
Ceklek....
Andre membuka pintu kamar Lio, Lalu ia masuk ke dalam. Deg.... Jantungnya berdetak dengan kencang, Matanya terpana melihat pemandangan di depannya, Ia menatap Lio yang baru saja keluar kamar mandi hanya memakai handuk saja yang memperlihatkan bahu dan paha mulusnya.
Glek...
Andre menelan kasar salivanya. Ada sesuatu yang tegak tapi bukan keadilan, Ada yang mengeras tapi bukan besi, Ada yang sesak tapi bukan nafas, Tubuh Andre rasanya jadi panas dingin.... Melihat Andre berdiri di sana, Lio tersenyum menyeringai, Ia berjalan santai menuju almari mengambil baju gantinya tanpa menghiraukan Andre yang sedang panas dingin, Ia bahkan dengan sengaja memakai pakaiannya di depan Andre. Ia mulai memakai dalam*nnya, Lalu Ia memakai dressnya. Mata Andre membulat sempurna menatap Lio yang bersikap nekat.
" Rasain kamu Mas pengin pengin dah tuh si otong." Batin Lio.
Tanpa sadar Andre menghampiri Lio yang sudah lengkap memekai bajunya. Ia menangkup wajah Lio dengan kedua tangannya. Tiba tiba...
Cup....
Andre mencium bibir Lio, Ia menggigit pelan bibir bawah Lio membuat Lio membuka sedikit mulutnya, Andre menyusupkan lidahnya mengekspos setiap inchinya. Ia me***** lembut bibir Lio. Lio terlena dengan sensasi yang Andre berikan Ini adalah ciuman pertamanya. Setelah di rasa keduanya kehabisan nafas, Andre melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Lio dengan jempolnya. Ia menatap Lio yang sedang menatapnya juga.
" First Kiss gueeee." Gumam Lio menyentuh bibirnya.
" Ah maaf.... Lupakan tentang apa yang terjadi barusan." Ucap Andre tenang.
" Apa???? Aku harus melupakan ciuman pertamaku? Yang benar saja, Kau telah mencurinya." Kesal Lio.
" Ciuman itu tidak berarti apa apa untukku." Ujar Andre.
Deg..... Hati Lio mencelos mendengar ucapan Andre. Bagaimana bisa Andre tega mengucapkan kalimat itu setelah Ia menikmati bibir Lio. Lio berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Brak....
Lio menutup pintunya dengan kasar. Di dalam kamar mandi Lio menggosok bibirnya hingga merah. Bahkan sepertinya sedikit lecet.
" Kau tega Mas... Jika ciuman ini tidak berarti apa apa kenapa kamu melakukannya? Aku akan membuatmu mengemis cinta padaku setelah itu aku akan meninggalkanmu, Kamu harus membayar mahal atas penghinaan ini." Geram Lio.
Lio keluar kamar dimana Andre sudah tidak ada di sana. Lio mengambil slimbagnya dan menyeret kopernya, Lalu Ia keluar menuju meja makan. Ia sarapan roti tawar beserta segelas susu, Ia tidak masak karena hari ini Ia terburu buru. Ia harus keluar kota menghadiri seminar Bidan Bidan Sejabotabek.
" Kamu nggak masak?" Tanya Andre menghampiri Lio yang sedang menggigit rotinya, Lio meliriknya dengan malas.
" Aku buru buru, Oh ya hari ini aku ada seminar di luar kota mungkin tiga sampai empat hari aku di sana, Jadi kamu harus mempersiapkan apa apa sendiri, Tapi aku yakin kamu pasti senang karena bebas dari diriku, Aku berangkat." Ucap Lio menyalami Andre.
" Assalamu'alaikum." Tanpa menunggu sahutan dari Andre Lio segera berjalan keluar menuju mobilnya.
Andre menatap kepergian Lio dengan perasaan gamang, Apalagi saat melihat Lio menyeret kopernya. Hatinya terasa kosong, Seperti ada yang hilang dalam dirinya.
" Ada apa dengan hatiku? Kenapa aku merasa berat di tinggalkan olehnya." Gumam Andre.
Lio melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Tujuannya saat ini adalah puncak di kota B. Sesampainya di sana, Ia segera memasuki villa tempat acara. Para teman teman serelasinya sudah sampai di kamar masing masing.
" Lio." Panggil Oca.
" Hai... Udah dari tadi?" Tanya Lio menghampiri Oca.
