Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 125


__ADS_3

"Kalau itu saya kurang tau juga Non." ucap Bibik..Abel menghela nafas panjang."


"Apa Tania itu sudah menikah?" tanya Abel.


"Humm sudah pernah menikah non, namun sudah bercerai karena satu alasan yang Bibik juga tidak tau." ucap Bibik.


"Oohh. aku sudah menduga nya. Setau aku juga umur nya lebih tua dari aku satu tahun." ucap Abel.


"Aku takut nanti dia menyukai kak Radit." ucap Abel. "Huss Non berbicara apa sih? jangan berbicara seperti itu tidak baik " ucap Bibik. Abel menghela nafas panjang.


"Non jangan berfikir yang aneh-aneh seperti itu, tidak baik non. Apalagi non lagi hamil muda seperti ini." ucap Bibik.


"Gak bisa bik, aku selalu kefikiran." ucap Abel.


Dia memasukkan buah terus ke dalam mulut nya.


"Tetap saja aku kefikiran selagi kak Radit belum mengabari aku." ucap Abel.


Bibik tersenyum.."Itu hal wajar non kalau non khawatir, tapi jangan terlalu memikirkan nya.. Bagaimana kalau kesehatan Non jadi menurun karena memikirkan hal yang tidak penting." ucap Bibik.


"Iyah bik, Iyah." ucap Abel.


"Ya udah kalau begitu Non istirahat yah, saya mau istirahat juga." ucap Bibik.


"Bik tidur lah di sini." ucap Abel.


"Tapi non."


"Gak apa-apa Bik, aku kesepian kalau tidur sendiri." ucap Abel.


"Ya udah kalau begitu Non." Akhirnya Bibik tidur dengan Abel..Dan benar saja Abel sama sekali tidak tidur sama sekali sampai shubuh.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Ketukan pintu kamar Enjel. Enjel yang sedang main handphone di kamar nya dia mendengar ketukan pintu.


"Ada apa lagi sih?" ucap Enjel.


Dia berjalan membuka pintu kamar. "Ada apa dengan kamu?" tanya Enjel. Heri mengelus perut nya.


"Aku sangat Lapar." ucap Heri.


"Loh bukannya kamu sudah makan sebelum ke sini?" tanya Enjel. Heri menggeleng kan kepala nya.


"Aku menunggu kamu dari sore cukup lama di sini, aku tidak kefikiran untuk makan karena belum lapar sama sekali."


"Tapi aku sangat lelah dan sudah ngantuk, aku tidak berniat untuk masak." ucap Enjel.


"Kamu tidak perlu masak, kamu cukup temanin aku makan karena aku sudah memesan makanan dari luar." ucap Heri.


"Tidak biasanya kamu pesan makanan dari luar." ucap Enjel. Heri tersenyum. "Aku tidak ingin membuat kamu kelelahan." ucap Heri.


Enjel menghela nafas panjang.


"Ya sudah kalau begitu ayo makan." ajak Heri menarik tangan Enjel.

__ADS_1


Enjel mengikuti Heri ke meja makan. "Ya ampun kenapa kamu memesan sangat banyak seperti ini? Aku tidak lapar lagi." ucap Enjel.


"Kalau begitu aku akan menghabiskan semua nya. Enjel menghela nafas panjang.


Enjel menahan ngantuk sambil menemani Heri. Heri menyuapi Enjel walaupun Enjel sudah menolak. Namun tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. Heri melihat Enjel malah ketiduran di meja makan.


Heri langsung minum. "Enjel.. Enjel.." panggil Heri. Enjel tidak bangun. "Kamu tidak mau bangun aku akan menggendong kamu ke kamar." ucap Heri mengancam namun tetap saja Enjel tak kunjung bangun.


Heri memutuskan untuk menggendong Enjel ke kamar.


"Enjel badan mu sangat berat sekali." ucap Heri.


Heri membaringkan tubuh Enjel di tempat tidur.


"Kamu tidur yang nyenyak yah." ucap Heri mengelus kepala Enjel tidak lupa mencium kening Enjel diam-diam.


Pelan-pelan agar Enjel tidak sadar. Setelah itu dia pun keluar.


Keesokan harinya...


"Good morning istri ku..." ucap Heri yang baru saja keluar Kamar dan melihat Enjel sedang masak di dapur.


