Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 170


__ADS_3

"Radit kenapa kamu sangat bodoh? Kenapa kamu tidak menolak nya?" ucap nya kepada diri nya sendiri.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah, wajah nya terlihat sangat lemas dan murung.


"Tuan sudah pulang?" ucap Bibik.


"Apakah Abel ada?" tanya Radit. Bibik menggeleng kan kepala nya.


"Non belum pulang dari rumah orang tua nya tuan. Mungkin sebentar lagi." ucap Bibik.


Yang di katakan Bibik benar saja, mobil Abel memasuki Pekarangan rumah dan berhenti di depan Radit.


"Kakak baru pulang?" tanya Abel langsung menyalim tangan suami nya.


Radit mengangguk.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu tidak jadi ke rumah orang tua saya dan kamu juga bilang kalau kamu ke rumah orang tua kamu." ucap Radit.


"Aku tadi gak kefikiran mau ke rumah mamah, tapi tiba-tiba saja pengen ke sana." ucap Abel. Radit menghela nafas panjang.


"Kok kakak tau sih aku gak ke rumah orang tua kakak?" tanya Abel karena Bibik juga tidak tau kalau dia tidak jadi ke sana.


"Tadi saya dari sana mau menjemput kamu." ucap Radit.


Abel terdiam sejenak.


"Tumben banget kak Radit menjemput aku gak bilang dulu." batin Abel.


"Lain kali kamu harus ngomong kamu kemana saja, kamu membuat saya khawatir." ucap Radit.


"Iyah-iyah, aku minta maaf deh." ucap Abel. Radit tersenyum dia mengelus kepala Abel.


Abel memeluk Radit dan Radit mencium kepala istri nya.


"Kelihatan nya kak Radit seperti menyembunyikan sesuatu, dia bahkan seperti ketakutan." batin Abel.


"Ekhem-ekhem... Di sini masih ada aku dan Bibik." ucap Mila. Radit dan Abel langsung melepaskan pelukan nya.


"Huff kamu mengganggu saja." ucap Abel. Bibik tersenyum.


"Ini sudah mulai gelap ayo kita masuk ke dalam." ucap Radit. Mereka masuk ke dalam.


Setelah semua nya kumpul di meja makan Untuk makan malam Abel bingung karena melihat Radit tumben-tumbenan makan sedikit saja.


"Kak kenapa kakak makan sedikit? Kakak sakit yah?" tanya Abel khawatir. Radit menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Tadi sudah makan di rumah mamah. masih kenyang." ucap Radit.


"Oohh. Siapa yang Masak?" tanya Abel.


"Mamah sama Ta.." tiba-tiba terhenti.


"Sama siapa?" tanya Abel.


"Sama Tania." ucap Radit.


"Oohh, ternyata dia masih tinggal sama Mamah dan papah yah." ucap Abel. Radit mengangguk.


Selesai makan Radit menyusul Abel ke kamar.


"Kamu cepat banget tidur nya." ucap Radit duduk di samping Abel.


Abel membuka mata nya dia menoleh ke arah Radit.


"Aku sangat lelah dan sekarang aku sangat mengantuk sekali." ucap Abel.


"Apa kamu tidak mau melakukan sesuatu dulu baru tidur?" tanya Radit. Abel menggeleng kan kepala nya.


"Kamu yakin? Kamu seperti nya melupakan sesuatu." ucap Radit.


Abel mengingat kembali.


Radit terdiam sejenak.


"Kamu yakin sudah melakukan semua nya?" tanya Radit. Abel melihat wajah suami nya langsung paham dia menoleh ke arah bawah Radit sudah terlihat jelas.


"Kak aku mohon jangan malam ini " ucap Abel.


"Ini malam Jum'at." ucap Radit. Abel menghela nafas panjang.


"Ya Allah badan ku sangat lelah." ucap Abel. Radit tersenyum dia membuka baju nya.


"Sudah dua hari saya tidak mendapatkan nya, dua hari sudah cukup untuk kamu istirahat bukan?" ucap Radit.


