Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Kesialan Andre


__ADS_3

Pagi ini Andre bangun kesiangan, Ia segera bersiap menuju kantor karna pagi ini ada meeting dengan client penting, Setelah memakai atribute kantornya, Ia segera berlari menuju mobilnya.


Andre melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit kencang, Saat di lampu merah Ia menerobos begitu saja, Tiba tiba dari arah simpang jalan ada mobil yang melintas....


Brakkkkk


Mobil Andre menabrak mobil tersebut, Beruntung keduanya menancap gas dengan pelan sehingga tidak menyebabkan kecelakaan yang fatal. Andre terus melajukan mobilnya meninggalkan mobil yang Ia tabrak. Mobil yang di tabrak Andre tidak terima di tinggal begitu saja, Mobil itu pun mengejar mobil Andre.


" Sial dia mengejarku." Umpat Andre melihat mobil itu dari spion.


Andre menancap gas lebih cepat, Kedua mobil itupun saling kejar kejarran di jalan raya. Sampai tiba tiba....


Ckiiiiiiitttttttt


Andre menginjak remnya mendadak karna mobil yang di tabrak Andre menghadangnya.


" Buset... Pembalap apa dia ya..." Gumam Andre.


Andre turun dari mobil, Ia menghampiri mobil yang menghadangnya.


" Turun Lo." Teriak Andre menggedor kaca mobil.


Pintu bagian kemudi terbuka, Andre melongo menatap seseorang yang turun dari sana.


" Cewek..." Gumam Andre.


Cewek cantik berkaca mata hitam turun dari mobilnya, Ia menghampiri Andre sambil membuka kaca matanya, Wajah cantik, Imut postur tubuh hampir mirip dengan Kia.


" Jadi cowok itu harus berani tanggung jawab jangan cemen kaya' banci kaleng aja, Udah nabrak mobil orang sembarangan main tinggal kabur lagi, Nggak ada uang buat ganti rugi? Malu donk sama mobilnya." Sinis cewek itu.


" Apa Lo bilang???? Nggak ada uang???? Lo nggak tahu siapa gue?" Tanya Andre tidak terima di ejek tidak punya uang, (Padahal memang benar kata cewek tadi, Saat ini Andre memang tidak punya uang hhhhh kan baru kerja belum di bayar sama Indra.)


" Kartu nama gue.... Di baliknya udah gue tulis no rekening yang harus lo transfer uang ganti rugi buat gue... Nggak usah banyak banyak lima puluh juta aja." Ucap Cewek itu memberikan kartu namanya kepada Andre.


" Apa????? Lima puluh juta????? Yang bener aja... Mobil Lo cuma lecet doank, Ama penyok dikit, Kalau di lihat dari jauh juga nggak kentara." Protes Andre.


" Gue tunggu sampai nanti siang, Kalau Lo belum transfer juga, Gue bisa pastikan Lo akan mendekam di penjara, Inget Bokap gue polisi jadi jangan macam macam, Gue udah foto plat mobil Lo." Ancam Cewek itu meninggalkan Andre yang masih mematung.


Andre menatap kartu nama yang di berikan cewek tadi.


" Liona Safara Am.keb, Oh ternyata dia seorang Bidan... Bidan muda cantik tapi songong." Gumam Andre.


Drt....Drt ..


Andre mengambil ponsel pada saku celananya, Ia mengangkat panggilan dari Indra.


" Hallo." Sapa Andre.


" Lo dimana? Udah jam berapa sekarang? Client udah datang bego', Gaji Lo gue potong lima puluh persen karena nggak menghargai waktu, Ingat Time Is Money Brooo." Omel Indra memutus sambungan teleponnya.


" Ndra....Ndra... Ah sial sial sial.... Kenapa hari ini gue sial banget... Bangun kesiangan, Nabrak mobil orang, Harus ganti rugi, E.... Ini malah gaji di potong separo... Nasib nasib." Gerutu Andre.


Andre masuk ke dalam mobilnya, Ia melajukan mobilnya menuju kantor Indra. Sesampainya di sana, Ia segera menuju ruangan Indra.


Ceklek...


