
"Jesica sudah punya pacar kenapa dia dekat-dekat dengan Heri?" ucap Enjel dalam hati.
"Enjel apa Kamu sudah makan siang?" tanya Pria yang baru saja datang. Pria yang satu ruangan dengan nya.
"Aku akan makan di kantor saja."
"Oohh kebetulan banget, aku boleh temanin gak? soalnya aku juga bawa Bekal." ucap Rio.
"Baiklah." ucap Enjel. Mereka makan bersama.
"Jesica aku lupa membawa Handphone ku, aku akan mengambil nya dulu." ucap Heri kembali ke ruangan nya.
Namun dia melihat Enjel dan Rio makan siang bersama.
"Sialan! Enjel Sengaja menolak makan siang dengan ku agar bisa makan siang dengan teman laki-laki nya." ucap Heri dalam hati kesal.
Malam hari nya Heri baru saja pulang.
"Aku pulang." ucap Heri karena melihat Enjel duduk di ruang tamu.
Enjel menoleh ke arah Heri. Heri tidak mengatakan apapun selain itu dan langsung pergi ke dalam kamar nya.
Wajah nya terlihat sangat letih sekali.
Enjel Menata makanan di atas meja dia melihat ke arah kamar Heri namun Heri tak kunjung keluar.
"Apa dia tidak keluar Makan Malam?" tanya Enjel. Dia mengetuk pintu kamar Heri.
"Apa kamu tidak Makan malam?" tanya Enjel.
"Aku sudah makan." Jawab Heri dari dalam.
"Apa yang sedang dia lakukan di dalam? Tidak biasanya dia betah di dalam Kamar." batin Enjel.
"Sudah lah tidak ada gunanya untuk memikirkan dia. Palingan dia sudah makan di luar bersama Jesica." ucap Enjel.
Di dalam kamar Dari tadi Ternyata Heri main game agar tidak terlalu bosan.
"Huff tetap saja bosan, aku ingin bersama Enjel, berbicara dengan Enjel. Cemburu dan marah seperti ini tidak lah enak." ucap Heri dalam hati.
Keesokan harinya di pagi hari yang cerah Enjel baru saja selesai olahraga dari luar karena hari Minggu.
Dia melihat Heri duduk di depan pintu sambil menonton.
Enjel duduk di samping Heri.
"Kamu gak pergi GYM? Tidak biasanya." ucap Enjel karena Heri di rumah saja.
Heri menggeleng kan kepala nya.
"Justru kamu yang tidak biasa pergi olahraga pagi-pagi seperti ini." ucap Heri.
"Tadi Rio ngajakin, aku juga sudah lama tidak olahraga." ucap Enjel. Heri Langsung terdiam mendengar nam Rio.
__ADS_1
"Enjel dan Rio akhir-akhir ini terlihat sangat dekat, apa ada hubungan mereka?" tanya Heri dalam hati.
"Ya udah deh kalau begitu aku mau mandi dulu." ucap Enjel.
Setelah selesai mandi dia keluar kamar sudah cantik dan menyandang tas samping nya.
"Kamu mau kemana?" tanya Heri.
"Aku mau jalan-jalan sama Rio." ucap Enjel. "Dengan Rio?" ucap Heri. Enjel mengangguk.
"Aku pergi dulu yah " ucap Enjel langsung pergi meninggalkan Heri.
Heri melihat ke bawah ternyata Rio sudah menunggu di bawah.
Aku tidak bisa membiarkan ini. Heri mengikuti turun ke bawah.
"Maaf yah kamu jadi nunggu lama." ucap Enjel kepada Rio.
"Iyah gak apa-apa kok, Santai saja." ucap Rio.
"Enjel!" ucap Heri. Rio kaget melihat Heri di sana.
Enjel melihat Heri.
"Kamu tidak boleh pergi!" ucap Heri menahan tangan Enjel.
Enjel dan Rio kaget dan bingung.
"Lepaskan aku! Jangan membuat malu." ucap Enjel mencoba melepaskan tangan nya dari Heri.
"Kamu tidak ada hak untuk melarang aku!" ucap Enjel menepis tangan Heri.
"Jangan keras kepala Enjel." ucap Heri.
