Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Melepas Rindu


__ADS_3

Hari ini Kia pergi ke Perusahaan Indra. Ia memakai gaun berwarna merah pemberian Dimas. Saat Ia melewati ruang tamu, Ia melihat Dimas masih duduk di sana.


" Kamu nggak ngantor Dim." Dimas menoleh menatap Kia, Dimas terpesona melihat kecantikan yang Kia miliki. Ingin rasanya Ia melahap gadis di depannya, Tapi Dimas selalu menahannya, Ia tidak mau memperlakukan Kia seperti para partner ranjangnya. Ia sangat memuliakan pujaan hatinya. Dimas harus lebih bersabar sedikit.


" Dim." Kia melambai lambaikan tangannya di depan wajah Dimas.


" Eh... Apa, Maaf aku melamun." Ucap Dimas.


" Its OK.. Kamu nggak ke kantor hari ini." Tanya Kia bersedekap dada.


" Nanti agak siangan Ki, Aku ada pertemuan dengan rekan kerjaku." Jawab Dimas.


" Oh.. Ya sudah aku pergi dulu, Doakan aku supaya berhasil." Ujar Kia.


"Berhasil melepas rindu dengan suamiku." Batin Kia.


" Tentu, Doa terbaikku selalu aku panjatkan untukmu, Calon Istriku." Dimas mengerlingkan sebelah matanya.


" Ok aku pergi dulu, Bye." Kia berjalan keluar menuju mobil Dimas yang di pinjamkan kepadanya.


Sebelum masuk mobil, Kia memastikan apakah ada sesuatu yang menempel pada tubuhnya, Tasnya atau Ponselnya. Sepertinya tidak ada. Setelah di rasa aman, Kia segera masuk ke mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Senyumnya merekah mengiringi perjalanan singkatnya.


Sesampainya di depan gedung perusahaan, Kia segera memarkir mobilnya, Ia turun lalu berjalan masuk ke dalam, Saat Ia melewati meja Receptionist, Tiba tiba sang Reseptionist menghentikan langkahnya.


" Maaf Nona, Anda mau kemana, Disini harus mematuhi prosedur dulu jika Anda ingin bertamu." Ucap Receptionist yang bertage name Cindy.


" Aku ingin menemui suamiku." Ucap Kia.


" Atas nama siapa Nona." Tanya Cindi.


" Tuan Indra Permana." Cindy melongo membulatkan matanya. Badannya terasa gemetar, Bagaimana bisa Ia melakukan kesalahan sebesar ini, Ia tidak tahu siapa yang ada di hadapannya. Cindy merutuki kebodohannya sendiri.


" Maafkan saya Nyonya, Saya tidak tahu kalau Anda istri dari Tuan Indra Permana, Maaf saya pegawai baru di sini, Saya mohon jangan pecat saya Nyonya." Cindy mengatupkan kedua tangannya.


" Dont Worry, Saya tidak akan memecatmu, Hal seperti ini biasa terjadi oleh pegawai baru sepertimu, Kamu pengganti Lia." Tanya Kia dengan senyum manisnya sambil menurunkan tangan Cindy.


" I..iya Nya." Jawab Cindy.


" Panggil Nona saja, Aku belum setua itu hingga harus di panggil Nyonya, Sekarang lanjutnya pekerjaanmu, Selamat bergabung dengan Perusahaan Kami, Semoga kamu betah." Ucap Kia.


" Terimakasih Nona, Sekali lagi maafkan saya." Sahut Cindy.

__ADS_1


" Saya memaafkanmu, Apa saya sudah bisa menemui Suami saya sekarang, Sepertinya saya sudah melewati prosedur." Canda Kia.


"Sungguh sempurna dirimu Nona, Sudah baik, Cantik, Masih muda lagi, Semoga kau selalu bahagia Nona." Batin Cindy.


" Haloo..." Kia menggoyangkan telapak tangannya di depan wajah Cindy.


" E... Silahkan Nona." Ucap Cindy tersadar dari lamunannya.


Kia melanjutkan langkahnya yang tertunda, Ia segera memasuki lift yang akan mengantarnya menuju ruangan suaminya. Sesampainya di sana, Kia segera mengetok pintu.


Tok...tok...tok...


Tidak ada sahutan dari dalam, Kia membuka pintunya dengan pelan, Ia mengedarkan pandanganya, Kosong... Tidak ada siapapun.


" Kemana Mas Indra..." Gumam Kia.


" Awh..." Pekik Kia saat tiba tiba ada yang menarik tangannya dan membuat Kia masuk ke dalam pelukannya. Kia mencium aroma parfum yang sangat Ia rindukan beberapa hari ini, Kia membalas pelukan suaminya untuk melepas rindu di hatinya.


" Aku merindukanmu sayang." Ucap Indra.


" Aku lebih merindukanmu mas, Maafkan aku yang tidak melakukan kewajibanku selama beberapa hari ini, Aku janji jika semuanya sudah selesai, Aku segera kembali." Ujar Kia.