Enjel langsung menatap sinis karena di panggil istri.


"Aku hanya bercanda." ucap Heri.


"Ini hari Minggu kenapa kamu bangun sangat cepat?" tanya Heri.


"Humm tunggu.. Ini pasti untuk Abel kan?" tanya Heri. Enjel menggeleng kan kepala nya.


"Lalu untuk siapa?"


"Untuk kamu dan aku." ucap Enjel. Heri terdiam sejenak.


"Aku tidak salah dengar kan? Ini untuk aku?" ucap Heri.


Enjel mengangguk.


Heri langsung mendekati Enjel.


"Jangan mendekat! di sana saja." ucap Enjel.. Heri tersenyum sambil mengangguk.


"Baiklah."


"Seperti nya Enjel sudah memberikan lampu hijau, aku memiliki kesempatan untuk mendapatkan nya." batin Heri.


Heri terus memandanginya Enjel yang masak di dapur walaupun dia sedang memeriksa pekerjaan.


Karena merasa Enjel sangat cantik dengan stelan rambut di jepit sisa hanya bagian poni dan Memakai piyama warna pink dia mengambil gambar Enjel dan membuat foto wallpaper handphone nya.


"Sudah jadi." ucap Enjel. Heri melihat masakan yang sudah di atas meja membuat dia semakin lapar.


"Wahh ini pasti sangat enak. Aku tidak sabar untuk makan. Tolong ambilkan aku nasi."

__ADS_1


Melihat Heri suka dengan masakan nya membuat dia senang.


Heri sangat menghargainya masakan nya, apapun yang dia masak Heri sama sekali tidak protes.


Setelah beberapa lama akhirnya selesai Makan.


"Hari ini orang tua ku sampai di kota ini." ucap Heri.


"Oohh begitu." ucap Enjel.


"Mereka ingin aku menemui mereka. Apa kamu mau ikut." tanya Heri.


Enjel menggeleng kan kepala nya.


"Gak usah, aku tidak kenal mereka, mereka juga tidak kenal aku." ucap Enjel.


"Itu sebabnya aku mengajak kamu untuk kenalan dengan orang tua ku." ucap Heri. Enjel menggeleng kan kepala nya.


"Aku bersungguh-sungguh kepada kamu, aku ingin kamu menjadi pacar ku. Aku mohon datang yah menemui orang tua ku." ucap Heri.


Enjel terdiam. Heri memegang tangan Enjel.


"Aku tau kamu masih bingung dengan perasaan kamu sendiri. Tapi kamu jangan pernah membohongi perasaan kamu sendiri." ucap Heri.


"Aku mencintai kamu, aku menyanyangi kamu, aku akan menunggu sampai kapanpun sehingga kamu mau menjadi pacar dan menikah dengan ku." ucap Heri.


Enjel menatap wajah Heri.


"Hufff sulit untuk mengatakan nya karena aku tau Heri seperti apa." batin Enjel.


"Aku tidak mau terluka lagi. Aku tidak boleh sembarangan memilih." batin Enjel.


"Kamu Bukan laki-laki yang setia. Kamu masih memiliki kekasih di kota kamu." ucap Enjel.


Heri menghela nafas panjang.


"Aku tidak pernah memiliki kekasih. Aku tidak pernah menjadi perempuan menjadi pacar ku, mereka hanya teman biasa."


"Teman seperti pacar yang kamu maksud? Teman yang bisa tidur dengan kamu?" ucap Enjel. "Aku memang melakukan hal seperti itu, tapi itu dulu. Sekarang sudah tidak lagi." ucap Heri.


Enjel menghela nafas panjang.


"Tetap saja aku tidak akan percaya." ucap Enjel. "Katakan apa saja yang harus aku lakukan agar kamu percaya." ucap Heri.


"Apa kamu mau melakukan nya?"


Heri mengangguk.


"Hapus semua kontak perempuan di handphone kamu. Berhenti bersifat genit kepada perempuan dan jangan pernah bermain perempuan, satu lagi jangan minum-minum." ucap Enjel.


Heri terdiam. "Tidak bisa kan? Aku tau kamu tidak akan bisa."


"Bisa! Semua nya akan aku lakukan."

__ADS_1


__ADS_2