Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 104


__ADS_3

"Kak aku pengen buah-buahan deh.'" ucap Abel.


"Buah apa?"


"Humm yang ada saja deh." ucap Abel.


Radit melihat ke bawah untung saja di bawah masih ada buah lengkap kesukaan istri nya.


Dia membawa ke atas. Abel makan buah-buahan itu. Sementara Radit membuka laptop nya seperti biasa melihat pekerjaan nya.


"Sudah seharian melakukan aktivitas, sekarang waktunya tidur masih saja mengurus pekerjaan. Kenapa kakak tidak nikah dengan pekerjaan kakak saja?" ucap Abel.


Radit menoleh ke arah Abel.


"Saya bekerja untuk kamu juga, masa depan kita." ucap Radit.


"Aku tau, tapi ini waktu nya tidur." ucap Abel. Radit langsung menutup laptopnya.


"Baiklah." ucap Radit.


Radit menuruti istri nya dari pada ribut hanya karena tentang itu saja.


"Kamu juga Tidur lah." ucap Radit. Abel naik ke tempat tidur.


"Apa yang kakak lakukan?" tanya Abel karena Radit mengawas kan bantal guling yang ada di tengah-tengah tempat tidur.


"Saya sudah menjadi suami kamu sesungguhnya, saya tidak mau batas ini ada." ucap Radit. Dia memeluk Abel.


"Kak... Aku sesak kalau seperti ini." ucap Abel karena wajah nya di dada Radit.


Radit melepaskan pelukan nya yang sangat erat. Dan memeluk nya biasa saja dan kedua nya tertidur begitu pulas sekali.


Keesokan harinya.. "Kak jangan berangkat kerja dulu, aku mau makan ketoprak yang ada di simpang tiga depan." ucap Abel.


"Makanan di pinggir jalan sangat tidak sehat untuk kamu." ucap Radit. "Tidak sehat bagaimana? Aku selama ini makan jajanan di pinggir jalan biasa saja, bahkan aku sehat sampai sekarang." ucap Abel.


Radit menghela nafas panjang.


"Saya akan memesan ketoprak lain." Abel menggeleng kan kepala nya..


"Aku tetap mau ketoprak yang di Depan." ucap Abel. Radit menoleh ke arah Bibik.


"Sudah tuan biar saya beli." ucap Bibik.


"Jangan bik, aku mau kak Radit yang beli." ucap Abel.


"Tapi saya sudah telat ke kantor."


"Bodo amat. Pokoknya aku mau makan ketoprak dulu."


"Biar Bibik saja yang beli."

__ADS_1


"Ini kemauan anak kakak loh, emang nya kakak mau anak kakak nanti ileran kalau sudah lahir?" ucap Abel.


"Orang-orang Akan bilang percuma sama bapak nya kaya. Selama di kandungan apa yang di idam kan tidak dapat." ucap Abel.


Radit tidak bisa menentang istri nya, akhirnya dia pun pergi membeli.


Hari Minggu.....


"Apa yang Kamu lakukan Abel?" tanya Radit yang sedang bersih-bersih di kamar.


"Aku tidak suka dengan posisi barang-barang di kamar ini, aku mau memindahkan nya." ucap Abel.


"Tapi ini sangat berat."


"Aku bisa kok..Kakak selalu saja menyepelekan aku."


Radit menggeleng kan kepala nya melihat tingkah istri nya yang semakin hari semakin aneh.


Semua nya sudah selesai di lakukan oleh Abel. Dia baru selesai mandi. Abel turun ke bawah mau melihat Suami dan Farel.


"Loh seperti nya ada tamu." ucap Abel. Dia langsung berdandan rapi dan turun ke bawah.


"Aji.. Tomi.." ucap Abel. Ternyata teman-teman Radit datang.


"Apa kabar Abel?" tanya mereka.


"Baik kok." ucap Abel duduk di samping suami nya.


Radit bingung melihat istrinya dandan cantik dan sangat ramah kepada teman-teman nya.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Ketukan Pintu apartemen.


Heri mengetuk pintu apartemen teman Enjel yang dia tempati.


Enjel membuka pintu.


