Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Masuk perangkap


__ADS_3

Dimas membawa Kia ke rumahnya, sudah terhitung hampir satu minggu Kia tinggal di sana. Tanpa sepengetahuan Dimas, Kia dan Indra selalu berbagi pesan, Kia selalu menolak untuk panggilan telepon atau Video Call, membuat Indra semakin uring uringan menahan rindu, Kia beralasan takut ketahuan oleh Dimas. Dimas tidak curiga sama sekali jika Kia hanya bersandiwara, karna memang tidak ada hal yang patut di curigai, Benar benar Kia pandai berakting. Dimas mencoba membuat Kia senyaman mungkin berada di dekatnya. Apapun kemauan Kia, Dimas akan mengabulkannya, sepertinya Dimas berharap Kia akan selalu bergantung padanya, hhhh mungkin bucin kali ya..


" Kiki..." Panggil Dimas, saat ini mereka sedang berada di ruang keluarga sambil nonton tv.


" Kiki..." Kia mengerutkan keningnya.


" Itu panggilan sayangku ke kamu." Ujar Dimas menatap Kia.


" Owh..." Sebenarnya Kia ingin protes dengan panggilan itu, tetapi demi misinya Ia biarkan saja.


" Ki..." Kia menoleh ke arah Dimas.


" Apa kamu tidak menginginkan sesuatu gitu." Tanya Dimas.


" Tidak, kenapa." Sahut Kia.


" Yah.. barang kali kamu menginginkan sesuatu, akan aku belikan." Ujar Dimas.


" Bagaimana kalau aku menginginkan seluruh kekayaanmu." Ucap Kia menatap Dimas.


" Akan aku berikan, asal kamu mau menceraikan Indra dan menjadi istriku selamanya." Sahut Dimas.


" Benarkah...." Kia menatap Dimas yang duduk di sebelahnya.


" Apa kamu menginginkannya." Tanya Dimas.

__ADS_1


" Aku tidak tahu, aku begitu mencintai Indra, tetapi dia sudah mengkhianatiku, aku tidak terima, aku membencinya, dan aku harus membalasnya, aku akan menghancurkannya." Geram Kia.


" Apa kamu punya rencana untuk membalas pengkhianatan yang Indra lakukan." Tanya Dimas.


" Tentu... tapi aku belum ada ide, apa kamu punya ide, setelah aku melihat kehancurannya, aku akan menikah denganmu." Pancing Kia


" Kita harus buat Indra bangkrut." Kia memicingkan matanya,


"Bangkrut.... enak aja suami gue di bikin bangkrut, kalau bangkrut ntar anak gue lahir mau di kasih makan apaan.." Batin Kia.


" Gimana caranya, perusahaan Indra begitu kuat untuk di kalahkan." Ucap Kia.


" Tenang saja, aku tau caranya, tapi apa bener kamu membenci suamimu itu, jangan jangan kamu cuma akting." Canda Dimas.


" Jangan sebut dia sebagai suamiku, aku benar benar membencinya, katakan gimana caranya bikin ZIP Group bangkrut, biar tahu rasa tuh si Indra, Udah gue tinggalin, bangkrut lagi hhhhhh aku akan puas melihatnya." Kia menyakinkan Dimas agar tidak curiga. Dimas semakin tertarik dengan tingkah laku Kia.


" Iya iya aku percaya padamu, Lusa ada pelelangan tender proyek di pulau S, ZIP Group beserta Investornya begitu yakin kalau mereka yang akan menang, aku ingin akulah yang memenangkan tender ini, dengan begitu para Investor Indra akan lari kepadaku, Aku yakin jika para investor menarik sahamnya, maka perusahaan Indra akan gulung tikar." Jelas Dimas.


" Licik juga ternyata Lo Dim." Sindir Kia.


" Harus, aku akan membalaskan rasa sakit yang dia torehkan di hatimu, hanya aku yang tulus mencintaimu Ki, sampai kapanpun." Dimas menggenggam tangan Kia sambil menatapnya, membuat jantung Kia deg degan karna takut.


" Bukankah perusahaanmu bekerja sama dengan ZIP Group." Tanya Kia.


" Untuk tender ini kita jalan sendiri sendiri." Jelas Dimas.

__ADS_1


"


Jadi...maksudmu kamu harus tahu berapa nominal yang ZIP Group tawarkan bukan." Tanya Kia menarik tangannya.


" Cerdas, tapi aku butuh bantuan kamu Ki." Ucap Dimas.


" Bantuan apa." Tanya Kia.


" Kamu harus mengambil salinan proposal milik Indra, kamu cari tahu berapa Nominal yang mereka tawarkan, aku akan menawar lebih tinggi darinya." Ujar Dimas dengan senyum liciknya.


" Kenapa mesti aku, apa kamu tidak punya orang dalam yang bisa membantumu di ZIP group." Tanya Kia.


" Tidak, Karyawan inti Indra semuanya setia kepadanya, tidak ada satupun yang mau mengkhianatinya, padahal aku sudah menawarkan dengan upah yang tinggi." Jawab Dimas membuat Kia merasa lega, berarti tidak ada musuh dalam selimut.


" Gimana, apa kamu mau membantuku." Tanya Dimas.


" Ok, aku akan membantumu, besok aku akan mengambil salinannya, Yaudah Aku mau ke kamar dulu istirahat sudah malam." Kia beranjak dari duduknya.


" Ok Good Night, semoga mimpi Indah." Balas Dimas.


Kia segera masuk ke kamar tamu, Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia merenungi, apakah jalan yang di tempuhnya sudah benar atau justru salah.


" Ternyata Dimas menginginkan kehancuranmu Mas.. maafkan aku yang jauh darimu, tunggu beberapa hari lagi, aku pasti kembali, aku akan membuat orang yang mencoba menghancurkanmu merasakan kehancuran juga, pembalasan lebih kejam daripada perbuatan." Ujar Kia dalam hati.


Sedang di kamar Dimas, Ia sedang membayangkan betapa bahagianya Ia bisa hidup satu atap dengan pujaan hatinya.

__ADS_1


" Ndra kehancuranmu ada di depan mata, sekarang istrimu berada di dekatku, Tak lama lagi dia akan menjadi milikku, dan besok besok seluruh perusahannmu akan aku akuisisi, dan aku orang pertama yang begitu bahagia melihat kehancuranmu." Gumam Dimas dalam hatinya.


TBC*....


__ADS_2