
" Tanda tangan sesuai yang ada di kartu identitasmu." Ucap Wilson.
" Sialan ternyata dia cerdik juga." Batin Kia.
" Ini.. Sesuai yang di ktpku." Ujar Kia memberikan surat itu.
Wilson memanggil pengacaranya untuk mengajukan gugatan cerai Kia ke pengadilan saat ini juga, Ia butuh akta cerai secepat mungkin.
" Sekarang berikan penawarnya padaku." Sambung Kia.
" Aku akan memberikannya setelah kita menikah." Sahut Wilson.
" Bagaimana bisa menikah? Aku aja belum cerai sama Mas Indra?" Tanya Kia pura pura bodoh.
"Setelah kau menandatangani gugatan itu maka kau sudah bukan istri Indra lagi, Kita akan nikah siri lebih dulu, Setelah kamu resmi bercerai darinya aku akan meresmikan pernikahan kita yang penting Indra sadar setelah kamu jadi milikku." Ujar Wilson.
" Sial ternyata dia tidak bisa dikibulin, Aku harus cari cara." Umpat Kia dalam hatinya.
" Sedang memikirkan cara untuk mencurangi aku? Tidak akan bisa Nona Kia sayang." Tekan Wilson.
Skakmat Kia bungkam tidak tahu lagi mau ngomong apa.
" Aku akan mempersiapkan semuanya sekarang, Kita akan langsung menikah hari ini juga." Sambung Wilson.
" Apa? Apa tidak terlalu terburu buru?" Pekik Kia.
" Lebih cepat lebih baik supaya Indra cepat sadar." Sahut Wilson dengan entengnya.
Kia menghela nafasnya.
" Aku mau ke toilet dulu."Ucap Kia.
" Kabari keluargamu biar mereka menyaksikan pernikahan kita." Ujar Wilson. Kia menganggukkan kepalanya.
Di dalam kamar mandi, Kia segera menelepon Rey dan mengatakan semua rencananya. Setelah itu Kia kembali menghampiri Wilson di ruang tamu.
" Tuan Wilson... Apa kau tidak malu menikahi wanita hamil sepertiku?" Tanya Kia.
" Kenapa harus malu justru aku bangga baru menikah sudah dapat anak." Sahut Wilson.
"Sepertinya yang aku hadapi orang yang terkena gangguan jiwa." Gerutu Kia dalam hati.
" Jangan mengumpatku tidak baik dengan calon suami seperti itu." Ucap Wilson.
Kia melongo menatap Wilson.
Bagaimana dia tahu kalau aku mengumpatnya? Ha ha ha benar benar di luar dugaan, Kita lihat siapa yang akan menang, Semoga Bang Rey berhasil mengikuti permainanku." Batin Kia.
" Tuan Wilson aku ada permintaan untukmu." Ucap Kia.
" Apa itu?" Tanya Wilson.
" Aku ingin sebelum ijab qobul kau sudah memberikan penawar itu." Ucap Kia.
" Tenang saja aku sudah menyuruh orangku ke sana, Saat aku hendak menikahimu maka orangku akan meminumkan penawar itu pada mantan suamimu itu." Sahut Wilson.
Kia mengepalkan tangannya mendengar Wilson mengatakan Indra mantan suaminya. Sampai kapanpun Indra akan menjadi suaminya.
Saat ini Kia sudah di rias oleh pihak MUA, Entah bagaimana caranya perut Kia yang sedikit membuncit tidak terlihat sama sekali. Benar benar ajaib, Wilson tidak mau membuat penghulu curiga.
Setelah penghulu datang tak lama Rey dan Papa Anton pun datang. Mereka berkumpul di ruang keluarga yang sudah di tata oleh pelayan Wilson. Kini wilson dan Kia sudah berhadapan dengan Penghulu. Kia menatap Rey dan di balas dengan kerlingan mata oleh Rey.
" Bisa kita mulai acaranya Tuan Wilson?" Tanya Penghulu.
" Bisa Pak." Sahut Wilson.
" Sebentar Pak saya ingin memastikan sesuatu dulu." Ucap Kia.
