Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 161


__ADS_3

"Ya udah deh kak aku akan mengirimkan lokasinya." ucap Abel.


Abel langsung cepat-cepat ke restoran terdekat agar bertemu di sana.


"kamu atur semua nya Novi, saya akan menjemput Abel." ucap Radit. Novi mengangguk. Setelah Radit pergi tidak beberapa lama Tania menelpon Novi.


"Loh kenapa dia menghubungi aku?" ucap Novi dalam hati.


"Halo." ucap Novi.


"Halo. Apa ada Radit di sana?"


"Tidak ada." ucap Novi.


"Tidak mungkin tidak ada, dia pasti di kantor nya. kecuali kamu sudah di pecat dan tidak bekerja di sana." ucap Tania.


Novi menghela nafas panjang.


"Pak Radit pergi keluar menjemput istrinya tercinta." ucap Novi langsung membuat Tania kesal mendengar nya.


"Aku bertanya dengan serius, di mana Radit?" tanya Tania dengan kesal.


"Saya sudah bilang kalau pak Radit menjemput istrinya." ucap Novi meninggi kan nada bicara nya sedikit karena kesal mendengar Tania marah kepada nya sementara dia sudah berbicara dengan jujur.


"Kenapa kamu marah? kamu tau kan kalau saya masih istri nya Radit. Saya bisa melaporkan kamu tidak Sopan kepada saya." ucap Tania.


"Saya lagi bekerja Bu Tania yang terhormat. Kalau ingin tau Di mana pak Radit telpon saja langsung ke nomor nya, kenapa menelpon ke nomor saya?" tanya Novi dengan nada menekan.


"Dia tidak menjawab nya, dia juga tidak bisa di hubungi sekarang. Kamu pasti berbohong kepada saya , kalian bersekongkol kan?"


"Itu artinya pak Radit tidak mau berbicara dengan Bu Tania yang terhormat. Pak Radit lebih mementingkan istri nya yang sedang mengandung anak tercinta nya." ucap Novi.


"Dasar kamu yah, tunggu saja kamu Pasti segera di Pecat." ucap Tania langsung mematikan handphone nya.


Novi menghela nafas panjang. "Huff dari dulu sampai sekarang selalu saja bertingkah sesuka hati nya, tidak pernah memikirkan orang lain!" ucap Novi.


"Pergi sesuka hati nya, kembali sesuka hati nya dan sekarang setelah pak Radit menikah dia malah kembali dan ingin menghancurkan rumah tangga pak Radit." ucap Novi dalam hati.


"Ada apa sih Novi? Dari tadi aku lihat kamu marah-marah gak jelas..Kamu belum makan siang?" tanya Enjel yang baru saja datang.


"Itu loh istri pertama pak Radit baru saja menelpon ku dan mengatakan kalau aku akan kena pecat karena tidak sopan kepada dia." ucap Novi.

__ADS_1


Enjel tertawa.


"Dia sangat sepele kepada kamu, tidak tau saja dia kalau kamu sudah memiliki jaminan bekerja di sini sampai kapanpun kamu mau selain melakukan kesalahan yang fatal." ucap Enjel.


"Perlu di perjelas tuh kepada perempuan yang tidak tau diri." ucap Novi.


"Hayoo kalian sedang membicarakan apa?" ucap Heri yang baru saja datang. melihat Heri Novi langsung memasang wajah ramah dan merapikan penampilan nya.


Enjel tertawa melihat nya. Tadi seperti singa yang mau siap menerkam mangsa nya sekarang seperti kucing yang ketakutan.


"Tidak ada pak, kami hanya membahas pekerjaan."


"Oohh. Kalian pasti sangat lapar ayo makan siang, saya akan mentraktir kalian." ucap Heri.


"Tidak apa-apa pak, bapak bisa pergi dengan Enjel." ucap Novi.


"Sudah tidak perlu malu-malu, ayo ikut saja. Kapan lagi kamu bisa merasakan di traktir oleh atasan kamu sendiri." ucap Heri.


Novi tersenyum. Enjel melihat tangan Heri yang menepuk Pundak Novi. Mata nya seperti siap menerkam mangsa nya, ekspresi mereka bertukar.


