
Indra dan Kia berjalan tergesa gesa menuju tempat dimana Rey sedang duduk tertunduk di kursi tunggu sebuah ruangan. Kia dan Indra segera menghampirinya.
" Rey....." Panggil Indra. Rey mendongak menatap Indra dan Kia yang sedang berdiri di depannya.
" Ndra... Tolongin gue... Gue nggak mau nikahin anaknya... Gue udah punya istri Ndra... Gue nggak mau.. Tolongin gue Ndra." Ucap Rey dengan cemas.
" Tenanglah aku akan membantumu sebisa mungkin, Sekarang tenangkan dirimu dulu." Ucap Indra.
Rey menghela nafasnya mencoba menenangkan pikiran kalutnya. Ia mengambil nafas dalam dalam lalu mengeluarkannya. Setelah Rey lebih tenang, Indra menuntunnya duduk di kursi kembali.
" Sekarang jelaskan siapa dan dimana Lo nyembunyiin istri Lo." Ujar Indra.
" Kita ke cafe depan aja gimana Bang? Biar enak ngobrolnya." Ucap Kia.
" Baiklah ayo..." Sahut Rey.
Mereka bertiga berjalan menuju Cafe di depan Rumah Sakit tersebut. Setelah memasuki Cafe mereka mencari tempat duduk yang kosong.
" Mas..." Panggil Kia kepada salah satu pelayan di sana.
" Ya Mbak mau pesan apa?" Tanya pelayan.
" Aku Coffe latte, Kamu apa Mas? Bang?" Tanya Kia.
" Samain aja." Jawab Indra dan Rey bersamaan.
" Coffe latte tiga Mas." Ucap Kia.
" Ada lagi?" Tanya pelayan.
" Tidak itu saja." Sahut Kia.
" Baiklah di tunggu sebentar Mbak." Ujar Pelayan lalu berjalan meninggalkan mereka.
" Gimana ceritanya kamu udah nikah nggak memberitahu kami? Apa kamu sudah tidak menganggapku keluarga lagi? Kamu tidak percaya kepadaku?" Selidik Indra.
" Maaf... Maafkan aku, Aku sengaja menyembunyikan semua ini karna aku tidak yakin dengan pernikahan ini." Jawab Rey.
" Kalau nggak yakin kenapa nikah?" Tanya Indra.
" Panjang ceritanya Ndra." Jawab Rey.
" Ceritakan saja, Aku akan mendengarkannya." Sahut Indra.
" Awalnya aku menolongnya dari kejaran orang suruhan orang tuanya, Dia kabur karna mau di jodohkan dengan pria pilihan Orang tuanya." Rey menghela nafas pelan.
__ADS_1
" Aku juga menyewakan rumah untuknya tinggal, Karna dia tidak mau kembali ke kostannya, Dia takut Orang tuanya akan menemukannya." Ucap Rey.
" Emang orang tuanya tidak tahu dia kerja dimana? Kan bisa saja nyusul ke tempat kerjanya." Ujar Kia.
" Orang tuanya tidak tahu, Dia hanya mengaku kerja jadi pelayan Cafe." Sahur Rey.
" Lalu?" Tanya Kia.
" Suatu hari aku mengantarnya pulang, Karna saat itu sudah larut malam dan hujan deras, Aku menginap di sana." Jelas Rey.
" Paginya kamu di grebek warga lalu di nikahkan secara paksa oleh mereka." Tebak Kia membuat Indra dan Rey menatap ke arahnya.
" Benar begitu?" Tanya Indra kembali menatap Rey. Rey menganggukkan kepalanya.
" Lalu apa keluarganya tahu jika kamu sudah menikahinya?" Selidik Indra.
" Tahu... Aku sempat meleponnya untuk mengirim wali dari dia, Tapi ternyata dia hanya hidup bersama ibunya saja." Ucap Rey.
" Siapa wanita itu?" Tanya Indra.
" Permisi... Ini pesanannya Mbak." Ucap seorang pelayan menyajikan tiga Coffe latte di meja Kia.
" Makasih." Ucap Kia. Rey menyeruput minumannya dulu berharap pikirannya bisa plong dalam menghadapi kesulitan yang sedang Ia alami, Begitupun dengan Indra.
" Siapa wanita itu? Apa aku mengenalnya?" Tanya Indra lagi.
Rey dan Indra kembali menatapnya dengan wajah melongo tak percaya. Rey merasa heran darimana Kia bisa tahu? Apa Cindi yang memberitahunya?.
" Jangan berpikiran kalau Cindi yang memberitahuku, Aku tahu semua dari gelagatmu waktu Mama membicarakan tentang perjodohan, Kamunya bahkan tidak menolak saat itu juga, Aku melihat raut wajah Cindi yang terlihat sedih, Makanya saat itu aku juga ingin menjodohkan Cindi dengan sepupuku, Aku ingin tahu bagaimana reaksimu? Sesuai dugaanku kau merasa tidak terima, Kau merasa takut kehilangannya bukan? Tapi sayangnya kamu tidak punya keberanian untuk mengatakannya." Jelas Kia panjang lebar.
