
Ceklek
Kia membuka pintu ruangan Indra, Ia menghampiri Indra yang sedang berbaring di atas ranjang sambil memejamkan matanya. Kia duduk di kursi samping ranjang, Ia membelai wajah suaminya. Indra merasa terusik dengan sentuhan Kia Ia mengerjapkan matanya.
" Sayang kamu darimana aja? Kok nggak nungguin aku? Aku kangen sama kamu Yank." Ujar Indra.
" Aku dari rumah Mas, Punggungku sedikit pegal jika terlalu lama duduk jadi aku istirahat di rumah, Maaf ya." Kilah Kia.
" Mana yang sakit? Biar aku pijitin." Ucap Indra sambil duduk.
" Sekarang udah nggak Mas." Sahut Kia.
" Anak Daddy, Kamu yang pinter di dalam sana ya, Jangan buat Mommy kesakitan, Kasihan Mommy sayang Mommy udah capek ngurus Daddy." Ucap Indra mengelus perut Kia.
" Iya Daddy." Sahut Kia.
" Yank aku mau pulang nggak betah di sini, Lagian kenapa sih aku bisa sampai sini?" Tanya Indra.
" Kemarin kamu salah makan jadi berakhir di sini." Terang Kia.
" Bukannya kita baru makan malam dari rumah Wilson?" Indra bertanya lagi.
" Iya Mas, Mungkin masakan pelayan rumah itu ada yang membuatmu alergi." Sahut Kia.
" Oh." Gumam Indra.
Ceklek
" Gimana keadaanmu Ndra?" Tanya Papa Anton yang baru saja masuk.
" Udah mendingan Pa, Aku udah nggak lemas lagi." Sahut Indra.
" Aku mau pulang Pa." Sambung Indra.
" Baiklah nanti Papa urus kepulanganmu, Oh ya Mama sudah menantimu di rumah." Ucap Papa Anton.
" Di rumah...
" Di rumahmu." Sahut Papa Anton.
Siang hari Indra pulang ke rumah, Ia di sambut oleh Mama Meri dengan antusias.
" Sayang akhirnya kamu udah kembali sehat." Ucap Mama memeluk Indra.
" Iya Ma ini berkat doa Mama." Sahut Indra.
" Kamu bisa aja, Yang jelas semua ini berkat Istri kamu." Ujar Mama.
" Makasih sayang." Ucap Indra merangkul pundak Kia.
" Ma kami ke kamar dulu." Sambung Indra.
" Baiklah bersihkan diri kalian setelah itu kita makan siang, Mama sudah memasak makanan kesukaan kalian berdua." Ujar Mama.
" Makasih Ma." Sahut Kia.
Mereka memasuki kamar lalu mandi bergantian, Kia tidak mau mandi bareng karena biasanya akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan kegiatan lainnya.
" Sini Mas aku pakaikan kemejanya." Ucap Kia membantu Indra memakai kemeja.
" Makasih sayang karena selama ini kamu sudah menjadi istri yang perhatian, Kamu tidak pernah mengeluh selama mengurusku." Ucap Indra menangkup wajah Kia dengan satu tangannya pastinya.
" Tidak perlu mengucapkan terima kasih Mas, Ini sudah menjadi kewajibanku sebagai istrimu." Sahut Kia.
Indra memajukan wajahnya membuat Kia memejamkan matanya. Indra mengecup bibir Kia, Kia membuka sedikit mulutnya agar Indra bisa leluasa menciumnya. Indra menahan tengkuk Kia untuk memperdalam ciumannya. Kia membalas ciuman Indra hingga suara decapan menggema memenuhi ruangan. Indra melepas pagutannya setelah mereka puas bertukar saliva. Ia mengusap lembut bibir Kia dengan jempolnya membersihkan sisa salivanya.
" Manis." Ucap Indra.
" Bibirku manis tapi bibirmu pahit Mas." Ucap Kia.
" Kok bisa?" Tanya Indra.
" Mas lupa kalau baru saja minum obat?" Kia balik bertanya.
__ADS_1
" He he maaf Yank Mas lupa." Ujar Indra.
