Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Sandiwara Liona


__ADS_3

" Silahkan masuk dulu Nak, Kita bicarakan di dalam saja." Ucap Mama Meri.


" Baik Tante." Sahut Liona.


Mama Meri berjalan menuju ruang tamu di ikuti Lio dari belakang. Di ruang tamu semuanya sedang berkumpul. Indra dan Kia duduk berdampingan di sofa depan Papa Anton, Sedangkan Andre duduk di sofa single menghadap pintu masuk sambil memainkan ponselnya.


" Ndre... Apa kamu mengenalnya?" Tanya Mama Meri. Andre memalingkan tatapannya dari ponselnya, Ia menatap gadis yang sedang berdiri di belakang Mama Meri dengan mata membola.


" Liona...." Pekik Andre.


" Kamu mengenalnya?" Selidik Mama Meri.


" Tidak.... Aku cuma pernah bertemu dengannya saja Ma." Sahut Andre.


" Tuh kan Tante.... Hiks...Hiks.... Mas Andre tidak mau mengakuiku.... Hiks..." Isak Liona.


" Mas Andre jahat." Teriak Liona.


Semua orang yang ada di sana menatap ke arah Andre.


" Dia bahkan pura pura tidak mengenalku Tante... Hiks.. Lalu apa yang ia perbuat kepadaku? Mas Andre mau lari dari tanggung jawabnya.." Isak Liona, Tentunya hanya pura pura saja.


" Andre Mama tidak mengajarimu untuk menjadi pria jahat dan bejat yang tidak bertanggung jawab Ndre, Mama kecewa padamu." Tegas Mama Meri.


" Apa maksud Mama?" Tanya Andre mengerutkan keningnya.


" Kamu menghamili anak orang tanpa mau tanggung jawab kepadanya." Bentak Mama Meri.


" Hahhhhh????." Ucap semua orang melongo.


" Andre apa yang kamu lakukan hah? Kamu membuat malu keluarga saja." Bentak Indra.


" Sabar Mas." Ujar Kia mengelus punggung Indra.


" Apa maksud kalian? Aku tidak mengerti sama sekali." Ucap Andre menatap bingung kepada semua orang.


" Liona... Coba jelaskan semuanya sayang." Ujar Mama Meri.


Liona menatap ke arah semua orang, Ia menundukkan kepalanya.


" Aku hamil anak Mas Andre, Tapi dia tidak mau bertanggung jawab padaku, Dia membohongiku, Aku akan melaporkannya dan menyeretnya ke pengadilan, Kebetulan Papa saya seorang polisi." Ucap Liona melirik Andre.


" Liona." Bentak Andre menghampirinya.


" Jangan mengada ada kamu, Jangankan membuatmu hamil, Kenal saja tidak, Aku akan balik melaporkanmuatas tuduhan pencemaran nama baik ." Ucap Andre.


" Huaaaaaa Tanteeeeeee." Tangis Liona. Walau sebenarnya hatinya begitu ketakutan tapi sudah kepalang tanggung, Mau mundur juga sudah terlambat, Ia harus mensukseskan rencananya dari pada harus menikah dengan Roland.


" Kalian jangan percaya sama dia, Aku tidak mengenalnya, Dia hanya seseorang yang pernah memerasku... Ndra kamu ingat wanita yang minta ganti rugi lima puluh juta kan? Ini dia wanita itu... Sekarang dia pasti punya rencana untuk memerasku lagi, Hah trik lama." Ucap Andre.


" Lima puluh juta????" Tanya Mama Meri.


" Iya Ma, Lima puluh juta, Ternyata yang dia pakai bukan mobilnya, Uang itu dia gunakan untuk membeli motor balap, Dasar tukang peras, Ini namanya penipuan." Sahut Andre.

__ADS_1


" Heh perempuan penipu, Kamu butuh uang berapa? Aku akan memberinya asalkan jangan pernah menganggu hidupku lagi." Ucap Andre menatap tajam ke arah Liona.


" Aku hanya butuh tanggung jawabmu Mas, Aku memang mendapat transferan darimu tapi kalian salah... Dia mentransfer uang itu untukku karena Mas Andre menyuruhku untuk menggugurkan kandunganku." Sahut Liona dengan berani. Liona meneteskan air mata palsunya membuat semua orang iba melihatnya.


" Andre.... Mama tidak menyangka kamu begitu hina melakukan semua itu Nak..... Sekarang kamu harus bertanggung jawab padanya." Ujar Mama Meri.


" Aku tidak mau." Sahut Andre.


" Kamu harus bertanggung jawab Mas." Ucap Liona.


" Tanggung jawab untuk apa hah? Siapa yang menghamilimu? Minta pertanggung jawaban dengannya... Ah aku tahu... Kamu pasti wanita murahan yang rela menjual tubuhmu demi uang, Lalu sekarang kamu hamil tidak tahu siapa ayahnya... Kamu mau menjebakku? Sorry tidak akan bisa." Sinis Andre.


Liona maju lebih mendekat ke arah Andre dan...


Plakkkkkk


Tamparan keras mendarat pada pipi Andre. Semua orang yang ada di sana melongo. Liona menatap tajam ke arah Andre.


" Jangan pernah menghinaku sebagai wanita murahan, Karena aku hanya melakukannya denganmu saja Andre." Teriak Liona.


" Dasar kau wanita gila." Bentak Andre.


" Andre... Andre... Sudah Nak... Kita bisa bicarakan semuanya dengan baik baik." Ujar Papa Anton angkat bicara.


