Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 101


__ADS_3

"Hore!!! Akhirnya aku lolos. Dia membayar Ojek dan juga makanan nya di kasih ke bapak.


Setelah itu dia memesan taksi online.


"Akhirnya aku selamat juga." Dia membuka semua penyamaran nya, tidak Lupa dandan juga.


"Cantik deh." ucap nya sambil berkaca di depan cermin mobil.


Namun ada yang aneh dengan bau parfum di mobil itu.


"Loh kok parfum nya sama sih seperti milik kak Radit." batin Abel.


Dia melihat jalanan kok aneh. "Loh kok kita ke sini pak?" tanya Abel.


"Ini jalan potong nya mbak." Abel tidak asing dengan nama itu dia menarik topi supir dan ternyata itu adalah suami nya yang menyamar menjadi supir taksi...


Abel terkejut. Radit berhenti di pinggir. Abel seketika menjadi sangat lemas.


"Aduhhhh... Gagal sudah.." batin Abel.


"Kak Radit kenapa bisa di sini?" tanya Abel marah.


Radit menatap Abel. "Kamu sangat keras kepala sehingga saya tidak bisa tenang bekerja." ucap Radit.


Abel diam. "Apa kamu benar-benar tidak mau mendengar kan kata-kata suami mu? apa kamu lebih mementingkan teman-teman kamu?" tanya Radit.


Abel menghela nafas panjang, seketika dia langsung memasang wajah Melas.


"Pindah ke depan!" ucap Radit. Abel sambil memajukan bibir nya dia pindah ke depan. Dia tidak berani menatap wajah suami nya.


"Katakan apa yang kamu lakukan!" ucap Radit. "Hummm...."


"Jawab! Jangan membuat saya marah." ucap Radit dengan nada yang sangat dingin dan tegas namun tidak meninggikan nada suara nya.


"Kenapa diam saja? Tadi saya melihat kamu kabur sangat bersemangat, sekarang kamu tiba-tiba seperti anak kucing yang minta di kasihani." ucap Radit.


"Aku minta maaf kak."


"Minta maaf untuk apa?" tanya Radit.


"Aku sudah kabur dari rumah, aku sudah melarang kata-kata kakak." ucap Abel.


"Kamu tau kesalahan kamu?" tanya Radit.


Abel mengangguk. "Kamu mau mengulangi nya lagi?"


"Aku hanya mau bertemu teman-teman ku sesekali. apa salahnya sih?"

__ADS_1


"Tidak ada yang salah. Hanya saja kondisi kamu sekarang tidak menyakinkan!" ucap Radit Sedikit kesal.


"Kondisi ku baik-baik saja." ucap Abel. "Kamu bisa mengerti dan mendengar kan kata-kata tidak? Jangan menentang!" ucap Radit.


Abel seketika langsung terdiam. "Kenapa diam? Katakan apa yang mau kamu katakan!" ucap Radit.


Abel menggeleng kan kepala nya. "Aku minta maaf, aku salah. Aku tidak akan melakukan nya lagi." ucap Abel.


"Kamu janji tidak melakukan nya lagi?" tanya Radit. Abel mengangguk.


Dia hanya menunduk saja. Radit tidak tega juga melihat nya. Berusaha untuk sabar dia merentangkan tangan nya.


"Kemarilah, datang kepada saya kalau kamu mau saya maafin." ucap Radit..Abel langsung memeluk suaminya, menenggelamkan wajahnya di dada Radit.


Radit mengelus kepala Abel. "Saya tidak mau kamu melakukan hal seperti ini, kamu sadar gak ini membahayakan diri kamu sendiri." ucap Radit.


Abel mengangguk. "Aku minta maaf." ucap Abel.


"Ya udah kalau begitu sebaiknya kita pulang."


"Tapi aku sudah ada janji.." Radit menatap Abel.. Seketika Abel langsung terdiam.


"Baiklah kita pulang." ucap Abel.


Selama perjalanan pulang Abel tidak mengatakan apapun. Begitu juga dengan Radit dia juga tidak mengatakan apapun.


"Lain kali jangan keluar dengan pakaian terbuka seperti ini, saya tidak suka." ucap Radit.