"Tapi kata dokter tidak boleh sering-sering." ucap Abel. Radit tersenyum. "Tapi saya tidak tahan lagi." ucap Radit.


Abel tidak berani menolak akhirnya dia mau dari pada Radit mencari pelampiasan di luar sana.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga, Abel sudah sangat kelelahan begitu juga dengan Radit. Namun Radit tidak berhenti mengganggu istri nya.


"Aku sudah berfikir negatif kepada kak Radit kalau dia berselingkuh dan tidur di rumah selingkuhan nya malam tadi." ucap Abel.

__ADS_1


Dia berbalik membalas pelukan suami nya.


"Aku minta maaf yah kak sudah banyak melakukan kesalahan sama kakak." ucap Abel.


Radit membuka mata nya dia menatap wajah istri nya.


"Kamu mendadak minta maaf seperti ini tanpa ada salah ada apa?" tanya Radit.


Abel Menatap Suami nya.


"Aku minta maaf karena tadi malam aku berfikir kalau kakak tidak pulang ke rumah dan tidur di rumah selingkuhan kakak." ucap Abel.


Radit terdiam sejenak. "Semalaman aku tidak bisa tidur, Dada ku sangat sakit karena memikirkan hal itu, aku sangat khawatir." ucap Abel.


"Ssttt!!! jangan pernah berfikir seperti itu, karena kamu adalah satu-satunya sekarang di hidup saya." ucap Radit.


Abel tersenyum. "Ya sudah kalau begitu ayo kita." ucap Radit.


Enjel di apartemen nya melihat ke arah pintu.


"Hufff apa dia masih di balik pintu?" ucap Enjel karena dia mengunci pintu agar Heri tidak tidur di kamar nya.


Karena sudah sangat malam dia memeriksa nya keluar.


"Bagus deh kalau sudah tidak di sini." ucap Enjel namun dia sangat kaget ternyata ada di samping pintu.


Heri sadar pintu di buka dia langsung masuk ke dalam dan tidur. Enjel menghela nafas panjang.


"Aku sudah bilang kamu tidur di kamar kamu." ucap Enjel. Heri diam.


Enjel mendekati nya.


"Ayo duduk aku mau membicarakan tentang tadi." ucap Enjel. "Aku ngantuk, aku mau istirahat." ucap Heri.


"Aku mau kita udahan saja, kamu di sini hanya membuat aku terganggu, semua pekerjaan ku semakin ribet. Dan kalau seperti ini aku tidak bisa bebas karena harus menyembunyikan hubungan ini." ucap Enjel.


Heri berpura-pura tidak mendengar nya dan membelakanginya Enjel.


"Apa kamu mendengar ku? Aku tidak bisa bertahan di Hubungan ini lagi. Aku tidak mau pusing-pusing memikirkan ini. Aku pikir menjalani hubungan itu mudah ternyata sulit." ucap Enjel.


"Heri apa kamu mendengar ku?" tanya Enjel. Heri berpura-pura ngorok. Enjel menghela nafas panjang.


"Sebaiknya bicarakan saja Besok pagi." ucap Enjel dia pun tidur di belakang Heri.


Heri membuka mata nya, air mata keluar dari mata nya.

__ADS_1


"Ini kah balasan dengan semua yang aku perbuat selama ini? Ternyata sakit hati itu menyiksa seluruh badan. Dan aku tidak bisa mengatakan apapun selain diam sama seperti mantan ku dulu mereka hanya diam dan menangis namun aku tidak perduli." batin Heri.


"Aku sudah terjebak dalam perasaan ini, aku tidak bisa meninggalkan Enjel. Aku tidak bisa berpisah dengan dia, dan dengan cara apapun aku akan terus mempertahankan hubungan ini walaupun aku tidak tau apa yang membuat Enjel seperti ini." ucap Heri dalam hati sambil terus mengeluarkan air mata nya.


__ADS_2