Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Semakin manja atau Lebay?


__ADS_3

Hari ini Kia sedang membantu Indra bersiap, Indra harus ke kantor karna ada meeting pagi ini. Setelah Kia memakaian pakaian lengkap Indra, Kia menyisir rambut suami manjanya. Indra duduk di tepi ranjang sedang Kia berdiri di depannya sambil merapikan rambut Indra.


" Dah selesai sekarang suamiku sudah tampan paripurna, Siap mengikuti meeting dengan para koleganya." Ucap Kia.


" Makasih sayang aku memang sudah tampan sejak lahir." Ucap Indra narsis.


" Aku akui... Kalau kamu lahirnya jelek pasti tidak akan bisa seganteng ini dewasanya." Sahut Kia.


"Yank ikut ke kantor ya." Ucap Indra memeluk Kia, Ia menyusupkan wajahnya ke perut rata istrinya.


" Nggak mau ah Mas, Aku mau di rumah aja." Sahut Kia.


" Tapi aku tidak mau jauh darimu sayang... Aku mau kamu selalu di sampingku biar nggak mual lagi, Kamu tahu kan kalau aku suka mual jika jauh darimu? Nanti kalau aku mual, Pusing terus pingsan gimana?" Ujar Indra.


" Mas... Mau sampai kapan kamu nempel aku terus kaya' perangko?, Kamu kan banyak aktifitas, Nggak mungkin kan kalau kita kemana mana harus berdua, Ada kalanya kita punya urusan sendiri sendiri." Sahut Kia.


" Aku nggak tahu sayang... Yang jelas aku ingin selalu bersamamu." Ucap Indra.


Hari ini terhitung sudah satu minggu sejak kejadian Indra mutah mutah. Sampai saat ini Indra selalu menempel pada istri tercintanya, Jika Kia pergi sedikit jauh saja Indra akan merengek karna merasakan mual pada perutnya. Bahkan Kia sampai melupakan apa yang di perintahkan oleh Mama Meri. Boro boro mau ke apotik, Pergi ke dapur aja Indra harus ngikut. Nggak mungkin kan Kia bawa Indra yang masih lemas kemana mana. Sedangkan mau beli online Kia malu karna biasanya kurirnya laki laki.


" Sayang.... Ikut ya..." Rengek Indra.


" Terus aku mau ngapain Mas di sana? Lagian kamu cuma meeting doank, Setelah itu kamu bisa pulang kan." Ujar Kia masih menolak.


" Ya udah deh kalau nggak mau, Kalau aja meetingnya bisa Zoom aku nggak mau pergi ke kantor dan jauh darimu." Ujar Indra mengerucutkan bibirnya sambil mendongak menatap Kia.


Kia menundukkan wajahnya lalu Cup.... Kia mengecup bibir Indra.


" Lebih lama..." Ujar Indra.


Kia duduk menghadap ke arah Indra, Ia menangkup wajah suami tercintanya ini, Lalu mencium bibir Indra lebih lama. Indra menahan tengkuk Kia, Ia mencecap bibir Kia membuat Kia memejamkan matanya, Saat Kia sedikit membuka mulutnya, Indra segera menyusupkan lidahnya mengekspos setiap inchi mulut Kia. Indra mel**** lembut bibir Kia hingga lama. Setelah di rasa pasokan oksigen keduanya menipis, Indra melepas pagutannya. Indra mengusap lembut bibir Kia.


" Makasih Yank... Aku jadi pengin di rumah aja menghabiskan waktu berdua sama kamu Yank." Ucap Indra membuat Kia terkekeh.


" Mas... udah satu minggu lho kamu di rumah aja menghabiskan waktu berdua denganku, Apa masih kurang? Aku nggak nyangka sikap kamu kaya' gini Mas, Kalau di lihat dari segi postur tubuh, Kamu OK, Dari segi wajah kelihatan tegas sama sedikit galak kali ya.... Tapi kenapa bisa manja kaya' anak cewek sih?" Ujar Kia memindai wajah Indra dari mata, Hidung sampai ke bibir.


