Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 155


__ADS_3

Bibik sama sekali tidak mengerti akhirnya dia menginyakan saja, kapan lagi dia mendapatkan kesempatan di kasih uang untuk jalan-jalan dan beli makanan.


"Ada apa sih dengan kakak? Aneh banget." ucap Abel. Radit menggeleng kan kepala nya.


"Agar Bibik bisa menikmati hari-hari nya, di rumah saja Bibik pasti bosan." ucap Radit. Abel Menatap nya bingung.


Radit dan Abel sudah di kamar, Radit mau mandi terlebih dahulu karena badan nya sudah bau keringat.


Namun Radit lupa membawa handuk dia meminta kepada Abel namun dia menarik Abel agar ikut mandi. Memaksa Abel untuk mandi lagi karena Abel sudah mandi sebelum nya.


Abel dan Radit baru saja selesai mandi.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Radit menyusul Abel yang duduk di meja rias sambil mengeringkan rambutnya.


"Sedikit pegal-pegal karena aku harus melayani kakak yang entah kenapa sangat bersemangat sekali tidak biasanya. Kakak melupakan kalau di dalam perut ku ada bayi." ucap Abel.


Radit tersenyum dia duduk di lantai.


"Apa yang kakak lakukan?" tanya Abel. Radit meletakkan kepala nya di paha Abel.


"Anak Papah gak apa-apa kan di dalam sana? Papah janji gak akan menyakiti kamu lagi kok. Papah janji." ucap Radit berbicara dengan perut Abel.


Abel tersenyum.


"Sebaiknya kakak istirahat gih, aku mau menyiapkan makan malam.. Seperti nya Bibik belum pulang." ucap Abel.


"Kamu yang seharusnya istirahat, saya yang akan menyiapkan makan malam." ucap Radit. Abel menatap suaminya.


"Kakak yakin?" ucap Abel, Radit tersenyum sambil mengangguk.


"Aku yakin kakak pasti mau menginginkan sesuatu." ucap Abel.. Radit menggeleng kan kepala nya.


"Saya hanya pengen saja." ucap Radit.


"Ya sudah kalau begitu." ucap Abel.


"Kamu temanin saya yah." ucap Radit sambil memasang wajah memohon.


Abel tersenyum dia memainkan rambut suami nya.


"Aku senang deh kalau kita lebih banyak waktu seperti ini berdua kak, semoga saja kakak bisa lebih sering meluangkan waktu seperti ini." ucap Abel.


Radit memegang tangan istrinya dan mencium nya.


"Saya minta maaf yah, saya seharusnya tidak seperti ini kepada kamu yang sedang hamil." ucap Radit. Abel tersenyum.


"Kamu selalu saja minta maaf, aku bosan mendengar nya." ucap Abel. Radit menatap wajah Abel.

__ADS_1


"Bagaimana aku tidak minta maaf Abel, wajah polos, sifat sabar dan sangat tulus kamu membuat ku semakin menderita menahan semua ini." ucap Radit dalam hati.


"Hayo kakak mikirin apa? Kakak lagi memikirkan mau menduakan aku yah?" tanya Abel karena Radit menatap nya cukup dalam.


"Enggak sayang. Itu tidak lah mungkin, yang di hati saya hanya kamu seorang." ucap Radit. Abel tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu ayo keluar, aku sudah lapar." ucap Abel.. Radit mengganguk.


Mereka keluar dari kamar untuk menyiapkan makan malam.


Radit Memasak untuk istri nya, sementara Abel hanya membantu sedikit saja.


Tidak terasa saja masakan sudah selesai dan mereka Makan bersama.


"Apakah Enak?" tanya Radit. Abel mengangguk.


"Kalau seperti ini aku akan tambah terus dan badan ku akan semakin gemuk." ucap Abel.


"Kamu cantik kalau terlihat berisi." ucap Radit..Abel tersipu malu, dia lanjut makan banyak Tampa ragu lagi.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai Makan, mereka duduk di ruang tamu.


"Bibik Kemana yah kak? Kok belum pulang sih?" tanya Abel karena sudah jam tujuh malam.


