
Radit yang sudah lelah hanya bisa diam saja.
"Aku gak mau tau besok kakak harus bilang sama Mamah kalau aku mau pulang ke rumah orang tua aku." ucap Abel.
"Jangan kekanak-kanakan Abel.." ucap Radit dengan suara yang sangat lusuh karena sudah jam sebelas malam.
"Aku tidak suka mertua ku, aku tidak suka di sini. Aku benci sama kakak." ucap Abel.
"Tidak mau tau aku besok akan kembali ke rumah orang tua ku, aku tidak perduli." ucap Abel.
"Saya sangat lapar.. Saya belum makan." ucap Radit mencoba mengalihkan pembicaraan agar dia tidak mendengar ocehan Abel. Setiap hari Abel mengoceh.
"Minta tolong saja pada Mamah, aku tidak mau." ucap Abel.
Radit menghela nafas panjang. "Kamu istri saya, saya hanya meminta kamu menyiapkan makanan saya." ucap Radit.
"Aku istri kakak hanya status saja, kalau bisa aku menolak pernikahan ini aku akan melakukan nya." ucap Abel.
Radit tidak bisa tidak bisa mengatakan apapun lagi, setiap kali kata-kata Abel yang dia dengar membuat dia terdiam.
Keesokan harinya...
"Kakak tidak pergi bekerja?" tanya Abel kepada Radit yang duduk sendirian di ruang tamu.
Radit menoleh ke arah Abel. Dia menggeleng kan kepala nya. "Kenapa?" tanya Abel.
"Hari ini kita akan kembali ke rumah saya." ucap Radit.
"Maksud kakak?"
"Orang tua saya sudah mengijinkan kita tinggal terpisah dari mereka." ucap Radit.
"Kakak seriusan? Horee!!! kalau begitu aku akan beres-beres." ucap Abel. Dia langsung berlari ke atas untuk berkemas baju-baju nya.
Setelah selesai barang-barang di bawa ke dalam mobil.
"Kamu yakin mau tinggal berdua di rumah kamu?" tanya Mamah nya kepada Radit.
"Iyah Mah, mamah tidak perlu khawatir yah. Kalau ada hari libur aku akan datang ke sini." ucap Radit.
Mamah dan Papah nya terlihat sangat sedih. Mereka sangat berharap setelah menikah menantu dan anak nya di rumah itu.
Namun ternyata tidak mungkin karena anak nya sudah memiliki kehidupan sendiri.
Abel melihat mereka berbicara di ruang tamu.
"Huff.. Apa aku terlalu egois yah? Kok aku jadi merasa bersalah seperti ini sih?" ucap Abel.
"Abel cepat.. Ayo berangkat." ucap Radit.
Abel langsung turun dari atas membawa barang yang tersisa dia sangat bersemangat untuk pindah tadi nya.
__ADS_1
Dia berpamitan kepada mertuanya dan setelah itu mereka pergi.
Sepanjang perjalanan di dalam mobil Radit hanya diam saja, berbeda dengan Abel yang merasa sangat Bebas, bahagia dan juga lega.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Radit.
"Akhirnya sampai juga." ucap Abel.
"Non Abel, tuan muda. Kenapa kalian sangat cepat pulang?" tanya Bibik karena setau Bibik mereka akan tinggal lebih lama di rumah orang tua Radit.
"Humm mulai sekarang Bibik tidak akan sendirian lagi di sini, aku akan tinggal di sini." ucap Abel.
Bibik tersenyum dia juga ikut senang karena Abel sudah resmi menjadi nyonya Radit.
"Oh iya Bik yang mana kamar aku?" tanya Abel.
"Maksudnya?" tanya Bibik heran.
"Aku tidak mungkin satu kamar dengan Kak Radit. Aku ingin tidur berbeda kamar karena aku belum terbiasa." ucap Abel.
"Kamu bisa tidur di samping kamar saya." ucap Radit..Abel tersenyum. "Baiklah kalau begitu tolong barang-barang ku di bawa ke kamar ku yah bik." ucap Abel.
"Baik Non." Abel langsung ke kamar itu.