Abel diam saja. "Apa kamu mendengar nya?" tanya Radit. "Iyah aku dengar." ucap Abel.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan rumah. Abel keluar dari Taksi itu. Radit melihat Abel masuk meninggalkan dia.


"Terimakasih banyak yah pak. Maaf sudah merepotkan bapak." ucap Radit.


"Kesal! kesal deh!" ucap Abel sambil berjalan masuk. Dia masuk ke dalam dan dia sangat terkejut melihat semua teman-teman nya ada di rumah nya.


"Loh kalian kok bisa di sin?" tanya Abel kaget. Semua mata tertuju kepada dia. Radit berdiri di belakang Abel..


"Saya yang meminta mereka datang ke sini." ucap Radit.


"Kamu di rumah saja, saya akan berangkat bekerja." ucap Radit. Dia pun pergi.


"Teman-teman aku bisa menjelaskan semua nya."


"Humm ternyata selama ini kamu membohongi kami." ucap teman-teman nya.


"Maafin aku, aku tidak bermaksud seperti itu.. Hanya saja aku butuh waktu yang tepat saja." ucap Abel. Wajah teman-teman nya sudah sangat kecewa membuat Abel merasa sedih.

__ADS_1


"Teman-teman aku minta maaf. sebenarnya aku ngajak ketemuan karena aku mau jujur. Dan kalian semua juga pasti sudah curiga tentang pernikahan ku."


"Kami tidak marah kok, kamu sebenarnya sudah tau lama kok. Dan kami ke sini mau mengucapkan Selamat....." ucap mereka dengan sangat kompak.


Abel sangat senang dia langsung memeluk teman-teman nya.


Mungkin kalau bukan karena teman-teman nya dia pasti merasa kesepian. Sangat jarang dia bisa memiliki teman kecuali Teman kuliah nya itu.


"Oh iya selamat juga atas kehamilan kamu yah, kami semua tidak sabar menjadi Tante dari anak kamu." ucap teman nya.


"Terimakasih yah teman-teman." ucap Abel.


Teman-teman nya sangat senang, mereka juga membawa hadiah untuk Abel. "Seandainya kamu undang kami di acara pernikahan kamu, kami akan memberikan hadiah yang terbaik ucap teman nya.


"Terimakasih, aku sangat senang kalian mau menerima aku. Aku juga minta maaf tidak jujur sama kalian."


"Oh iya Abel kasih tips dong dapat suami seperti pak Radit." ucap teman nya..Abel tersenyum teman nya tertawa.


"Jangan berbicara seperti itu, nanti Starla bisa malu." ucap teman nya.


"Sebenarnya aku dengan kak Radit sudah tunangan sejak bayi. Namun kamu tidak saling mengenal." ucap Abel.


"Wahh kalau seperti itu sebaik nya kamu tidak perlu kenal dengan Gaga."ucap teman nya.


"Oh iya aku dengar dia sudah putus dengan selingkuhan nya waktu itu."


"Sudah lah aku tidak mau membahas tentang dia lagi." ucap Abel.


"Bagus deh, kamu tidak perlu membahas soal dia, sangat tidak penting sekali." ucap teman nya.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka pulang. Sudah sore Abel juga harus istirahat.


"Kamu jaga diri baik-baik yah, kita akan jarang bisa berkumpul seperti ini. Kami semua Sibuk bekerja, sementara kamu tidak bisa bebas keluar." ucap teman nya.


"Iyah."


Mereka semua pergi Abel sangat senang sekali.


"Akhirnya.... sekarang perasaan ku sangat lega sekali, aku tidak lagi menyembunyikan hal apapun dari teman-teman ku."


Abel update foto bersama teman-teman nya. Radit di kantor nya melihat itu dan tersenyum.


"Dasar perempuan yang sangat keras kepala." ucap Radit dalam hati.


Dia mengingat pagi-pagi dia tidak langsung ke kantor melainkan mencari semua alamat teman Abel dan meminta nya ke rumah.


Dia sudah tau istri nya tidak bisa di larang, akhirnya dia berpura-pura menjadi Taksi di saat istri nya berusaha kabur.

__ADS_1


__ADS_2