Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Kegalauan Rey


__ADS_3

Hai readers apa kabar? semoga baik ya. Disini author umpetin dulu tokoh utama prianya ya makanya jarang muncul. Terima kasih untuk semua yang sudah dukung author semoga sehat selalu.💖💖💖


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷💖💖💖💖🌷🌷🌷🌷🌷


Rey sedang duduk di kursi kebesarannya sambil terus melamun memikirkan perasaannya yang selalu muncul saat berada di dekat Kia. Ia tidak bisa fokus kerja karena perkataan Kia waktu di Cafe membuatnya galau gelisah merana.


Flasback on


Maka...." Ucap Kia menggantung membuat Lia dan Rey saling pandang menatap kearahnya.


" Maka aku akan menikah dengan Bang Rey yang super duper ganteng ini, bukan begitu Bang." Ucap Kia sambil menempel mesra pada lengan Rey. Membuat empunya jadi dag dig dug jeder.... jantungnya berdisko ria.. ah tidak tahukah Kia kalau sikapnya membuat Rey menderita.


Flasback off


" Apa kau tidak sadar Ki bahwa setiap ucapan dan sikap jailmu kepadaku membuatku semakin terperosok dalam, jatuh kedalam sejuta pesonamu. Ingin rasanya aku memilikimu, tapi aku tidak mungkin mengkhianati sahabatku sendiri, tapi aku juga tidak bisa mengendalikan perasaan ini. Rasa ini begitu membuatku menderita. Kenapa aku harus jatuh hati padamu, gadis yang sama dengan gadis yang di cintai oleh sahabatku sendiri. Sahabat yang seperti saudara yang selalu membantuku." Ujar Rey dalam hati.


Tok tok tok


" Selamat pagi Pak." Sapa Kia masuk, tanpa menunggu sahutan dari dalam, karna memang biasanya juga seperti itu, dengan membawa notebook di tangannya.


Rey mendongak, menatap siapa yang memasuki ruangannya. " Oh ternyata dia yang datang, gadis yang belakangan ini berani mengacaukan pikiranku, sekarang muncul di hadapanku, harus apakan dia agar bayangannya hilang dari pikiranku?" Gumam Rey dalam hati.


" Anda mengatakan sesuatu Pak?" Tanya Kia bersikap profesional, walaupun di luar kantor Ia suka sekali menggoda Rey, tapi kalau di kantor Ia tidak berani.


" Tidak... katakan ada apa?" Elak Rey sambil memijat pelipisnya.


" Hanya mengingatkan saja Pak jika nanti jam 10 Bapak ada janji meeting dengan client di resto xx." Ucap Kia mengingatkan.


" Baik, siapkan saja semua berkas dan dokumen yang di perlukan." Ujar Rey.


" Apa anda baik baik saja Pak Rey?" Tanya Kia karna melihat Rey terus memijat pelipisnya.


" Jangan khawatir sayang... Aku baik baik saja, tidak perlu cemas ya." Sahut Rey memulai dramanya.

__ADS_1


Kia melotot tajam kearah Rey sambil cemberut. Rey terkekeh melihat sikap Kia. Melihat Rey yang tidak profesional, Kia langsung melenggang menuju pintu keluar tanpa pamit. Bodo amat, rey yang mengajari bersikap tidak profesional, pikir Kia. Rey terkekeh melihat sikap yang seperti itu. Hatinya benar benar terasa tak karuan.


🌹🌹🌹🌹🌹💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


" Selamat siang Tuan Angkasa, maaf kami terlambat." Ucap Kia yang berdiri berhadapan dengan clientnya yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


" Apa ini cara kerja ZIP Group? Bermain main dengan waktu?" Tanya Tuan Angkasa mendongak menatap Kia dan terlihat Rey yang berdiri dibelakangnya.


Deg...


Jantung Tuan Angkasa berdetak cepat saat menatap wajah Kia yang nampak begitu cantik di matanya.


" Maafkan kami Tuan keterlambatan kami tidak di sengaja, saya janji ini yang pertama dan terakhir kalinya kami datang terlambat." Ujar Kia menatap Tuan Angkasa dengan tatapan memelas, membuat siapa yang melihatnya berhasil meredam emosinya.


Bagaimana tidak terlambat, Kalau Kia harus ikut menyelesaikan pekerjaan Rey yang ambrul adul karna kegalauannya yang di sebabkan oleh apa, Kia sendiripun tidak tahu.


" Baiklah silahkan duduk, kali ini aku maafkan." Ujar Tuan Angkasa mempersilahkan mereka duduk. Keduanya duduk berdampingan di sebrang meja.


