
Pagi ini Lio sudah bersiap untuk pergi ke puskesmas kota, Ia ada jadwal vaksinasi Covid untuk seluruh warga di kecamatan di wilayah itu. Dengan memakai seragam ala ala Bidan Ia keluar dari kamarnya berpapasan dengan Andre, Andre menatap Lio tapi Lio hanya acuh saja. Lio berjalan menuju meja makan untuk menyiapkan sarapan Andre. Ia mulai mengambil makanan untuk suaminya.
" Ini Mas makanannya." Ucap Lio meletakkan sepiring makanan di depan Andre. Andre menatapnya heran, Kenapa Lio bisa berubah secepat ini.
" Aku akan menjalankan tugasku sebagai istri dengan baik selama kita bersama." Ucap Lio.
" Baguslah kalau begitu, Tapi jangan berharap apapun dariku." Sahut Andre.
" Its OK, Memang tidak seharusnya aku mengharap sesuatu darimu." Ucap Lio tegar.
Setelah menghabiskan sarapannya Lio segera pamit pada Andre.
" Mas aku berangkat dulu." Ucap Lio menyalami tangan Andre dengan takzim.
" Hati hati." Ujar Andre.
" Assalamu'alaikum." Ucap Lio.
" Wa'alaikumsallam." Sahut Andre menatap kepergian Lio.
Setelah kepergian Lio seperti ada yang menghilang dari dalam hati Andre, Andre segera menepis perasaannya. Andre berjalan menuju mobilnya untuk segera berangkat ke kantornya.
Di dalam perjalanan samar samar Andre melihat mobil Lio, Yang menjadi perhatiannya saat ini si pengemudi itu bukan Lio melainkan seorang pria. Andre menambah sedikit kecepatannya menjajari mobil itu, Andre terkejut di kursi samping kemudi Lio sedang duduk bersandar menatap ke depan. Tanpa sadar Andre mengepalkan tangannya.
" Rupanya kau sudah mulai berani bermain main di belakangku." Gumam Andre.
Sesampainya di kantor Andre langsung menuju ke ruangan Indra.
Ceklek......
Andre membuka pintunya dan betapa terkejutnya Andre kala melihat Indra dan Kia sedang berciuman mesra. Hati Andre semakin kesal saja melihat pemandangan itu.
" Ehm ehm." Dehem Andre.
Indra segera melepas pagutannya dan menoleh ke arah Andre dengan senyum masam. Sedangkan Kia jadi salah tingkah, Pipinya memerah karena menahan malu. Ia bersembunyi di balik tubuh Indra.
" Apa tidak ada waktu di rumah? Hingga kalian bermesraan di kantor?" Tanya Andre sambil duduk di sofa.
" Kenapa? Dimanapun aku mau apa pedulimu? Kau iri? Bukankah kamu sudah punya bini sendiri? Lakukan dengan binimu." Ucap Indra.
" Nggak akan." Sahut Andre.
" Entar kalau di ambil orang baru nyesel Lo." Ejek Indra.
" Entahlah Ndra aku tidak mengerti akan perasaanku sendiri, Aku mau fokus kerja aja ." Ujar Andre.
" Kerja ya di ruangan Lo lah, Ngapain ke sini?" Tanya Indra.
" Tadinya gue mau ngomong sesuatu sama Lo tapi nggak jadi." Ucap Andre meninggalkan ruangan Indra sambil uring uringan.
" Bang Andre kenapa Mas?" Tanya Kia.
" Nggak tahu lagi pms kali, Datang datang udah uring uringan sendiri." Sahut Indra asal.
" Nggak dapat jatah kali ha ha ha." Seloroh Kia sambil ketawa.
" Kamu ini pikirannya mesum ya?" Ujar Indra mencubit hidung Kia.
__ADS_1
" Mas kebiasaan deh." Cebik Kia.
" Mas kerja dulu ya, Kamu istirahat aja di dalam kamar." Ujar Indra.
" OK aku tinggal ke kamar ya Mas." Ucap Kia.
