
" Aku hanya mencintai istriku seorang, tidak ada yang lain termasuk kamu, Rania." Tegas Indra. Ia segera duduk di sofa. pipi Rania memerah karna malu, Indra terang terangan menolaknya.
" Jika anda mencintai istri anda, apa anda mau mengabulkan semua permintaan istri anda, Tuan?." Tanya Kia sambil melirik Rania.
" Tentu." Tegas Indra.
Rania merasa ada yang aneh dengan Indra, kenapa sepertinya Indra begitu takut pada pelayannya ini.
" Termasuk memecat Sekretarismu ini Tuan." Rania terkejut dengan ucapan Kia. Ia menatap Kia dan Indra secara bergantian. Indra hanya menganggukkan kepalanya.
" Baiklah Nona Rania, kau sudah mendengar sendiri bukan, kalau Tuan Indra begitu mencintai istrinya, So hilangkan niat anda untuk menjadi pelakor diantara hubungan mereka berdua." Kia bersedekap dada di depan Rania.
" Aku tidak peduli, selama ada kesempatan maka aku akan merebutnya." Ketus Rania.
" Sayang sekali, Perusahaan ini tidak membutuhkan seorang Sekretaris yang minim akhlak seperti anda nona." Ucap Kia.
Indra hanya diam saja menonton drama live di depannya. Ia sedang menyiapkan dirinya untuk menerima hukuman dari istrinya.
" Sebenarnya apa masalahmu, kau hanya pelayan rendahan, beraninya kau menghujatku seperti itu." Ujar Rania dengan nada meninggi.
" Ternyata kau benar benar tidak mengenalku, Perkenalkan, Aku Zaskia Azzahra Permana, Istri tercinta dari Indra permana, Bos tempatmu bekerja. Segera ajukan surat pengunduran dirimu sekarang juga, Aku yang akan membayar dendanya." Sahut Kia.
Indra tersenyum melihat tingkah Kia, Sedangkan Rania, rasanya tulangnya berubah menjadi lunglai, Kepalanya terasa berputar putar. Ia menatap Kia dengan tatapan nanar, Ia tidak mau di pecat. Menjadi sekretaris CEO adalah impiannya.
__ADS_1
" Maaf, maafkan saya Nona Kia, Tolong jangan pecat saya." Rania segera berlutut di depan Kia.
" Bangunlah, kau tidak pantas berlutut di depanku, dan keputusanku sudah bulat, aku tidak akan memberikan kesempatan untuk pelakor sepertimu." Tegas Kia. Rania mengepalkan tangannya, dalam hatinya Ia akan membalas semuanya. Indra harus menjadi miliknya.
" Sayang...". Indra beranjak mendekati Kia.
Kia pergi begitu saja tanpa menghiraukan Indra yang terus memanggilnya. Ia memang kelihatan tegar, tapi hatinya rapuh. Kia merasa di bohongi oleh suaminya sendiri.
Kia melajukan mobilnya menuju Cafe yang dulu sering di kunjunginya. Hari ini Ia ingin menghabiskan waktu sendiri.
Sedangkan di kantor,
" Kau mau mengajukan surat pengunduran diri, atau mau aku yang memecatmu." Ucap Indra.
" Ndra, beri aku kesempatan, maaf aku tidak tahu kalau dia istrimu, aku janji tidak akan melakukannya lagi." Rania menghiba berharap Indra mau memaafkannya, dengan begitu rencananya pasti akan berjalan mulus.
" Pertama, aku akan mengajukan surat pengunduran diriku." Ujar Rania pasrah. Ia yakin kalau sampai Indra memecatnya maka Indra akan membacklistnya dari perusahaan manapun.
" Segera pergi dari sini." Indra segera berjalan keluar, Ia ingin mencari istrinya untuk menjelaskan semuanya. Ia menyalakan Gps pada ponselnya untuk melacak keberadaan Kia.
" Cafe bougenvile." Gumam Indra. Ia segera meluncur kesana dengan diantar oleh supir.
Di Cafe,
__ADS_1
" Hai, boleh aku duduk di sini." Kia mendongak menatap orang yang meminta persetujuannya.
" David, boleh silahkan duduk." Ucap Kia.
" Kamu sendiri, dimana suamimu." Tanya David setelah duduk di depan Kia hanya terhalang meja.
" Dia bekerja, Kau kenapa keluyuran saat jam kerja seperti ini." Ucap Kia.
" Kebetulan aku lagi cuti, kemarin baru opname di rumah sakit." Ujar David.
" Kamu sakit?, sakit apa?." Tanya Kia antusias membuat David tersenyum.
" Sakit hati.. Hatiku terasa begitu nyeri melihatmu bersanding dengan orang lain." David menatap Kia dengan tatapan nanar.
" Jangan bahas yang sudah lalu vid, Sampai kapanpun perasaanku untukmu tetap sama." kekeh Kia. David menggenggam tangan Kia, Kia segera melepasnya tapi genggaman david begitu erat.
" Perasaanku kepadamu masih sama ki, Aku selalu mencintaimu melebihi apapun. Aku tidak bisa hidup tenang tanpamu. Hatiku serasa mati, tidak bisa merasakan cinta kepada wanita lain lagi. Aku sangat mencintaimu Kia." Ujar David lembut.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang melihat mereka sedari tadi. Ia segera berbalik, berjalan keluar dengan tergesa, tiba tiba...
Prang...... Makanan yang di bawa pelayan hancur berantakan di lantai. Suara itu membuat semua pengunjung menoleh kearah suara termasuk Kia dan David. Betapa terkejutnya Kia, melihat Indra berdiri di sana yang masih mengibas jasnya karna terkena minuman yang di bawa pelayan tadi. Kia segera menarik tangannya dari genggaman David, dan menghampiri Indra.
" Mas Indra." Panggil Kia.
__ADS_1
Indra segera pergi darisana. Hatinya perih melihat Kia bersama pria lain, apalagi sambil berpegangan tangan. Ia merasa berkecil hati, harusnya Kia mendapat pria sempurna seperti David. Kia segera mengejar Indra, Ia tidak mau Indra salah paham kepadanya, tetapi sepertinya mobil Indra sudah pergi darisana. Kia segera berlari menuju tempat parkir dan masuk kedalam mobilnya. Ia melajukan mobilnya dengan tujuan pulang kerumah.
TBC......