
Sesampainya di rumah, Indra segera menuju kamarnya. Bahkan Ia tidak menunggu Kia yang sedang memarkirkan mobilnya. Kia segera menyusul Indra ke dalam, sepertinya ada yang tidak beres karna Indra hanya diam saja sedari tadi.
" Kenapa mas, Down lagi." Tanya Kia sambil melirik Indra yang sedang duduk di atas ranjang.
" Jangan Down gitu hanya karna cemoohan orang mas, aku gak suka kamu kaya' gini, Aku suka kamu yang ceria, manja tapi juga penuh percaya diri, Lupakan kondisi tanganmu yang kurang sempurna itu, Apapun keadaanmu, bagaimanapun kondisimu, aku akan selalu mencintaimu, Kau dengar aku mas." Kia menatap kearah Indra yang sedang menunduk. Kia menjadi geram karna Indra tidak bergeming.
" Mau aku tinggalin." Tanya Kia.
" Kemana." Indra mendongakkan kepalanya.
" Pergi jauh meninggalkanmu." Ancam Kia.
" Tidak mau." Indra mencekal tangan Kia.
" Makanya jangan seperti ini, Up in Mental biar mereka Mèntal, Ok." Indra mengangguk.
Kia menghela nafasnya, Ia duduk di samping Indra. Ia genggam tangan suaminya yang ternyata begitu rapuh ini.
" Maaf ya mas, gara gara aku ngajak kamu jalan, kamu jadi kaya' gini, Lupakan hinaan mereka mas, kamu gak butuh penilaian mereka, yang kamu butuhkan penilaian Tuhan di Matanya, Fisik Kamu memang tidak sempurna, tapi hati kamu Luar biasa." Ujar Kia. Indra tidak bergeming, entah apa yang dia pikirkan saat ini.
" Gak mau ngomong nih ceritanya, mau diem diem aja." Indra tetap diam tidak menyahuti ucapan Kia.
" Baiklah kalau kamu mau puasa bicara, lebih baik aku pergi saja." Kia beranjak ingin pergi meninggalkan Indra yang hanya diam saja.
" Jangan." Indra mencekal tangan Kia, Indra berdiri lalu segera memeluk Kia, Ia mencoba mencari ketenangan di sana. Kia mengelus punggung Indra.
" Jangan pernah merasa minder lagi, aku gak mau punya suami serapuh ini, Percaya diri donk mas, Punya Muka tampan, dompet tebal, bonusnya punya istri cantik, apalagi yng kurang, masa' gak percaya diri sih." Ujar Kia.
" Makasih sayang, kamu selalu menjadi penguat hidupku. I Love U." Ucap Indra.
" Hmmm." Gumam Kia. Indra melepas pelukannya, Ia menangkup wajah Kia.
" Hm apa." Tanya Indra.
__ADS_1
" Ya Hmm saja." Sahut Kia.
" I Love U." Ungkap Indra.
" Aku tahu." Goda Kia.
" I Miss U." Timpal Indra.
" Aku juga tahu itu." Kia semakin menggoda suaminya. Ia menahan tawanya.
" Say......" Geram Indra.
" Ya, ada apa." Jawab Kia
" I Love U Zaskia Permana." Ucap Indra lagi, mengharap balasan dari Kia.
" Aku tahu mas." Kia senang menggoda suaminya, Indra cemberut memanyunkan bibirnya membuat Kia gemas ingin menciumnya, Indra kembali duduk di atas ranjang menatap keluar jendela.
" Suamiku tertampan sedunia, yang paling baik hati seantero negri, You Love Me? I Love U More." Ungkap Kia.
Indra menarik Kia ke pangkuannya,Indra segera mencium bibir Kia, Kia membuka mulutnya membiarkan suaminya mengekspos deretan giginya. Indra mencecap dan m*l*m*t lembut bibir istrinya. Ciuman itu memabukkan keduanya. Bagian bawah Indra menegang, Ia segera menguasai dirinya kembali. Hingga nafas keduanya sama sama tersengal, Indra melepas pagutannya.
" Makasih sayang, Love U." Ucap Indra.
" Love U too My Husband." Jawab Kia.
Indra dan Kia merasa bahagia, mereka berjanji pada diri masing masing akan selalu mendampingi dan mendukung satu sama lain.
Drt...drt...drt...
Ponsel Indra berdering, Ia segera mengambilnya, dilihatnya layar ponselnya ternyata panggilan dari Rey.
" Halo Rey." Sapa Indra setelah mengangkat panggilannya.
__ADS_1
" Halo, Kau tidak lupa malam nanti ada janji Dinner dengan Dimas." Tanya Rey.
" Hmm, Sebenarnya aku malas banget ketemu sama dia, orang yang terang terangan ingin merebut istriku." Cebik Indra.
" Harus profesional bro... ini menyangkut pekerjaan." Sahut Rey.
" Ah siap bos..."Sindir Indra mematikan sambungan teleponnya.
" Dinner di mana mas." Tanya Kia.
" Di resto hotel xx." Jelas Indra.
" Kok perasaanku tidak enak ya, Kenapa di resto hotel, tidak di resto biasa aja." Ujar Kia.
" Nggak tahu Say, Jangan khawatir aku bisa jaga diri kok." Indra mencium kening Kia.
" Iya, kamu harus waspada ya, entah mengapa firasatku buruk." Indra memeluk Kia, Mencoba memberi ketenangan pada istrinya. Ia juga sedikit takut, biasanya firasat seorang istri itu tajam.
" Apa kamu mau ikut." Tawar Indra.
" Enggak lah mas aku malas harus bertemu sama Dimas, Pengin mutah rasanya kalau liat wajah playboynya." Sungut Kia.
" Jangan gitu ntar kualat jadi cinta lho." Canda Indra.
" Nyumpahin mas." Kia menatap nyalang Indra.
" Enggak lah, Ih amit amit kalau kamu cinta sama dia, bisa mati aku Say." Ucap Indra.
" Kamu akan selalu hidup bersamaku." Kia memeluk Indra dengan perasaan yang sedikit cemas. Ia takut Dimas merencanakan hal buruk kepada suaminya.
" Sepertinya aku harus bertindak, aku nggak mau Mas Indra kena masalah, akan ku pastikan sendiri." Gumam Kia dalam hati.
TBC.......
__ADS_1