Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 149


__ADS_3

"Sebenarnya aku bisa berbelanja sendiri, namun aku ingin di temanin." ucap Abel.


Novi tersenyum. Namun tiba-tiba dia sedih semenjak Enjel antara sadar dan tidak sadar.


"Novi kamu ada masalah apa? aku bisa melihat Kalau kamu seperti nya memiliki masalah keluarga."


"Sulit untuk di jelaskan, aku hanya membenci orang tua ku." ucap Novi. Abel tersenyum dia menuang kan minum ke gelas Novi.


Tidak beberapa lama mereka kembali ke apartemen Enjel.


Novi tidak minum jadi dia bisa membawa mereka pulang.


Sampai di sana mereka langsung istirahat. Abel menghela nafas panjang.


"Aku tidak akan pulang hari ini agar kak Radit sadar apa yang dia lakukan." ucap Abel.


Namun dia tidak nyaman lama-lama di sana, di tambah lagi dia belum mandi dan makan, dia juga terlihat sangat berhenti memikirkan suami nya.


"Huff sangat menyebalkan sekali, kenapa aku harus memikirkan dia sih? Dia saja belum tentu memikirkan aku." ucap Abel.


Dia melihat Enjel dan Novi tidur dengan sangat nyenyak.


"Sudah lah sebaiknya aku pulang saja, kalau di sini terus aku tidak akan bisa tidur kasihan bayi yang di perut ku." batin Abel.


"Enjel aku pulang dulu yah." ucap Abel.


"Kenapa kamu pulang? Tidur di sini saja." ucap Enjel.


Abel menggeleng kan kepala nya dia pun pergi di antar oleh Enjel ke depan.


"Hati-hati yah." ucap Enjel karena Abel menyetir sendiri.


"Makasih yah Waktu nya hari ini." ucap Abel.. Enjel mengangguk. Setelah Abel pergi Enjel masuk lagi ke dalam.


Dia melihat handphone nya di atas meja. "Bodo amat aku tidak mau memikirkan dia..Aku mau tidur kepala ku sangat pusing."


"Tuan!!!! Tuan!! Non Abel sudah pulang." ucap Bibik. Radit yang sudah sangat khawatir di ruang tamu mendengar itu langsung berlari keluar dia melihat istrinya keluar dari mobil.


"Abel kamu dari mana saja? kenapa kak pulang larut malam dan tidak ada kabar sama sekali? Kamu juga tidak ada Ijin kepada saya." ucap Radit.


Abel menghela nafas panjang dia menyalim tangan suami nya.


"Aku minta maaf.. Sekarang aku capek aku mau istirahat." ucap Abel langsung pergi ke dalam.


"Abel saya belum selesai berbicara. Jelaskan kamu dari mana, saya mencari kamu seharian saya tidak bisa tenang." ucap Radit.


Abel Menatap Radit.


"Aku sudah pulang, apa yang perlu di khawatir?" ucap Abel.


Radit menghela nafas panjang. "Setidaknya kamu kasih kabar sama saya agar tidak mengkhawatirkan kamu." ucap Radit.

__ADS_1


"Lupakan saja, aku mau mandi dan istirahat." ucap Abel. Radit tinggal di ruang tamu dia menoleh ke arah Bibik.


"Sudah Tuan jangan marah kepada non Abel." ucap Bibik.


"Saya tidak marah bik, saya hanya khawatir."


"Kelihatan nya non baik-baik aja Tuan." ucap Bibik. Radit diam.


Tidak beberapa lama dia masuk ke kamar istri nya sudah tidur di tempat tidur.


Radit mendekati nya.


"Tidur di sofa!" ucap Abel langsung. Radit menghela nafas panjang.


"Saya minta maaf karena sudah tidak menepati janji kepada kamu. Saya tau kamu marah kepada saya tentang itu kan?" tanya Radit.


Abel tidak menjawab nya.


"Saya tidak akan melakukan kesalahan itu. Saya minta maaf jangan marah lagi saya tidak bisa di abaikan seperti ini." ucap Radit.


Abel tetap memilih diam saja.


