
"Kenapa Kakak diam?" tanya Abel.
"Saya tidak tau harus menjawab apa Abel. Saya bingung harus bagaimana menghadapi kamu. Semua keputusan ada di tangan kamu." ucap Radit.
"Apa yang Kakak maksud?" tanya Abel.
"Saya akan mengikuti saja apa yang kamu putuskan." ucap Radit.
Abel diam. "Saya permisi." ucap Radit.
Abel mengejar Radit dia menahan Radit. Dia berdiri di depan Radit.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Radit.
"Apa kakak akan kembali ke penginapan itu?" tanya Abel. Radit tidak menjawab nya.
"Aku minta maaf kalau sudah membuat kakak tidak nyaman di rumah. Aku mohon kakak kembali ke rumah. Aku tidak ingin orang lain bertanggapan lain tentang hubungan kita." ucap Abel.
"Sejak kapan kamu mulai perduli dengan tanggapan orang lain tentang hubungan kita?" tanya Radit.
"Bukan nya lebih baik kalau saya tidak ada?" ucap Radit.
"Sejak aku menyadari kalau aku merasa ada yang kurang kalau tidak ada kakak di rumah." ucap Abel.
Radit Menatap wajah Abel.
"Aku minta maaf..." ucap Abel menundukkan kepala nya.
"Aku tau aku salah, aku minta maaf kepada Kakak soal sifat ku yang tidak dewasa." ucap Abel.
"Apa kamu menyadari kesalahan mu?" tanya Radit. Abel mengangguk.
"Aku salah karena selalu menyudutkan kakak dengan masalah rumah tangga kita." ucap Abel.
Radit menghela nafas panjang.
"Satu hal lagi aku akan belajar menerima pernikahan ini dan juga aku akan belajar menjadi istri yang baik untuk kakak." ucap Abel.
"Maksud kamu?"
"Aku minta maaf karena aku baru menyadari perasaan ku ini, aku merasa nyaman bersama kakak, aku tidak ingin jauh dari kakak. Aku tidak ingin kakak marah kepada ku seperti ini." ucap Abel.
"Aku kesepian, aku tidak berselera mau melakukan apa pun dan aku selalu merasa bersalah." ucap Abel.
"Jadi kamu minta saya kembali hanya karena merasa bersalah?" tanya Radit.
Abel menggeleng kan kepala nya. "Karena aku ingin kakak kembali menemani aku di rumah." ucap Abel.
"Aku tau memaafkan aku tidak lah mudah, kata-kata atau sifat ku sudah sangat menyakiti perasaan kakak." ucap Abel.
"Humm kamu benar, kamu membuat perasaan saya terluka." ucap Radit. Abel menghela nafas dia menunduk kan kepala nya.
"Tapi saya tidak bisa menolak permintaan orang yang saya cintai." ucap Radit. Abel menaikkan pandangan nya.
__ADS_1
"Saya Sudah kembali ke rumah tadi malam karena Bibik sudah pulang. Namun kamu tidak menyadari nya. Saya berfikir untuk kembali ke penginapan hari ini. Tapi karena istri saya sudah meminta saya pulang sebaiknya saya kembali." ucap Radit.
Abel memasang wajah sedih.
"Ada apa lagi? kenapa kamu jadi sedih?" tanya Radit.
"Aku hanya tidak habis pikir dengan kakak, aku tidak tau apa yang kakak suka dari aku." ucap Abel.
"Banyak hal yang saya suka dari kamu." ucap Radit berbicara dengan lembut.
"Ini sudah jam sembilan malam sebaiknya kamu juga pulang lah, saya juga akan pulang." ucap Radit.
"Apa kakak akan kembali ke Penginapan?" tanya Abel.
"Hum." jawab Radit. "Bukan nya kakak bilang Akan kembali ke rumah?" tanya Abel.
"Ada beberapa barang yang harus saya ambil dari sana." ucap Radit.
"Oohh." ucap Abel. "Kenapa?" tanya Radit. Abel menggeleng kan kepala nya.
"Tidak apa-apa." ucap Abel.
"Apa kamu mau ikut?" tanya Radit. Abel menggeleng kan kepala nya karena pekerjaan nya belum selesai.
