
Pagi ini Kia menemani Indra bertemu client di resto hotel xx, Saat ini Kia sedang memakaikan kemeja Indra. Dengan telaten Kia mengancingkan satu persatu kancingnya. Indra menatap wajah cantik istrinya dengan hati bahagia.
" Udah Mas, Sekarang tinggal dasinya." Ucap Kia lalu Ia memasangkan dasinya.
" Sekarang suami manjaku udah tampan sekali, Ayo kita berangkat." Ajak Kia.
" Makasih sayang." Ucap Indra mencium pipi Kia.
Indra menggandeng Kia berjalan turun ke bawah menuju mobil mereka. Jika bepergian dengan Kia, Indra tidak membutuhkan jasa sopir lagi. Kia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk sampai ke hotel yang di tuju. Kia dan Indra bergandengan tangan menuju resto yang ada di hotel tersebut.
" Selamat siang Tuan Wilson." Sapa Indra setelah sampai di meja clientnya.
" Siang." Wilson mendongak menatap Indra, Pandangannya beralih ke arah Kia.
Deg.... Jantung Wilson bertalu talu saat menatap kecantikan yang Kia pancarkan. Ia merasa jatuh hati pada pandangan pertama. Wilson Mahendra CEO muda berusia dua puluh delapan tahun perusahaan WM cooperation yang bergerak di bidang seni mengajukan kerja sama kepada perusahaan ZIP Group.
" Perkenalkan ini Zaskia....
" Sekretaris anda?" Tanya Wilson memotong ucapan Indra.
" Istri saya." Sahut Indra.
Blessss Hati Wilson berasa di tusuk sebuah pisau, Baru saja hatinya berbunga sekarang langsung layu.
" Silahkan duduk sayang." Ucap Indra memundurkan kursi untuk Kia.
" Makasih Mas." Lirih Kia.
" Bisa langsung kita bahas soal kerja sama kita Tuan Wilson? Kebetulan hari ini saya sedang tidak enak badan, Jadi maaf lebih cepat maka akan lebih baik." Ucap Indra.
" Baiklah Tuan Indra, Ini proposal pengajuan kerja sama kita." Sahut Wilson memberikan map kepada Indra.
Indra membukanya dan mempelajari dengan teliti. Sedangkan Wilson mencuri curi pandang ke arah Kia. Kia yang di tatap hanya acuh saja, Bukankah sudah biasa kalau wanita cantik selalu di lirik banyak pria?
Indra dan Wilson terlibat dalam percakapan pekerjaan, Sedangkan Kia asyik memainkan ponselnya. Ia tidak mau ikut pusing pusing memikirkan pekerjaan suaminya, Bukankah menghadapi Indra sudah cukup membuatnya pusing?
" Baiklah saya terima kerja sama ini, Tunjukkan jika perusahaan anda mampu memberikan yang terbaik untuk perusahaan kami, Jangan pernah membuat kami kecewa." Ujar Indra.
" Terima kasih Tuan Indra, Saya berjanji akan memberikan yang terbaik untuk perusahaan anda." Sahut Wilson.
" Kalau begitu saya pamit Tuan Wilson." Ucap Indra melirik jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang.
" Gimana kalau kita lanjut makan siang saja Tuan Indra?" Tanya Wilson.
" Gimana sayang? Kamu mau makan siang sekalian?" Tanya Indra meminta pendapat Kia.
" Boleh." Sahut Kia membuat Wilson lega, Setidaknya Ia bisa menatap Kia lebih lama.
" Mbak." Panggil Kia mengangkat tangannya. Seorang waitres mendekati mereka.
" Iya Nona mau pesan apa?" Tanya Waitres sopan.
" Nasi satu, Ayam lada hitam satu sama jus jeruknya dua ya." Ucap Kia.
" Baik Nona, Kalau anda Tuan?" Tanya waitres kepada Wilson.
" Samain aja." Sahut Wilson.
" Baiklah Tuan Nona di tunggu sebentar pesanannya." Ujar waitres meninggalkan mereka.
Tak berapa lama seorang waitres membawakan pesanan mereka, Ia langsung menatanya di meja.
" Selamat menikmati Tuan Nona." Ucap Waitres.
" Makasih Mbak." Ucap Kia.
__ADS_1
" Mas aku cuci tangan dulu." Ucap Kia menatap Indra.
" Ok sayang." Sahut Indra.
