Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Setelah menyelesaikan keonaran yang di buat Rania kini Kia dan Indra pulang kerumah. Kia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sedangkan Indra duduk di kursi sebelahnya sambil terus melendhot kepada Kia.


" Mas... Aku masih nyetir jangan gini donk kepalanya berat." Ucap Kia.


" Kamu nggak mau deket deket sama aku." Indra meluruskan duduknya menatap ke arah Kia.


" Bukan gitu Mas aku kan masih nyetir ntar kalau ada apa apa gimana." Ujar Kia menoleh ke arah Indra.


" Bohong.. Pasti kamu lebih nyaman kan di peluk sama Dimas dari pada aku." Cebik Indra mengerucutkan bibirnya.


" Tuh kan childishnya kumat lagi bikin males deh, Kalau kamu ngambek lagi aku tinggal kabur, Mau." Ancam Kia dengan nada kesal.


" Jangan donk Iya maaf Say, Aku cuma kangen aja sama kamu udah berapa minggu juga kita nggak ketemu jadi penginnya deket terus sama kamu." Jawab Indra sambil memanyunkan bibirnya.


"Baru juga satu minggu Mas dulu aja sampai bertahun tahun nunggu aku nggak kangen tuh, Kua kuat aja kan." Canda Kia.


" Ya bedalah Say sekarang kamu dah jadi milik aku, Makanya aku nggak bisa nahan rindu lama lama sama kamu." Sahut Indra.


" OK OK baiklah aku memang hanya milikmu... Puas." Ucap Kia masih terus fokus ke depan melihat jalanan.


" Sampai rumah kamu harus mandi dulu gosok seluruh badan kamu, Aku nggak mau masih ada jejak pria itu di badanmu." Ketus Indra.


" Situ nggak liat aku pakai baju Mas, Jejaknya cuma di baju doanklah nggak sampai ke badan." Ujar Kia.


" Nggak mau tahu." Cebik Indra.


" Ya ya baiklah nanti aku akan menggosok seluruh badanku sampai lecet kalau perlu." Sahut Kia.


" Jangan donk Say ntar sakit gimana." Tanya Indra.

__ADS_1


" Bodo' amat." Kia menghela nafasnya, Ia harus selalu mengeluarkan jurus super sabarnya jika menyangkut keposesifan Indra.


Sesampainya di rumah Kia segera menuju kamarnya untuk melaksanakan titah dari suaminya.


" Heh Kalau tinggal di jawa aku yakin Mas Indra akan menyuruhku mandi tujuh sumur dengan kembang tujuh rupa." Monolog Kia.


Indra yang baru masuk ke dalam rumah berpapasan dengan Mama di tangga.


" Udah pulang Ndra, Gimana hasilnya." Tanya Mama.


" Ya hasilnya aku kalah tender Ma tepatnya mengalah." Jawab Indra.


" Mengalah darimana ya kamu tetap kalah lah, emang kamu mau menawar lebih dari 10T." Tanya Mama.


" Ya enggak lah Ma, Hanya orang bodoh seperti Dimas yang mau menawarkan dengan harga segitu." Ucap Indra dengan senyum senyum bahagia.


" Eh Dimas juga nggak bodoh lho, Itu semua karna dia di bodohi sama istri kamu, Oh ya mana menantu Mama udah kamu bawa pulang atau kamu tinggal di tempat Dimas." Selidik Mama.


Indra melanjutkan langkahnya menuju kamar. Saat Ia membuka pintu kamar matanya melebar melihat Kia yang baru saja keluar kamar mandi hanya memakai bathrobe saja dengan rambut di gelung ke atas menampilkan leher putihnya. Indra segera menghampirinya, Indra menuntun Kia untuk duduk di tepi ranjang.


" Sayang aku kangen mau ya.." Tanya Indra menatap Kia dengan penuh cinta.


" Mau apa." Goda Kia.


" Mau yang enak enak." Jawab Indra.


" Aku juga mau... " Sahut Kia. Hati Indra merasa senang tiada terkira.


"Bakso kuah panas dengan sambal extra pedas, Pasti sangat enak." Sambung Kia sambil membayangkannya. Mata Indra yang tadi berbinar menjadi sayu seketika. Tubuhnya terasa lemas seperti baru terhempas di lautan.