"Aku harus menyelesaikan pekerjaan ku " ucap Abel.
"Kamu adalah istri pemilik perusahaan ini, kenapa kamu harus memperdulikan itu? Sebaik nya kamu ikut saya." ucap Radit menarik tangan Abel.
"Tunggu dulu." Ucap Abel mau mengambil tas dan juga handphone nya.
"Sudah lebih baik karena kemarin Novi membawa kan orang pandai untuk mengurut nya." ucap Radit.
"Oohh.." seketika ekspresi Abel berubah menjadi datar.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di penginapan Radit.
Abel mengikuti Radit masuk ke dalam.
"Kamu tunggu di mobil saja." ucap Radit. Abel menggeleng kan kepala nya. Dia terus mengikuti Radit masuk ke dalam.
Radit masuk ke kamar sementara Abel melihat-lihat di luar. Dia melihat ada beberapa barang-barang Novi dan juga blazer Novi.
"Aku yakin setiap hari Novi ke sini. Apa lagi rumah nya tidak jauh dari sini." ucap Abel.
"Ayo kita Pulang, saya sudah mendapatkan apa yang saya cari." ucap Radit. Abel langsung berbalik dia meletakkan barang yang dia pegang.
Radit kebingungan karena Abel terkejut.
"Itu Blazer Novi, kamu jangan berfikir ada perempuan lain yang masuk ke sini." ucap Radit.
"Hutf kenapa Dada ku tiba-tiba sakit sih? Apa aku cemburu?" batin Abel. Dia mendekati Radit.
"Aku boleh memeluk kakak?" tanya Abel.
__ADS_1
"Kenapa? Apa Dada mu sakit?" tanya Radit. Abel mengangguk.
Radit Mencoba mengangkat tangan kanan nya perlahan dia meletakkan di dada Abel.
"Tidak apa-apa semua nya baik-baik saja." ucap Radit. Dada Abel tidak kunjung sembuh.
"Bagaimana?" tanya Radit.
"Ini sangat aneh, biasa nya bersentuhan dengan kak Radit saja sudah tidak sakit, namun sekarang tidak sembuh." ucap Abel.
"Sebaiknya kita pulang saja kak." ucap Abel.
Mereka masuk ke dalam mobil dan pulang ke rumah.
"Non Sama tuan baru saja pulang?" tanya Bibik yang ternyata ketiduran.
"Iyah bik." jawab Abel.
"Lain kali tidak perlu menunggu kami pulang, Bibik pergi lah istirahat lebih awal." ucap Radit.
Bibik hanya tersenyum. "Ya udah kalau begitu kami ke atas dulu yah Bik." ucap Radit.
"Tidak makan malam dulu? Non Abel makan dulu. Seperti nya Non Abel sangat jarang makan. Non terlihat lebih kurus." ucap Bibik.
Abel tersenyum. "Aku lagi diet Bik." ucap Abel.
"Diet?" ucap Radit.. Abel mengangguk.
"Kamu tidak sadar kalau badan mu sudah sangat kurus?" ucap Radit.
Abel terdiam. "Aku tidak berselera makan." ucap Abel.
"Kamu jangan membuat banyak alasan, sebaik nya kamu Makan sekarang." ucap Radit.
"Apa kakak tidak makan?"
"Saya sudah makan ." ucap Radit.
"Aku belum melihat kakak makan." ucap Abel.
"Novi membawa kan nya ke ruangan saya." ucap Radit.
"Huff Novi lagi." batin Abel.
"Aku tidak berselera makan." ucap Abel meninggal ruang tamu.
"Non! non." panggil Bibik.
"Sudah bik biarkan saja, sebaik nya Bibik istirahat yah, saya akan membujuk nya untuk makan."
"Tuan tolong di pastikan non Abel makan yah, kasihan sekali kalau non Abel sakit hanya karena tidak berselera makan." ucap Bibik.
Radit mengangguk. Radit menyusul Abel ke kamar nya.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak mau makan?" tanya Radit kepada Abel yang duduk di pinggir kasur.
"Aku tidak lapar, aku juga sudah capek mau istirahat." ucap Abel.