Kia mencuci tangannya di wastafel, Setelah selesai Ia kembali ke mejanya.
" A' Mas." Ucap Kia sambil menyuapi Indra, Sesekali Kia menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri. Wilson menatap iri pada keduanya. Hatinya semakin ingin memiliki Kia sebagai pendamping hidupnya.
" Bagaimanapun caranya aku harus mendapatkannya." Batin Wilson tersenyum smirk.
" Minum dulu Mas." Ucap Kia menyodorkan segelas jus ke arah Indra, Indra segera menerimanya.
" Makasih sayang." Sahut Indra.
" Sebentar ada sesuatu." Ucap Kia mengusap ujung bibir Indra dengan tisu. Hal itu membuat Wilson geram, Ia merasa cemburu Kia begitu perhatian dengan Indra. Ia meremas sendok hingga sendok itu melengkung.
" Aku cuci tangan sebentar, Mas tunggu di sini saja." Ucap Kia.
Kia berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangannya. Saat Ia hendak berbalik samar samar Ia seperti melihat Lia. Ia mencoba mengikutinya, Kia mengikuti Lia hingga melewati lorong lorong hotel. Saat ini Lia sedang di rangkul oleh laki laki yang jauh lebih tua darinya, Pakaian Lia pun seperti pakaian wanita nak*l pada umumnya. Kia terus mengikutinya hingga Lia masuk ke dalam sebuah kamar.
" Apa benar yang aku lihat itu kamu Li? Lalu kenapa kau bisa melakukan hal serendah ini?" Tanya Kia dalam hati.
Bukannya suudzon dengan teman sendiri, Tapi Kia juga tidak bodoh dengan apa yang mereka lakukan di dalam sana? Kecil kemungkinan jika sepasang suami istri melakukannya siang siang di dalam hotel, Apa tidak punya rumah? Atau di kantor pasti ada kan ruang pribadinya? Karen yang Kia lihat pria tadi seperti orang kantoran yang punya jabatan tinggi.
Kia mencari tempat untuk menunggu Lia keluar, Ia mengambil ponselnya untuk mengetik sesuatu kepada suaminya.
📲Me
Mas aku ada keperluan dengan Lia, Kamu pulang dulu ya nanti aku ceritain di rumah.
📲Mamas Ganteng
Baiklah sayang hati hati, Tunggu hukumanku di rumah karena sudah berani meninggalkan suami gantengmu ini 😙
" Lama banget si ngapain aja, Udah tua juga masih kuat lama lama." Gerutu Kia dalam hati karena mulai jenuh. Bayangkan saja Kia menunggunya sudah hampir dua jam lamanya.
Tak lama setelah itu pintu kamar Lia terbuka, Nampaklah lelaki yang sudah menjelang tua itu keluar dari kamar sendirian, Kia segera mendekati kamar itu lalu membuka pintunya.
" Iyeihhhh." Gumam Kia jijik menatap baju yang tak semestinya berserakan di lantai. Ia menatap wanita yang sedang bergelung pada selimutnya di atas ranjang.
" Lia." Panggil Kia.
Merasa ada yang memanggil namanya, Lia duduk menoleh ke arah suara. Dan betapa terkejutnya Lia saat melihat Kia yang sedang berdiri menatapnya.
" Ki.... Kia.." Ucap Lia menutup tubuhnya dengan selimut.
" Apa sekarang seperti ini pekerjaanmu? Melayani para pria hidung polang?" Selidik Kia.
" Hiks....Hiks.... Ki.... Maafkan aku... Aku terpaksa melakukannya karena hidupku sekarang di bawah kekangan seseorang Hiks...Hiks... Aku tidak bisa pergi darinya" Isak Lia.
" Apa maksudmu kau di ju*l oleh ********?" Tanya Kia.
" Bukan.... Di...Dia... Kekasihku." Sahut Lia.
" Kekasih???? Bagaimana seorang kekasih bisa tega menju*l kekasihnya sendiri?" Tanya Kia tidak percaya.
" Saat aku pulang dari rumahmu, Aku bertemu dengannya Ki, Singkat cerita kita saling mencintai tapi naas setelah dia tahu kalau aku hamil, Dia marah besar kepadaku.... Akhirnya aku harus menjadi wanita penghib*r para pria hidung polang Ki.. Ini karma untukku karena aku sudah berbuat jahat kepadamu Hiks....Hiks... Hidupku hancur sehancur hancurnya Kia... Aku tidak pantas di sebut manusia lagi." Sesal Lia.