"Justru kamu yang sangat keras kepala! Kamu tidak memiliki hak untuk melarang ku. Ini hari Minggu bukan hari kerja." ucap Enjel.
"Kamu bukan kekasih ku yang bisa melarang ku pergi dengan siapapun."
Heri langsung diam.
"Sebaiknya aku pergi dulu yah Enjel." ucap Rio sudah tidak nyaman di sana.
"Aku tidak suka kamu pergi dengan pria lain, aku cemburu. Kamu tau aku menyukai kamu."
"Apa hanya kamu saja yang harus aku pikirkan? Bagaimana dengan aku? apa kamu tidak memikirkan perasaan ku melihat kamu bersama Jesica?" ucap Enjel.
"Di perusahaan kamu mengabaikan aku, kamu sangat dekat dengan Jesica ."
"Kamu tau kan kalau Jesica sudah punya pacar. Aku dengan Jesica tidak ada hubungan apapun selain pekerjaan." ucap Heri.
"Kamu pikir aku dengan Rio memiliki hubungan? Kita hanya teman biasa."
"Teman biasa tidak mungkin makan siang bersama, pulang kerja bersama, olahraga bersama dan mau jalan-jalan bersama." ucap Heri.
__ADS_1
Tiba-tiba Enjel mencium bibir Heri dan Heri langsung terdiam. Wajah nya sudah sangat sedih.
Enjel melepaskan ciuman nya.
"Aku tidak ada hubungan apapun dengan Rio. Tidak semudah itu untuk mempunyai hubungan dengan laki-laki." ucap Enjel.
Heri Memegang tangan Enjel.
"Kamu bisa janji kan kalau kamu tidak akan pernah dekat dengan pria mana pun." ucap Heri.
"Aku tidak bisa janji kalau kamu juga tidak bisa berjanji mengubah sifat kamu." ucap Enjel.
"Aku sudah berjanji mengubah sifat ku, aku tidak pernah menggoda perempuan mana pun." ucap Heri.
"Jesica?" ucap Enjel.
"Kamu tidak perlu merasa cemburu kepada ku Enjel." ucap Jesica yang baru saja datang. Enjel kaget dia langsung menjauh dari Heri.
Jesica tersenyum.
"Aku tidak bisa menyalahkan kamu, karena ini kesalahan Heri seutuhnya. Heri tidak jujur kalau aku sepupu nya bukan?" ucap Jesica.
Enjel kaget dia menatap Heri.
"Aku takut kamu tidak akan percaya, aku minta maaf."
"Sudah-sudah jangan ribut lagi. Aku ke sini mau mengantar kan formulir terakhir yang di minta oleh Heri. Semua nya sudah selesai aku juga harus kembali ke kota ku " ucap Jessica.
"Aku minta maaf mbak sudah berfikir yang aneh-aneh."
"Tidak apa-apa." ucap Jesica.
Jesica pun pamit pergi. Enjel menatap Heri.
Dia tidak jadi pergi keluar di masuk lagi ke apartemen nya.
"Enjel.. Enjel.. Aku minta maaf." ucap Heri mengikuti masuk ke dalam namun Enjel tidak menghiraukan nya.
"Enjel..." ucap Heri.
Enjel berhenti setelah sudah di dalam.
"Aku sangat mencintai kamu, aku tidak tau apa yang membuat aku seperti ini terhadap kamu, tapi aku benar-benar sangat takut kehilangan kamu. Aku takut kamu tidak akan pernah mencintai aku karena sifat ku yang sangat buruk." ucap Heri.
"Hum kamu benar, aku tidak akan pernah mencintai kamu karena sifat kamu." ucap Enjel.
Heri langsung menunduk kan kepala nya.
"Tapi kamu bisa berubah demi aku, dan aku juga akan belajar mencintai kamu." ucap Enjel. Heri Menaik kan kepala nya dia menatap wajah Enjel.
"Jangan senang dulu, aku butuh pembuktian kamu." ucap Enjel. Heri tersenyum dia langsung memeluk Enjel.
"Apa yang harus aku lakukan lagi?"
__ADS_1
"Oh iya apa yang harus di lakukan oleh Heri? dia sudah sangat berubah, bahkan tidak pernah bergaul dengan perempuan." batin Enjel.