
Pagi ini Indra, Kia dan Gea sedang sarapan bersama. Indra mencuri curi pandang ke arah istrinya yang sedang ngambek. Semalam Indra begadang dengan Gea hingga larut malam, Padahal Indra janji tidak lebih dari jam sembilan akan kembali ke kamar namun nyatanya dia mengingkarinya. Akhirnya Kia mendiamkannya, Kia bahkan tidak membangunkan Indra pagi tadi. Indra bangun kesiangan Ia juga menyiapkan baju sendiri. Sepertinya Kia tidak takut durhaka hhhhh.
" Bang kok makannya dikit amat tambah ya aku ambilin." Ucap Gea siap mengambilkan Indra nasi.
" Eh nggak usah Ge, Abang lagi nggak nafsu makan hari ini." Sahut Indra.
" Abang sakit." Gea berdiri Ia menempelkan tangannya ke kening Indra. Indra melirik Kia yang sepertinya tidak peduli. Kia segera menghabiskan makanannya dengan cepat.
" Agak panas Bang." Ujar Gea.
" Nggak pa pa kok cuma pusing dikit." Pancing Indra berharap Kia mau memperhatikannya. Tapu Kia cuek cuek aja. Gimana nggak pusing semalem Kia menolaknya. Indra uring uringan menahan hasratnya semalaman.
Setelah selesai makan, Kia segera beranjak dari sana. Indra hanya menghela nafasnya saja. Lebih mudah menghadapi Client dari pada menghadapi istri ngambek.
" Mbak Kia kenapa Bang lagi marahan." Tanya Gea menatap Indra.
" Enggak.. Mungkin lagi pms kali." Jawab Indra.
" Bukan marah karna aku ya Bang." Tanya Gea.
" Enggak kok, Ya udah Abang berangkat dulu kalau butuh apa apa minta sama Mbakmu ya." Ujar Indra.
" Siap Bang hati hati ya." Sahut Gea.
Gea mengantar Indra sampai ke teras. Setelah mobil yang Indra tumpangi menghilang dari pandangannya Gea segera masuk ke dalam dengan senyum merekah di bibirnya.
" Kenapa senyum senyum, Berasa mengantar suami berangkat kerja." Sinis Kia.
" Eh... Mbak kaget aku, Enggak lah Mbak Bang Indra kan Abangku jadi mana mungkin kalau aku menganggapnya suamiku, Ya terkecuali jika Bang Indra menginginkannya." Jawab Gea dengan senyum liciknya.
" Yakin hanya menganggap Abang bukan orang lain, Mending buang jauh jauh deh niatmu untuk merebut Indra dariku." Sindir Kia menatap Gea.
" Apa sih Mbak." Gea berjalan memasuki kamarnya. Ia memang tidak mau merebut Indra darinya tapi Ia akan membuat Indra yang menginginkannya. Langkah awal sudah Ia lakukan yaitu membuat Indra nyaman.
Kia mengepalkan kedua tangannya, Ia cukup kesulitan untuk mengusir Gea dari sini karena Indra begitu menyayanginya, Ya walaupun rasa sayang itu hanya sebagai Kakak tapi Kia yakin Gea akan memanfaatkannya untuk mengambil hati Indra. Walau Kia tahu jika hati Indra hanya miliknya tetapi Ia tidak mau Indra semakin jauh darinya.
__ADS_1
Sedang di kantor Indra mulai mengerjakan pekerjaannya di bantu oleh Rey. Ia berkutat pada laptopnya sesekali Ia melirik pada ponselnya berharap Kia mau memberi semangat kepadanya, Namun harapan tinggal harapan yang ada palah satu pesan dari Gea. Indra menghentikan pekerjaannya. Ia membuka ponselnya dan membaca pesan dari Gea.
📲Gea
Bang Q di marahi ma mbak Kia...katanya Q ganggu hbngnmu sama dia ðŸ˜
Indra menghembuskan nafasnya panjang, Rey menoleh ke arah Indra yang sepertinya sedang ada masalah.
" Kenapa." Tanya Rey.
" Kia ngambek." Jawab Indra.
" Ngambek??? tumben emang lo buat salah apalagi." Tanya Rey menghentikan pekerjaannya lalu menatap ke arah Indra.
"Gea ada di rumah biasa kan lo tahu kalau dia selalu manja sama gue, Semalem Gea bercerita panjang lebar hingga tengah malam, Kia nungguin gue sampai ketiduran." Jelas Indra.
" Lo aja yang salah, Bagaimanapun istri itu prioritas utama Ndra." Ujar Rey membuat Rey jadi ke inget sama Cindy, Selama ini Ia bahkan belum pulang ke kontrakan istrinya. Bagaimana Rey bisa menasehati orang lain.
" Gea WA katanya dia di marahi sama Kia karna ganggu hubungan gue." Ucap Indra.