__ADS_1
" Baik silahkan Nona." Sahut penghulu.
" Videocall orangmu, Aku ingin memastikan apakah dia memberikan penawar itu pada Mas Indra atau tidak, Aku tidak mau sampai kau membohongiku." Bisik Kia.
" Jika kamu sudah melihatnya apa kamu tidak akan kabur dari pernikahan ini?" Tanya Wilson.
" Tentu saja tidak, Aku akan tetap di sini sampai kau sendiri yang pergi." Jawab Kia penuh arti.
Wilson membuka ponselnya lalu memperlihatkan video yang orangnya kirim.
Kia melihat video itu dengan haru, Di dalam video terlihat setelah orang suruhan Wilson meminumkan penawar, Jari jari Indra mulai bergerak.
" Tunggu aku Mas sebentar lagi, Aku harus menyelesaikan permainanku." Batin Kia menahan air matanya agar tidak keluar.
" Segera di mulai Pak." Titah Wilson memasukkan ponselnya ke saku kembali.
" Baiklah di sini kewalian Nona Kia di wakilkan oleh saya ya karena walinya berhalangan hadir." Ujar Penghulu.
" Iya Pak." Sahut Kia.
Wilson tersenyum bahagia karena sebentar lagi Kia akan menjadi miliknya seutuhnya. Saking bahagianya bahkan Wilson tidak fokus mengikuti acara itu apakah penghulu memulainya dengan doa atau tidak.
" Saudara Wilson Mahendra." Ucap Penghulu menjabat tangan Wilson.
" Saya." Sahut Wilson.
" Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Zaskia Azzahra dengan maskawin kalung berlian seberat lima puluh gram di bayar tunai." Ucap Penghulu.
" Saya terima nikah dan kawinnya Zaskia Azzahra dengan mas kawin tersebut tunai." Ucap Wilson.
" Bagaimana Saksi Sah?" Tanya Penghulu.
" Tidak...." Jawab mereka yang hadir serempak membuat Wilson emosi.
" Apa? Bagaimana bisa tidak sah? Aku bahkan mengucap ijab qobul dengan benar dan dengan satu kali tarikan saja." Protes Wilson berdiri.
" Kenapa Kia apa ada yang salah dengan ucapanku?" Tanya Wilson.
" Ucapanmu tidak salah, Kesalahan ada pada pak penghulunya." Jawab Kia tenang.
" Pak penghulu? Ada apa dengan penghulunya?" Tanya Wilson tidak mengerti.
" Siapa yang kau sewa sebagai penghulunya?" Tanya Kia.
" Pak Kiai Jamet." Sahut Wilson yang hanya mengetahui namanya.
" Kau hanya mengetahui namanya bukan orangnya, Perkenalkan pak siapa anda sebenarnya." Titah Kia menahan tawanya melihat wajah bodoh pria di depannya.
" Saya Kristahta, Pende** di ger*** Santa Maria sebelah kantor pengadilan Tuan." Ucap Penghulu.
" Apa? Bagaimana bisa?" Pekik Wilson.
" Tapi saat ini kau sudah menandatangani aurat gugatan cerai itu dan pengacaraku sudah menyerahkannya ke pengadilan." Ucap Wilson.
" Surat yang mana? Ini maksudmu?" Kia menunjukkan surat gugatan cerai yang sudah Ia tanda tangani.
Srek.... Srek...
Kia merobek kertas itu menjadi kecil kecil dan menghamburkannya ke atas kepala Wilson.
" Bagaimana bisa kau mendapatkan surat itu?" Tanya Wilson.
" Pengacaramu mata duitan." Sahut Kia singkat.
"Sialan.... Kau mempermainkanku." Bentak Wilson menatap Kia membuat Kia berjingkrak kaget.
" Owh... Santai Tuan Wilson." Ucap Kia menepuk bahu Wilson.
__ADS_1
"Aku hanya mengikuti permainanmu, Bukankah jika menghadapi orang licik aku harus lebih licik darinya? Selamat Tuan Wilson atas kekalahanmu." Sinis Kia segera menjauhkan dirinya. Ia takut Wilson akan berbuat nekat padanya yang akan membahayakan janinnya.
