
Mereka berjalan ke arah dapur.
"Saya bantuin agar cepat selesai." ucap Radit.
"Kakak tunggu saja di sana." ucap Abel menolak.
"Tapi saya bisa melakukan sesuatu agar kamu tidak terlalu repot." ucap Radit.
Abel menggeleng kan kepala nya. "Lihat lah tangan kakak, mana bisa kakak membantu aku memasak kalau tangan Kakak hanya satu." ucap Abel.
"Kalau begitu saya akan membantu menggoreng ikan." ucap Radit. Abel menggeleng kan kepala nya.
"Tidak perlu kak." ucap Abel mengambil sendok dari tangan Abel.
"Saya bisa melakukan nya." ucap Radit memasukkan Ikan ke wajan namun ternyata minyak banyak Air sehingga minyak nya melompat-lompat keluar.
Mereka berdua sangat panik, Radit juga kaget dia langsung melindungi Abel Deng badan nya.
Radit mencoba mematikan api kompor namun tangan nya terkena percikan minyak.
"Aku sudah bilang tidak perlu! Kakak sangat keras kepala!" ucap Abel melihat Radit kesakitan.
Abel membawa ke arah wastafel.
"Kalau dari tadi kakak mendengar kan aku, kakak tidak akan seperti ini! Sangat keras kepala." ucap Abel kesal.
"Kakak bisa gak sih jangan membuat aku kesal sekali saja. Aku bisa melakukan nya sendiri tampa bantuan dari kakak!" ucap Abel.
"Tapi..."
"Tapi apa lagi? Justru kakak harus bisa mendengar kan aku! Ini bukan pekerjaan kakak. Kalau kakak tetap mau masak kenapa tidak dari tadi masak sendiri?" ucap Abel.
Radit tidak bisa mengatakan apapun dia hanya dia. saja, tidak berani melawan istri nya yang benar-benar sangat kesal kepada nya.
"Aku mau kakak jangan di sini!" ucap Abel. Radit langsung keluar dari kamar itu. Dia tidak ingin melihat Abel marah lagi.
Satu setengah jam kemudian akhirnya masak juga. Abel sudah menata semua makanan di atas meja. Dia mencari keberadaan suami nya.
"Kemana dia? Kata nya lapar namun tiba-tiba hilang." ucap Abel mencari nya keluar namun tidak ada di sana.
Abel melihat pintu ruangan kerja Radit terbuka dia masuk ke dalam dan ternyata Radit sedang di dalam sana.
"Aku mencari kakak dari tadi ternyata kakak di sini!" ucap Abel.
"Saya tidak ingin membuat kamu semakin marah melihat saya." ucap Radit.
"Makanan nya sudah masak, ayo makan." ucap Abel. Radit mengangguk.
Mereka berdua duduk di kursi meja makan.
"Aku hanya bisa Memasak yang seperti ini saja, aku belum bisa memasak yang lain nya." ucap Abel takut suami nya bosan dengan masakan nya tersebut.
__ADS_1
"Ini sudah jauh lebih baik." ucap Radit. Abel tersenyum.
"Nih tambah." ucap Abel memberikan lauk ke dalam piring Radit.
Abel melihat Radit makan dengan tangan kiri nya merasa sangat iba.
"Besok sebelum pergi ke klinik kecantikan aku mau kakak ke rumah sakit." ucap Abel.
"Untuk apa?"
"Memeriksa tangan kakak." ucap Abel.
"Ini sebentar lagi akan sembuh. Apa kamu tidak melihat jari nya sudah bisa di gerakkan?" tanya Radit.
"Jangan keras kepala kak! Kakak hanya bisa mengatakan aku keras kepala, namun kakak jauh lebih keras kepala." ucap Abel.
"Baiklah saya akan pergi. Berhenti lah marah." ucap Radit. "Aku akan terus marah-marah Kalau kakak tidak mendengar kan kata-kata ku."
Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. Mereka masuk ke kamar masing-masing. Di kamar Radit tersenyum sambil bersandar ke sandaran kasur.
"Aku sangat bahagia hari ini walaupun sedikit ada masalah dengan mamah sama papah tapi aku sangat bahagia." ucap Radit.
