
" Anggun."
" Dimas." Ucap keduanya bersamaan.
" Kalian sudah saling kenal?" Tanya Kia menatap Dimas dan Anggun bergantian.
" Eh.. enggak kok... q nggak kenal sama dia, Cuma wajahnya mirip temenku namanya Dimas juga, Aku kira tadi Dimas yang sama ternyata bukan, Maaf Pak." Sahut Anggun.
" Benar begitu?" Selidik Kia.
" Hmmm." Gumam Anggun.
" Baiklah kalau gitu aku pergi dulu, Dim semangat ya." Ucap Kia mengangkat tangannya.
" Siap... Makasih ya." Sahut Dimas.
Kia keluar meninggalkan ruangan Dimas. Ia berjalan menuju mobilnya. Kia segera melajukan mobilnya menuju resto tempat Indra menunggu.
Sedangkan di dalam ruangan, Dimas dan Anggun sama sama canggung menghadapi pertemuan mereka yang tak terduga.
" Nggun...." Panggil Dimas.
" Hmm." Gumam Anggun.
" Gimana kabarmu?" Tanya Dimas.
" Seperti yang kamu lihat, Aku baik baik saja setelah kau tinggalkan." Ketus Anggun.
" Maafkan aku..." Ucap Dimas.
" Jadi Kia wanita yang membuatmu meninggalkan aku dan tidak mau bertanggung jawab kepadaku?" Selidik Anggun.
" Bukan... Kia tidak tahu apa apa, Aku minta maaf padamu, Sekarang aku sudah mendapat ganjaran dari semua perbuatanku padaku, Aku lumpuh seumur hidupku Nggun. Aku menyesali semua perbuatanku." Sesal Dimas.
" Sudahlah lupakan semuanya, Lagian semua itu sudah berlalu dan begitu terlambat, Aku juga sudah menghilangkannya." Sahut Anggun.
" Kenapa kau tega dengan darah dagingmu sendiri?" Lirih Dimas.
" Aku tega???? Kamu yang tega... Kamu meninggalkan aku di saat aku sedang membutuhkanmu Dimas." Ucap Anggun dengan nada tinggi.
" Maaf maafkan aku." Ucap Dimas.
" Aku udah maafin kamu, Jangan di pikirkan lagian itu terjadi sudah sangat lama, Sekarang fokuslah untuk pemulihanmu." Ujar Anggun.
" Terima kasih, Aku berjanji padamu jika aku sudah sembuh nanti aku akan bertanggung jawab denganmu, Aku akan menikahimu." Ucap Dimas.
" Jangan pikirkan itu, Aku ok kok." Sahut Anggun.
" Kau butuh sesuatu?" Tanya Anggun.
" Tidak... Kia tadi udah penuhi semuanya." Jawab Dimas.
" OK." Sahut Anggun.
__ADS_1
Di dalam resto ternama Kia dan Indra sedang makan siang bersama. Mereka menghabiskan makanan dengan suasana ceria dan bahagia.
" Gimana Say, Apa kamu senang Candra dan Gea sudah mendapatkan ganjarannya? Mereka di tuntut bukuman seumur hidup karna terbukti menjadi pengedar narkoba." Jelas Indra.
" Yah senang nggak senang sih Mas, Tapi biar mereka kapok dan nggak mengulangi perbuatan mereka yang merugikan orang lain lagi." Jawab Kia.
" Aku sempat mengira kamu bener bener meloloskan mereka Say, Ternyata kau begitu cerdik." Ucap Indra.
" Enak aja! Siapapun yang berani mengusikku akan aku sit sit." Ucap Kia menggerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri.
" Baiklah sayang terserah kau saja, Apapun untukmu." Ujar Indra.
" Ayo mas kita pulang udah sore juga." Ajak Kia.
" Ayo." Indra menggandeng tangan Kia.
Kia melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Setelah sampai di rumah, Kia segera masuk ke kamarnya, Ia segera membersihkan tubuhnya dengan berendam di bath up. Kia memejamkan matanya menikmati sensasi aroma therapi teh dan campuran bunga lili. Seperti apa baunya author juga tidak tahu🤔.
Kia merasa ada pergerakan pada air di dalam bath up, Ia membuka matanya dan betapa kagetnya Kia melihat Indra ikut masuk ke dalam bath up dengan posisi menindih tubuhnya.
" Massss." Ucap Kia malu.
" Apa sayang..." Sahut Indra.
" Jangan gini donk, Aku malu." Ujar Kia.
" Malu kenapa bahkan kita sering melihat tubuh satu sama lain." Sahut Indra.
