
"subhanallah cantik sekali..." Aji memuji Abel.
"Tidak salah orang tua Bapak menjodohkan dengan Abel karena dia sangat cantik sekali." ucap Novi.
Semua sangat pangling dengan kecantikan Abel.
Pengucapan Ijab qobul di mulai.
Jantung Abel tidak berhenti berdetak, sementara Radit benar-benar sangat Tremor.
Dan yang membuat semua tamu kaget adalah Pengucapan pertama kali langsung sah.
Pada saat itu Air mata Abel keluar. Dia tidak tau dia menangis bahagia atau sedih.
Saat semua saksi mengatakan sah Abel melihat Gaga baru saja datang. Dia sudah telat. Abel sangat berharap Gaga datang mengacaukan semua nya.
Radit melihat Abel Menatap ke satu arah. Dia melihat Gaga yang sudah berdiri diam menatap Abel dengan penuh penyesalan.
Waktu nya untuk tukar cincin.
Ternyata cincin nikah mereka tidak beda jauh dengan model cincin tunangan nya.
Saat cincin melingkar di jari-jari Abel Gaga sangat kecewa dia pergi dari tempat itu.
Acara pun berlangsung dengan lancar. Abel berusaha untuk terlihat bahagia karena semangat dari Enjel dan Juga Adik nya.
Dia juga tidak ingin mengecewakan keluarga besar nya yang semua nya datang.
Sepanjang acara Abel benar-benar tidak berbicara dengan Radit. Dia mengabaikan semua apa yang di katakan oleh Radit.
Radit yang merasa tidak di perduli kan akhirnya dia memilih untuk diam saja.
Setelah acara selesai Pengantin waktu nya istirahat.
"Huff hari ini begitu melelahkan." ucap Abel langsung melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur.
Radit baru saja mau masuk ke kamar pengantin.
"Apa ini tidak mimpi? Aku berharap ini hanya sebuah mimpi." ucap Radit sambil membuka pintu.
Dia melihat Abel sudah tertidur dengan keadaan telentang di tempat tidur.
Wajah yang masih penuh dengan make up dan baju pengantin yang masih terpasang di badan nya.
"Abel..." Panggil Radit.
Namun Abel tidak merespon nya.
Radit mencoba mendekati nya dia menatap wajah Abel yang sangat cantik karena dia tidak terbiasa menggunakan make-up jadi terkesan sangat berbeda sekarang.
__ADS_1
"Abel sekarang menjadi istri ku? Ini benar-benar seperti mimpi, aku tidak pernah membayangkan ini terjadi." batin Radit.
"Sial, kenapa Abel terlihat sangat cantik sekali. Dari tadi aku tidak bisa melihat wajah nya dengan sangat jelas." Radit memandangi wajah Abel sampai puas.
Namun tiba-tiba Radit berdiri karena Abel bergeliat.
"Kak Radit!" ucap Abel melihat Radit berdiri jauh dari tempat tidur.
Abel duduk, "Apa kakak akan tidur di kamar ini juga?" tanya Abel.
"Lalu saya akan tidur di mana?" tanya Radit. "Aku hanya bertanya." ucap Abel karena Radit menjawab nya dengan sedikit ngegas.
"Kalau begitu aku tidur di sofa. Mau bagaimana pun ini adalah kamar kakak jadi aku yang akan tidur di sofa." ucap Abel.
"Kenapa tidak tidur di tempat tidur saja? Tempat tidur saya cukup luas." ucap Radit. Abel menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak mau." ucap Abel.
"Kamu takut saya macem-macem yah?" tanya Radit.
Abel langsung turun dari tempat tidur. "Ingat yah perjanjian kita!" ucap Abel. Radit tersenyum.
"Sebaiknya kamu pergi bersih-bersih." ucap Radit.
Abel tidak mengatakan apapun dia pun masuk ke kamar mandi.
Satu jam setengah sudah Abel di dalam kamar mandi.
