
Mereka tidak lupa memberikan hormat kepada orang tua Radit.
"Mamah sama Papah pulang saja, Kalian istirahat." ucap Radit kepada orang tua nya. Mereka mengangguk dan langsung pamit pulang.
"Ada apa pak? kenapa wajah bapak seperti ini?" tanya Novi.
"Abel sudah tau semua nya." ucap Radit.
"Tau tentang apa pak?" tanya Enjel Masih belum kefikiran sampai sana.
"Pernikahan saya dengan Tania." ucap Radit. Mereka berdua seketika langsung terdiam. Duduk Lemas diam seakan tidak berdaya.
"Lalu Abel masuk rumah sakit karena tentang ini? bagaimana dengan kandungan nya?"
"Abel hanya syok, kandungan nya juga lemah sehingga harus di rawat di rumah sakit." ucap Radit.
"Ya ampun...." ucap Enjel tidak bisa berkata-kata lagi.
Mila tidak sengaja melihat mereka di luar, dia lewat begitu saja.
"Mamah sama Papah pamit yah. Kamu jaga kakak kamu baik-baik." ucap orang tua Abel.
"Iyah mah."
Mereka pun pulang dari sana. Namun saat mereka keluar tidak sengaja berpapasan dengan Radit dan juga Novi.
"Mamah sama Papah sudah mau pulang?" tanya Radit.
Papah mertua nya mengangguk.
"Abel meminta kami untuk pulang dan sekarang Mila di sana." ucap Mertua nya.
"Mamah sama papah tidak perlu khawatir saya akan menjaga Abel." ucap Radit.
"Kami percaya kepada mu, namun kami mohon jangan paksa Abel untuk menerima semua nya atau jangan membahas itu terlebih dahulu." ucap mertua nya.
Radit mengangguk. Mereka berpamitan pulang.
"Seperti nya orang tua Abel melarang bapak bertemu dengan Abel." ucap Enjel. Radit mengangguk.
"Sebenarnya nya itu saran yang baik, hanya saja tidak mungkin pak Radit tidak melihat istri bapak." ucap Novi.
Mereka pun masuk ke dalam. Abel sedang berbicara dengan Mila namun melihat Radit datang bersama Novi dan Abel.
"Bagaimana keadaan kamu Abel?" tanya Radit.
__ADS_1
Abel tidak mau di sentuh oleh suami nya.
"Aku tidak ingin melihat kakak, pergi dari sini sebelum aku berteriak." ucap Abel.
"Abel..."
"Pergi dari sini kalau kakak masih ingin aku sehat." ucap Abel. Novi dan Enjel meminta Radit keluar.
"Tenang kan diri kamu dulu Abel.." ucap Enjel.
"Aku tidak ingin di ganggu, aku mohon kalian keluar dulu." ucap Abel.
"Kami akan menemani kamu di sini. kami tidak akan pergi, walaupun kamu mengusir kami" ucap Enjel.
"Aku sangat kecewa Enjel.. Novi.. aku berusaha untuk percaya sepenuhnya. Namum kak Radit menghianati aku." ucap Abel.
Abel menangis curhat kepada mereka.
Tiga hari di rumah sakit akhirnya Abel boleh pulang. Radit mau membantu mendorong kursi roda Abel namun Abel meminta Mila yang mendorong nya.
Radit hanya bisa diam dan pasrah.
"Aku akan kembali ke rumah orang tua ku." ucap Abel setelah sudah di dalam mobil.
"Abel jangan seperti ini, saya minta maaf. Saya akan segera mengurus surat perceraian dengan Tania." ucap Radit.
Radit melihat Mila yang duduk di belakang. Akhirnya dia memilih untuk mengalah dan berhenti berdebat.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Orang tua Abel dan orang tua Radit sudah menunggu mereka.
Mamah Radit mengantarkan Abel ke kamar.
"Mah sebaiknya mamah dan papah pulang dan istirahat." ucap Abel.
"Kami berdua tidak apa-apa, kami akan menunggu kamu sampai sembuh total." ucap mamah mertua nya.