" Tapi biasanya nih Ndra, Felling istri itu tajam siapa tahu emang Gea suka sama Lo, Secara dia kan bukan saudara Lo, Dia saudara Gue apa dia nanyain kabar Gue." Tanya Rey. Indra sedang berpikir bener juga yang di katakan Rey tapi Indra kan hanya mengganggapnya adik.
" Enggak sih dia nggak pernah nanyain Lo." Jawab Indra.
" Bukankah seharusnya di nanyain Gue yang saudaranya kan, Lalu kenapa dia malah nggak peduli sama kabar gue, Atau emang dia sengaja mencari kesempatan buat deket sama Lo" Ujar Rey.
" Udah ah pusing gue, Dia juga nggak lama kok di sini hanya sebulanan saja." Ucap Indra.
" Ya gue sih terserah Lo yang jelas Lo meski hati hati aja." Sahut Rey. Setelah itu mereka melanjutkan pekerjaannya.
Siang ini Kia memasak untuk Indra, Ia ingin minta maaf karna sudah mendiamkan Indra, Sebenarnya Kia tidak tega mengabaikan suaminya tapi Ia ingin Indra mengerti jika Kia tidak suka dengan kedekatan Indra dan Gea. Setelah selesai memasak Kia menatanya di tempat bekal. Ia kembali ke kamar untuk bersiap.
Kia mengendarai mobil menuju perusahaan suaminya. Sesampainya di sana Ia segera turun sambil menenteng wadah bekal. Sampai di lobby Ia menghampiri receptionits yang tak lain adalah Cindy. Sejak kejadian dimana Cindy mengadang Kia saat mau ke ruangan Indra mereka lebih akrab. Tak ayal mereka sering bertanya kabar lewat ponsel.
" Hai Cin." Sapa Kia.
__ADS_1
" Hallo Mbak mau ketemu Pak Indra." Tanya Cindy.
" Iya ada nggak." Sahut Kia.
" Ada...." Ucapan Cindy menggantung menatap ke depan. Kia yang penasaran mengikuti arah pandang Cindy. Dan betapa bergemuruhnya hati Kia melihat Indra sedang jalan berdampingan bersama Gea dengan tangan Gea bergelanjut manja pada lengan Indra.
" Mbak nggak pa pa." Tanya Cindy.
" Its OK." Jawab Kia.
" Sayang." Indra melepas tangan Gea lalu menghampiri istrinya.
" Kamu di sini, Ada perlu apa." Tanya Indra.
" Mbak aku sama Bang Indra mau makan siang bareng, Apa mbak mau ikut." Sela Gea sebelum Kia menjawab pertanyaan Indra. Gea sengaja berkata seperti itu karna melihat Kia sedang menenteng tempat bekal.
" Oh silahkan aku nggak bisa ikut karna ada perlu setelah ini." Ucap Kia.
" Kamu bawa bekal." Tanya Indra.
" Iya tadinya sih untuk Cindy tapi kalau kamu mau buat kamu aja Mas dari pada makan di luar." Kilah Kia. Ia malu kalau Indra sampai menolak makanan yang di bawanya jika Ia mengatakan yang sebenarnya. Kia juga ingin tahu bagaimana jawaban Indra. Apakah Indra mau memilih masakannya atau lebih memilih makan di luar.
" Nggak usah makasih aku makan di luar saja, Kamu ikut ya kita makan bertiga." Sahut Indra.
Hati Kia mencelos mendengar ucapan Indra, Suaminya lebih memilih makan di luar bersama Gea dari pada masakannya, Walau Indra mengajaknya tapi Kia merasa itu hanya basa basi saja.
" Ayo Bang kalau Mbak Kia nggak bisa nggak usah di paksa, Kita makan berdua saja." Ucap Gea kembali mengapit lengan Indra.
" Baiklah ayo." Sahut Indra.
" Ini Cin di makan ya aku pulang dulu, Maaf aku terburu buru." Ucap Kia. Kia berlari ke luar menuju parkiran mobilnya. Entah mangapa hatinya lebih sensitif akhir akhir ini. Kia merasa Indra mulai berubah sejak kedatangan Gea yang Ia anggap sebagai adiknya. Menurut Kia waktu Indra mulai terbagi. Baru kali Indra melakukan hal yang menyakitinya. Ia segera masuk ke dalam mobil. Melihat Kia berlari Indra segera menyusulnya.
" Sayang..." Teriak Indra.
" Say... buka Say..Sayang." Teriak Indra mengetuk kaca mobil. Kia melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang tanpa mempedulikan Indra yang sempat mengejarnya.
__ADS_1
" Aacchhh." Teriak Indra menyugar rambutnya dengan kasar. Sedang Gea tersenyum penuh kemenangan.
TBC.....