Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 138


__ADS_3

"Saya sangat merasa bersalah setiap kali kamu ajak makan siang tidak jadi." ucap Radit.


"Tidak apa-apa pak." ucap Novi.


"Akhir-akhir ini saya melihat kamu lebih banyak diam, ada apa?" tanya Radit.


"Tidak apa-apa Kok pak." ucap Novi.


Radit menatap wajah Novi.


"Kamu tidak bisa berbohong." ucap Radit.


Novi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa-apa pak."


"Ya sudah kalau begitu, ayo lanjut makan."


"Hufff kalian makan berdua saja tidak mengajak ku." tiba-tiba Heri datang.


"Eh kamu Her, telat banget datang nya.. Makanan nya sudah habis." ucap Radit.


"Aku tidak berselera makan." ucap Heri sambil duduk di sofa.


"Ada apa? Kenapa wajah mu seperti itu?" tanya Radit.


"Kalau begitu saya permisi dulu pak." Novi segera menyudahi makan nya dan pergi Keluar dari ruangan bos nya.


Radit juga sudah selesai makan dia duduk di samping Heri.


"Ada apa?" tanya Radit.. Heri menggeleng kan kepala nya.


"Masalah Enjel?" tanya Radit.. Heri mengangguk.


"Kamu seperti nya sudah sangat cinta mati kepada nya sehingga baru di tinggal saja sudah membuat kamu hampir gila dan tidak mau makan." ucap Radit.


Heri diam saja.


"Aku mau istirahat dulu." ucap Heri membaringkan badannya.


Sementara Abel dan Juga Mertua nya baru saja sampai di rumah.


"Oohh ini rumah Radit yang sekarang, lumayan besar juga yah." ucap Tania.


"Iyah. Biar nanti istri dan anak nya nyaman." mamah mertua Abel.


Tania duduk di sofa dia memasang wajah yang tidak disukai oleh Abel.


Dia benar-benar tidak suka kepada Tania.


"Humm Mah aku ke kamar dulu yah mau istirahat."


"Bagaimana bisa kamu masuk ke kamar? di sini ada mertua dan Juga Sepupu suami kamu!" ucap Tania.


"Sudah kamu pergi saja istirahat nak,.kamu pasti sangat lelah."


"Tante... Bagaimana kalau keluarga kita yang lain melihat dia seperti ini tidak sopan? Setidaknya buat kan teh atau makanan itu baru menantu yang baik." ucap Tania.


"Kita sudah minum dan makan dari luar." ucap Mamah mertua nya. Sementara Abel jadi bingung, tidak enak hati.

__ADS_1


"Ya sudah deh kalau begitu kamu bawa buah-buahan." ucap Tania.


"Sudah biar mamah saja, kamu istirahat saja." ucap mamah mertua nya. Dia memaksa Abel ke kamar nya.


"Tania! Tante gak suka yah kamu seperti ini kepada Abel."


"Loh kenapa Tante? Bukan nya dulu Tante mengajari aku seperti ini juga?"


Tiba-tiba mamah nya Radit diam.


"Sebaiknya kamu pulang saja, bukannya sore ini kamu ke rumah sakit?"


"Aku baru saja duduk Tante, aku mau menunggu Radit."


"Radit Masih di kantor, kalau kamu di sini bisa membuat Abel tidak nyaman."


"Ini kan rumah Radit Tante, bukan istri nya, suka-suka aku dong."


Mamah nya Radit menghela nafas panjang.


"Ya sudah terserah kamu saja." ucap Mamah nya Radit.


Tania bingung mau ngapain di sana akhirnya di pun pergi pulang dari rumah Radit.


"Abel..." mertua nya masuk ke dalam kamar Abel.


"Iyah Mah."


"Nih Mamah kupasin buah."


Abel duduk dia tersenyum tidak lupa mengucapkan terimakasih.


Abel melihat makanan yang di bawa oleh Bibik yang di Masak oleh mertua nya membuat dia tidak bisa menolak.


"Papah mana mah?" tanya Abel karena dari tadi tidak kelihatan.