Di dalam ruangan nyatanya Andre tidak bekerja, Ia justru melamunkan Lio yang sedang bersama pria lain. Tanpa Andre sadari ada rasa sesak di dalamnya yang Ia tidak tahu rasa apa itu. Rasanya seperti kembang gula nano nano. Andre menghela nafasnya dengan pelan.
" Ada apa dengan hatiku? Tidak mungkin kan aku menyukainya? Tidak... Aku tidak mau terikat dengan wanita sepertinya." Monolog Andre.
" Hah Andreeeee hilangkan pikiranmu tentangnya.... Kerja kerja kerja.." Gumam Andre menyemangati dirinya sendiri.
Sedangkan di tempat kerjanya, Saat ini Lio sedang isitirahat, Ia memikirkan sikap apa yang akan Ia ambil untuk membuat Andre jatuh cinta padanya.
" Aku harus menjalankan rencanaku dengan baik, Aku harus membuatnya jatuh cinta padaku sebelum aku kehilangan waktuku." Monolog Lio.
Malam harinya Lio baru saja kembali dari tugasnya, Ia masuk ke dalam apartemen dengan lesu, Saat Ia melewati ruang tamu, Ia melihat Andre sudah duduk manis di sana sambil nonton tv. Lio segera menghampirinya.
" Mas sudah pulang dari tadi?" Tanya Lio sambil menyalami Andre.
" Barusan aja." Sahut Andre.
"Aku ke kamar dulu Mas." Ucap Lio yang di angguki kepala oleh Andre.
Tak berapa lama Lio keluar dari kamarnya dengan memakai hotpants dan tangtop saja, Andre menelan kasar salivanya, Ia menatap body mont*k dan pah* mulus milik Lio dengan mulut terbuka.
" Lap dulu encesnya Mas." Ucap Lio dengan senyum mengejeknya.
Andre segera mengusap mulutnya dengan tangannya.
" Ha ha ha... Ya udah aku masak dulu." Ucap Lio.
Lio berkutat di dapur menyiapkan makan malam untuk mereka. Andre menatap gerakan gerakan Lio yang terlihat sek**. Pikirannya traveling kemana mana, Tanpa sadar bagian bawahnya menegang begitu saja. Ia segera menepis pikirannya dan segera mengembalikan kewarasannya.
" Silahkan di makan Mas, Maaf hanya buat nasi goreng saja, Hari ini aku lelah banget." Ujar Lio. Andre menatapnya dengan tatapan penuh naf**.
" Mas." Panggil Lio mengguncang bahu Andre membuat Andre sadar dari lamunannya.
" Ah iya tidak masalah." Sahut Andre menahan gugupnya.
Mereka berdua makan dengan tenang, Sesekali Andre mencuri pandang ke arah Lio.
" Nggak perlu curi curi pandang gitu Mas, Kalau mau ngomong aja aku pasti dengan senang hati akan memberikannya." Ucap Lio membuat Andre salah tingkah.
" Siapa yang mau sama kamu? Jangan GR jadi orang dan jangan sampai kau terlihat seperti wanita murah*n di depanku." Ketus Andre.
" Hina aku sesuka hatimu Mas, Karena hinaanmu tidak berarti apa apa bagiku." Sahut Lio membuat hati Andre mencelos. Lio membawa piring kotornya dan mencucinya di wastafel.
" Aku tidur dulu Mas, Selamat malam." Ucap Lio masuk ke dalam kamarnya.
Andre menatap kosong kepergian Lio, Ia benar benar tidak mengerti akan perasaannya, Setelah menikah Lio sedikit berubah dingin dengannya, Sepertinya Lio sedang membentengi dirinya agar tidak jatuh cinta dulu kepada Andre.
Di dalam kamar Lio segera menelepon Kia, Ia ingin menceritakan betapa imutnya wajah Andre menatap heran kepadanya. Bahkan Andre sampai tidak bisa berkata apa apa.
Drt...Drt...
Ponsel Kia berdering tanda panggilan masuk.