" Ya biarin aja... Tampang memang harus cool sayang, Tapi kalau hati tetap lembut Yank... Apalagi sama istri sendiri, Istri yang aku cintai sejak masa abg... Aku tidak ada puasnya bermanja manja sama kamu Yank." Sahut Indra.


"Emang kamu nggak suka kalau aku manja?" Tanya Indra menatap Kia.


" Hmmmm Gimana ya???" Goda Kia.


" Nggak suka ya??" Tanya Indra dengan raut muka sedih.


" Mas dengarkan aku, Seperti apapun dirimu aku akan tetap suka, Sayang, Dan selalu mencintaimu, Walau kamu menyakitiku sekalipun." Sahut Kia.


" Terima kasih sayang..... Terima kasih atas kebahagiaan yang kamu berikan padaku... Maafkan aku yang pernah melukaimu." Ujar Indra.


" Sama sama Mas... Aku juga berterima kasih padamu karena kamu mampu memberikan cinta yang begitu besar kepadaku, Dan aku sudah memaafkanmu." Sahut Kia.


" I Love U." Ungkap Indra mencium kening Kia.


" Udah hampir siang Mas, Meeting sebentar lagi di mulai." Ucap Kia.


" Balas dulu donk ungkapan cintaku." Ujar Indra.


" I Love U forever My hubby..." Sahut Kia mencium pipi Indra.


" Sudah sekarang berangkatlah jangan sampai kesiangan." Sambung Kia.


" Baiklah aku berangkat dulu." Ucap Indra. Kia segera menyalami Indra dengan takzim.

__ADS_1


" Hati hati Mas, Aku selalu menanti dirimu di rumah." Ujar Kia.


" Assalamu'alaikum." Ucap Indra.


" Wa'alaikumsallam Mas." Sahut Kia.


Kia mengantar Indra sampai ke depan pintu, Setelah mobil yang Indra tumpangi sudah tidak terlihat lagi, Kia masuk ke dalam rumahnya kembali. Kia berjalan menuju kamarnya mengambil pinselnya, Kia menyalakan ponselnya membuka aplikasi biru melihat lihat postingan teman temannya. Sebenarnya Ia jenuh kalau hanya di dalam rumah saja. Ia ingin bekerja lagi tapi Indra melarangnya. Katanya buat apa toh capek capek kerja sedangkan uang Indra lebih dari cukup, Sombongnya.


Drt.... Drt.....


Ponsel Kia berdering tanda panggilan masuk.


Mamas Ganteng is calling


Kia segera mengangkatnya menempelkan ponselnya pada telinganya.


" Hallo Mas." Sapa Kia.


" Hallo Bu... Maaf Pak Indra pingsan di ruang rapat Bu, Sekarang Pak Indra ada di ruangannya." Ucap seseorang di sebrang sana.


" Pingsan?" Tanya Kia memastikannya.


" Iya Bu... Kalau bisa Ibu segera kemari." Ucapnya lagi.


" Baiklah saya akan segera kesana." Sahut Kia.


Kia mengambil tas selempang dan kunci mobilnya, Ia segera melajukan mobilnya menuju kantor Indra. Sesampainya di sana, Kia segera berjalan menuju ruangan Indra dengan tergesa gesa. Kia membuka pintu ruangan Indra dan langsung berjalan menuju ruang pribadi suaminya.


" Siang Pak." Sapa Kia kepada seorang pria yang sedang menemani Indra.


" Siang Bu... Maaf kami lancang masuk ke ruangan pribadi Tuan Permana." Ucap Pria yang bernama Pak Diki, Seorang General Manager di perusahaan ZIP Group.


" Tidak masalah Pak, Saya sangat berterima kasih atas bantuan yang Bapak berikan." Ujar Kia.


" Silahkan Pak." Sahut Kia.


Pak Diki dan yang lainnya sengaja tidak memanggil Dokter, Atau membawa Indra ke klinik yang ada di perusahaan itu, Karena mereka tahu jika tidak sembarangan orang bisa menyentuh Indra. Jika mereka nekad maka pemecatan sebagai konsekuensinya. Saat ini Rey masih cuti karena sibuk mengurus istrinya yang sedang ngidam, Dia baru masuk kerja besok pagi.