Oca adalah teman Lio sejak kecil, Ada teman satu lagi yaitu Choki. Choki menjadi seorang Dokter umum di puskesmas tempat Lio bekerja. Mereka sering ketemu dan hang out bareng. Oca dan Choki juga temen touring Lio. Mereka sama sama suka berkendara dengan motornya.
" Kita satu kamar Li, Kamar paling ujung dekat pintu belakang." Ujar Oca.
" Syukurlah setidaknya tidak akan terlalu bising jika di sana." Sahut Lio sambil berjalan menuju kamar mereka.
" Kau tahu siapa yang akan menjadi narasumber seminar kali ini?" Tanya Oca.
" Ya tidak tahulah Bidan Oca, Nggak kenal juga." Sahut Lio.
" Kamu nggak baca undangannya?" Selidik Oca.
" Cuma aku baca jam dan harinya aja." Sahut Lio enteng.
__ADS_1
" Oh ya ampun Lio.... Kamu itu kebiasaan deh, Kali ini yang akan menjadi narasumber adalah Doktor Andreas Fahlevi, Dokter senior paling ganteng sejagat raya." Pekik Oca heboh sendiri.
" Heboh amat.... Gue nggak peduli lah ya.... Yang penting gue ikutin terus dapat nilai baik udah gitu pulang, Eh belum ding.. Gue mau jalan jalan dulu menikmati indahnya dunia." Sahut Lio mulai dengan elo gue.
" Ya ya terserah apa kata Lo lah." Ujar Oca.
Mereka masuk ke dalam kamar yang akan di huni mereka selama sehari saja, Ya seminarnya cuma sehari kalau yang dua hari mau Lio gunakan buat seneng seneng ha ha.
" Hah.... Sejuknya udara di sini, Nggak bikin ngap, Jadi pengin pindah ke sini." Ucap Lio merebahkan tubuhnya di kasur.
" Ya udah Lo pindah aja, Gitu aja kok repot." Ujar Oca.
" Males ah... Entar gue jadi batu di sini, Dingin Sist." Sahut Lio.
" Ya udah siap siap gih acaranya di mulai jam sebelas." Ujar Oca.
" Nunggu bentar lagi, Gue masih capek." Sahut Lio memejamkan matanya. Oca menghela nafasnya pelan.
Waktu berlalu tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sebelas kurang lima menit, Lio masih setia memejamkan matanya. Oca terpaksa meninggalkannya karena sedari tadi Lio sudah di bangunin, Dari pada terlambat lebih baik Oca pergi ke ruang seminar duluan.
Lio mengerjapkan matanya, Ia menatap jam pada dinding.
" Ya ampun gue kesiangan." Pekik Lio.
Lio segera mencuci mukanya lalu memakai baju dinasnya. Ia segera berlari menuju ruang seminar dengan nafas tersengal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di tempat lain, Andre sedang uring uringan karena pekerjaannya tidak ada yang beres, Perhitungannya salah semua. Ia tidak konsen karena pikirannya hanya di penuhi oleh Lio Lio dan Lio. Andre mengacak rambutnya frustasi. Andre membuka ponselnya menimbang nimbang apakah Ia akan menelepon Lio atau tidak. Ia ingin menelepon tapi Ia juga gengsi.
" Telepon nggak ya???? Ah kalau aku telepon duluan entar dianya GR, Tapi kalau nggak telepon akunya kepikiran terus, Ah nanti aja deh." Monolog Andre.
Andre membuka postingan status, Saat Ia melihat postingan foto Lio yang di rangkul oleh seorang pria tampan, Hati Andre bergemuruh, Di dalam foto itu mereka berdua nampak serasi. Sepertinya pria yang ada di foto itu seorang Dokter muda. Andre mengepalkan tangannya.
" Eh sebentar.... Apa ini hastagenya, #Doain Ya# Apa maksudnya? Apa mereka menjalin hubungan? Sialan... Dia berani membodohiku? Akan gue balas Liona...." Ucap Andre dengan geram.
Andre segera keluar ruangan, Ia mengedarkan pandangannya sampai tak jauh dari sana Ia melihat OG yang sedang menyapu lantai.
" Hei kamu.." Ucap Andre menghampirinya. OG itu lumayan cantik, Tubuh tinggi, Kulit putih, Yah lumayan lah untuk seukuran OG sepertinya.
" Saya Pak?" Ucap OG menunjuk dirinya sendiri.
