
Mau mencari Heri namun ternyata Heri sudah tidur.
Enjel diam dia menatap wajah Heri yang sangat letih.
"Sebaik nya aku mandi dulu." ucap Enjel karena sudah jam tujuh dia pun masuk ke tempat tidur.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai dia keluar dengan kaos oblong warna putih dan celana pendek warna pink.
"Huff aku sangat ngantuk sekali.. Sebaiknya aku tidur dulu." ucap Enjel naik ke tempat tidur.
Dia tidak mengingat kalau Heri masih tidur di tempat tidur nya.
Tengah malam Heri gelisah karena gerah tidak nyaman. Dia membuka sepatu, jas, dasi dan juga kemeja.
Tidak lupa juga melepaskan ikat pinggang dan membuka celana panjang meninggalkan boxer saja.
Setelah itu dia tidur memeluk Enjel yang dia pikir bantal guling.
"Sangat wangi sekali." ucap nya mencium rambut Enjel.
Keesokan paginya Enjel bangun dia melihat ke arah samping nya karena merasa ada yang menimpa badan nya.
"Heri!" ucap nya dia melihat Heri tidak memakai pakaian hanya memakai celana pendek saja.
"Aaaaa!!!!" Enjel langsung menendang Heri dari kasur. Heri kesakitan dia bangun dan melihat ke arah Enjel.
"Apa yang kamu lakukan Enjel? Kenapa Kamu menendang ku?" tanya Heri. "Kamu ngapain ada di kamar ku? Kamu juga kenapa tidak memakai pakaian sama sekali?" tanya Enjel.
Heri baru sadar kalau ternyata dia ketiduran di kamar Enjel.
"Ya Maaf, saya tidak tau. Kalau saya sadar mungkin aku sudah pindah." ucap Heri.
"Banyak alasan! Kamu selalu saja mencari kesempatan dalam kesempitan." ucap Enjel.
Heri menghela nafas panjang dia berdiri sambil memegang pinggang nya yang sakit.
"Kamu tau malam ini tidur ku sangat nyenyak sekali. Karena memeluk wanita yang aku suka dan sangat wangi." ucap Heri.
Enjel melempar kan bantal.
"Dasar mesum! Mesum!" ucap Enjel. Heri tertawa.
"Kamu sangat Munafik, tadi malam saja kamu memeluk ku dan tidur di lengan ku, sekarang kamu pura-pura tidak suka." ucap Heri.
"Pergi dari kamar ku! Pergi!" ucap Enjel. Heri tersenyum dia melihat Enjel dengan pakaian nya.
"Oh iya lain kali jangan kenakan pakaian seksi seperti itu saat ada aku. Aku takut tidak bisa mengontrol diri." ucap Heri.
"Keluar gak! keluar!" ucap Enjel sangat kesal memukul Diki.
__ADS_1
"Iyah-iyah aku keluar." Enjel mendorong Heri keluar namun Keseimbangan Enjel hilang karena kaki nya menyangkut di lilitan selimut.
Dia terjatuh ke lantai bersama Heri dan tidak sengaja Enjel mencium bibir Heri.
Enjel dengan cepat-cepat langsung berdiri. Dia menghapus bibir nya wajah nya terlihat sangat merah sekali.
"Sudah dua kali pagi ini badan saya terbentur ke lantai." ucap Heri. "Tapi tidak apa-apa, semua nya langsung sembuh tidak terasa sakit karena mendapat kan kis morning." ucap Heri.
"Keluar!" Enjel memaksa Heri keluar.
"Aaaa!!!!!" Enjel kesal sendiri dia duduk di pinggir kasur.
Sementara di luar Heri mendapatkan keuntungan yang sangat besar sekali.
Di tempat lain Radit bangun terlebih dahulu dia memerhatikan wajah istri nya yang sedang tidur. Dia mengelus perut Abel.
"Anak Papah jangan nakal-nakal yah, pagi ini jangan buat mamah sakit perut dan juga mual-mual." ucap Radit.
"Kalau kamu nakal Papah marah nih, Papah gak akan beliin mainan kalau kamu sudah lahir nanti." ucap Radit.
Radit mencium perut istri nya.
