Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 60


__ADS_3

"Kamu berbicara apa Abel? Saya dengan Novi tidak ada hubungan apapun." ucap Radit.


"Bohong! Banyak orang bilang kalau kakak dengan Novi memiliki hubungan." ucap Abel.


Radit menghela nafas panjang.


"Kamu Membaca pesan-pesan dari siapa lagi." tanya Radit.


"Tidak penting kakak tau, kakak jujur saja kalau kakak dengan Novi ada hubungan kan?" ucap Abel.


Radit menggeleng kan kepala nya. "Saya mencintai kamu, saya tidak memilih hubungan dengan Novi." ucap Radit.


"Aku tidak percaya. Bukti nya semalam kakak telponan di balkon agar tidak aku dengar dan waktu di penginapan kalian Setiap malam bertemu..Kakak sengaja di sana agar dekat dengan Novi." ucap Abel.


Radit menghela nafas panjang. Dia tidak tau harus mengatakan apa dia menutup mulut Abel.


"Dengarkan saya Abel.."


"Saya dengan Novi hanya hubungan pekerjaan. Tidak ada yang lain..Asal kamu tau kamu lah yang saya cintai..Saya tidak pernah mencintai orang lain selain tunangan saya dan istri saya yang sekarang." ucap Radit.


Abel diam. "Apa kamu tidak percaya kepada saya?" tanya Radit.


Abel menggeleng kan kepala nya. "Saya bisa membuktikan nya kalau saya hanya mencintai kamu." ucap Radit mau mencium Abel.


Namun Abel langsung menahan nya.


"Baiklah-baiklah aku percaya." ucap Abel.


Radit menghela nafas panjang.


"Apa kamu cemburu kepada Novi?" tanya Radit.


"Iyah aku cemburu kepada Novi, aku sangat cemburu Karena dia sangat dekat dengan kakak, dia sangat dekat sehingga dia bisa berbicara kalau aku merasa tidak pantas dengan kakak." ucap Abel.


"Maksudnya?"


"Aku tau laki-laki seperti kakak pasti tipe nya perempuan seperti Novi. Perempuan yang memiliki pendidikan tinggi, perempuan yang memiliki karier yang bagus, tidak seperti aku." ucap Abel.


"Tapi saya tidak pernah memikirkan tipe-tipe seperti itu. Saya tidak tertarik dengan wanita seperti itu." ucap Abel.


"Bohong!" ucap Abel.


"Huff Terserah kamu saja deh mau percaya atau tidak." ucap Radit.


Abel menghela nafas panjang langsung Memasang wajah cemberut.


"Saya harus menjelaskan nya bagaimana lagi Starla?" tanya Radit.


"Apa kakak tidak bisa menjelaskan bagaimana tipe kakak?" tanya Abel.


"saya tidak memiliki tipe wanita yang ingin saya jadikan istri. Yang penting dia mencintai saya dan saya mencintai dia." ucap Radit.


"Tidak mungkin hanya itu saja." ucap Abel.

__ADS_1


"Kamu." ucap Radit. "Aku?" ucap Abel.


"Iyah, tipe saya seperti kamu. Perempuan keras kepala, tukang ngambek." ucap Radit.


Abel langsung cemberut lagi.


"Aku serius kak." ucap Abel. "Saya juga serius." ucap Radit. "Sudah lah aku tidak mau bicara dengan kakak." ucap Abel.


Radit tersenyum. "Semua orang pasti menginginkan yang terbaik Abel. Saya juga tau kalau kamu pasti menginginkan yang terbaik.. Namun kalau jodoh saya seperti ini saya harus menerima apa adanya." ucap Radit.


"Huff kakak pasti terpaksa mencintai aku kan?" tanya Abel, Radit menggeleng kan kepala nya.


"Kalau itu bukan kamu saya tidak akan jatuh cinta." ucap Radit.


"Sungguh kata-kata yang manis." ucap Abel.


"Jadi apa kamu sudah mencintai saya?" tanya Radit. Abel terdiam.


"Kapan saya bisa mendengar kalau kamu mencintai saya juga?" tanya Radit.


Abel langsung naik ke kasur.


"Aku mau tidur. Aku sudah ngantuk." ucap Abel.