" Iya sini.... Mari kita foto." Ucap Andre.
" Hahhhh?" OG yang bernama Indah itupun melongo.
" Buruan sini foto sama saya, Saya mau beri kejutan kepada istri saya." Ujar Andre.
" Nggak mau Pak, Nanti saya di labrak sama istri bapak lagi." Ucap Indah.
" Nggak akan berani dianya, Udah sini jangan banyak protes nanti aku pecat tahu rasa kamu." Ujar Andre.
Akhirnya Indah pun mau di ajak foto bareng dengan Andre. Andre marangkul mesra tubuh ramping Indah. Ia segera menguploadnya di status WAnya. Ia beri hastage # Istri idaman#
Ting... Notif pesan masuk berbunyi. Andre segera membukanya.
📲Liona
Amien... Semoga terlaksana... Dan selalu bahagia Mazkuhhh
" Hah???" Gumam Andre.
" Dia tidak marah? Dia justru mengamininya? Istri macam apa dia ini? Ya Tuhan ada apa dengan hatiku sebenarnya? Saat melihat dia bersama pria lain aku tidak terima, Saat dia tidak peduli denganku aku kecewa, Apa aku jatuh cinta padanya? Hati oh hati, Kenapa kau sulit di mengerti?" Monolog Andre.
__ADS_1
Andre duduk bersandar pada kursinya dengan memejamkan matanya. Ia mencoba merenungi tentang perasaannya.
Ceklek....
Seseorang membuka pintu. Terdengar langkah kaki mendekatinya.
" Lo kenapa Ndre?" Tanya Indra.
" Nggak pa pa, Oh ya gue butuh bantuan Lo, Laporan yang dari tadi gue buat kacau semua." Ucap Andre.
" Kacau gimana?" Tanya Indra.
" Semua beda beda hasilnya." Sahut Andre.
" Lo nggak konsen kerjainnya kali, Kenapa? Lagi mikirin Lio? Pastikan perasaanmu padanya, Jangan sampai kau menyesal setelah kehilangannya, Gue pernah rasain semua itu Ndre, Gue nggak mau Lo ngerasain apa yang pernah gue rasain sebelumnya, Jika cinta katakan cinta, Jika tidak segera lepas dirinya dan segera carilah kebahagiaan." Ujar Indra.
" Perasaan ini beda seperti apa yang gue rasain pada Kia dulu, Dulu pada Kia gue langsung bisa merasakan dan menilai jika Gue mencintainya, Tapi dengan Lio, Gue sulit nilai perasaan gue sendiri Ndra." Jelas Andre.
" Apa Bang Andre merasa takut kehilangannya?" Tanya Kia tiba tiba berada di belakang Indra.
" Sayang." Ucap Indra merangkul sambil mencium pipi Kia.
" Gimana Bang? Apa kamu takut kehilangannya?" Tanya Kia.
" iya." Sahut Andre.
" Sekarang kau merindukannya?" Kia bertanya lagi.
" Iya." Sahut Andre.
" Kau cemburu dia bersama pria lain?" Tanya Kia.
" Iya... Aku marah saat aku melihat dia dekat dengan pria lain." Sahut Indra.
" Itu artinya kau mencintainya Bang, Segera ungkapkan perasaanmu sebelum terlambat, Karena wanita butuh kepastian bukan kepalsuan, Wanita butuh pengakuan bukan pengajuan, Wanita butuh Cinta bukan harta, Dan wanita........
" Butuh bukti bukan janji." Indra memotong ucapan Kia.
" Masss kamu memotongnya." Ucap Kia.
" Maaf sayang, Aku cuma membantumu bicara biar nggak capek." Ucap Indra merangkul pundak Kia.
" Tapi kau benar benar mengerti isi hatiku." Ujar Kia.
" Tentu sayang." Sahut Indra mencium pipi Kia.
" Kalian membuatku iri saja." Cebik Andre.
" Segera ungkapkan perasaanmu maka kau akan sama sama bahagianya dengan kami." Ujar Indra.
" Baiklah aku akan segera mengungkapkannya, Beri aku waktu." Ucap Andre.
" Jangan lama lama." Ucap Kia.
" Siappp." Sahut Andre.
To Be Continue....
*Jangan lupa like koment dan votenya ya... Jika berkenan beri author mawar yang banyak..
Makasih atas suport yang para readers berikan.. Miss U All...
Mampir juga ke karya author yang lain ya*...
__ADS_1