
Siang ini Kia memasak makan siang untuk Indra, Ia ingin mengantarnya ke kantor. Saat Ia sedang menata makanan pada tempat, Mama Meri mendekatinya.
" Mau dibawa kemana." Tanya mama Meri sambil meneguk air di dalam gelas yang baru saja Ia tuang.
" Ke kantor Ma, Mas Indra sudah mulai ke kantor hari ini." Mama Meri melongo dengan mulut terbuka lebar, Ia terkejut bukan main. Pasalnya pagi tadi, Mama Meri tidak ikut sarapan karna masih mengantuk.
" Indra kekantor?." Tanya mama memastikan.
" Iya Ma, Anak ganteng Mama sudah mau ke kantor mulai hari ini dan seterusnya." Ujar Kia.
" Aahhh... sayang, terima kasih..terima kasih kamu sudah mengembalikan Indra yang dulu kepada mama... mama menunggu saat saat seperti ini sampai bertahun tahun lamanya." Mama memeluk Kia dengan berjingkrak jingkrak saking bahagianya.
" Ma.. Kia susah nafas." Ucap Kia.
" Maaf..maaf sayang, Mama bahagia banget hari ini. Sepertinya kita harus mengadakan syukuran untuk ini." Ujar mama.
" Tidak perlu Ma, aku takut membuat mas Indra tidak nyaman, Serasa tahanan baru keluar penjara Ma." Mama tergelak mendengar ucapan menantunya.
" Iya kau benar, Kita cukup baca Hamdalah sebanyak banyaknya saja." Kekeh Mama.
" Iya Ma." Kia melanjutkan kegiatannya.
" Ma, aku kekamar dulu ya, mau ganti baju." Pamit Kia setelah selesai menata makanannya.
" Dandanlah yang cantik, biar Indra makin cinta." Kia hanya tersenyum menanggapi ucapan mertuanya. Ia segera ke kamar dan berdandan seperti biasanya.
Setelah selesai, Kia segera mengambil kunci mobil dan berpamitan kepada mama Meri. Kia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang sambil bersenandung ria.
Sedangkan di kantor,
Jam makan siang sudah tiba, Rania sengaja masuk kedalam ruangan Indra tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
__ADS_1
" Apa kau tidak punya sopan santun." Ketus Indra melihat Rania berjalan kearahnya.
" Ndra ini jam istirahat, aku kesini sebagai Rania bukan Sekretarismu." Ujar Rania berdiri di depan meja kerja Indra.
" Mau apa." Tanya Indra melirik Rania.
" Aku mau kita kembali seperti dulu, Aku mencintaimu ndra." Jawab Rania.
" Bukankah kau tahu dari dulu aku cuma cinta sama Kia, dan pacaran sama kamu hanya sebagai bahan percobaan, untuk membuat hati ini bisa move on, tapi nyatanya tidak berhasil bukan?." Sinis Indra.
" Tapi aku benar benar mencintaimu, bahkan sampai sekarang ndra." Kekeh Rania.
" Stop Rania, aku sudah menikah." Tegas Indra.
" Aku tidak percaya, kau bilang seperti itu hanya untuk menghindariku." Ucap Rania.
" Terserah." Indra bangkit dari duduknya berjalan menuju pintu keluar tetapi tiba tiba Rania menarik tangannya membuat Indra berbalik menghadap Rania dan...
" Ehm ehm." Indra segera membalikkan badannya, dan...
" Sa..."
" Maaf Tuan saya mengganggu." Kia berjalan menuju meja, meletakkan tempat bekalnya.
" Kamu siapa." Ketus Rania karna Kia mengganggu rencananya.
" Dia..." Ucapan Indra terpotong oleh Kia.
" Aku pelayannya Tuan Indra." Lagi lagi ucapan Indra di potong oleh Kia. Indra melongo tidak percaya kia mengaku sebagai pelayannya.
" Kalau anda siapa NONA." Kia menekankan kata nona sambil melirik Indra yang masih berdiri di samping Rania.
__ADS_1
" Oh kenalkan, aku Rania, kekasih dari Indra dan akan segera menjadi istrinya." Ucap Rania dengan bangga.
" Rania." Bentak Indra. Kia menatap Nyalang pada Indra membuat Indra tidak berkutik, Kia menyuruh Indra diam dengan isyarat tangannya.
" Apa nona tahu kalau Tuan Indra sudah menikah." Tanya Kia.
" Ya aku tahu, tapi Indra hanya mencintaiku." Jawab Rania.
" Sejak kapan kalian punya hubungan." Selidik Kia melirik ke arah Indra.
" Sejak Kuliah, Tapi kami sempat terpisah tetapi takdir mempersatukan kami kembali, Indra sendiri yang merekrutku jadi sekretarisnya." Kia melongo, Ia merasa di bohongi oleh suaminya.
" Bukankah Indra bilang Dia hanya menungguku?, ternyata dia pernah menjalin hubungan dengan wanita lain, Wah jangan jangan tuh bibir udah second. Rugi donk gue.. Sialan.. kau membohongiku Indra." Gerutu Kia dalam hati. Kia menatap Indra dengan tatapan membunuh, membuat nyali Indra menciut. Indra menggelengkan kepalanya tanda Ia tidak tahu menahu masalah Rania jadi sekretarisnya. Karna semua sudah Ia serahkan pada Rey.
"Mati aku... kenapa Rania berbicara omong kosong, cukup Rania, diamlah , kau bermain main dengan ibunya singa. Tapi kenapa Kia bersikap biasa saja, sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan, Siap siap menerima hukuman nih aku." Ujar Indra dalam hatinya.
" Apa kau yakin, Kalau Tuan Indra juga mencintaimu?." Tanya Kia.
" Ya.. aku yakin dia lebih mencintaiku daripada istrinya, Lagian apa urusannya denganmu, Ingin tahu aja urusan majikannya." Ketus Rania.
" Baiklah.. Mari kita tanyakan kepada Tuan Indra.. Tuan Indra apakah anda mencintai nona Rania, mantan kekasihmu?." Kia menatap Indra yang juga menatapnya.
" Tunggu dulu, ralat bukan mantan tapi kekasih, karna belum ada kata putus diantara kami, dan kamu jangan kaget mendengar jawaban Indra." Ujar Rania
Hati Kia mencelos, ternyata banyak yang Indra sembunyikan darinya. Rasanya Ia ingin pergi dari sana tetapi Ia harus menuntaskan rasa penasarannya dan mematikan bibit bibit pelakor seperti Rania.
" Tuan, Apa Anda mencintai nona Rania." Tanya Kia...
" Aku.....
TBC....
__ADS_1