
Abel tersenyum. "Terimakasih yah kak " ucap Abel.
"Ya udah kalau begitu kakak lanjut kerja aja yah, aku juga mau makan setelah itu menidurkan Farel." ucap Abel.
"Kenapa sangat cepat? saya masih merindukan kamu." ucap Radit.
"Kita sudah berbicara hampir dua jam kak." ucap Abel.
"Huff tidak terasa, baiklah. sampai jumpa nanti malam." ucap Radit. "Iyah." ucap Abel.
"Oh iya kamu jangan lupa untuk mandi yang bersih yah. pakai baju yang bagus." ucap Radit.
Setelah itu panggilan langsung mati.
Radit lanjut kerja.
"Huff sangat aneh sekali dia meminta ku memakai baju yang bagus." ucap Abel.
"Ada apa non? Non mau apa?" tanya Bibik yang baru saja bangun.
"Ini loh bik, kak Radit meminta ku memakai baju yang bagus." ucap Abel.
"Mungkin Tuan mau ngajakin makan malam bersama." ucap Bibik.
"Humm bisa jadi sih bik, ya udah deh bik." ucap Abel.
"Loh Farel baru selesai makan non?"
"Iyah bik."
"Maaf yah non, saya ketiduran." ucap Bibik. "Tidak apa-apa kok Bik." ucap Abel.
Bibik sedikit tidak enak hati. "Ya udah kalau begitu Titip sebentar yah bik, kalau mau lanjut tidur juga gak apa-apa. Aku mau makan dulu." ucap Abel.
"Iyah Non."
Abel keluar dan langsung makan.
Setelah selesai makan Abel ke kamar.
"Bibik makan siang gih. Aku sudah masak makanan yang banyak, semoga enak dan Bibik suka yah." ucap Abel.
Bibik tersenyum. Bibik keluar dari kamar meninggalkan Abel.
Abel melihat Farel sudah mengantuk dan dia sangat rewel sekali.
"Tunggu sebentar yah nak, mamah buatin susu."
Farel minum susu dan setelah itu tidur di pelukan Abel.
Abel dan Farel tidur secara bersamaan. Sementara di tempat lain Radit masih Sibuk dengan pekerjaan nya.
walaupun sebenarnya dia sangat mengantuk karena tidak tidur semalaman. "Huff seperti nya aku harus meminta Enjel membuat kopi." ucap Radit.
"Enjel tolong buat kan saya Kopi."
Tidak beberapa lama datang namun yang datang bukan Enjel melainkan Novi.
__ADS_1
"Saya meminta Enjel yang membuat nya, kenapa kamu yang datang?" tanya Radit.
"Kebetulan saya mau ke sini juga pak."
"Oohh." Radit menyeruput kopi nya.
"Terimakasih. Kamu boleh lanjut kerja. Jangan lupa mengumpulkan semua data-data untuk meeting di luar kota besok." ucap Radit.
"Huff pak Radit selalu saja membahas pekerjaan, coba yang lain." batin Novi.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Novi. Radit tidak mengatakan apapun.
"Kopi satu gelas tidak ada efek nya." ucap Radit setelah kopi nya habis, dia masih mengantuk.
Dia meminta Enjel membuat nya. Kali ini Enjel sendiri yang datang mengantarkan kepada Radit.
"Bapak sudah minum dua gelas kopi, apa bapak baik-baik saja?" tanya Enjel.
"Iyah saya baik-baik saja." ucap Radit.
"Yakin? Kelihatan nya bapak sangat mengantuk sekali." ucap Enjel.
"Saya mengantuk karena kurang tidur tadi malam, Saya bergadang." ucap Radit.
"Tumben banget bapak bergadang." ucap Enjel. "Saya sering begadang, kamu tidak tau." ucap Radit.
"Huff bergadang bersama Abel yah pak?" tanya Enjel.
"Apa maksud kamu?"
"Tidak perlu berpura-pura tidak paham pak, walaupun saya belum menikah, tapi saya juga paham yang begituan." ucap Enjel.
