
"Iyah mah." ucap Radit.
Abel dan Radit pulang dari rumah sakit.
"Kak aku minta maaf yah, ini semua karena aku. Coba saja kita tidak menyembunyikan pernikahan ini, tidak akan membuat orang tua kakak malu." ucap Abel.
"Jangan merasa bersalah seperti itu. Kakak yang salah." ucap Radit.
"Jangan berbicara seperti itu kak, aku ingin kakak tegas kepada ku, aku juga yang salah." ucap Abel.
Radit memeluk istrinya.
"Sekarang kamu juga harus memikirkan Orang tua kamu, kalau mereka tau mereka juga pasti sangat kecewa sama kita berdua." ucap Radit.
Abel mengangguk. "Iyah kak, aku juga sedang memikirkan itu." ucap Abel.
"Ya sudah kalau begitu kita pulang saja yah." ucap Radit.
"Humm Iyah kak." ucap Abel.
Kedua nya sudah tidak bisa mengatakan apapun lagi kecuali berpasrah diri.
Malam hari nya mereka baru saja sampai di rumah. Abel keluar dari kamar mandi dia melihat Radit sedang berbicara dengan orang tua nya.
"Huff apa sih yang mereka bicarakan?" ucap Abel karena sudah lama dia menunggu.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai. "Apa yang orang tua kakak bicarakan? kenapa sangat lama sekali?" tanya Abel.
"Hanya memberi tau keadaan Papah." ucap Radit.
"Hanya itu saja?" tanya Abel.
Radit mengangguk.
"Mereka pasti membicarakan soal itu yah?" tanya Abel.
Radit tidak banyak mengatakan apapun dia hanya diam sambil mengangguk.
Abel diam lagi. "Sudah tidak apa-apa Jangan di ingat lagi. Besok kita ke sana lagi." ucap Radit.
"Kakak saja aku tidak mau datang ke sana hanya membuat orang tua kakak marah." ucap Abel.
"Tidak apa-apa." ucap Radit.
"Kamu mau mereka Terus marah sama kamu? sebaiknya kita datang dan meminta maaf." ucap Radit.
Abel menghela nafas panjang. "Ya udah deh aku mau." ucap Abel.
Keesokan harinya mereka datang ke rumah Orang tua Radit. Pak Malvin baru saja di bawa pulang dan di rawat di rumah.
__ADS_1
Pak Malvin sudah tidak ingin di rumah sakit, dia sudah sangat membenci rumah sakit.
"Pah.. Bagaimana keadaan papah?" tanya Radit. Papah nya membuang wajah dari anak nya itu.
"Pah aku dengan Abel datang ke sini mau minta maaf sama Papah karena kami sudah berbohong dan membuat papah malu." ucap Radit.
"Untuk apa kalian minta maaf sama papah? Kalian sangat senang kan sekarang membuat Papah malu." ucap pak Malvin.
"Bukan seperti itu Pah. Dengarkan aku dulu." ucap Radit.
"Sudah lah kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa. Ternyata sia-sia Papah menikah kan kalian berdua."
"Pah..." Istri nya berusaha menenangkan pak Malvin.
"Berarti Selama ini kalian hanya berpura-pura saja kan?" tanya pak Malvin.
Radit dan Abel diam. "Kalian sampai sekarang tidak saling mencintai, hanya membohongi kami.. Sebaiknya kalian berpisah saja jangan membuat orang tua malu." ucap pak Malvin.
Radit langsung memegang tangan Abel.
"Papah.. aku sangat mencintai Abel, kamu menyadari kesalahan kami, kami minta maaf dan tidak akan melakukan kesalahan lagi." ucap Radit.
"Apa sekarang kalian mencoba membohongi kami lagi? Papah dengan mamah tidak akan pernah percaya lagi kepada kalian." ucap Papah nya.
"Aku akan membuktikan nya Pah." ucap Radit.
"Sudah pah, Lagian tidak ada untungnya ribut seperti ini. Mereka berpisah kita semakin malu." ucap Bu Vina.
orang tua Radit menatap Abel.