"Papah sudah pulang duluan, dia ada pekerjaan mendadak." ucap mamah mertua nya.


"Itu artinya mamah akan menginap di sini?" tanya Abel sudah sangat berharap.


"Tidak bisa nak, kasihan papah sendiri di rumah." ucap Abel.


"Sering-seringlah datang mah." ucap Abel. Mamah mertua nya mengangguk sambil tersenyum.


"Oh iya mamah minta maaf yah sama sifat Tania. Dia emang suka seperti itu."


Abel tersenyum.


"Gak apa-apa Kok Mah." ucap Abel.


"Oh iya mamah punya minyak urut untuk kamu, ambil lah siapa tau badan kamu ada yang sakit."


"Ya Allah Mertua ku sangat baik dan perhatian. Apa karena bayi yang di dalam perut ku saja?" batin Abel.


Di Tempat lain Enjel baru saja pulang ke penginapan nya di malam hari. Badan sudah letih, wajah sudah sangat kusam dan juga bau keringat karena bekerja di luar ruangan.


Dia langsung ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


"Enjel kemana sih? kenapa dia tidak menjawab pesan ku dari tadi? apa sudah melupakan aku?" ucap Heri yang masih di ruangan nya.

__ADS_1


Akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Rio.


"Pak Heri! Ada apa yah? tidak biasa nya dia menelpon ku.. Kalau soal pekerjaan pasti kepada Enjel." ucap Rio sudah sangat cemas.


"Halo pak, selamat malam."


"Malam! Kenapa kamu sangat lama menjawab nya?"


"Maaf pak, saya baru saja sampai di penginapan." ucap Rio.


"Baru sampai?" tanya Heri.


"Iyah pak."


"Apa Enjel juga baru pulang? Di mana dia?"


"Kama Enjel ada di lantai atas pak, dia juga baru pulang."


"Oohh, baik lah. Terimakasih dan selamat malam." ucap Heri langsung mematikan sambungan telepon. Rio heran.


"Ada apa dengan Pak Heri."


Enjel baru selesai mandi dia melihat handphone nya yang hidup layar nya karena nada dering nya mati.


"Enjel... Kamu dari mana saja?" tanya Heri Setelah panggilan di jawab.


"Aku baru saja pulang. Aku pulang langsung mandi." ucap Enjel.


"Apa kamu tidak melihat Saya menelpon dan mengirim kan pesan?" tanya Heri.


"Aku tidak sempat membuka Handphone ku." ucap Enjel.


Heri menghela nafas panjang.


"Apa kamu lelah?" tanya Heri. "Humm" jawab Enjel dengan sangat singkat.


"Kalau begitu.. Kamu bisa istirahat saja. aku tidak mau mengganggu istirahat kamu."


"Baiklah." panggilan langsung mati.


Heri menghela nafas dia meletakkan handphone nya dan memasang wajah lesu.


"Aku bahkan belum melihat wajah nya hari ini, aku juga baru berbicara dengan nya beberapa kata. Itu tidak cukup." ucap Heri.


"CK Setelah dia yang menelpon ku, dia juga yang meminta aku istirahat." ucap Enjel dengan kesal.


Dia berbaring di tempat tidur.


"Humm apa malam ini dia akan tidur di kamar ku? aku harus melihat keadaan kamar ku." ucap Enjel langsung menelpon Video Heri.


Heri melihat Enjel menelpon lagi dia sangat senang.


"Aku sudah tau kamu akan menelpon ku lagi, aku sudah tau kalau kamu juga merindukan aku sama seperti aku merindukan aku." ucap Heri.


"Huff jangan kepedean deh. Aku hanya mau memastikan keadaan kamar ku seperti apa setelah dua malam kamu tempati. Kamu masih di kantor?" tanya Enjel karena melihat belakang Heri.


"Iyahh." jawab Heri.


"Tidak biasanya jam segini kamu masih di kantor? Pekerjaan kamu masih banyak?" tanya Enjel.

__ADS_1


__ADS_2