Radit menghela nafas panjang. "Sabar Radit.. Sabar.. kamu sudah memperkerjakan dia selama bertahun-tahun, jangan kaget dengan sifat nya." ucap Radit kepada diri nya sendiri.
"Apa-apaan ini? Kenapa tiba-tiba ngantuk ku hilang?" ucap Radit. Emosi kepada Enjel membuat ngantuk nya hilang.
Tidak beberapa lama akhirnya pulang tepat jam enam sore.
Sampai di rumah dia di sambut oleh istri nya dan juga Farel.
"Farel sayang...." Ucap Radit langsung menggendong Farel yang berlari ke arah nya.
Sementara Abel menyalim tangan suami nya dan Radit mencium kening istrinya.
"Wangi banget sih kamu Farel, baru siap mandi yah?"
"Iyah kak, dia baru saja selesai mandi."
"Kok kamu belum mandi?" tanya Radit.
"Hummm"
"Sudah-sudah tidak apa-apa, kita mandi bareng." ucap Radit mengambil kesempatan besar.
Farel di titipkan kepada Bibik. Radit dan Abel mandi bersama di kamar mandi.
Radit selesai mandi dia langsung turun ke bawah mau main bersama Farel.
__ADS_1
Sementara Abel di kamar dia mencari baju yang bagus. "Aku harus cepat-cepat sebelum kak Radit bosan menunggu ku, aku juga tidak tau kemana dia membawa ku malam ini." ucap Abel.
Abel turun ke bawah dia melihat Radit dan Farel di ruang tamu.
"Sayang kamu mau kemana rapi seperti ini malam-malam." tanya Radit.
"Loh bukannya kakak yang meminta aku memakai baju bagus?" tanya Radit.
"Kapan?"
"Tadi siang kak, aku pikir kakak mau mengajak ku makan malam di luar." ucap Abel.
Radit menggeleng kan kepala nya.
"Maksud Saya dengan pakaian bagus adalah pakaian malam. Bukan pakaian seperti ini." ucap Radit.
Abel menghela nafas panjang. "Yahh padahal aku sudah mencari pakaian yang bagus, aku juga sudah dandan." ucap Abel.
"Ya udah kalau begitu kita keluar saja yah malam ini." ucap Abel. "Saya sangat lelah." ucap Radit.
"Aku sudah capek-capek dandan, masa jadi sia-sia." ucap Abel.
Karena kasian kepada istri nya akhirnya dia pun mau, dia juga mengajak Bibik dan Farel.
Mereka pasti sudah bosan di rumah saja.
Mereka makan malam di luar karena Abel dan Bibik tidak masak sama sekali.
Selesai makan Abel memerhatikan Radit banyak diam, beberapa kali menguap karena sudah sangat mengantuk sekali.
Akhirnya mereka pulang ke rumah. Dan benar saja sampai di rumah Radit masuk ke kamar dan tidur.
Abel dan Farel masuk ke kamar dia melihat Radit sudah telentang dengan suara ngorok nya.
Abel menghela nafas panjang. "Kelihatan nya Papah sangat lelah nak, kamu tidur saja yah." ucap Abel karena sudah jam sembilan malam.
Farel mengerti. Abel juga pasti kelelahan akhirnya Farel tidur di lengan Abel.
Di tempat lain orang tua Abel sedang menonton TV di ruang tamu. Mereka melihat Mila baru saja pulang.
"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang?" tanya papah nya.
"Aku habis kumpul sama teman pah."
"Ini sudah jam berapa?"
"Jam sembilan lewat pah."
"Papah berapa kali bilang sama kamu jangan pernah pulang di atas jam sembilan malam." ucap papah nya.
"Tapi Pah.."
"Jangan membantah! Papah tidak suka. Dan satu lagi dari mana kamu memiliki uang membeli Laptop baru?" tanya Papah nya.
"Kok Papah tau?"
"Papah melihat nya di ruang TV di atas." ucap papah nya.
__ADS_1
"Aduhhh kenapa aku lupa bawa ke kamar sih." batin Mila.