
Gaga seketika sangat lemas melihat undangan itu. Foto Abel dengan Radit.
"Jadi laki-laki itu calon suami kamu?" tanya Gaga..Abel mengangguk.
Gaga mau masuk namun di tahan oleh Abel.
"Jangan membuat keributan di sini, kamu sebaik nya pergi."
Namun Gaga tidak mau dia masuk ke dalam dan mau menghajar Radit, untuk saja Abel menahan Gaga sampai security datang.
Radit dan Enjel kaget dan juga bingung.
Enjel berusaha melindungi mesin uang nya itu karena kalau tidak ada Radit mana mungkin dia memiliki uang.
Gaga di paksa bawa keluar dari sana.
"Saya minta maaf semua nya mengganggu kenyamanan nya." ucap Abel kepada pengunjung Cafe
Abel duduk di depan Radit. Radit menatap Abel yang tidak berani menatap mata Radit. Melihat situasi yang tidak baik akhirnya Enjel memutuskan untuk pergi.
"Humm Abel aku pulang duluan yah," ucap Enjel.
Abel mencoba menahan Enjel namun Enjel beralasan banyak.
"Huff berhadapan dengan Pak direktur di kantor dan di luar sama saja, sangat menegangkan, aku tidak bisa membayangkan nasib Abel menjadi istri dari pak direktur." ucap Enjel.
"Huff aku akui sih kalau Pak Direktur ganteng dan idaman semua wanita, namun tetap saja kalau yang sudah tau asli nya seperti apa mereka pasti hanya sekedar mengagumi nya saja." ucap Enjel.
Beberapa menit di meja Cafe itu mereka hanya diam-diaman saja.
"Kenapa jadi aku yang diam dan takut sih? Aku tidak melakukan apapun." ucap Abel dalam hati dia menatap mata Dika.
"Sebaiknya Kakak pulang, kakak belum sembuh total kenapa kakak di luar malam-malam?" tanya Abel.
"Saya datang mencari kamu." ucap Radit. Abel terdiam sejenak.
"Siapa Laki-laki tadi?" tanya Radit..Abel menggeleng kan kepala nya.
"Apa itu yang bernama Gaga? kekasih mu?" tanya Radit.
"Baiklah saya tidak akan ikut campur tentang itu. Saya datang ke sini mau bertemu kamu saja." ucap Radit.
"Sekarang saya sangat lapar. Ayo mencari makanan di luar." ajak Radit.
Abel tidak mengatakan banyak hal dia hanya mengikuti kemana Radit membawa nya.
"Kenapa aku merasa bersalah sih? Padahal aku tidak ada perasaan apa-apa sama kak Radit." batin Abel sambil melihat Radit yang makan di depan nya.
"Kenapa kamu tidak makan?" tanya Radit. Abel mengambil pisau dan garpu dari tangan Radit. Dia terlihat sangat susah makan karena menggunakan satu tangan untuk memotong daging.
Dia membantu memotong daging agar Radit lebih mudah untuk makan.
__ADS_1
Setelah selesai makan Radit mau mengantar kan Abel namun di tolak oleh Abel.
"Sebaiknya kakak pulang saja, aku membawa mobil sendiri kok." ucap Abel langsung meninggalkan Radit.
"Huff dia benar-benar sangat aneh sekali, terkadang cerewet terkadang galak dan sekarang tiba-tiba diam. x batin Radit.
Keesokan harinya Radit sama sekali tidak mendengar tentang Abel. Sementara Abel di tempat lain sudah perawatan Badan.
Mamah nya menyarankan agar Abel perawatan untuk suami nya.
"Akhirnya kamu menikah juga nak, Mamah sama Papah sangat senang sekali." ucap Pak Malvin dan istri nya kepada Radit yang duduk di ruang tamu bersama mereka.
Radit baru saja sampai di rumah orang tua nya.
Radit melihat-lihat dekorasi Pernikahan nya yang benar sangat megah sekali.
"Bagaimana kabar Abel sekarang?" dia membuka handphone nya namun nomor Abel tidak kunjung aktif.