" Lalu dimana anakmu sekarang?" Tanya Kia.
" Saat itu aku keguguran Ki." Jawab Lia.
" Maafkan aku tidak bisa membantumu saat kamu dalam kesulitan." Ucap Kia.
" Tidak masalah Ki... Aku sudah nyaman dengan hidupku yang sekarang, Aku hanya berharap semoga umurku tidak lama lagi hingga aku tidak semakin dalam terjerumus ke dalam lembah hitam ini." Ujar Lia menghapus air matanya.
__ADS_1
" Kenapa kamu tidak mencoba untuk kabur darinya?" Tanya Kia.
" Aku sudah berkali kali kabur darinya tapi selalu gagal, Aku akan mendapatkan hal yang lebih kejam lagi jika aku berani kabur lagi Ki." Jelas Lia
" Sekali lagi maafkan aku Ki, Sekarang pergilah sebentar lagi Leo akan ke sini, Aku tidak mau kamu terkena masalah karena diriku." Usir Lia.
" Baiklah Li maafkan aku yang tidak bisa membantumu." Ucap Kia.
" Sekarang pergilah." Usir Lia.
Saat Kia hendak berbalik tiba tiba ada orang yang menubruknya hingga tubuhnya terhuyung ke belakang, Leo segera menopang tubuh Kia dengan memeluknya. Mata mereka saling bersitatap.
Deg... Deg.... Jantung Leo berdetak kencang menatap Kia, Ada desiran halus menembus hatinya. Rasanya sangat nyaman menatap wajah teduh Kia.
" Maaf...Maaf..." Ucap Kia menjauhkan tubuhnya .
" Leo..." Ucap Lia.
Kia menoleh ke arah Lia, Lalu Ia menatap le arah Leo.
"Jadi ini pria yang menghancurkan hidup sahabatku." Batin Kia.
"Siapa dia Li?" Tanya Leo menatap Lia.
" A... Aku tidak tahu, Dia hanya salah kamar." Kilah Lia.
" Ah iya Tuan.. Maaf aku kira tadi ini kamar suami saya, Tapi ternyata bukan karena suami saya sudah cek out beberapa jam yang lalu, Maaf ya saya permisi." Ucap Kia tenang.
" Kau kira aku percaya begitu saja?." Leo mencekal tangan Kia saat Kia melewatinya.
" Lepaskan tangan saya Tuan." Ucap Kia dingin.
Leo menarik tubuh Kia hingga menempel ke dadanya, Ia mengunci tubuh Kia dengan memeluknya. Leo menatap wajah Kia dengan perasaan yang tidak bisa di artikan.
" Kau sangat cantik." Ucap Leo Mengelus pipi Kia.
" Lepas Tuan jangan buat saya bersikap kasar." Ancam Kia.
" Aku lebih tertarik dengan wanita kasar Nona." Ujar Leo dengan menyeringai.
" Leo lepaskan dia, Dia hanya salah kamar." Ucap Lia.
" Diam.... Aku tidak peduli dia salah kamar atau dia sudah milik orang lain, Yang jelas aku tertarik padanya." Ucap Leo.
Kia melirik tangan Leo yang menyentuh pipinya, Tiba tiba...
Krekkkk....
" Awh..." Pekik Leo.
Kia mengunci tubuh Leo dengan tangan Leo berada pada punggunya. Kia semakin menekan tangan Leo hingga membuatnya memekik kesakitan.
" Awh lepas... Dasar cewek bar bar." Teriak Leo.
" Jangan pernah mencoba merendahkan seorang wanita Tuan.... Lia cepat pakai pakaianmu lalu segera pergi dari sini, Aku akan membantumu pergi dari pria jahat sepertinya." Ucap Kia.
Tanpa pikir panjang Lia segera memakai kembali pakaiannya. Karna Ia tahu Kia akan dengan mudah mengalahkan Leo. Setelah selesai Ia segera menghampiri Kia.
" Ayo kita pergi." Ucap Lia.
Kia mendorong keras tubuh Leo ke atas ranjang, Ia segera berlari keluar dan mengunci pintunya. Kia mengajak Lia untuk segera pergi dari sana. Walaupun Lia sudah berbuat jahat padanya, Tapi Ia tidak tega jika hanya diam saja melihat mantan sahabatnya menderita. Kia segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.
**TBC....
Jangan lupa like dan komentnya**
__ADS_1