" Mas harusnya minum obatnya kan setelah makan, Kenapa diminum duluan?" Tanya Kia.
" Yang penting kan tadi pagi udah makan, Mas sedikit lemas Yank makanya Mas minum sekarang." Ucap Indra.
" Ya udah kita makan dulu biar Mas nggak lemas lagi, Apa mau makanannya di bawa ke sini saja?" Tanya Kia.
" Nggak usah kita ke bawah aja." Sahut Indra.
Keduanya berjalan menuju meja makan.
" Maaf ya Ma nggak bantuin Mama masak." Ucap Kia setelah sampai di meja makan.
" Nggak pa pa sayang lagian kamu kan capek ngurusin Indra." Sahut Mama.
" Enggaklah Ma malah aku seneng bisa ngurus suami dengan tanganku sendiri." Ucap Kia sambil mengambilkan makanan untuk Indra.
" Makan yang banyak Mas biar cepet pulih." Ucap Kia meletakkan piring berisi makanan di depan Indra.
" Makasih Yank." Ucap Indra.
Mereka makan sambil sesekali berbincang.
Di apartemen milik Andre, Lio masuk ke dalam sambil menyeret kopernya. Sesampainya di ruang tamu Ia di sambut oleh Andre.
" Kamu sudah pulang?" Tanya Andre.
" Kalau udah tahu ngapain mesti nanya Mas, Aku lelah aku mau istirahat." Ucap Lio.
" Ada yang ingin aku bicarakan padamu." Ujar Andre.
" Mau membicarakan soal apa?" Tanya Lio menatap Andre yang berdiri di depannya.
" Tentang perasaanku." Sahut Andre.
Deg....
" Ini baru satu bulan aku tidak mau mendengar apapun." Ucap Lio.
" Tapi aku harus mengatakannya sekarang agar kau tahu." Ujar Andre.
" Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu." Ucap Lio.
" Apa itu?" Pertanyaan Andre bagai angin segar untuk Lio.
" Aku mencintaimu." Ungkap Lio.
Deg....
Jantung Andre terasa berhenti berdetak, Ia tidak ingin mendengar semua ini dari Lio.
" Jangan katakan itu sebelum aku mengatakannya duluan Lio." Ucap Andre.
" Maaf tapi itu kenyataannya dan sesuai janjiku padamu aku akan pergi meninggalkanmu, Berbahagialah setelah perpisahan kita, Segera nikahi wanita di foto itu." Ujar Lio membalikkan badannya.
" Jangan tinggalkan aku." Andre mencekal tangan Lio.
" Jangan pernah halangi kepergianku, Perlu kau ketahui jika sebenarnya aku tidak hilang ingatan, Aku sengaja mencari alasan agar kau mau menikahi aku." Jujur Lio.
" Aku sudah tahu semua itu, Lalu kenapa sekarang kamu mau meninggalkan aku?" Tanya Andre.
" Karena memang ini tujuanku dan maaf aku tidak bisa bersama dengan orang yang tidak ....
" Aku juga mencintaimu." Andre memotong ucapan Lio.
Hati Lio mencelos mendengar ucapan Andre, Tapi Ia tidak boleh lemah, Ia harus segera meninggalkan Andre demi kebaikan mereka bersama.
" Maaf aku harus pergi, Sekarang ceraikan aku, Biarkan aku pergi dengan tenang." Ucap Lio.
" Aku tidak akan pernah menceraikanmu, Aku mencintaimu Liona, Aku ingin memperbaiki hubungan kita, Aku akan mengurus akta nikah kita." Ucap Andre.
" Jangan paksa aku Mas, Sekarang juga ceraikan aku anggap saja kita tidak pernah bertemu." Ucap Lio.
__ADS_1
" Bagaimana bisa kamu mengatakan seperti itu?" Sinis Andre.
" Karena ini memang tujuanku, Meninggalkanmu setelah kau mencintaiku maaf aku harus pergi." Ucap Liona.
Liona berlari meninggalkan apartemen Andre.
" Lio tunggu." Teriak Andre mengejar Lio.
Lio terus berlari menuju mobilnya, Ia segera melajukan mobilnya menuju rumah Oca.