Radit sampai di restoran.


"Sayang... maaf yah lama nungguin." ucap Radit sambil mencium kening istrinya. Abel tersenyum.


Abel tersenyum.


"Gak apa-apa kok. Nih kakak makan dulu aku sudah memesan makan siang karena aku tidak masak untuk bekal Kakak." ucap Abel.


Radit melihat makanan yang baru saja datang. Dia melihat piring kosong di depan nya.


"Ini semua bekas kamu sayang?" tanya Radit. Abel mengangguk sambil tersenyum.


"Ini semua anak kakak yang makan, bukan aku."


Radit mendengar itu tertawa kecil.


"Kamu atau bayi kamu?" tanya Radit. Abel langsung cengengesan.


"Ya abisnya aku lapar banget, padahal pagi tadi aku makan banyak." ucap Abel. Radit tersenyum.


"Gak apa-apa kamu makan banyak. Saya justru sangat khawatir kalau kamu tidak Makan sama sekali seperti beberapa bulan yang lalu." ucap Radit.

__ADS_1


"Tapi usia kandungan ku baru saja lima bulan namun badan ku sudah sangat besar, aku Besok mau diet." ucap Abel.


Radit Sudah terbiasa dengan kata-kata itu, sudah maklum.


Radit makan dengan sangat lahap.


"Oh iya nanti malam kakak mau kemana? Gak kemana-mana kan?" tanya Abel.


"Kenapa sayang?" tanya Radit.


"Humm teman ku ulang tahun, aku mau ngajakin kakak ke sana." ucap Abel.


Radit mengingat permintaan Tania.


"Huff bagaimana ini?" batin Radit.


"Sayang banget malam ini saya ada janji di luar. Kamu pergi sama Mila gak apa-apa kan?" tanya Radit kebetulan Mila Akan datang hari ini.


"Yakin aku boleh pergi sama Mila berdua saja?" tanya Abel. Radit sedikit keberatan.


Namum terpaksa dia harus mengijinkan karena dia tidak tega membohongi Tania dan membiarkan nya menunggu.


"Ya sudah kalau begitu kami boleh pergi bersama Mila, jangan Lupa untuk mengabari saya, ingat jangan mencoba untuk minum kasihan bayi kita." ucap Radit.


Abel tersenyum dia langsung mengangguk terlihat sangat senang sekali.


"Ya sudah kalau begitu aku ke toilet dulu yah." ucap Abel. Radit mengangguk.


Radit membuka handphone nya yang dari tadi berdering karena mode senyap.


"Halo Radit kamu dari mana sih? kenapa kamu menjawab telpon aku? aku sudah menelpon kamu dari tadi? Kamu melarang aku ke perusahaan kamu kamu mengabaikan telpon ku seperti ini." ucap Tania panjang lebar menyampaikan unek-uneknya dan merajuk.


"Aku lagi bersama Abel, jangan ganggu aku dan berhenti menelpon ku, aku akan datang ke sana dengan syarat jangan ganggu aku." ucap Radit dan mematikan telepon nya.


Tania menghela nafas panjang.


"Huff bersama perempuan itu lagi! Kalau tau seperti ini aku tidak akan pernah mengijinkan dia menikah dan aku akan mau memiliki anak." ucap Tania dengan kesal.


Tania berjalan ke dapur dia sudah belanja sendirian ke pasar agar bisa masak untuk suami nya.


"Huff aku takut kalau masak sekarang nanti dingin. Sebaiknya tunggu sedikit sore deh " ucap Tania.

__ADS_1


Tania duduk di kursi dia mengingat beberapa tahun yang lalu masih menjadi pengantin baru dia selalu memasak untuk suami nya, terkadang memasak berdua hidup dengan sangat romantis saling melengkapi.


Namun keharmonisan mereka hilang begitu saja setelah beberapa tahun menikah namun tidak juga di karuniai Anak. Radit sangat marah karena Tania diam-diam tidak mau memiliki anak dan memasang KB sendiri tidak ada yang tau.


__ADS_2