Andre masuk ke dalam lalu mendudukkan dirinya di sofa, Ia mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan.


" Kok sepi.... Dimana Indra ya...." Gumam Andre.


" Eh Kok ada suara aneh ya.... Seperti desah...." Andre menggantung ucapannya.


" Sial lagi.... Pasti Indra lagi main nih, Tapi sama siapa ya? Apa mungkin dia mengkhianati Kia? Tapi nggak mungkin deh, Indra kan bucin abis sama Kia, Jangankan mengkhianati Kia, Melirik wanita lain saja tidak pernah." Monolog Andre.


Suara suara itu semakin meresahkan Andre, Ia mengambil headseat dari dalam tas kerjanya, Lalu Ia pasang pada telinganya, Andre manggut manggut mendengarkan musik dengan volume full supaya tidak mendengar suara suara lucknut dari dalam kamar sana.


Sedangkan di dalam kamar...

__ADS_1


Indra masih memacu tubuhnya di atas Kia, Walaupun hanya bertumpu pada satu tangan saja tidak membuat Indra kalah dengan pria lainnya. Peluh membasahi tubuh mereka berdua. Keduanya saling bersahutan menyerukan suara erotisnya. Indra benar benar memberikan sensasi yang luar biasa, Ia bahkan menguasai berbagai macam gaya, Akhir akhir ini Indra begitu bersemangat melakukannya, Bahkan Kia sampai kewalahan mengimbanginya. Setelah mencapai puncak nirwana bersama, Akhirnya Indra tumbang di samping Kia.


" Makasih Sayang kau selalu menjadi penyemangat hidupku." Ucap Indra mencium kening Kia.


" Sepertinya kamu sedang mengalami masa pubertas kedua Mas... Nggak ada capeknya sama sekali, Bahkan kamu menyuruhku ke sini hanya untuk melakukannya." Gerutu Kia sambil mengatur nafasnya.


" Maaf sayang.... Entah mengapa akhir akhir ini aku suka pengin aja, Aku juga nggak tahu kenapa." Sahut Indra.


" Aku mau mandi dulu Mas." Ucap Kia.


" Kita mandi bareng." Sahut Indra.


" Mandi aja ya... Nggak ada yang lainnya." Ujar Kia.


" Iya." Sahut Indra.


Kia dan Indra mandi bersama, Tapi yang namanya janji tinggal janji. Indra melakukannya lagi di dalam sana, Membuat Kia kesal. Setelah selesai Kia segera memakai bajunya. Ia memoles make up tipis pada wajahnya.


" Sini aku pakein." Ucap Kia menghampiri Indra yang sedang kesusahan memakai celana panjangnya.


" Makasih sayang." Ucap Indra.


" Hmmm." Gumam Kia.


" Kamu marah?" Tanya Indra.


" Enggak cuma lagi kesel aja." Sahut Kia.


" Iya kesel karna aku kan? Kamu nyesel udah ngelayani aku?" Selidik Indra.


Kia terus sibuk dengan kegiatannya, Setelah selesai memakaikan celana Indra, Kini Kia sedang memakaikan kemeja Indra.


" Sayang.... Jawab, Kamu nyesel?" Tanya Indra mencekal tangan Kia. Kia menghembuskan nafasnya dengan pelan. Ia menatap ke arah Indra.


" Aku nggak nyesel Mas... Aku cuma kesal tadi kamu bohong, Katanya cuma mandi aja nyatanya kamu melakukan lagi." Jelas Kia.


" Udah lah Mas nggak usah di bahas... Aku capek, Sekarang kamu jadi sensitif sekali." Ujar Kia melanjutkan kegiatannya.


" Dah selesai, Sekarang suamiku yang suka ngambekan ini sudah tampan." Ucap Kia.


" Kamu nggak suka punya suami yang ngambekan kaya' aku?" Tanya Indra menatap Kia.


" Haisss salah lagi." Gumam Kia.


" Apapun dan bagaimana kamu, Aku tetap suka, Cinta dan sayang sama kamu Mas." Unar Kia menangkup wajah Indra.


" Benarkah?" Tanya Indra memastikan.


" Iya sayang...." Sahut Kia mencium pipi Indra.