"Mah aku minta maaf. Aku hanya mau bilang kalau aku ingin mengakhiri semua nya setelah anak ini lahir." ucap Abel.
Mamah mertua nya menghela nafas berat sekali. Dia duduk di pinggir kasur Memegang tangan Abel.
"Mamah tau kamu sangat kecewa nak, mungkin kalau mamah di posisi kamu mamah jauh akan sangat kecewa. Namun mamah sebagai orang tua ingin memberikan saran yang baik untuk kalian."
Abel menggeleng kan kepala nya. "Tidak bisa mah, aku sudah terlanjur kecewa."
"Ini kesalahan mamah dan papah juga..Kami minta maaf kepada kamu nak,. tapi mamah mohon jangan berpisah dengan Radit." ucap mertua nya.
__ADS_1
"Mah. perempuan mana yang kuat, yang bisa menerima suami nya sendiri menikahi perempuan lain tanpa sepengetahuan ku?" ucap Abel.
"Kamu dengar mamah dulu, kamu harus dengar penjelasan mamah."
"Apa lagi mah? berhenti membela kak Radit, percuma saja aku tidak akan pernah memaafkan dia."
"Tania adalah istri pertama Radit." ucap Mamah mertua nya membuat Abel terdiam dan menatap mamah nya.
Abel menggeleng kan kepala nya. "Tidak mungkin." ucap Abel.
"Mereka sudah menikah selama tiga tahun berpacaran 4 tahun. percaya atau tidak mamah bisa memberikan bukti nya kepada kamu." ucap mamah mertua nya.
Sekarang jantung Abel seperti di tusuk panah, badan nya sangat lemas mendengar itu.
"Mereka satu tahun yang lalu mereka sudah tidak cocok. Sudah cukup lama mereka tidak Cocok dan sama sekali tidak memiliki keturunan karena Tania tidak mau memiliki keturunan." ucap Mamah mertua nya.
"Bagaimana mungkin ini terjadi Mah? Kenapa aku tidak tau? kenapa orang tua ku tidak tau?"
"Pernikahan itu sengaja di sembunyikan hanya orang-orang tertentu yang tau. Radit masih menjadi tunangan kamu, namun karena pada saat itu dia jatuh cinta kepada Tania. akhirnya mereka menikah diam-diam tampa sepengetahuan orang tua kamu." ucap mamah mertua nya.
Abel masih seperti belum percaya.
"Karena Radit dan Tania sudah tidak Cocok, bahkan sudah satu tahun tidak bersama namun mereka masih sah menjadi suami istri. Akhirnya Radit bertemu dengan kamu.. Radit meminta ijin istri pertama nya untuk menikah lagi."
"Tania tidak ingin bercerai dari Radit itu sebab nya dia mau di madu. Namun semua nya berubah karena Tania ingin kembali seperti dulu lagi dengan Radit setelah Radit menikah dengan kamu." ucap Mamah mertua nya.
"Jadi aku lah yang merebut kak Radit dari Tania?" tanya Abel. mamah nya menggeleng kan kepala nya.
"Bukan nak, bukan."
"Kenapa mamah dan papah tidak bilang dari awal kepada ku? Kenapa?" ucap Abel.
"Ini kesalahan kami nak, kami minta maaf."
"Aku sangat bodoh.. Aku sangat jahat merebut suami orang lain." ucap Abel sambil menangis.
"Jangan menyalah kan diri seperti ini nak, kamu tidak seperti itu." ucap Mamah nya berusaha menenangkan Abel.
Abel menangis, dia tidak bisa menahan diri.
Tidak Beberapa lama akhirnya Radit masuk ke kamar.
"Kenapa mah?" tanya Radit. Abel menatap Radit.
Dia turun dari kasur dan mendorong Radit sekuat mungkin.
__ADS_1
Radit bingung. "Kakak sangat jahat! Kakak benar-benar jahat! Kakak membohongi aku selama satu tahun ini! Aku sangat membenci kakak."
"Abel.. aku mohon berhenti membahas ini, aku hanya mencintai kamu, aku dengan Tania sudah menjadi masa lalu." ucap Radit.