Indra menatap mata Kia dengan penuh kabut gairah. Ia mendekatkan bibirnya ke bibir Kia. Indra mencecap bibir Kia dengan lembut. Kia membuka mulutnya membuat Indra menyusupkan lidahnya. Indra melu*** lembut bibir Kia sambil meremas sesuatu di atas dada Kia.
"Apa Say?....." Ucap Indra.
" Massss jangan gini." Ujar Kia.
Indra menggiring Kia ke kamar, Ia merebahkan tubuh Kia di aras ranjang. Indra mulai memainkan permainkan menegangkan dan menguras banyak tenaga. Mereka sama sama menikmati sensasi yang mendebarkan dan memabukkan di atas ranjang. Hingga beberapa lama akhirnya mereka sama sama lega telah berhasil mendaki gunung dengan puncak ken*km*t*n. Kia segera memejamkan mata dengan menutup tubuhnya dengan selimut sebatas dada.
Sinar matahari masuk ke dalam kamar Kia melalui celah celah jendela. Kia mengerjapkan matanya. Ia menatap seseorang di sampingnya yang tidur telungkup. Ia pandangi wajah tampannya dari samping. Kia tersenyum mengingat kejadian semalam yang memakan waktu lama.
" Masss bangun." Ucap Kia mengguncang bahu Indra dengan pelan. Indra tidak bergeming, Ia masih setia menutup matanya.
" Masss bangun ih..." Ujar Kia mengguncang tubuh Indra kembali.
" Masih ngantuk sayang." Ucap Indra sambil mengucek matanya.
" Udah siang Mas... Kita kesiangan bahkan tidak kebagian waktu subuh." Ujar Kia.
" Hmmm." Gumam Indra.
" Aku mandi dulu." Ucap Kia. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Sedang Indra, Ia menyenderkan tubuhnya pada headboard ranjang. Indra mengambil ponselnya lalu membuka kunci layarnya.
Drt drt drt
Ponsel Indra berdering tanda panggilan masuk. Indra segera melihat ID Pemanggil yang tak lain adalah Rey. Indra segera mengangkatnya.
__ADS_1
" Halo." Sapa Indra mengangkat panggilannya.
" Ndra gue nabrak orang." Ucap Rey.
" Apa?" Pekik Indra.
" Iya Ndra... Gawat... Mana orangnya sekarat lagi." Seru Rey.
" Lalu gimana?" Tanya Indra.
" Tadi dia sempet bilang ke gue, Dia pesan kalau dia mati aku harus menikahi anaknya." Ucap Rey cemas.
" Ya tinggal nikahin aja kenapa ribet sih." Ujar Indra.
" Masalahnya gue udah nikah ogeb." Sahut Rey.
" Apa? nikah?" Selidik Indra.
" Ah udah lah besok aku jelasin sama kamu, Sekarang aku butuh bantuanmu yang jelas aku nggak mau nikahi anaknya titik." Ujar Rey.
" Baiklah baik tunggu aku ." Sahut Indra mematikan ponselnya.
Kia keluar dari kamar mandi menatap Indra yang sepertinya sedang tergesa gesa.
" Mau kemana Mas?" Tanya Kia.
" Mau mandi lah Say." Sahut Indra.
" Oh kirain mau pergi kemana kaya'nya keburu." Ucap Kia.
" Aku mau ke rumah sakit, Rey nabrak orang katanya." Ujar Indra.
" Ya ampunnnn terus gimana keadaannya Mas?" Kia menatap ke arah Indra.
" Rey nggak pa pa, Tapi yang di tabrak kritis Say." Jelas Indra.
" Waduh alamat masuk penjara nih." Ceplos Kia.
" Ya jangan sampai lah Say.... Makanya aku mau kesana membantunya soalnya orang itu sempet meminta Rey untuk menikahi anaknya." Ujar Indra.
" Hahhhhh?????" Ucap Kia kaget.
" Iya Sayang..." Ucap Indra mencium kening Kia.
" Mas mandi dulu... Love U." Ujar Indra..
Indra segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah itu Indra segera pergi ke rumah sakit dimana Rey sudah menunggunya di sana.
**TBC....
Maaf readers bila ceritanya kurang menarik ya karna author lagi dalam perjalanan ke luar kota.. Takut pada nungguin jadi author paksain untuk up.
Maaf bila beberapa hari ke depan author tidak up ya... Author ada acara keluarga dan kebetulan tempatnya di pegunungan yang susah sinyal.. Mohon di maklumi... Author akan up lagi di hari selasa...
__ADS_1
Makasih atas suport yang para readers berikan kepada kami. Jika ingin request tentang bagaimana kelanjutannya bisa tulis di kolom koment... Nanti author usahain nulis sesuai yang kalian mau... Miss U All**