"Alasan ku bahagia karena Abel, Abel berhasil membuat hidup ku hari ini begitu menyenangkan walaupun dia marah-marah."
"Aku sadar kalau Abel mulai memperhatikan aku, dia mulai memperdulikan kebutuhan aku dan sadar dengan kewajiban nya."
"Aku tidak akan berhenti berjuang. Aku akan membuat Abel memiliki Perasaan yang sama kepada ku."
Ketukan pintu kamar membuat Radit terkejut.
"Kak!! Apa kakak sudah tidur?" tanya Abel. Radit membuka pintu.
"Ada apa?" tanya Radit.
"Apa kakak tidak ingat dengan apa yang aku bilang tadi malam? aku butuh bantuan kakak untuk membantu membuka kado-kado yang ada di dalam kamar ku, mereka membuat kamar ku jadi sangat sempit." ucap Abel.
Radit melihat jam. "Besok hari Minggu kita tidak memiliki jadwal pagi-pagi." ucap Abel.
"Baiklah." ucap Radit. Abel tersenyum senang.
Radit dan Abel sudah di kamar. Radit mulai membuka satu persatu.
"Oh iya kakak belum pernah cerita tentang masa lalu Kakak kepada ku, aku ingin mendengar nya." ucap Abel.
"Maksud kamu?"
"Tentang foto-foto kemarin. Aku yakin kakak pasti mencintai nya. Dia sangat cantik." ucap Abel.
"Kenapa kamu tiba-tiba membahas itu?"
"Tidak apa, aku hanya ingin tau saja." ucap Abel.
__ADS_1
"Kamu cemburu?" tanya Radit. Abel menggeleng kan kepala nya dengan cepat.
"siapa bilang aku cemburu? Aku hanya bertanya apa itu salah? Kalau tidak mau menjawab juga tidak apa-apa." ucap Abel langsung.
Radit tertawa kecil.
"Kak!" panggil Abel.. Radit menoleh dan ternyata Abel sedang memakai Hoodie yang sangat lucu.
"Bagaimana? Bagus gak?"
Radit mengangguk.
"Sangat imut." batin Radit.
"Ini untuk kakak." Radit di paksa memakai nya.
Mereka berdua mengambil foto bersama.
Lanjut membuka lagi.
"Kak apa yang sedang kakak buka?" tanya Abel melihat ada banyak beragam skin Care yang dia pakai.
"Wahh aku sudah lama menginginkan ini, namun ini cukup mahal. Siapapun yang memberi nya terima kasih banyak." ucap Abel.
"Kamu bisa membeli Tampa berharap orang memberi kan nya." ucap Radit.
"Ini sangat mahal kak, kalau orang bilang satu botol saja sudah bisa Makan untuk tiga bulan." ucap Abel.
Radit mendengar itu hanya bisa tertawa.
Dia lanjut membuka lagi. Abel kaget melihat Radit membuka baju yang haram. Radit mengangkatnya Abel dengan cepat langsung mengambil nya.
"Ini tidak layak pakai." ucap Abel. Radit Menatap Abel.
"Baju itu sangat mahal. Kenapa kamu bilang tidak layak pakai?" ucap Radit.
Abel menghela nafas panjang. "Pakaian itu hanya di pakai untuk suami istri di malam hari."
"Bukan nya kita sudah suami istri?"
Abel menghela nafas panjang.
"Tapi ini berbeda kak, ini di pakai hanya untuk yang saling mencintai." ucap Abel.
Radit ingin tertawa melihat Abel yang mencoba menjelaskan itu kepada nya. Namun dia tetap berpura-pura lugu.
Lanjut lagi ke kado selanjutnya. Ada gelas nama Radit dan juga Abel.
"Sangat cantik sekali." ucap Abel. Radit menoleh ke arah Abel. Ternyata dia membuka kado yang isinya dress yang sangat cantik.
Abel langsung mencoba nya ke kamar mandi tidak beberapa lama keluar.
__ADS_1
"Cantik kan?" tanya Abel. "Humm Iyah kamu sangat cantik." ucap Radit Menatap Abel.