" Ya kau benar... Awalnya aku tidak peduli dengannya, Aku pasrah saja pernikahan ini mau kemana, Aku bahkan tidak takut berpisah darinya, Tapi saat masalah menerpa rumah tangga kalian aku baru menyadari perasaanku padanya, Aku tidak mau kehilangannya, Aku akan mempertahankan pernikahan ini bagaimanapun caranya." Sahut Rey.
" Aku mendukungmu Bang, Cindi orang yang baik dan penyayang, Aku yakin dia pasti bisa memberikan cinta yang luar biasa untuj membuatmu bahagia." Ujar Kia.
" Terima kasih, Maafkan aku yang tidak menceritakannya dari awal." Ucap Rey.
" Its OK, Jangan di pikirkan." Sahut Kia.
" Baiklah selamat atas pernikahanmu, Semoga kalian selalu bahagia, Rebut hatinya aku yakin dia mempunyai perasaan yang sama." Ucap Indra.
" Makasih Ndra." Sahut Rey.
" Lalu bagaimana kamu bisa menabrak orang itu Bang?" Tanya Kia.
" Aku bertengkar dengan Cindi, Cindi marah padaku karna aku menyuruhnya untuk berhenti bekerja, Aku ingin memperbaiki hubungan kami yang semakin menjauh dengan membuat Cindi tetap berada di rumah, Tapi Cindi tidak terima, Ia tetap kukuh ingin bekerja." Jelas Rey.
__ADS_1
" Aku terbawa emosi lalu aku membentaknya dan mengeluarkan kata kasar kepadanya, Bukan tanpa alasan aku mengatakan itu, Kemarin aku melihatnya pulang di antar pria lain, Aku sudah mencoba menahan untuk tidak menanyakannya, Tapi tadi pagi semua cacian dan makian yang aku pendam justru keluar begitu saja, Cindi sakit hati lalu dia meminta aku untuk menceraikannya saja, Karna selama ini memang aku tidak pernah peduli dengannya." Jelas Rey.
" Apa saat kejadian aku jatuh dari tangga, Kamu udah nikah dengannya Bang?" Tanya Kia.
" Iya." Jawab Rey.
" Oh ya ampunnnnn... Ternyata aku merepotkan suami orang, Aku menyakiti hati seorang istri Bang." Ujar Kia.
" Bukan salahmu karna kamu tidak tahu yang sebenarnya." Ucap Rey.
" Aku merasa sangat bersalah padanya Bang, Secara tidak sengaja aku sudah menyakiti hatinya, Walaupun mungkin di antara kalian belum ada cinta, Tapi tidak ada istri yang rela suaminya bersama wanita lain Bang... Apapun alasannya, Apalagi kamu lebih perhatian kepadaku dari pada Cindi." ucap Kia merasa bersalah.
" Udah nggak usah di bahas Say, Nanti kamu tinggal minta maaf sama Cindi, Jelasin kepadanya kalau kamu tidak tahu menahu tentang pernikahan mereka." Ujar Indra.
" Baiklah." Sahut Kia.
"Lalu bagaimana kamu bisa menabraknya?" Tanya Indra menatap Rey.
" Aku tidak fokus menyetir, Tiba tiba tanpa aku sadari aku sudah menabraknya, Keadaannya kritis Ndra, Dia punya satu anak perempuan seusia Kia, Dia ingin aku menikahinya supaya ada yang menjaganya jika dia tidak tertolong nanti, Aku bingung Ndra... Aku baru saja ingin memperbaiki hubunganku dengan istriku, Aku tidak mau Cindi meninggalkan aku, Aku nggak mau kehilangan lagi seperti aku kehilangan istrimu." Lirih Rey.
" Sabar Bang... Semua pasti ada solusinya, Kita doakan supaya Orang itu tetap selamat dan sehat Bang." Ucap Kia.
" Amien." Sahut Rey dan Indra bersamaan.
Drt drt drt
Ponsel Rey berdering tanda panggilan masuk, Rey segera mengangkatnya.
" Hallo." Sapa Rey.
" Tuan Rey di mohon untuk segera keruangan Bapak Azis segera, Dokter sudah menunggu." Ucap seseorang di balik telepon yang ternyata suster yang menjaga orang yang di tabrak Rey.
" Baik sus." Rey mematikan sambungan ponselnya.
" Kenapa?" Tanya Indra.
" Aku harus segera ke sana." Jawab Rey.
" Ayo..." Ucap Kia.
Mereka bertiga kembali ke ruangan ICU dimana orang yang di tabrak Rey di periksa. Lalu apa yang terjadi sebenarnya?????
TBC....
*Hai readers author kembali lagi nih... Maaf ya udah beberapa hari nggak update.... Alhamdulillah kemarin acara lancar, Tapi sayang sinyal di sana yang nggak lancar jadi author gak bisa up date deh, Dasarnya juga author sibuk menerima tamu sih ya...
__ADS_1
Makasih atas suport yang sudah kalian berikan kepada author, Jangan lupa like dan komen di setiap babnya ya*...
MISS U ALL