" Kau akan menyesal telah bermain main denganku Kia, Aku akan menyuruh orangku untuk membunuh Indra sekarang juga." Teriak Wilson tidak terima, Dia sudah memberikan penawar satu satunya kepada Indra tapi dia tidak mendapatkan Kia.
" Silahkan kalau bisa." Sahut Kia.
Wilson mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi orangnya yang sedang berada di ruang rawat Indra. Baru Wilson menempelkan ponselnya ke telinganya suara Kia sudah menghentikannya.
" Sayangnya orangmu sudah sampai ke penjara." Sambung Kia.
" Apa?" Pekik Wilson tidak percaya.
Tap tap tap tap
Terdengar banyak langkah kaki berlarian menghampiri mereka. Beberapa orang di sana merasa ketakutan sendiri.
" Tuan Wilson anda kami tangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan kepada Tuan Indra." Ucap polisi menodongkan pistol ke arah Wilson.
" Kau tidak bisa menangkapku karena kau tidak punya buktinya." Ucap Wilson.
Kia memutar rekaman suara dimana Wilson mengakui jika dia yang telah memberikan ramuan itu ke dalam minuman Indra. Tapi anehnya tidak ada percakapan tentang dia yang bersedia memberikan penawarnya dengan syarat Kia harus menikah dengannya. Dan ancaman Wilaon yang akan menyuruh orangnya untuk membunuh Indra menjadi penguat tuduhan Kia terhadapnya.
" Kau sudah menjebakku Kia, Aku tidak menyangka kau berani melakukan ini padaku, Kau benar benar perempuan licik." Teriak Wilson.
" Semua adil dalam cinta dan perang Tuan Wilson yang terhormat, Eh ralat Tuan Wilson yang terhina, Karena manusia terhormat tidak akan melakukan hal serendah ini untuk mendapatkan apa yang dia mau." Cebik Kia.
" Bawa dia Pak." Titah Kia.
Polisi memborgol tangan Wilson membuatnya berteriak tidak terima.
" Lepaskan aku, Aku tidak bersalah." Teriak Wilson.
Polisi terus menggelandangnya menuju mobil patwal. Mereka membawa Wilson ke kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
" Wow... Kau benar benar wonder woman Ki, Kau mampu menghadapi manusia licik seperti Wilson." Ucap Rey membuka suara yang sejak tadi hanya diam menikmati suguhan drama live ini.
" Papa suka pertunjukkan ini." Sambung Papa Anton.
" Apasih kalian berdua ini, Aku juga tidak akan berhasil tanpa bantuan Bang Rey dan Papa." Ucap Kia.
" Semua ide murni darimu, Kami hanya menjalankan perintahmu saja." Sahut Papa Anton.
" Terima kasih atas bantuannya Pak Kris." Ucap Kia.
" Sama sama Nona, Kau juga telah banyak membantu kami." Sahut Pak Kris.
Pak Kris memang seorang pend*t* tapi Ia punya yayasan panti asuhan yang semua penghuninya anak anak muslim, Dan Kia donatur tetap panti itu.
" Sebentar Ki, Aku baru tahu ada istilah semua adil dalam cinta dan perang, Dari mana kamu tahu istilah itu?" Tanya Rey.
" Dari film sering aku tonton." Seloroh Kia.
" Ha ha ha ha ha." Semua orang tertawa mendengar jawaban konyol Kia.
" Ayo kita kerumah sakit, Aku tidak sabar untuk menemui Mas Indra." Ajak Kia.
" Eh ganti dulu costumnya, Entar yang ada Indra makin kejang kejang lihat kamu pakai kebaya pengantin gini." Ujar Papa Anton.
" He he maaf lupa Pa." Sahut Kia nyengir.
Setelah Kia berganti baju mereka bertiga segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
**Tbc.....
Kalau ada yang bilang " Nggak masuk akal thor?" Di masuk masukin aja ya**...
*Jangan lupa like dan komentnya... Makasih atas suport yang kalian berikan kepasa author.
__ADS_1
Miss U All*..