"Assalamualaikum Non, Tuan."


"Walaikumsalam bik, Bibik dari mana saja?" tanya Abel melihat Bibik membawa banyak belanjaan."


"Ya ampun Bik, banyak banget. Jadi uang yang tadi cuma beli cemilan khusus untuk aku?" ucap Abel.. Bibik mengangguk sambil tersenyum.


"Bibik ingin non itu sehat, tidak boleh banyak pikiran dan juga jangan menahan selera kasihan Dede nya." ucap Bibik.


Abel langsung memeluk Bibik.


"Terimakasih banyak Bik." ucap Abel.


"Saya akan mengganti uang nya Bik, sekali lagi terimakasih yah bik " ucap Radit.


"Gak apa-apa Tuan. Lagian sisanya saya buat untuk membeli beberapa makanan untuk saya juga, vitamin dan juga minuman untuk tubuh." ucap Bibik.


Radit tersenyum. "Semoga Bibik sehat selalu bik." ucap Abel.


Keesokan harinya..


"Ekhem-ekhem... Baru saja bertemu pacar setelah satu Minggu lebih tidak bertemu apa sekarang kamu sedang bahagia?" tanya Novi kepada Enjel. k


Enjel menoleh ke arah Novi, dia sedang sibuk bekerja sehingga tidak sadar kalau Novi sudah di belakang nya.

__ADS_1


"huff kamu Novi bisa saja." ucap Enjel. Novi tersenyum.


"Pak Heri dan Pak Radit sedang keluar bersama. Apa kita berdua bisa duduk bersama juga?" tanya Novi.


"Sabar dulu yah, pekerjaan ku sangat banyak." ucap Enjel.


"Baiklah, aku menunggu kamu di atas." ucap Novi.


Tidak beberapa lama pekerjaan Enjel selesai.


"Enjel..." ucap Abel yang baru saja datang saat Enjel mau menyusul Novi ke atas.


"Abel kamu di sini juga?" ucap Enjel. Abel tersenyum.


"Seperti biasa, mengantarkan makanan untuk suami." ucap Abel.


"Humm mengantar makan siang untuk suami atau mau kumpul sama Novi dan Enjel?" tiba-tiba Radit muncul di belakang nya bersama Heri dan staf lain nya.


"Kak Radit..." ucap Abel. Radit tersenyum.


"Kenapa kamu tidak bilang mau ke sini?"


"Sebenarnya sih aku tidak mau ke sini, namun aku bosan di rumah." ucap Abel. Radit tersenyum.


"Sebaiknya kita pergi dari sini." ucap Heri karena tidak tahan melihat kemesraan Abel dan Radit.


"Kamu tidak Makan siang?" tanya Heri kepada Enjel setelah sudah di ruangan nya.


"Aku akan makan siang dengan Novi, dia sudah menunggu ku di atas." ucap Enjel.


"Lalu bagaimana dengan aku? aku makan siang dengan siap?" tanya Heri.


"Kamu bisa kan Tampa aku? Kasian Novi sudah menunggu sendiri."


"Kalau begitu aku akan ikut." ucap Heri. Enjel menggeleng kan kepala nya.


"Jangan. Kalau ada kamu Novi akan sungkan." ucap Enjel.


Heri mendekati Enjel dia memeluk nya. "Sayang...." ucap Heri dengan manja nya. Namun tiba-tiba handphone Enjel berbunyi.


"Tuh Novi sudah menunggu ku, dia bahkan sudah menelpon ku, aku ke atas dulu yah, jangan Lupa untuk makan siang." ucap Enjel langsung pergi.


Enjel naik ke lantai atas karena di atas bisa lebih santai dan juga ada kantin kecil untuk makan Pata karyawan.


"Novi aku minta maaf yah buat lama nunggu."


"Pekerjaan kamu banyak yah? kenapa gak minta tolong sama aku?"

__ADS_1


"Enggak kok, tadi keburu Abel datang, dan pak Radit sama pak Heri juga." ucap Enjel.


"Oohh pak Heri..." ucap Novi sambil tersenyum.


__ADS_2