Sekarang kalau aku ke sana dia pasti sudah berangkat." ucap Enjel.


Akhirnya dia memutuskan untuk menelpon.


"Angkat dong Heri." Ucap Enjel.


Heri yang berjalan masuk tiba-tiba handphone nya berbunyi membuat dia tersenyum.


"Halo sayang.."


"Kamu belum berangkat? Aku minta maaf yah gak bisa datang, aku minta maaf." ucap Enjel.


"Gak apa-apa kok. ini aku sudah mau berangkat."


"Maaf juga yah aku mengabaikan kamu, aku sangat lelah." ucap Enjel.


"Iyah gak apa-apa kok, jaga diri baik-baik, jangan dekat-dekat dengan pria lain aku akan cemburu kalau tau." ucap Heri.


Enjel tersenyum.


"Baik pak," ucap Enjel..Heri tersenyum.


"Aku sudah sangat merindukan kamu." ucap Heri.


"Satu Minggu tidak lama, kita pasti bisa kok." ucap Enjel.


"Bagaikan kalau aku tidak bisa menahan rindu?" tanya Heri.


"Telpon aku saja, lagian aku sudah buat di koper kamu parfum, foto dan juga syal aku. Nanti kalau kamu rindu lihat saja." ucap Enjel.


Heri tersenyum. "Ya sudah kalau begitu aku matikan dulu yah." telpon pun mati.. Enjel menghela nafas panjang.


"Huff ternyata seperti ini yah rasanya merindukan seseorang yang baru saja kita lihat. seperti ini rasanya Mencintai seseorang.. Cukup sulit namun ini sangat indah." batin Enjel.


Enjel tidak bisa fokus bekerja karena memikirkan kekasih hati nya itu.


"Ekhem-ekhem... Tuh kan kamu melamun pasti merindukan pak Heri yah?" tanya Rio.


"Ya ampun Rio bisa gak sih jangan membuat aku terkejut?"


"Ya Maaf, sudah waktunya makan siang, kamu mau gak?" tanya Rio.

__ADS_1


__ADS_2