"Tuan.." ucap Bibik.
"Sudah bik biarkan saja, hanya Bibik yang bisa saya percaya untuk menjaga tentang ini, jangan sampai orang tua saya dan Orang tua Abel tau tentang ini." ucap Radit.
"Sudah bik, saya mau siap-siap ke kantor dulu."
Radit berangkat ke kantor Tampa mengatakan apapun kepada Bibik ataupun istri nya.
"Non Abel sudah makan?" tanya Bibik kepada Abel yang sedang menonton di ruang tamu.
"Tidak perlu repot-repot bik, aku bisa makan sendiri." ucap Abel.
"Saya sangat senang akhirnya Non menjadi istri Tuan muda. Semoga saja hubungan Non dengan Tuan muda langgeng dan selalu bahagia." ucap Bibik.
Abel tersenyum. "Oh iya Non. Besok saya mau cuti." ucap Bibik.
"Kenapa bik?" tanya Abel. "Saya mau berkunjung ke rumah keluarga saya yang ada di kampung. Saya juga sudah ijin kepada pak Handoko dan juga Tuan muda." ucap Bibik.
"Lalu aku dan kak Radit saja yang di sini?" tanya Abel.
"Saya Percaya Non bisa merawat tuan muda dengan baik. Ini juga waktu nya non belajar menjadi istri yang baik." ucap Bibik.
"Humm ya sudah deh bik, Lagian aku tidak bisa menahan Bibik.
Di malam hari nya...
Radit baru saja pulang jam delapan malam.
__ADS_1
"Kenapa Tuan sangat larut pulang nya?" tanya Bibik. Radit melihat jam.
"Sangat banyak pekerjaan Bik." ucap Radit.
"Abel kemana?" tanya Radit.
"Seperti nya ada di kamar Tuan."
"Tuan muda langsung mandi, saya akan membantu membawa tas dan jas Tuan."
Radit berjalan ke kamar dia melihat ke arah pintu kamar Abel.
Dia mau ke kamar Abel namun dia mengingat perjanjian itu akhirnya dia langsung masuk ke kamar nya.
Keesokan harinya Bibik sudah pergi tinggal Abel sendirian di rumah karena Radit juga sudah pergi bekerja.
"Huff di rumah sangat membosankan sekali." ucap Abel.
Dia melihat handphone nya yang benar-benar sudah lama tidak di hidup kan.
"Kenapa tiba-tiba aku teringat kepada Gaga sih?" ucap nya.
Di kantor Radit...
"Ada apa dengan bapak hari ini?" tanya Novi karena melihat Radit terlalu banyak diam, dia juga tidak fokus bekerja bahkan dia selalu memasang wajah dingin.
"Pak!" panggil Novi.
"Iyah kenapa?" tanya Radit.
"Apa Bapak memiliki masalah?" tanya Novi.. Radit menggeleng kan kepala nya.
"Pasti tentang Abel yah Pak?" ucap Novi. Radit terdiam.
"Bapak tidak pernah seperti ini sebelum nya, Apa yang Bapak pikirkan?" tanya Novi.
Sementara di luar Enjel sedang melamun memikirkan Abel.
"Humm bagaimana yah kabar Abel sekarang? Aku tidak sabar mendengar kan ceritanya malam pertama dengan pak direktur dan juga Setelah menikah bagaimana." ucap Abel dalam hati.
Setelah beberapa lama akhirnya Radit pulang tepat jam enam sore.
Tapi dia tidak langsung pulang karena kalau di rumah akan membuat pikiran nya sakit. Dia mengajak Aji dan Tomi nongkrong di tempat biasa.
"Seharusnya Setelah pulang bekerja seperti ini kamu harus pulang ke rumah, kasian istri mu menunggu." ucap Tomi.
"Sesekali bro, jangan karena menikah aku jadi tidak memiliki waktu dengan teman ku." ucap Radit.
"Kamu tidak perlu khawatir kan kami, kalau kami ingin bertemu dengan mu kami tinggal datang menemui loe." ucap Aji.
"Aku sudah lama tidak seperti ini bersama kalian."
__ADS_1