" Dimas.. Panggil saja Dimas." potong Dimas.


" Baiklah Tuan Dimas, pertama tama perkenalkan nama saya Zaskia, Sekretaris baru dari Tuan Indra permana, disini saya .................." Kia terus berceloteh mempresentasikan semua detail kontrak kerja sama yang akan mereka sepakati.


Sedangkan Dimas hanya menatap Kia dengan tatapan memuja. Ia begitu terpesona dengan paras dan kecantikan Kia. Apalagi gerakan bibirnya yang terlihat sangat seksi baginya.


"Sialan.. Berani beraninya dia memandang Kia dengan tatapan seperti itu... Oh Indra tahukah kamu kalau ternyata Rivalmu mulai berdatangan termasuk aku ha ha ha, astaga sadar Rey sadar ngomong apa sih kamu." Gerutu Rey dalam hatinya.


" Apakah Anda sudah paham Pak?" Tanya Kia setelah menyelesaikan presentasinya. Dimas tak bergeming. Ia masih menatap Kia dengan sesekali tersenyum sendiri. Kia dan Rey hanya saling pandang.


" Ehm ehm ehm." Deheman Rey membuat Dimas tersadar dari lamunannya dengan kegugupan yang begitu kentara.


" Apa anda baik baik saja Tuan Dimas?" Tanya Kia.


" Eh Maaf, saya tidak fokus dengan penjelasanmu karna memang saya sedang kurang enak badan saat ini." Kilah Dimas.

__ADS_1


" Apa perlu saya mengulanginya Tuan?" Tanya Kia memberikan tawaran.


" Eh.. tidak usah nanti kau akan capek, berikan saja salinan dokumennya, nanti akan saya pelajari lagi, saya akan menghubungi anda untuk tanda tangan kerja samanya." Ujar Dimas dengan tenang, menutupi kegugupannya. Jangan sampai Kia tahu kalau dari tadi Ia tidak menyimak apa yang Kia jelaskan.


" Baiklah Tuan, sesuai keinginan anda ini salinan berkasnya." Ucap Kia menyodorkan salinan berkas tersebut ke arah Dimas dan langsung di terimanya.


" Terima kasih." Ucap Dimas masih terus menatap Kia, membuat Rey kesal.


" Sama sama Tuan." Sahut Kia.


" Baiklah Tuan Dimas, pertemuan kali ini saya akhiri, saya dan Zaskia harus segera kembali ke kantor karna masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan." Ucap Rey menjabat tangan Dimas, lalu setelahnya Ia segera beranjak pergi begitu saja.


Kia melongo menatap kepergian Rey. Ia bingung dengan apa yang di lakukan Rey. Sebenarnya ada apa dengannya? kenapa sedari pagi terlihat uring2an.


" Kia.. saya tunggu di mobil." Ucap Rey menghentikan langkahnya menoleh kearah Kia. Di jawab anggukan kepala oleh Kia. Lalu Rey melanjutkan langkahnya.


" Maaf atas ketidak sopanan Atasan saya Tuan Dimas, Beliau juga sedang tidak enak badan seperti anda." Sesal Kia.


"Bagaimana Rey bisa memperlakukan client pentingnya dengan tidak sopan? Bagaimana kalau Indra tahu habislah kau Rey." Pikir Kia.


" Tidak masalah Nona, apa kau tidak bisa menemaniku untuk makan siang? Sekali ini saja." Ujar Dimas memohon entah mengapa Ia ingin berlama lama berdua dengan Kia.


" Maafkan saya Tuan, saya tidak bisa karna saya harus segera kembali ke kantor, ada meeting setelah ini, Mungkin lain waktu saja, terima kasih ata tawarannya, saya permisi Tuan, selamat siang." Sahut Kia berdiri dari kursinya lalu berjalan keluar, tanpa mendengar sahutan dari clientnya lagi, Ia takut Rey akan marah jika terlalu lama menunggunya.


Dimas tersenyum memandangi kepergian Kia hingga tak terlihat lagi oleh netranya.


" Menarik." Gumamnya sambil terus tersenyum. Ia menempelkan ponselnya ke telinganya, terlihat Ia sedang menghubungi seseorang.


" Selidiki wanita bernama Zaskia, Sekretaris ZIP Group." Titah Dimas. Ia memutuskan sambungan teleponnya, tanpa mendengar jawaban dari lawan bicaranya.


TBC.....


Maaf kalau banyak typo dan kurang mengena di hati para readers ya...

__ADS_1


__ADS_2