Kia duduk di tepi ranjang mengusap keringat pada dahi Indra. Kia menggenggam tangan suaminya.


" Masss bangun, Aku ada di sini." Ucap Kia mengelus pipi Indra.


" Engh...." Lenguh Indra.


Indra mengerjapkan matanya, Ia menatap Kia dengan tatapan penuh cinta.


" Sayang apa yang terjadi denganku? Kenapa aku ada di sini?" Tanya Indra.


" Minum dulu Mas." Ucap Kia memberikan segelas air putih kepada Indra. Indra segera meminumnya.


" Kamu pingsan saat di ruang rawat Mas." Jawab Kia sambil meletakkan kembali gelas ke atas nakas.


" Pusing Yank...." Ucap Indra memegang kepalanya.


" Sini aku pijitin." Sahut Kia memijat pelan kepala Indra.


" Kita ke rumah sakit aja ya Mas." Ucap Kia.


" Nggak mau... Badan Mas lemas semua." Ujar Indra.


" Kamu kenapa sih Mas? Kok bisa kaya' gini?" Tanya Kia.

__ADS_1


" Aku nggak tahu Yank..." Sahut Indra. Kia masih memijat kepala Indra dengan pelan.


" Yank." Panggil Indra.


" Iya Mas." Sahut Kia.


" Kapan jadwal kamu haid lagi?" Tanya Indra hati hati takut menyinggung perasaan Kia.


" Kenapa kamu menanyakan hal itu Mas?" Kia balik bertanya.


" Mas ingin memastikan aja... " Lirih Indra.


Kia mencoba menghitung siklus bulanannya, Seharusnya bulan lalu Ia sudah dapat, Tapi kenapa sampai lebih dua minggu belum dapat juga ya...Pikir Kia.


" Mas..." Ucap Kia menghentikan kegiatannya.


" Iya sayang..." Sahut Indra.


" Mas aku telat dua minggu, Harusnya aku udah dapat akhir bulan kemarin, Kenapa belum dapet ya?" Tanya Kia polos. Indra mengembangkan senyumnya, Ia menggenggam tangan Kia.


" Pulang dari sini kita mampir ke apotik, Beli beberapa macam testpack ya..." Ujar Indra.


" Baiklah Mas.. Tapi jangan terlalu berharap." Ucap Kia.


" Iya sayang... Mas pasrahkan semuanya sama Allah, Yang penting kita harus segera memastikannya, Mas nggak mau kejadian dulu terulang lagi." Jelas Indra.


" Baiklah." Sahut Kia.


Setelah pulang dari kantor mereka sempat mampir ke apotik untuk membeli beberapa macam alat tes kehamilan. Sesampainya di rumah Kia dan Indra segera menuju kamarnya.


" Langsung di test sayang." Ucap Indra.


" Lebih akurat kalau besok pagi Mas... Besok pagi aja ya." Ujar Kia.


" Mas udah penasaran sayang.... Gimana kalau kamu pakai dua dulu... Sisanya buat tes besok pagi." Saran Indra karena Kia membeli lima alat tes kehamilan.


" Baiklah Mas..." Sahut Kia.


Kia masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa dua tespack di tangannya. Sebelum menggunakannya, Ia membaca petunjuknya dulu. Kia mempraktekkan seperti petunjuk yang ada. Setelah beberapa lama menunggu akhirnya hasilnya sudah dapat di baca... Ia mengangkat alat test itu...


Deg..... Jantungnya berdebar dengan kencang, Hatinya begitu cemas....


Ceklek...


Kia membuka pintu kamar mandi.


" Gimana Yank?" Tanya Indra menghampiri Kia.


Kia menunjukkan kedua tespack itu kepada Indra. Indra mengambilnya lalu menatap tidak percaya ke arah benda kecil itu...


" Ini......


" Maaf Mas..." Ucap Kia.


**TBC........


Hayooo kira kira garis dua atau satu nih**...


*Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya buat author biar semangat ngetiknya ya...


Makasih...

__ADS_1


Miss U Alll*....


__ADS_2