Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 177


__ADS_3

"Abel terimakasih banyak semua nya, aku minta maaf juga sudah banyak membuat kamu kesal. Aku menitipkan Abel kepada kamu." ucap Heri.


"Kamu berbicara seperti mau pergi jauh saja." ucap Abel. Heri tersenyum.


Sebenarnya bukan jarak yang membuat mereka sulit bertemu namun waktu yang sangat sulit karena Heri Sibuk dengan pekerjaan nya begitu juga dengan Enjel.


Enjel mengantarkan ke pintu masuk.


"Kamu hati-hati yah sayang, jangan lupa kabarin aku kalau sudah sampai." ucap Enjel.


"Huff baru berpisah seperti ini kamu memanggil ku dengan sebutan sayang. Namun aku sangat senang mendengar nya.. Sering-sering lah panggil aku dengan sebutan itu." ucap Heri.


Enjel tersenyum. Mereka berpelukan dan setelah itu Heri berangkat.


"Kamu tidak menangis." tanya Abel kepada Enjel karena sebelumnya terlihat sangat Sedih.


"Aku percaya dia akan kembali lagi." ucap Enjel. Abel tersenyum mendengar nya.


"Aku senang melihat kamu sekarang. Aku harap seterusnya kamu bahagia bersama dengan Heri, aku yakin Heri laki-laki yang baik dan sangat pantas bersama kamu." ucap Abel.


Enjel tersenyum. Radit mendengar itu dia menunduk kan kepala nya.


"Heri memang memiliki kelakuan yang sangat buruk, semua orang tau itu. Namun aku hanya memiliki satu keburukan saja yang tidak banyak yang tau dan bahkan aku membohongi istri ku sendiri." batin Radit.


Radit pergi dari sana karena tidak tahan.


"Radit..." Tiba-tiba dia bertemu dengan teman nya di sana.


"Hei bro." ucap Radit.


"Apa kabar mu? Sudah lama kita tidak bertemu."


"Baik. Seperti yang kamu lihat."


"Lalu bagaimana kabar Tania? Apa dia baik-baik saja?" tanya Temen nya.


"Tania?" ucap Abel yang baru saja datang bersama Enjel dan tidak sengaja mendengar percakapan mereka.


Teman Radit seperti heran melihat Abel.


"Iyah Tania, kenalin ini adalah Dokter Zaki. Dia adalah teman saya dari masa kuliah." ucap Radit.


"Oohh kenalin aku Abel Is..."

__ADS_1


"Abel sebaik nya kita langsung ke mobil saja yah, di sini sangat panas sekali." ucap Enjel langsung.


"Oohh baiklah."


"kalian duluan saja, saya akan berbicara dengan Dokter Zaki sebentar." ucap Radit. Abel mengangguk. Mereka pun pergi meninggalkan Radit dengan Zaki.


"Siapa perempuan tadi?" tanya Zaki.


"Enjel."


"Bukan dia, aku sudah lama tau dia, yang satu lagi yang muda." ucap Zaki.


"Kenapa kamu sangat penasaran kepada nya?" karena Radit curiga dengan cara Zaki bertanya dan tatapan nya.


"Tidak ada, aku hanya penasaran saja, apa dia sekertaris baru mu?" tanya Zaki. Radit menggeleng kan kepala nya.


"Lalu siapa dia? Apa kamu memiliki nomor nya? Aku boleh meminta nya? dia sangat menggemaskan sekali." ucap Zaki.


Radit mendengar itu sangat kesal sekali. Tadi nya ingin menyembunyikan Abel adalah istri nya sekarang terpaksa harus jujur.


"Apa kau tidak melihat perut nya menonjol? apa kau tidak sadar kalau dia sudah memiliki suami?" tanya Radit dengan kesal.


"Kenapa kamu harus marah seperti ini? Aku hanya bertanya karena aku tidak tau. Dia masih sangat muda tidak percaya kalau dia memiliki suami..Aku. ingin tau siapa suami nya itu." ucap Zaki.


Zaki tertawa.


"Aku akan mengatakan kepada Tania kalau kamu mengaku-ngaku seperti ini. Kamu bersiap lah tidur di luar." ucap Zaki.