" Arghhhhhh kenapa jadi begini sih? Sebenarnya apa maumu Lio? Di saat kita saling mencintai justru kau meninggalkan aku, Aku tidak percaya jika kau melakukan semua ini karena sudah di rencanakan, Pasti ada sesuatu yang terjadi denganmu, Aku tahu dari awal kau sudah tertarik padaku, Aku harus menyelidikinya." Gumam Andre frustasi.
Sesampainya di rumah Oca, Lio segera menuju kamar Oca, Ia langsung tengkurap menyembunyikan kepalanya di bawah bantal.
" Hei hei kenapa nih datang datang langsung ngglongsor gitu?" Tanya Oca.
" Hiks...Hiks...Hiks..." Isak Lio.
" Hei kenapa malah nangis? Katakan! ceritakan padaku agar aku bisa membantumu." Ujar Oca.
Lio duduk bersila di atas ranjang, Ia mengusap air matanya.
" Ada masalah apa katakanlah?" Ucap Oca.
" A... Aku mencintai seseorang Ca." Sahut Lio.
" Siapa?" Tanya Oca.
" Suamiku." Sahut Lio.
" Whattttt suami? Suami Lo? Lo udah nikah? Kapan? Sama siapa?" Oca memberondong Lio dengan pertanyaan.
" Aku sudah menikah sebulan lalu, Dan aku mencintai suamiku huaaaa." Tangis Lio pecah.
" Lalu apa masalahnya kalau kamu mencintai suamimu sendiri?" Tanya Oca.
" Masalahnya dia mencintaiku." Ujar Lio.
Oca melongo mendengar ucapan Lio, Dimana salahnya kalau pasangan suami istri saling mencintai?
" Aku tidak tahu apa maksudmu Li, Katakan dengan jelas jangan membuatku seperti orang bodoh." Titah Oca.
" Minum dulu." Oca memberikan segelas air putih. Lio langsung meminumnya hingga tandas.
Setelah Lio sedikit tenang akhirnya Lio mulai menceritakan tentang ketertarikannya kepada Andre dan usaha dia untuk mendapatkan Amdre hingga Andre mau menikahinya.
" Aku memang mencintainya Ca, Tapi aku juga mau bercerai darinya." Ucap Lio.
" Kenapa? Apa yang membuatmu ingin bercerai darinya?" Selidik Oca.
" A.... Aku mengidap kanker rahim stadium awal." Jujur Lio.
" Astaga Lio... Kenapa kamu baru bilang sama gue? Ya ampun." Pekik Oca.
" Itu sebabnya aku minta cerai darinya lagian pernikahan kami hanya siri, Aku tidak mau membebani dirinya dengan penyakitku." Ujar Lio.
" Seharusnya kamu bilang sama suami kamu apapun keadaanmu Li, Kamu harus berjuang bersama suamimu untuk melawan penyakit itu, Itu masih bisa di sembuhkan karena belum menjalar Li, Segera bilang ke suami kamu biar suami kamu yang mengusahakan pengobatannya, Jika memang dia tidak mau menerima keadaanmu dengan sendirinya dia akan menceraikan kamu tapi jika dia benar benar mencintaimu maka dia pasti akan selalu mendukungmu dan menjadi penyemangat dalam hidupmu." Jelas Oca.
" Apakah dia mau menerimaku setelah dia tahu aku penyakitan?" Tanya Lio.
" Sudah aku katakan kalau dia benar mencintaimu pasti dia akan menerimamu apa adanya, Jujurlah kepadanya jangan mengambil kesimpulan sendiri karena kita tidak tahu isi hati orang lain." Ujar Oca bijak.
Apa yang di bilang Oca memang benar, Kenapa Lio harus takut menghadapinya sendirian? Bukankah suami istri harus saling berbagi?
" Baiklah aku akan mencoba memberitahunya." Sahut Lio.
" Semangat lakukan yang terbaik untuk kesehatanmu." Ucap Oca.
" Makasih kamu selalu ada buat aku." Sahut Lio memeluk Oca.
*TBC.....
Jangan lupa like dan komentnya setelah baca ya makasih*....
__ADS_1