"Maaf yang punya apartemen lagi pulang ke rumah orang tua nya." ucap Enjel dengan wajah bantal, suara serak mata belum terbuka sepenuhnya.


"Saya mencari yang bernama Enjel." ucap Heri.. Seketika mata Enjel terbuka dia melihat Heri tersenyum di depan nya.


"Huff ini masih sangat pagi, apa yang kamu lakukan di sini? Lagian ini hari Minggu."


"Aku ke sini mau bilang kalau Air di apartemen kamu mati." ucap Heri.


Enjel melihat tanggal. "Huff seperti nya aku lupa membayar tagihan air." ucap Enjel.


Enjel masuk ke apartemen nya setelah dua Minggu tidak dimasuki oleh nya dan betapa terkejutnya dia melihat apartemen nya sangat berantakan sekali.


Sampah berserakan, semua nya berserakan membuat dia sangat emosi. Dia menatap ke arah Heri yang masih memasang wajah tidak bersalah.


"Heri!!!!!!!" ucap Enjel berteriak. Heri kaget.

__ADS_1


Tidak beberapa lama Heri langsung membersihkan semua nya, merapikan sampai benar-benar rapi sementara Enjel hanya duduk diam menikmati cemilan nya.


"Huff coba saja kalau bukan kamu, aku tidak akan pernah melakukan ini." ucap Heri.


"Kalau kamu tidak mau, keluar dari apartemen ku."


"Kamu seorang bos, mempunyai banyak uang, mobil mewah, baju mewah semua nya mewah, bahkan barang yang ada di tubuh kamu itu bisa membeli satu apartemen yang lebih bagus dari milik ku." ucap Enjel.


"Tapi aku tidak akan mau keluar dari sini, percuma saja kamu mengusir ku dengan cara apapun, aku tidak akan mau." ucap Heri.


"Terserah. Sebentar lagi semua karyawan, atau publik akan tau kalau kamu tinggal di apartemen Sekretaris sementara kamu." ucap Enjel.


"Humm bagus dong, dengan cara itu saya langsung Dengan mudah menikahi kamu." ucap Heri.


Enjel yang mendengar itu sangat jengkel. "Bodo amat aku mau nyuci." ucap Enjel membawa semua barang-barang yang dia pakai di apartemen Teman nya ke kamar.


"Mau ngapain?" tanya Enjel karena Heri mengikuti nya.


"Pakaian ku juga banyak yang kotor."


"Cuci saja sendiri di kamar mandi mu." ucap Enjel.


"Di sana tidak ada deterjen, tidak ada tempat untuk mencuci pakaian karena semua nya bisa di lakukan di balkon kamar Enjel saja.


"Kenapa tidak di laundry saja?"


"Aku tidak bisa melaundry pakaian."


Enjel melihat pakaian Heri sudah banyak juga dan semua itu pakaian Kerja nya.


"Huff baiklah. Tapi dengan syarat kamu harus membantu ku juga." ucap Enjel. Heri sangat bersemangat sekali.. Tidak ada penolakan dia langsung menginyakan.


"Wahh walaupun kamar kamu tidak di tempati tetap wangi dan juga rapi yah, sama seperti kamu." ucap Heri.


"Berhenti berbicara kalau tidak aku akan menyiram kamu." ucap Enjel.


"Kamu sangat galak sekali, baiklah aku akan diam." ucap Heri.


Enjel memasukkan pakaian ke mesin cuci dan Heri bagian untuk menjemur nya.


Dua jam akhirnya selesai juga. "Kamu masih di sini?" tanya Heri yang baru saja selesai mandi.


Enjel mengabaikan tidak menjawab.


"Kamu masak apa? wangi banget." ucap Heri mendekati Enjel yang sedang di dapur.


Enjel berbalik dia melihat Heri tidak memakai baju hanya celana joker saja.


"Kenapa Kamu tidak memakai baju?" tanya Enjel.


"Gerah. Pendingin di rumah kamu tidak berfungsi."

__ADS_1


"Pakai atau kamu aku suruh keluar." ucap Enjel.


"Huff kamu seperti perempuan yang sangat jahat, baiklah aku akan memakai nya."


__ADS_2