Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Lamaran


__ADS_3

Rombongan keluarga Rey berbondong bondong memasuki rumah sederhana milik keluarga Kia. Mereka di sambut kedua orang tua Kia, selaku tuan rumah dan para tetangga yang diundangnya. Dengan duduk lesehan beralaskan karpet, mereka mulai berbincang bincang menunggu acara di mulai. Para tetangga membantu menyuguhkan makanan dan minuman seadanya.


Sedangkan Indra dan Rey di pajang di kursi yang sudah di dekor, yang berada di samping pintu masuk. Kursi yang bisa didesain untuk tiga orang sekaligus. Awalnya Indra menolak untuk duduk di sana, karna Ia hanya sebagai tamu, tetapi dengan berbagai macam rayuan yang di keluarkan Rey, dengan terpaksa Ia menyetujuinya.



Setelah semua tamu sudah datang dan istirahat sejenak, pak Rt setempat segera memulai acaranya. Acara di awali dari sambutan sambutan kedua keluarga. Dan akhirnya, sampailah di acara inti yang mengutarakan tujuan kedatangan keluarga Rey kesini.


" Pak Miko, Maksud kedatangan saya dan rombongan keluarga saya kesini, yang pertama tentu saja untuk silahturohmi, Dan yang keduanya yaitu, Kami ingin meminang anak bapak yang bernama Zaskia Azzahra untuk putra saya." Ucap paman Rudi sambil melirik kearah Indra, papa Miko paham dengan semua itu, karna memang mereka semua sudah diberitahu oleh mama Meri.


" Terimakasih atas kunjungannya ke gubug saya yang sangat sederhana ini, Kami mohon maaf, apabila dalam menyambut kedatangan para rombongan anda kurang sopan, kurang tatan kalau bahasa jawanya, yang jelas kurang berkenan di hati anda semua.." Tutur papa Miko mengedarkan pandangannya ke semua tamu yang hadir.

__ADS_1


" Jangan merendah pak Miko, Saya merasa sangat senang dengan sambutan yang luar biasa ini, tempat yang nyaman serta hidangan yang nikmat." Ujar paman Rudi.


" Alhamdulillah, Dan untuk maksud Pak Rudi yang ingin meminang anak saya, Maka saya sebagai walinya dari anak saya Zaskia Azzahra dengan lapang hati menerima pinangan dari putra bapak." Jawab papa Miko tegas, karna sebelumnya Kia menyerahkan keputusan ini pada papanya, setelah Ia mendengar keputusan Kia sendiri.


" Alhamdulillah." Seru semua orang yang hadir di sana.


Setelah itu Kia keluar dari kamarnya, dengan diapit oleh Mama Ria menuju kursi dimana Rey dan Indra duduk. Rey menggeser duduknya, sehingga menyisakan kursi tengah agar bisa diduduki Kia. Indra mulai merasakan sesak di dadanya, melihat Kia yang begitu cantik duduk di sebelahnya.



" Mas Indra..." Indra membuka matanya, menoleh kearah Kia dan menatap wajah cantik yang ada di depannya.

__ADS_1


" Mas...bang Rey sudah menganggapmu sebagai kakaknya, Sebagai tanda terima kasih, karna mas Indra sudah banyak membantu kami, Maka ini hadiah dari kami.." Indra melirik kearah cincin yang di tunjukkan oleh Kia. Ia mengerutkan keningnya, karna cincinnya bukan cincin biasa, seperti cincin pertunangan. Segera Ia tepis pikiran ngawurnya itu.


" Biar aku pasangkan, dan ingat jangan pernah melepasnya." Kia menarik punggung tangan Indra dan segera menyematkan cincin itu di jari manisnya. Indra tak bergeming, Ia hanya menatap wajah cantik Kia. Hingga Suara Tepuk tangan yang kali ini lebih meriah membuat Indra sadar, bahwa Kia sudah selesai memasangkannya. Indra menatap jarinya dengan perasaan nyeri di dadanya. Andai saja ini pertunangannya pasti Ia akan merasa sangat bahagia.


Takut tidak bisa mengendalikan perasaannya, Indra memilih pergi keluar dari sana. Ia tidak mau kelihatan rapuh.


" Achhhhh" Teriak Indra setelah sampai di pinggir sawah dekat jalan kereta, yang letaknya tidak jauh dari rumah Kia. Ia duduk bersender pada pohon kelapa, dengan menundukkan wajahnya pada kedua lututnya. Cairan bening yang Ia tahan dari tadi akhirnya lolos juga. Sesak didadanya tidak mampu Ia hilangkan, rasanya begitu mencekat. Indra menatap cincin yangbmelingkar di jarinya, Ia cium cincin itu. Tanpa Ia sadari bahwa cincin yang Ia pakai adalah pasangan cincin pertunangannya. Bahkan baju yang Ia pakai pun merupakan baju pasangan dari gaun Kia.



TBC...

__ADS_1


__ADS_2