Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
End


__ADS_3

Dua tahun kemudian


Hari ini pesta ulang tahun Bray dan Bry yang ke dua. Semua anggota besar keluarga permana berkumpul di kediaman Indra yang sudah di sulap menjadi tempat pesta oleh pihak EO yang di sewa Indra dan Kia.


Mama Meri bersama Papa Anton, Cindi bersama Rey serta Arsya, Om Rudi bersama tante Laras dan Papa Miko bersama Mama Ria.


Andre dan Lio di karuniai seorang Putri yang sudah berusia satu tahun bernama Anli Zahwa Permana. Mereka juga berada di sana dengan membawa kado besar untuk kedua putranya.


Dimas dan Anggun datang dengan membawa putra mereka bernama Anggara Bastian yang berusia satu setengah tahun.


Dan tak lupa Lia sahabat Kia juga datang bersama David suaminya dan seorang babby mungil bernama Lida Arrora yang baru berusia enam bulan.


Mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu bersama anak anak dari tetangga sekitar rumah Kia. Suasana rumah Indra menjadi ramai sekali mengalahkan area time zone anak.


Ada empat badut yang siap memeriahkan acara mereka, Banyak permainan dan doorprize di sana. Indra segera memulai acaranya.


" Terima kasih buat teman teman yang sudah datang, Dan terima kasih buat anak anak teman Bray dan Bry, Di kesempatan hari ini kita akan merayakan ulang tahun Brayen dan Bryan yang ke dua, Mohon doa untuk keselamatan, Kesehatan serta ilmu yang bermanfaat untuk mereka berdua, Menjadi anak anak solehah yang berguna bagi nusa dan bangsa." Ucap Indra yang di amini oleh para tamu yang hadir.


" Hari sudah mulai malam untuk itu mari kita lanjutkan acaranya dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk kedua teman kita Bray dam Bry." Ujar MC.


Semua tamu undangan bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun. Setelah selesai Bray dan Bry memotong kue ulang tahun di bantu Indra dan Kia. Acara di lanjut permainan dan pembagian doorprice untuk teman teman mereka. Hingga acara terakhir makan makan.


Kia dan Indra juga menyiapkan tentengan yang siap di bawa pulang oleh teman teman Bray dan Bry.


" Selamat ulang tahun sayang, Semoga panjang umur dan sehat selalu." Ucap Mama Meri mencium pipi Bray dan Bry bergantian.

__ADS_1


" Makacih Oma." Sahut keduanya bersamaan.


" Sama sama sayang, Kadonya udah Oma taruh di sana ya." Sahut Mama Meri.


" Iya Oma." Sahut Bray.


Bray dan Bry kembali berjalan menghampiri teman teman mereka. Keduanya terlihat begitu lucu dam menggemaskan.


" Li babbymu cantik banget." Ucap Kia kepada Lia.


" Makasih Ki, Waktu aku hamil aku memang selalu berdoa jika anakku cewek aku mau yang cantik sepertimu." Sahut Lia.


" Kau ini bisa aja, Ya nggak mungkinlah mirip diriku yang ada itu perpaduan kamu sama David." Ujar Lia.


" Si kembar udah gedhe Ki, Kapan mau di kasih adik?" Tanya Cindi.


" Doakan saja semoga segera hadir penerus keluarga Permana selanjutnya." Sahut Indra.


" Apa sih Mas, Mereka aja masih kecil besok besok deh nunggu mereka sekolah dasar dulu kali ya." Ujar Kia.


" Kelamaan Yank keburu tua entar akunya." Sahut Indra.


" Ya nggak tualah Ndra orang kita seumuran semua kok." Ucap Rey.


" Ah iya ya." Sahut Indra.

__ADS_1


" Lihat yang punya anak siapa yang momong siapa?" Ucap Dimas menunjuk ke arah Andre yang sedang mengikuti Bray dan Bry bermain.


" Ha ha ha itu lah yang di namakan Papa siaga." Sahut Rey.


" Lo pikir gue nggak siaga? Gue siaga banget malah." Ujar Indra.


" Iya siaga....


" SIAGA JAGAIN KIA." Ucap Rey, Dimas, David secara bersamaan.


" Ha ha ha ha ha." Semua orang menertawakan Indra.


...END...


*Hai Readers makasih ya udah menemani Author amatiran ini, Mohon maaf jika ada kesalahan kata, Cerita kurang menarik, Lebai, Nggak masuk akal, Dan sebagainya. Tujuan Author di sini untuk menghibur Readers semua.... Semoga terhibur...


Nantikan karya baru Author ya.....


Salam sehat selalu.... Miss U All....


Mmmmmuuuuuuaaaaaaccccchhhhhhhhh


😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙*


Cerita baru author ya... Baca dan dukung juga author tunggu di sana...

__ADS_1



__ADS_2