"Sebaik nya Kakak tidur saja." ucap Abel. Namun Radit malah tidur di tempat tidur Abel. Memeluk nya dari belakang mencium kepala Abel.


"Saya akan melakukan apapun agar kamu memaafkan saya." ucap Radit sambil mengelus perut Abel.


Abel tidak bisa menolak pelukan istri nya yang begitu nyaman dan hangat.


Mendengar suara Radit sedih Abel berbalik dia menatap suaminya.


"Aku kesel kepada kakak karena kakak yang membuat janji dan kakak juga yang membatalkan nya. Kakak selalu saja sibuk dengan pekerjaan kakak, bahkan kakak tidak memiliki waktu banyak untuk ku." ucap Abel.


Radit mengelus pipi istri nya.


"Maaf kan saya." ucap Radit.


Radit membawa Abel ke pelukan nya. "Kamu mau kan memaafkan saya?" ucap Radit. Abel tetap diam saja.


Keesokan paginya...


"Sebenarnya kemarin kamu dari mana?" tanya Radit kepada Abel yang duduk di Atas kasur sementara Radit siap-siap mau ke kantor.


"Jalan-jalan bersama Enjel."


"Bersama Enjel?"


"Humm aku menghabiskan seharian bersama dia dan juga Novi." ucap Abel.


Radit terdiam sejenak. "Hari ini makan siang datang lah ke kantor saya dan setelah itu kita akan pergi belanja.".


"Tidak perlu, aku sudah belanja bersama Enjel dan Novi.' ucap Abel.

__ADS_1


"Kalau begitu antar makan siang saya." ucap Radit.


"Aku sedang tidak ingin ke luar." ucap Abel. Radit menghela nafas panjang.


"Huff ya sudah kalau begitu." ucap Radit Duduk di depan Abel.


"Kamu boleh kesal kepada saya, tapi saya mohon untuk terus menjaga kesehatan kamu dan juga anak kita." ucap Radit.


"Hummm." jawab Abel.


"Kalau begitu saya berangkat bekerja dulu." ucap Radit.


Abel mengangguk tidak lupa menyalim tangan suami nya.


Sementara di apartemen Enjel dan Novi.


"Enjel aku boleh pinjam baju kamu kan? Aku sangat malas pulang ke rumah." ucap Novi.


"Boleh, kamu pergi lah mandi aku akan menyiapkan nya." ucap Enjel.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai mereka sarapan bersama.


"Kamu seperti nya tidak pernah mengabaikan jam makan." ucap Enjel kepada Novi.


Novi tersenyum. "Aku tidak pernah mengabaikan nya karena aku tidak ingin sakit, karena kalau aku sakit aku hanya sendiri tidak akan ada yang perduli." ucap Novi.


"Kamu memiliki uang banyak, kenapa tidak ke rumah sakit? Di rumah sakit banyak yang akan merawat kamu." ucap Enjel.


Novi tersenyum. "Aku benci suasana rumah sakit, aku tidak pernah datang ke rumah sakit kalau sakit." ucap Novi.


"Huff ternyata di balik kepribadian kamu yang dingin, bodoh amat ternyata banyak masalah." ucap Enjel.


Novi tersenyum.


"Apa sampai sekarang Pak Heri belum menghubungi kamu?" tanya Novi. Enjel menggeleng kan kepala nya.


"aku mematikan handphone ku." ucap Enjel.


Novi tersenyum. "Buka saja, aku yakin sekarang dia pasti mencari kamu." ucap Novi. Enjel menggeleng kan kepala nya.


"Buka saja, jangan membuat kamu semakin pusing memikirkan hal itu." ucap Novi.


Enjel akhirnya mau dia mengaktifkan handphone nya dan benar saja banyak panggilan pesan. Dan baru saja membuka pesan Heri langsung menelpon nya.


"Jawab saja." ucap Novi.


"Aku jawab dulu yah." ucap Enjel dan pergi dari meja makan.


"Halo.." ucap Enjel.


"Enjel kamu dari mana saja? kenapa kamu baru aktif?" tanya Heri.

__ADS_1


__ADS_2