"Bapak tidak perlu khawatir, semua nya sudah di urus kok." ucap Novi yang mendampingi Radit.
"Saya takut Abel tidak mau menikah dan akhirnya dia kabur." ucap Radit. Novi tertawa kecil.
"Seorang anak tentara melakukan itu tidak lah mungkin Pak. Walaupun terkadang Abel seperti anak kecil tapi dia juga dewasa. Dia harus bertanggung jawab." ucap Novi.
Radit tetap saja tidak tenang. Melihat keluarga sudah berkumpul membuat dia semakin gelisah.
Dia tidak tau pasti apa yang membuat dia gelisah, namun ini momen yang sangat jauh dari pikiran nya.
Radit menggeleng kan kepala nya. "Bapak Harus belajar." ucap Novi.
Di malam hari nya...
"Loh kamu mau kemana nak?" tanya pak Malvin melihat Radit sudah rapi mau keluar.
"Aku keluar sebentar Pah." ucap Radit.
"Tidak boleh! Kamu tidak boleh keluar lagi, bagaimana kalau terjadi apa-apa di luar sana?" ucap Papah nya.
Radit tidak bisa keluar dia kembali ke kamar nya.
Dia melihat kamar nya yang dulu hanya barang-barang tertentu Milik nya sekarang sudah penuh dengan bunga-bunga, hiasan yang membuat kesan romantis dan juga cantik.
Radit membuka Handphone nya, dia belajar membaca Ijab qobul dan sangat susah sekali.
Keesokan harinya..
"Radit.... Radit... Bangun nakk..." mamah nya membangun kan Radit.
"Huff siapa sih ribut-ribut? Baru saja aku tidur satu jam." ucap Radit.
"Masya Allah nak, kamu sangat cantik sekali sayang." ucap Mamah nya melihat Abel sudah selesai di dandani.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Mah." ucap Abel.
Abel tidak terlihat bahagia sama sekali.
"Jangan memasang wajah seperti ini nak, kalau Papah kamu melihat dia akan marah. Tersenyum lah." ucap Mamah nya.
"Ayo Abel Kam pasti bisa, demi orang tua dan keluarga kamu."
"Ya ampun ini kak Abel kan? Cantik banget kak."
"Kamu juga cantik kok, sama seperti Mamah."
Mereka memakai baju yang sama karena sudah seragam dengan keluarga Radit.
Abel sudah menuju ke kediaman laki-laki.
Radit di dampingi teman dekat nya yaitu Aji dan juga Tomi, ada Novi juga.
Sementara Abel hanya di dampingi oleh Enjel. Yang lain nya hanya keluarga besar nya.
Dia tidak memberi tau teman-teman nya karena sudah perjanjian dari awal kalau pernikahan itu privasi.
"Calon istri mu sudah mau sampai bro, sebentar lagi kamu sudah menjadi suami orang lain." ucap Aji.
Radit diam. "Jangan tegang pak Direktur." ucap Novi.
Radit berusaha untuk biasa saja.
"Wahh loe sangat tampan dengan pakaian seperti ini, jadi pengen deh." ucap Tomi.
"Hus kalian bisa diam tidak?" ucap Novi kesal karena mereka berdua rese.
Tidak beberapa lama Pengantin Datang.
Dari kejauhan Radit bisa melihat Abel berjalan dengan sangat anggun dan cantik sekali.
"subhanallah cantik sekali..." Aji memuji Abel.
"Tidak salah orang tua Bapak menjodohkan dengan Abel karena dia sangat cantik sekali." ucap Novi.
Semua sangat pangling dengan kecantikan Abel.
Pengucapan Ijab qobul di mulai.
Jantung Abel tidak berhenti berdetak, sementara Radit benar-benar sangat Tremor.
Dan yang membuat semua tamu kaget adalah Pengucapan pertama kali langsung sah.
Pada saat itu Air mata Abel keluar. Dia tidak tau dia menangis bahagia atau sedih.
Saat semua saksi mengatakan sah Abel melihat Gaga baru saja datang. Dia sudah telat. Abel sangat berharap Gaga datang mengacaukan semua nya.
__ADS_1