"Untuk apa?" tanya orang tua Radit.
"Sebelum nya saya minta maaf. Awal nya kami tidak saling mencintai..Kami malu dan tidak ingin memberi tau semua orang." ucap Abel.
"Namun sekarang papah sama mamah tidak perlu ragu dan takut..Kami sudah saling mencintai." ucap Abel.
Melihat Abel dan Radit sungguh-sungguh kedua orang tua nya jadi Luluh lagi.
"Baiklah Papah akan memaafkan kalian berdua, jangan sampai kalian berdua membuat Papah dan mamah kecewa."
Abel dan. Radit sangat senang. Mereka langsung mengangguk.
"Baiklah kalau begitu kamu menemui orang tua mu, jangan sampai mereka mengalami hal yang sama Seperti Kami. Kaget karena mendengar berita itu." ucap Bu Vina.
Abel dan Radit mengangguk.
Setelah mereka selesai di sana Radit dan Abel berpamitan pergi.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Orang tua Abel.
__ADS_1
Orang tua nya bingung kenapa mereka datang tiba-tiba.
"Maafin aku mah datang mendadak tidak ngasih tau terlebih dahulu." ucap Abel.
"Ada apa?" tanya Mamah nya.
"Kamu datang ke sini mau minta maaf." ucap Abel.
"Ya ampun Abel masih lama lebaran, kenapa Kamu minta maaf?" tanya Mamah nya.
"Tentang berita yang beredar mah, Mamah pasti sudah tau tentang itu." ucap Abel.
Mamah dan papah nya terdiam.
"Trus??" tanya mamah nya.
"Kami datang ke sini mau minta maaf, karena memang sudah mempermalukan keluarga..Kami tidak berniat seperti itu." ucap Radit.
Kedua orang tua Abel terdiam sejenak.
"Kami tau mamah sama papah sangat kecewa." ucap Abel.
"Sudah-sudah papah sama Mamah tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Kecewa adalah hal wajar nama nya juga manusia." ucap pak Handoko.
"Kamu mengerti posisi kalian berdua. Tiba-tiba menikah dengan orang yang tidak kita cintai. Kamu mengerti kami tidak marah. Wajar saja jika kalian menyembunyikan nya." ucap pak Handoko.
Radit dan Abel mendengar itu merasa sangat lega sekali.
"Tapi satu hal lagi kepada kamu Radit. Sebagai kepala rumah tangga kamu harus bisa bertindak tegas." ucap pak Handoko.
"Kamu harus bisa memberikan contoh yang baik kepada istri kamu. Jangan mengikuti apa saja kata nya Kalau tidak baik." ucap Pak Handoko.
"Papah kok malah menyalahkan aku sih." ucap Abel cemberut.
"Bukan menyalah kan kamu sayang. Papah sangat berterimakasih kepada kamu karena kamu kepada papah jadi anak yang penurut. Kamu menikah karena permintaan orang tua kamu." ucap pak Handoko.
Abel menghela nafas.
"Papah mendoakan yang terbaik untuk kamu dan juga Radit. Semoga rumah tangga kalian langgeng, dan juga di jauhkan dari segala cobaan dan juga masalah-masalah yang membuat hubungan kalian berantakan." ucap pak Handoko.
"Amin.."
"Amin.."
"Sudah kalian tidak perlu khawatir lagi dengan masalah itu. Lagian orang-orang tidak penting bagi kita." ucap pak Handoko.
"Terimakasih yah Pah sudah tidak marah dan bisa mengerti kami." ucap Abel memeluk papah nya.
Istri nya juga ikut bergabung. Pak Handoko mengajak Radit ikut bergabung.
__ADS_1
"Papah......!!!" ternyata Mila datang dan melihat mereka berpelukan dia sangat cemburu dan ingin melerai mereka berempat.
"Aku tidak di ajak, kalian sangat jahat sekali." ucap Mila, dia pun langsung di ajak bergabung.