"Kamu dengar papah kan? Pokoknya gak boleh nakal." ucap Radit.
"Kak.." ucap Abel. Abel baru saja bangun.
"Iyah sayang, kamu sudah bangun? Apa kamu mual?" tanya Radit.
"Humm Sedikit." ucap Abel.
"Nih minum dulu." ucap Radit memberikan Air hangat.
Setelah selesai Radit dan Abel masuk ke kamar mandi. Radit mandi untuk Berangkat ke kantor.
"Oh iya kak, kakak jam berapa pulang nya?" tanya Abel.
"Seperti biasa, kenapa?" tanya Radit.
"Gak apa-apa aku hanya nanya saja." ucap Abel.
"Apa kamu mau menginginkan sesuatu?" tanya Radit. Abel menggeleng kan kepala nya.
"Enggak kok."
"Katakan saja." ucap Radit.
"Humm di rumah saja aku sangat bosan, apa aku boleh main ke rumah Tante dan Om kakak?" tanya Abel. Radit langsung menggeleng kan kepala nya.
"Tidak bisa! Kamu harus istirahat di rumah." ucap Radit.
__ADS_1
Abel menghela nafas panjang.
"Percuma saja aku mengatakan nya, kakak tidak akan mengijinkan nya juga kan." ucap Abel.
Radit Menatap istri nya. "Saya melakukan ini demi kebaikan kamu. Demi kebaikan anak kita juga." ucap Radit.
"Humm aku mengerti." ucap Abel. Radit mengelus rambut istri nya. Tidak lupa mencium kening istrinya.
"Kalau begitu saya berangkat dulu yah." ucap Radit.. Abel mengangguk.
Setelah Radit berangkat bekerja Abel bingung harus melakukan apa akhirnya dia membersihkan mainan Farel, semua barang-barang dan juga baju-baju yang berantakan.
"Aku tidak tau Kapan Farel balik lagi. Tapi aku yakin dia pasti balik ke sini menemani aku." ucap Abel.
Setelah semua selesai dia mandi. Setelah selesai mandi dia turun ke bawah mau sarapan bersama Bibik.
"Selamat pagi Non Abel. Selamat pagi juga Baby Bani." ucap Bibik kepada perut Abel.
"Kok baby Bani bik?"
"Karena lucu." ucap Bibik.
Abel tersenyum. "Ya udah deh kedengaran nya juga bagus, aku bingung mencari nama panggilan nya." ucap Abel.
"Ayo makan Non, saya sudah masak sup Pesanan Non." ucap Bibik.
Abel tersenyum sambil mengangguk.
Mereka berjalan ke meja makan. Mereka makan bersama setelah selesai makan Bibik melanjutkan pekerjaannya sementara Abel membaca majalah di ruang tamu.
Baru saja duduk di sana dia sudah tidur melihat Bibik di sana.
"Bibik Kemana sih? Kok dari tadi gak kelihatan, perasaan tadi di sini deh." ucap Abel.
"Bik... Bik.." Panggil Abel sampai ke taman belakang dan ternyata Bibik sedang ada di taman belakang.
"Bik.. Apa yang Bibik lakukan di sana? Aku dari tadi mencari Bibik." ucap Abel.
"Ini non saya lagi membersihkan tanaman ini, sudah lama tidak di bersihkan." ucap Bibik.
"Oohh." ucap Abel. Dia mendekati nya.
"Bik boleh aku bantu?" tanya Abel.
"Boleh. Anggap saja ini sebagai olahraga agar tidak malas bergerak." ucap Bibik. Abel tersenyum.
"Dulu aku juga punya taman di rumah bik, namun sekarang seperti nya sudah tidak di rawat lagi..Mila sangat pemalas sehingga tidak bisa merawat bunga-bunga itu." ucap Abel.
"Oohh Non juga suka tanam bunga?" tanya Bibik.
__ADS_1
"Sangat suka Bik. Sebenarnya aku juga ingin tanam bunga di sini, namun semua nya sudah penuh dengan tanaman hasil Bibik. Semua nya sudah tertata rapi." ucap Abel.
Bibik tersenyum. Bibik membuat bunga di telinga Abel. "Sangat cantik sekali non." ucap Bibik.