Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Akhirnya


__ADS_3

Setelah membaringkan Indra di ranjang, Rania segera menutup pintu, sebelum pintu tertutup, seorang pria menahan pintunya, Ia menempelkan sapu tangan pada hidung Rania membuat Rania tidak sadarkan diri.


" Segera bawa dia ke kamar sebelah, lakukan sesuatu padanya, itu sebagai bonusmu, kau senang bukan mendapat servisan wanita secantik dia." Ucap Kia.


" Hhhh terima kasih Nona, Kalau ada job lagi segera calling saya." Ujar Luki.


" Beres, lakukan seperti perintahku, tinggalkan dia sebelum dia sadar." Titah Kia.


" Siap." Luki segera membopong Rania menuju kamar yang di sewa Kia. Kia bwralih menatap Rey.


" Gimana nih bang, mas Indra sepertinya sudah tidak bisa mengendalikan dirinya." Tanya Kia, pasalnya Indra sudah mulai membuka kancing kemejanya.


" Itu urusanmu, lakukan apa yang dia inginkan, karna kalau tidak itu akan berakibat fatal, sepertinya dosisnya cukup tinggi." Jelas Rey.


" Apa tidak ada cara lain." Tanya Kia.


" Ada, merendamnya di bath up, tapi itu hanya mengurangi bukan untuk menghilangkannya, jalan satu satunya lakukanlah, selamatkan suamimu, aku pergi dulu." Rey segera berlalu, hatinya merasa tidak rela, malam ini Kia akan menjadi milik Indra seutuhnya.


Setelah kepergian Rey, Kia segera menutup pintunya. Ia mendekati Indra yang sedang duduk blingsatan di tepi ranjang.


" Mas." Kia menepuk pundak Indra.


" Kia." Indra mendongak menatap Kia.


" Tidak tidak... kau bukan Kia, aku hanya berhalusinasi saja, ku mohon pergilah, aku tidak mau membuat kesalahan yang membuat Kia membenciku, pargilah." Usir Indra. Kia tersenyum bangga, ternyata suaminya begitu mencintainya.


" Mas ini aku, Kia, istrimu." Kia menangkup wajah Indra, Ia menempelkan keningnya dengan kening Indra. Ia menatap mata Indra yang merah menahan gairah.


" Benar kamu Kia, kamu ada di sini." Kia mengangguk. Indra mencari jari Kia, Ia menatap cincin yang melingkar di jari manis wanita di hadapannya, benar ini Kia istrinya.


" Tolong bantu aku Say." Ucap Indra.


" Apa yang harus aku lakukan." Tanya Kia.

__ADS_1


" Tolong bantu aku bebas dari obat sialan ini, ini sangat menyiksaku, aku meminta hakku padamu malam ini, apa kau mengijinkannya." Tanya Indra.


" Hmmm lakukanlah." Jawab Kia mengangguk


Kia membantu melepas pakaian Indra, Indra menarik pinggang Kia, Membuat mereka berhimpitan. Tanpa Kia sadari, bahwa tangannya menekan dada Indra, membuat Indra semakin terangsang. Indra menatap Kia, Ia mencium bibir istrinya, Indra mencecap, *******, mengekspos semua inci di dalamnya. Indra melepas pagutannya.


" Nanti rasanya akan sakit, kamu bisa mencakar punggungku, berbagilah rasa sakit itu kepadaku." Ucap Indra.


" Aku tidak akan menyakiti orang yang aku cintai mas, aku akan melampiaskannya dengan caraku sendiri, bukan dengan menyakitimu." Jawab Kia.


 


**DAN........


 


SKIP


 


TAKUT GAK LOLOS REVIEW 😁


 


Sinar matahari masuk ke celah celah korden, Kia mengerjapkan matanya. Ia menatap seseorang yang sedang memeluknya.


" Pagi." Sapa Indra mencium kening Kia.


" Pagi mas." Kia menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya.


" Kenapa hmmm, mau mengulang yang semalam." Canda Indra.


" Masssss jangan di bahas deh." Rengek Kia. Ia begitu malu, mengingat kejadian semalam. Walaupun Indra dalam pengaruh obat tetapi Ia memperlakukan Kia dengan lembut, membuat Kia terkesan dengan malam pertamanya yang tertunda begitu jauh.

__ADS_1


" Makasih sayang atas semua yang kamu berikan padaku, maaf aku membuat malam pertama kita tidak berkesan di hatimu" Sesal Indra. Ia menyesali karna Ia melakukannya dalam pengaruh obat, Ia menganggap Kia terpaksa melakukannya.


" Apa sih mas, semua perlakuanmu membuatku terkesan kok mas, Jangan bilang kalau kamu berpikir aku melakukannya karna terpaksa dan tidak Ikhlas, aku Ikhlas melakukan itu semua, karna memang sudah kewajibanku mas, makasih sudah sabar menunggu selama ini." Kia merubah posisinya menjadi tengkurap sambil menatap Indra.


" Kamu memancingku." Kia mengerutkan keningnya, Ia tidak sadar kalau selimut yang Menutupi tubuhnya melorot, sehingga menampakkan gunung kembarnya yang masih polos. Indra terus menatapnya, Kia mengikuti arah tatapan mata Indra.


" Mesum kamu mas." Kia segera menyembunyikan tubuhnya di balik selimut, Ia berbalik memunggungi Indra. Indra mendekatinya lalu memeluknya dari belakang.


" Makasih sayang.... I love U." ungkap Indra.


" Love U too." Kia memegang lengan Indra yang memeluknya.


Indra begitu bahagia, akhirnya Ia bisa memiliki Kia sebagai istri seutuhnya. Begitupun dengan Kia. Ia bahagia karna baik Indra atau dirinya sama sama menjadi yang pertama.


" Mas aku mau mandi, aku mau melanjutkan rencanaku dengan bang Rey." Ucap Kia.


" Rencana apa." Selidik Indra


" Nanti kamu akan tahu sendiri mas." Jawab Kia. Saat Kia beranjak,


" Awh.." Desis Kia.


" Sakit ya Say, sini mas gendong." Tawar Indra


" Emang bisa." Tanya Kia tanpa sadar.


" Maaf." Lirih Indra,Ia terlihat murung karna sadar dengan kondisinya.


" Eh...maaf mas bukan maksud aku seperti itu, aku hanya refleks saja menanyakan itu." Kia menggeser badannya Mendekati Indra dengan masih menggenggam erat selimut yang melilit di tubuhnya.


" Mas...maafkan aku." Kia menyentuh lengan Indra.


" Its OK sayang, Love U." Ucap Indra.

__ADS_1


" Love U More My Hubby." Sahut Kia.


TBC...


__ADS_2