__ADS_1


" Ayo Mas kita beli." Ajak Kia.


" Nggak mau sana beli sendiri." Ketus Indra.


Indra bangkit dari duduknya, Sebelum Indra melangkah Kia menarik tangan Indra hingga Indra terjengkang di atas ranjang. Kia segera menindih tubuh Indra di bawahnya.


" Mau kemana hm.. Katanya mau yang enak enak kok palah mau kabur." Tanya Kia sambil memainkan jarinya pada pipi Indra.


" Say... kamu nakal ih." Gemas Indra.


" Nakal sama suami sendiri kan nggak masalah, Bukannya kamu senang." Kia mencium pipi Indra.


Indra menahan tengkuk Kia, Ia mencium bibir Kia, Mencecapnya dengan lembut. Kia memejamkan matanya. Ia menikmati sensasi manis yang di berikan oleh suaminya. Indra mengekspos mulut Kia. Mereka saling membelitkan lidah. Setelah keduanya sama sama kehabisan nafas, Indra melepas pagutannya.


" Say coba kamu yang mimpin, Aku mau menjadi penikmat s*s* saja." Ucap Indra melirik ke arah dada Kia.


" Baiklah hari ini spesial for you." Ujar Kia.


Kia mulai mencium bibir Indra, Lalu turun ke leher. Ia membuat stempel merah di sana. Indra memejamkan mata menikmati sensasi luar biasa. Entah siapa yang melakukannya, kini mereka sama sama sudah tidak mengenakan sehelai benangpun. Kia memulai aksinya. Suara d*c*p*n dan d*s*h*n keduanya saling bersahutan memenuhi ruangan. Setelah beberapa lama Kia menyudahi permainannya, Kini giliran Indra yang beraksi. Mereka benar benar menghabiskan waktu berdua sore ini.


Sedangkan di belahan bumi yang lain, Seorang wanita sedang menjadi pemuas n*fs* seorang pria hidung belang. Wanita itu tak lain adalah Lia. Setelah bertemu dengan Leo, Lia ikut tinggal bersamanya. Lia membuat Leo jatuh hati padanya hingga berniat menikahinya. Lia begitu bahagia akhirnya anak dalam kandungannya akan segera mempunyai seorang ayah. Tapi naas, Lia mengalami morning sicknes yang hebat, Ia selalu mutah dan tidak bisa makan sedikitpun. Hal itu membuat Leo curiga, Dan Ia membawa Lia ke Rumah Sakit. Betapa hancur hatinya mendengar kenyataan jika Lia sedang mengandung. Ia begitu murka, Sampai di rumah Leo menghajar Lia habis habisan di atas ranjang tanpa ampun. Setiap hari Leo melakukannya dengan kasar, Hingga beberapa waktu lalu Lia mengalami keguguran. Hingga saat ini Leo selalu menjajakan Lia untuk pria pria kesepian. Hidup Lia hancur, Ia sudah tidak punya siapa siapa lagi yang mendukungnya.


Setelah selesai dengan kegiatannya, Pria itu meninggalkan sejumlah uang sebagai upah untuk Lia. Seperti biasa semua pria akan langsung pergi meninggalkannya.


" Hiks...hiks... Kia... Maafkan aku... Tolong bantu aku keluar dari jeratan kejam ini, Aku menyesal telah menyianyiakan sahabat seperti dirimu, Kia.. semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi, Walau sebenarnya aku malu, Tapi aku yakin kamu pasti mau membantuku hatimu begitu lembut dan baik kepada semua orang." Isak Lia yang duduk di atas ranjang dengan menekuk kedua kakinya. Ia tundukkan kepalanya di atas lututnya. Ia menyesali apa yang Ia lakukan kepada sahabatnya hingga Ia harus berakhir di sini.


**TBC....


Sesuai janji author dengan salah satu di antara kalian, Hari ini Author akan double up ya, tapi yang satu bab nanti sore ... authornya mau ngadem dulu... Miss U All makasih atas doa dan dukungannya.

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukung karya author yang lainnya ya.. Klik profile author lalu pilih karya, Baca dan jangan lupa like komentnya di tunggu di sana. Sudah ada lho readers yang langsung mampir kesana**....


__ADS_2