"Tok!! Tok!! tok!! Abel mau sampai kapan kamu ke kamar mandi?" tanya Radit.
Tidak ada jawaban. Sudah beberapa kali mengetuk namun tidak ada jawaban dari Dalam.
Radit Mencoba membuka pintu karena khawatir namun ternyata di kunci dari dalam, dia mencari kunci cadangan dan langsung membuka pintu.
Dia sangat kaget Abel ada di dalam bathtub sedang berendam dengan Air hangat sampai tertidur dan dia tidak menggunakan busana.
Radit langsung berbalik dia tidak tau harus melakukan apa. Dia keluar mau minta pertolongan Bibik namun dia juga malu.
Tidak ada pilihan lain akhirnya dia memutuskan untuk menangani nya sendiri.
"Ini tidak salah, dia sudah menjadi istri ku." ucap Radit. Tidak lupa mengambil handuk. Dia menutup mata nya. Hanya tangan nya yang merabah badan Abel.
Setelah selesai. Radit langsung mandi. Tidak beberapa lama dia selesai dia melihat Abel yang masih tidur terlelap dan benar-benar sangat nyenyak sekali
"Seperti nya dia kelelahan." batin Radit. Dia mengambil bantal dan berbaring di sofa.
"Ini sangat aneh sekali. Di mana-mana semua pengantin baru pasti akan bahagia, namun kenapa aku tidak?" ucap Radit.
Keesokan harinya keluarga makan pagi sama-sama.
__ADS_1
"Saya sangat senang akhirnya kita bisa mempersatukan keluarga ini."
"Iyah Bu."
Abel dan Radit hanya diam saja. Mereka hanya mendengar kan percakapan orang tua mereka.
"Kamu tidak ingin membuat kopi untuk suami kamu?" tanya Mertua nya kepada Abel yang sedang ada di dapur.
Abel melihat ke arah Radit yang sedang duduk bersama teman nya di meja depan.
"Humm baik Tante."
"Jangan panggil Tante dong, panggil Mamah." ucap mertua nya.
"Iyah Mah."
Abel membuat Kopi tiga untuk Radit dan teman nya.
Abel membawa ke meja depan. "Wahh mantep nih ngopi pagi-pagi." ucap Aji.
"Ini sudah siang." ucap Tomi.
"Terimakasih yah Abel..." Ucap Tomi..Abel tersenyum sambil mengangguk.
Abel meletakkan di depan Radit.
"Oh iya Abel kenalin ini Teman-teman saya, ini Aji dan ini Tomi." ucap Radit.
Abel tersenyum. "Ya udah kalau begitu aku ke belakang dulu, silahkan di minum kopi nya." ucap Abel.
"Ck istri mu benar-benar sangat cantik sekali Radit.. Kalau aku jadi kamu tidak akan ada penyesalan sih kalau di jodohkan." ucap Aji.
Radit hanya diam. "Selain cantik dan juga berpendidikan dia juga anak seorang Tentara dan juga Ibu nya PNS. Aku sangat suka dengan keluarga yang benar-benar terpandang." ucap Tomi.
Di malam hari nya...
"Ada apa dengan kamu?" tanya Radit melihat Abel menjerit di balik kasur karena Radit juga di balik kasur sebelah nya.
"Tangan ku terluka karena seharian memasak di dapur." ucap Abel. Radit berbalik dia mendekati Abel.
"Sini saya lihat." ucap Radit, Abel menggeleng kan kepala nya.
"Tidak perlu, aku bisa mengobati nya sendiri."
Radit menghela nafas panjang.
"Untuk tiga hari ini kita akan di sini dulu. Setelah itu saya akan berbicara kepada orang tua saya untuk pindah." ucap Radit.
"Seperti nya mereka tidak akan memberikan ijin." ucap Abel.
__ADS_1
Abel terlihat sangat tertekan di rumah Radit. Abel sepanjang hari harus menjadi orang lain, dia harus berpura-pura. Dia juga harus bisa melakukan apapun yang sebenarnya tidak bisa dia lakukan.