__ADS_1
" Siapa sih Yank ganggu aja." Ucap Indra yang sudah berada di atas tubuh Kia.
" Bentar Mas aku cek dulu siapa tahu penting." Ujar Kia.
" Tanggung Yank... Udah on nih.." Sahut Indra.
" Ya udah teruskan aja." Ujar Kia tidak tega melihat wajah tersiksa suaminya.
Indra meneruskan permainannya, Ia berhasil memasukkan pusaka ke goanya membuat keduanya mend****. Indra memacu tub*hnya dengan pelan karena takut mengganggu Babby yang ada di dalam perut Kia. Mereka sama sama terlena menikmati indahnya dunia nirwana yang penuh dengan cinta.
Drt....Drt.... Ponsel Kia berbunyi lagi.
" Mas aku angkat dulu ya." Ucap Kia. Indra tidak bergeming, Ia melanjutkan permainannya sambil memejamkan matanya merasakan sensasi yang luar biasa yang Ia ciptakan sendiri.
" Massss." Desis Kia meremas sprei tanpa sengaja Kia menyentuh ponselnya hingga panggilan terangkat olehnya.
" Halo Ki dari mana aja sih kok baru angkat." Sapa Lio di sebrang sana.
" Masss... Akh..." ***** Kia.
Lio mengerutkan keningnya, Ia mendengar suara suara lakn*t dari ponselnya. Setelah sadar dengan apa yang sedang Kia lakukan di sana, Lio membulatkan matanya. Pikirannya ikut traveling kemana mana. Ia segera mematikan sambungan teleponnya.
" Sialan.... Kau mengotori pendengaranku dengan suara lakn*tmu itu Ki, Aaahhhh aku jadi ingin menikmati indahnya surga dunia." Gumam Liona.
" Tapi dengan siapa???? Nggak mungkin kan aku memintanya dari Andre... Ah aku nggak mau sampai itu terjadi, Aku ingin melakukannya dengan orang yang sama sama mencintaiku, Sabar Lio saat itu pasti akan segera tiba." Monolog Lio.
Sedangkan di dalam kamar Indra telah menyelesaikan permainannya, Ia merebahkan tubuhnya di samping Kia. Ia mencium kening Kia dengan mesra.
" Makasih sayangggg, Kau membuatku candu." Ucap Indra.
" Sama sama Mas." Sahut Kia.
Kia mengambil ponselnya, Ia menatap pada riwayat panggilan masuk.
" Hah.... Kapan aku menjawab telepon dari Lio?" Tanya Kia pada dirinya sendiri.
" Kenapa Yank?" Tanya Indra.
" Ini panggilan masuk dari Lio, Coba aku liat jamnya dulu." Ucap Kia.
" Apa???? panggilan berakhir lima menit lalu dan berdurasi selama sepuluh menit?" Pekik Kia.
" Ya ampuuun Massss sepertinya tadi kepencet deh, Oh ya ampun pasti Lio mendengar kita sedang itu." Sambung Kia.
" Ya nggak pa pa lah Yank dia udah nikah ini, Kalau dia pengin biar praktek sama si Andre, Bukankah suatu kemajuan itu namanya." Ujar Indra.
" Ya aku malu Mas...." Ucap Kia.
" Pura pura nggak tahu aja." Sahut Indra.
Saat ini Liona membolak balikkan tubuhnya di atas ranjang, Suara lakn*t Kia masih terngiang di telinganya membuatnya tidak bisa memejamkan matanya. Bahkan Ia sudah menutup kupingnya dengan bantal tapi sepertinya suara itu masih bisa menembusnya. Suara yang membuat tubuhnya menjadi panas dingin. Ia merutuki kebodohan Kia yang mengangkat panggilannya di saat Ia sedang *** ***.
" Awas kau Kiiiii aku pasti akan membalasnya, Huaaaa Emakkkk anakmu Pengiiinnnnn." Teriak Lio dalam hati.
TBC.....
Jangan lupa like dan komentnya... Judulnya Nano Nano seperti hati author.... Makaaih atas suportnya... Miss U All...
__ADS_1