Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 166


__ADS_3

Radit sudah sangat lelah dia tidak ada pilihan akhirnya tidur satu tempat tidur dengan Tania.


Dia menatap wajah Tania yang seperti nya baru saja selesai menangis.


"Radit kenapa kamu begitu bodoh Radit, bagaimana bisa kamu mengisi hati mu dengan dua wanita sekaligus." ucap Radit.


Radit sudah cukup lama bersama Tania, banyak kenangan, banyak cinta di antar mereka berdua itu sebabnya tidak mudah bagi nya untuk melupakan semua nya.


Di tempat lain Abel tidak bisa tidur. Dia menonton Drakor sampai shubuh dan sampai dia ketiduran dengan keadaan tab masih hidup.


Keesokan harinya Radit bangun lebih awal untuk segera kembali ke rumah, namun melihat Tania yang masih tidur dia tidak tega meninggalkan nya begitu saja. Akhirnya dia menunggu sampai bangun terlebih dahulu.


Akhirnya Tania bangun dia melihat Radit yang sudah tidak ada di dalam kamar dia langsung bangun dan melihat keluar.


Dia bernafas lega melihat Radit masih duduk di ruang tamu.


"Aku pikir kamu sudah pergi." ucap Tania sambil duduk di Depan Radit. Radit Menatap Tania dengan tatapan datar.


"Humm soal tadi malam aku benar-benar minta maaf." ucap Tania. "Aku tidak ingin kamu melakukan hal yang sangat gila seperti itu Tania!" ucap Radit.


Tania menunduk kan Kepala nya.


"Aku benar-benar minta maaf." ucap Tania merasa sangat bersalah sekali.


"Aku tidak bisa lama-lama di sini, aku harus pulang." ucap Radit berdiri namun tiba-tiba di tahan oleh Tania, "aku mohon jangan pergi dulu.".


"Ada apa lagi Tania? kamu jangan mencoba membuat aku marah." ucap Radit.


"kamu mau kan maafin aku? Kamu gak marah kan? aku tidak ingin kamu marah dan kamu tidak mau datang lagi." ucap Tania.


"Kamu jelas tidak ingin aku Marah, namun kamu melakukan hal seperti itu. Hal yang membuat aku marah, hal yang sangat aku benci." ucap Radit.


Tania diam. "Ini masih pagi, aku ni tidak ingin mood ku hancur karena kamu, tidak perlu membahas nya lagi aku akan melupakan nya dan jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi!" ucap Radit.


Tania membiarkan Radit pergi meninggalkan dia di sana.


Di dalam mobil Radit melihat leher nya ada bekas merah yang di buat oleh Tania tadi malam.


"Bagaimana aku pulang kalau seperti ini?" ucap Radit dalam hati. Akhirnya dia berhenti di sebuah apotik terlebih dahulu untuk mencari obat untuk menghilangkan bekas itu.


Setelah sudah sedikit Pudar dan di tutupi bedak dia pun memberanikan diri untuk pulang ke rumah menemui istrinya.


Sampai di rumah dia tidak melihat istrinya ternyata masih tidur.

__ADS_1


"Selamat pagi sayang...." ucap Radit tidak lupa langsung memegang perut Abel.


Abel bangun dia melihat Radit. "Eh kakak sudah sudah pulang? Kenapa sangat cepat sekali?" tanya Abel.


Radit menunjuk ke arah jam. "Ini sudah jam delapan." ucap Radit.


"Oohh ternyata aku yang bangun telat. Semalaman aku bergadang." ucap Abel.


"Kenapa bergadang? Bagaimana kalau kamu sakit Sayang?" tanya Radit.


Abel tersenyum dia duduk. "Kakak baik-baik aja kan? Kakak tidak ada masalah kan?" tanya Abel. Radit menggeleng kan kepala nya.


"Saya baik-baik saja, sekarang saya ada di depan kamu." ucap Radit. Abel bernafas lega dia memeluk suaminya.


"Aku sangat takut kakak kenapa-napa." ucap Abel..