"Aku sudah menikah lagi."


"Tidak mungkin, kamu sangat mencintai Tania lagian Kalian sudah lama berpisah. Aku yakin sekarang anak mu sudah dua dan mereka sangat ganteng dan juga cantik." ucap Zaki.


Radit tidak ingin menjelaskan panjang lebar di langsung menunjukkan foto nikah dengan Abel.


Seketika Zaki terdiam.


"Lalu bagaimana dengan Tania? kamu bercerai dengan Tania? Seperti nya Mustahil sekali."


"Aku tidak berpisah dengan nya, dia masih berstatus istri pertama ku." ucap Radit.


"Hah! apa itu arti nya kau poligami?" tanya Zaki.


"Tidak seperti itu Zaki..Ini sangat sulit di jelaskan." ucap Radit.

__ADS_1


"Bagaimana tidak? Kamu belum menceraikan istri pertama mu namun sudah menikah lagi dengan perempuan lain..Kamu sudah menghianati janji-janji mu dengan Tania." ucap Zaki.


"Kalau di cerita kan sangat panjang Zaki, aku akan menceritakan nya lebih singkat. Intinya ini semua salah ku, kamu tau kan kalau aku sudah memiliki tunangan sebelum bersama Dengan Tania."


"Jangan bilang Abel adalah perempuan itu?"


Radit mengangguk.


Zaki menghela nafas panjang. Dia seakan mengerti semua nya.


"Kamu pasti sudah mengerti." ucap Radit.


"Kau sungguh pria berengsek, bagaimana perasaan Tania sekarang? Dia pasti sangat hancur."


"Awalnya dia menyetujui nya karena kami sudah lama tidak cocok, namun sekarang ini dia menyesali semua nya dan ingin kembali seperti dulu. Aku tidak bisa karena aku tidak memiliki perasaan kepada nya lagi. Aku sudah mencintai Abel istri ku yang sekarang."


"Istri kedua mu sungguh tidak memiliki hati, dia seorang perempuan namun merebut kebahagiaan sesama nya!" ucap Zaki.


"Jangan berbicara buruk tentang Abel!" ucap Radit menarik kerah Zaki ke atas.


"Aku tau kau lebih mencintai Tania dari perempuan itu." ucap Zaki.


"Kau tidak tau apa-apa! Sekarang diam saja. Aku tau kau menyukai Tania, jangan pernah menyalah kan Abel. Sekarang Tania sudah bebas kamu bisa memenangkan hati nya."


"Dasar sialan kau Radit. Selama ini kamu menghalangi aku bersama dia, namun sekarang kamu sudah mendapatkan semua nya yang kamu inginkan dan meninggalkan dia begitu saja." ucap Zaki.


Mereka ribut-ribut sampai-sampai Abel melihat nya dari dalam mobil.


"Mereka baru saja bertemu setelah beberapa tahun namun kenapa baru saja bertemu sudah ribut." ucap Abel, dia bertanya kepada Enjel yang berada di mobil nya namun Enjel benar-benar tidak tau.


Justru dia juga penasaran kenapa mereka ribut. Dia tau kalau Zaki adalah teman Tania bahkan sahabat nya namun tidak tau ada masalah di antara mereka.


"Huff kalau seperti ini cepat atau lambat semua nya akan terbongkar." ucap Enjel dalam hati.


Setelah satu jam lebih akhirnya Radit masuk ke dalam mobil, dengan nafas yang tersengal-sengal dia memasang wajah marah.


"Kenapa kakak kelihatan nya marah?" tanya Abel. Radit menggeleng kan kepala nya.


"sebaik nya Saya mengantarkan kamu pulang dan saya harus ke kantor." ucap Radit.


"Ke kantor? Ini hari Minggu."


"Saya harus mengambil barang-barang saya yang ketinggalan dan saya juga ada janji di luar hari ini." ucap Radit.

__ADS_1


"Oohh ya udah deh gak apa-apa." ucap Abel. Tidak berani banyak tanya akhirnya dia iyakan saja. Setelah beberapa lama akhirnya sampai di rumah.. Tidak mengatakan apapun dia langsung meninggalkan Abel setelah keluar dari dalam mobil.


__ADS_2