"Abel saya sedang berbicara. Apa kamu tidak bisa menghargai saya?" tanya Radit.


Abel kembali duduk dia menoleh ke arah suami nya yang juga menatap nya.


"Tapi kak."


"Kamu belum mencintai Saya?" tanya Radit.


"Aku tidak tau, aku tidak tau dengan perasaan ku sendiri kak, aku hanya cemburu melihat Kakak bersama yang lain." ucap Abel.


"Hanya karena itu saja?" tanya Radit. Abel mengangguk. Radit menghela nafas panjang.


"Seperti kamu tidak akan bisa mencintai saya." ucap Radit.


Abel terdiam. "Kamu tidur lah saya ke kamar mandi dulu."


Sepanjang malam tidak ada percakapan sama sekali..Kali ini Radit membelakangi Abel ketika tidur.


"hufff bisa gak sih satu hari saja ada tidak ada masalah. Perasaan masalah terus menerus ada." ucap Abel dalam hati.


Dia melihat punggung suami nya. "Aku belum mengerti dengan perasaan ku sendiri. Aku masih belum yakin." batin Abel.


Baru saja mau tidur dia terganggu karena Handphone Radit berbunyi. Dia mengabaikan nya berusaha untuk tidur namun tidak berhenti berbunyi.


Dia melihat nya dan ternyata itu adalah Novi.


"Kenapa Novi menelpon kak Radit jam segini?" ucap Abel dalam hati.


Dia mencoba untuk menjawab nya.

__ADS_1


"Apa bapak sudah tidur?" tanya Novi.


Abel diam.


"Maaf aku mengganggu waktu istirahat bapak, apa bapak bisa menemui aku?" tanya Novi.


"Kak Radit sudah tidur." ucap Abel. Novi langsung terdiam mendengar suara Abel. Telpon langsung mati.


"Ck bisa-bisa nya dia menelpon Suami orang seperti itu dan bertanya apa dia bisa menemui diri nya. Emangnya dia siapa?" ucap Abel.


Keesokan harinya..


Abel bergeliat dia melihat di samping nya masih ada Radit tidur dengan nyenyak.


Dia melihat ke arah Jam ternyata sudah jam sembilan pagi.


"Loh apa kak Radit tidak berangkat bekerja?" tanya Abel. Dia mau membangun kan Radit namun mengingat tentang tadi malam dia takut kalau Radit masih marah kepada nya.


Dia Pun turun dari tempat tidur bertanya kepada Bibik saja.


"Bik apa Mila tadi tidak minta uang jajan?" tanya Abel.


"Oohh Non Mila tadi di kasih sama Tuan Non." ucap Bibik.


"Oohh. Kalau boleh tau kenapa kak Radit tidak ke kantor?" tanya Abel.


"Loh tuan gak ngomong kalau hari ini dia mau istirahat?" tanya Bibik.


"Oohh gitu yah bik. Kak Radit gak ngomong apa-apa." ucap Abel.


"Mungkin saja Tuan tidak ngomong karena non sedang sakit.. Sekarang bagaimana keadaan non?" tanya Bibik.


"Sudah lebih baik kok bik." ucap Abel.


"Bibik sudah selesai masak sarapan?" tanya Abel.. Bibik mengangguk.


"Apa Non mau makan?" tanya Bibik. Abel menggeleng kan kepala nya.


'Aku masih belum berselera bik." ucap Abel.


"Harus sarapan non, setelah itu minum obat." ucap Bibik.


Abel harus tetap minum obat, akhirnya dia memaksa kan untuk makan sedikit.


Radit di kamar terbangun karena merasa di samping nya sudah tidak ada Abel.


"Kemana dia?" ucap Radit. Dia masih sangat mengantuk namun tidak melihat Abel dia jadi tidak ingin lanjut tidur.


Namun tiba-tiba Abel masuk ke kamar dia melihat Radit merabah tempat tidur yang di samping nya kosong.


Radit tampak gelisah. Radit sadar kalau Abel sudah di ruangan itu. Perasaan nya lega dan kembali lanjut tidur.


"Seperti nya kak Radit benar-benar mau istirahat hari ini, beberapa hari dia tidak memiliki istirahat yang cukup." batin Abel.

__ADS_1


__ADS_2