"Itu sudah hal biasa untuk wanita hamil berfikir berlebihan. Saya baik-baik saja, kamu tidak perlu mengkhawatirkan saya. Fokus pada kesehatan kamu." ucap Radit.


"Ya udah kalau begitu aku mandi dulu yah kak, kakak sudah mandi?" tanya Abel. Radit mengangguk.


Karena dia sudah mandi setelah bangun di apartemen Tania.


Mereka sarapan bersama.


"Kak aku boleh tanya sesuatu gak?" tanya Abel.


Abel melihat adik nya baru saja turun. dan bergabung di meja makan.


"Gak jadi deh kak, gak penting kok, aku hanya bertanya tentang hal sepele saja." ucap Abel. Radit Terdiam heran tidak banyak tanya karena dia juga takut menjawab pertanyaan Abel yang jelas dia tidak tau apa itu.


"Mila kamu masih libur?" tanya Abel kepada Mila.


"Iyah kak, kenapa?" tanya Mila.


"Kamu temanin kakak ke rumah mertua kakak yah." ucap Abel.


"Oke kak, aku juga sudah lama tidak dari sana."


"Kamu ngapain ke sana?" tanya Radit.


"Mamah bilang kalau Mamah ingin aku datang." ucap Abel.


"Kenapa tidak hari Minggu atau hari Sabtu saja?" tanya Radit.

__ADS_1


"Mamah sama Papah hari itu pasti memiliki kesibukan lain, lagian mamah meminta aku datang mau mengajarkan olahraga untuk wanita hamil." ucap Abel.


"Kan bisa di sini sayang."


"Aku mau ganti suasana kak, aku bosan di Sini saja, lagian Mamah sudah berniat baik mau membantu aku." ucap Abel.


Radit terdiam. "Huf aduh bagaimana ini? Bisa-bisa Abel tau kalau aku tidak menginap di rumah mamah." batin Radit.


"Kakak menyembunyikan sesuatu yah?" tanya Abel karena curiga dengan wajah Radit.


"Enggak kok, gak ada, saya hanya khawatir karena kamu menyetir terlalu jauh." ucap Radit dengan santai.


"Kakak terlalu memanjakan aku, aku tidak anak kecil kak, aku bisa menjaga diri sendiri." ucap Abel.


"Kamu yakin gak apa-apa? atau perlu saya membayar guru olahraga datang ke rumah?" tanya Radit.


Abel menggeleng kan kepala nya.


"Huff kakak sendiri yang melarang orang lain masuk ke dalam rumah ini sembarangan, lagian di rumah saja membuat aku bosan, sudah kakak fokus saja dengan pekerjaan kakak, aku juga mau fokus pada kesehatan ku." ucap Abel.


"Ya udah kalau begitu." ucap Radit. Sementara Mila sedikit sadar dengan sifat Radit yang terlihat gugup.


"Sudah ribut nya, ayo lanjut makan." ucap Mila.


Mereka lanjut makan. Setelah selesai Radit berpamitan berangkat bekerja.


"Aku nanti akan titip makan siang sama supir yah kak." ucap Abel. Radit mengangguk. Abel memeluk suaminya.


"Semangat yah kerja nya. Kakak harus lebih giat karena sebentar lagi anak kita akan lahir." ucap Abel.


"Tabungan kita sudah cukup untuk membiayai tujuh anak, kamu tidak perlu khawatir tentang itu." ucap Radit. Abel tersenyum.


"Ya udah berangkat gih, hati-hati." ucap Abel.


"Kamu juga hati-hati berkendara ke rumah mamah


." ucap Radit. Abel mengangguk.


Setelah Radit pergi Abel duduk di teras sendirian.


"Aku yakin kak Radit tidak tidur di rumah mamah." batin Abel.


Sebenarnya dia hanya berbohong bilang kalau dia akan ke rumah mertua nya.

__ADS_1


"Aku tidak tau apa yang sembunyikan oleh kak Radit, namun kenapa aku sangat takut? kenapa aku sangat khawatir?" ucap Abel.


"Aku tidak ingin tau karena aku takut akan tersakiti, namun sekarang aku sangat penasaran." ucap Abel.


__ADS_2