" Aku ingin memberi pelajaran kepada mereka yang berbuat jahat kepada kita mas, Supaya mereka jera dan tidak mengulangi perbuatan yang merugikan orang lain, Syukur syukur kalau mereka mau tobat, Menjadi manusia yang lebih baik lagi." Terang Kia.


" Baiklah aku akan selalu mendukungmu, Seperti kamu yang selalu mendukungku." Indra mencium kening Kia. Ia melepas pelukan Kia, Lalu berjalan mengunci pintu.


" Kenapa di kunci mas." Tanya Kia polos.


" Aku tidak mau ada yang mengganggu di saat kita berdua." Ucap Indra. Ia melangkah mendekati meja dan mendial kode telepon yang terhubung dengan Rey.


" Ada apa." Tanya Rey.


" Jangan menerima tamu, Aku sedang tidak mau di ganggu." Titah Indra. Ia mematikan sambungan teleponnya.


" Ini anak rese' banget, Nih pasti Yayang udah datang, Enak ya dua duaan sedangkan aku harus tambah sibuk dengan pekerjaan tambahan membuat proposal palsu." Gerutu Rey. Saat di jalan, Kia menelpon Rey menyuruhnya membuat Proposal lagi.


Sedangkan di ruangan Indra,


" Ayo ikut aku Say." Indra menggandeng tangan Kia menuju ruangan pribadinya. Mereka duduk di tepi ranjang saling berhadapan.


" Say...Aku kangen, Mau ya." Indra menangkup wajah Kia.

__ADS_1


" Ini di kantor mas, Jangan ah takut ada yang datang ntar gimana." Tolak Kia.


" Nggak ada yang berani ganggu, Nolak suami hukumnya...."


" Iya iya." Potong Kia, Indra tersenyum, Ia mulai mencium bibir Kia, Kia membuka mulutnya dengan mata terpejam. Indra segera menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Kia. Indra mencecap merasakan bibir manis rasa cherry istrinya, Ia mengekspos dan ******* setiap incinya. Tangannya bergerilya kemana mana.


" Shhhh." Desis Kia saat tangan Indra meremas squishynya. Indra semakin terbakar gairah mendengar desisan Kia. Indra mendorong pelan tubuh Kia di atas ranjang. Ciumannya turun ke bawah leher, Saat Indra ingin membuat stempel, Tiba tiba Kia menghentikannya.


" Jangan di sini mas, Pasti terlihat, Aku gak mau Dimas curiga dan membuat rencanaku gagal." Ucap Kia.


" Baiklah, Aku akan membuatnya di area tersembunyi." Sahut Indra.


Indra melanjutkan kegiatannya. Ia menguasai seluruh tubuh istrinya. Suara *******, cecapan dan erangan menguasai seluruh ruangan. Indra begitu pintar memanjakan istrinya, Sedang Kia begitu menikmati dan mengimbangi permainan Indra. Pagi menjelang siang ini mereka habiskan dengan berolahraga yang menguras tenaga dan bermandikan keringat. Dimana olahraga seperti ini bisa mendatangkan pahala bagi pasangan suami istri. Setelah menghabiskan benerapa jam, Akhirnya Indra tumbang di sebelah Kia.


" Makasih sayang." Indra mencium kening Kia.


" Hm..." Kia segera melangkah memasuki kamar mandi yang ada di ruangan itu. Ia segera mandi dan membersihkan diri dari sisa sisa berc*nt*nya.


Setelah beberapa lama,


" Kenapa tadi gak mandi bareng aja Say." Ucap Indra setelah Kia keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang kembali rapi.


" Nggak akan kelar dua jam mas, Aku udah lapar nih." Kia melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul satu siang.


" Ya Allah mas...." Pekik Kia. Indra menatap bengong ke arahnya.


" Kenapa Say." Tanya Indra.


" Gak nyangka aku mas, ternyata kamu kuat banget." Kia geleng geleng kepala.


" Baru tahu, Walau tanganku gak normal tapi Juniorku super normal Say." Ujar Indra.


" Apa sih, Yaudah gih mandi, Aku mau pulang." Ucap Kia.


" Katanya lapar, Makan dulu donk." Ujar Indra.


" Aku mau makan di rumah Mama aja, Kalau aku kelamaan di sini, Ntar Dimas bisa curiga, Aku pulang ya... Muah..Love U." Kia mencium pipi Indra, Setelah itu Ia keluar ruangan menuju ruangan Rey. Indra hanya geleng geleng saja, Ia melangkah ke kamar mandi membersihkan dirinya.


TBC.....


Hai readers terima kasih atas doa dan dukungan kalian, Pria cacat itu Suamiku sudah masuk Observasi kontrak, Jadi mulai sekarang author akan nulis seribu kata tiap babnya...Tetap dukung terus ya biar lolos kontrak... Jangan lupa Like dan Komentnya... Terima kasih...Miss U All...

__ADS_1


__ADS_2