" Tidak bisa Pa aku tidak mengenalnya kecuali saat aku menabrak mobilnya, Dia begitu karena dia akan di jodohkan dengan anak teman Papanya, Dia sengaja menjebakku." Ceplos Andre.


" Itu kamu tahu, Tadi bilangnya kamu tidak mengenalnya." Sahut Mama Meri.


Liona tersenyum smirk penuh kemenangan.


" Buktikan kalau kita punya hubungan dan saat ini kamu sedang hamil." Ucap Andre.


Liona mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Mama Meri, Mama Meri membuka amplop yang di berikan oleh Lio.


" Kau menantang orang yang salah Tuan Andre..." Batin Liona.


Deg.....


" Kamu masih mau mengelak?" Tanya Mama Meri menatap tajam ke arah Andre.


Andre merebut kertas dan benda kecil di tangan Mama Meri. Mata Andre membulat sempurna.


" Bagaimana bisa kamu mendapat bukti palsu seperti ini hah?" Tanya Andre mencengkram bahu Liona.


" Bang jangan kasar." Ucap Kia menghampiri Andre.


" Dia menjebakku dengan sempurna Ki... Lihat tespack dan foto foto ini, Ini foto hasil editan Ki, Aku tidak pernah mengantar dia untuk periksa kandungan." Jelas Andre.


" Tapi bukti ini memberatkan tuduhannya ke padamu Bang." Sahut Kia.


" Kau juga tidak mempercayaiku?" Tanya Andre menangkup wajah Kia.


" Aku tidak percaya ini.... Bahkan orang yang sangat aku cintai tidak mempercayaiku, Kau tahu aku dengan baik Ki, Kau pandai menilai orang hanya dengan gerak geriknya saja kan." Ujar Andre.

__ADS_1


" Apa maksudmu masih mencintai istriku hah?" Bentak Indra menepis tangan Andre.


" Perlu kalian semua tahu...... Bagaimana aku bisa menjalin hubungan dengan wanita lain apalagi sampai membuatnya hamil jika di dalam hatiku hanya tertulis nama satu wanita saja...." Ujar Andre. Liona menatap ke arah Andre, Ia ingin tahu wanita seperti apa yang mampu meluluhkan pria seperti Andre.


" Apa maksudmu Andre?" Selidik Mama Meri karena memang Mama Meri belum mengetahui soal perasaan Andre.


" Aku hanya mencintai satu wanita saja dalam hidupku Ma." Ucap Andre.


" Siapa dia?" Tanya Mama.


" Zaskia Azzahra Permana." Sahut Andre.


" Apa?" Pekik Mama menutup mulutnya dengan kedua tangannya, Sedangkan Indra mengepalkan tangannya. Kia memejamkan matanya, Sepertinya akan ada perang dunia ke dua atau bahkan ke tiga.


" Siapa Zaskia Azzahra?" Tanya Liona.


Andre menyeret Kia menghadap Liona.


" Ini..... Ini dia Zaskia Azzahra... Wanita yang aku cintai, Wanita cerdas, Karier cemerlang, Setia, Penyayang, Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat keluarga, Dan punya harga diri yang sangat tinggi." Ujar Andre merangkul Kia membuat darah Indra mendidih tali Ia menahan amarahnya.


"Tidak sepertimu.... Wanita berkelas rendah, Penipu, Pemeras, Tidak punya harga diri, Bahkan kau menjatuhkan kehormatan keluargamu di depan keluarga terpandang seperti keluargaku, Sekarang pergilah! Hentikan semua sandiwaramu di sini, Aku masih berbaik hati untuk memaafkanmu......" Ujar Andre menatap Liona.


" Kau mencintai istri dari saudara kembarmu sendiri?" Tanya Lio tidak percaya.


" Siapa yang tidak mencintai wanita sepertinya, Bahkan Papaku sendiri jika masih muda pasti akan mencintainya." Sahut Andre.


Liona sangat malu sekali telah di permalukan oleh Andre, Ia membalikkan badannya lalu berlari meninggalkan rumah Indra.


" Andre... Apa yang tadi kamu ucapkan adalah kebenaran sayang? Apa kamu benar benar mencintai Kia Nak?" Tanya Mama Meri setelah kepergian Liona.


" Dulu Ma... Sekarang aku sedang belajar move on darinya." Sahut Andre.


" Awas aja kalau kamu berani merebut Kia dariku aku akan menghajarmu." Ucap Indra.


" Tenang Brooo aku lagi berusaha move on, Udah hampir berhasil kok." Sahut Andre.


" Jangan sampai hubungan persaudaraan kalian terpecah hanya karena perasaanmu terhadap iparmu Ndre." Ucap Mama Meri.


" Siap Ma." Sahut Andre.


" Jadi tuduhan Liona tadi itu tidak benar?" Selidik Papa Anton.


" Tidak Pa... Kalau Papa tidak percaya Papa bisa tanyakan pada Alex, Dia tahu semua kebenarannya saat kami bertemu di Cafe." Sahut Andre.


" Hah syukurlah." Ujar Mama Meri lega.


Liona melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi bahkan terkesan ugal ugalan. Ia merasa sangat marah dan kesal dengan kegagalannya. Liona menerobos lampu merah hingga sebuah truk melaju dari arah kiri jalan....


Aaaaaaaaaaaaaa


Braaakkkkkkkkk


**TBC.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentnya.... . Hri ini sedikit dulu ya.... Kalau berkenan kasih hadiah donk buat Author biar semakin semangat... Makasih..


Miss U All**


__ADS_2