" Makasih sayang.... Aku tidak tahu apa jadinya aku, Jika kamu meninggalkan aku." Ucap Indra sendu.


" Aku nggak akan pernah meninggalkanmu." Sahut Kia.


" Weiiii udah selesai belum..." Teriak seseorang dari luar.


" Andreee." Gumam Kia dan Indra bersamaan.


Mereka berdua saling pandang.


" Aaaa Mas... Sejak kapan Mas Andre di sini? Aku malu Mas...." Ujar Kia.


" Kenapa harus malu?" Tanya Indra.


" Ya malu lah Mas, Pasti dia tahu kalau kita habis...." Ujar Kia.


" Habis ngapain?" Goda Indra.

__ADS_1


" Tau ah." Sahut Kia memanyunkan bibirnya.


" Jangan gitu nanti aku khilaf." Ujar Indra.


" Ndra buruan..... Gue ada perlu sama Lo." Teriak Andre.


" Ayo kita keluar." Ucap Indra.


" Nggak mau Mas aja." Sahut Kia.


" Baiklah kamu tunggu di sini aja." Ucap Indra mencium kening Kia.


ceklek...


Indra berjalan menghampiri Andre.


" Apasih Lo berisik banget." Hardik Indra.


" Lagian dari tadi main mulu, Apa nggak capek tuh pinggang buat naik turun mulu." Ketus Andre.


" Kamu belum merasakannya, Kalau udah beuh... bikin ketagihan bro." Ejek Indra.


" Gue butuh dana, Transfer donk." Ucap Andre.


" Berapa?" Tanya Indra.


" Lima puluh juta." Sahut Andre.


" Apa? Lima puluh juta? Uang sebanyak itu buat apa Ndre?" Tanya Indra.


" Gue terburu tadi untuk sampai ke sini, Gue nrobos lampu merah... gue nabrak mobil orang, Dia minta ganti rugi lima puluh juta, Udah gitu dia ngehina gue nggak punya duit lagi." Jelas Andre secara garis besar.


" Lo nya aja yang nggak hati hati, Lagian bener kata tuh orang, Lo kan emang nggak punya duit." Ejek Indra.


" Sialan Lo..." Umpat Andre.


" Buruan gih transfer dia memberi tenggang waktu sampai siang ini, Kalau tidak dia akan laporin gue ke polisi." Sambung Andre.


" Transfer pakai uang Lo sendiri." Ucap Indra.


"Lo ngejek gue? Lo kan tahu kalau gue gak punya duit, Gimana sih." Cebik Andre.


" Nih...." Ucap Indra menyodorkan sesuatu ke arah Andre.


" Kartu ATM? Punya siapa?" Tanya Andre.


" Ada chipnya bisa Lo baca sendiri." Jawab Indra.


" Andre permana.... Milik Gue?" Tanya Andre memastikan.


" Iya... Dari Papa dan Mama." Sahut Indra.


" Papa dan Mama? Apa maksudnya?" Selidik Andre.


" Papa membagi hasil kerja kerasnya kepada kita berdua, Dan apa kamu tahu? Ternyata saham atas nama Papa itu buat Lo, Pantas aja walaupun Papa udah tiada saham itu nggak bisa jadi milik gue, Ternyata itu buat Lo... Kata pengacara Papa.. Papa lakuin itu karna Papa yakin suatu saat nanti Lo akan kembali, Papa punya keyakinan kalau Lo masih hidup." Terang Indra.


" Papa..... Aku bahkan tidak mengenal Papa, Aku tidak tahu seperti apa wajah Papa... Aku semakin bersalah karna pernah berniat jahat pada kalian." Tutur Andre sedih.


" Tidak perlu di pikirkan yang rerpenting sekarang jadilah manusia yang lebih baik lagi." Sahut Indra memeluk Andre.


" Terima kasih kalian mau menerimaku dan mau memaafkan semua kesalahanku, Aku bahagia Ndra....Aku bahagia memiliki keluarga seperti kalian semua." Ujar Andre.


**TBC.....


Jangan lupa like vote koment dan hadiahnya ya...


Terima Kasih**....

__ADS_1


__ADS_2