Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
#Edisi Babang Reyhan#


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Rey membawa Cindy tinggal di kontrakkan yang di sewanya. Rumah sederhana dengan dua kamar di dalamnya. Di kamar utama sudah tersedia kamar mandi di dalam. Semalam Rey mengantar Cindy ke kontrakannya, Karena hujan lebat dan sudah larut malam Rey memutuskan untuk menginap di kontrakkan Cindy. Rey tidak mungkin mengendarai mobil di saat hujan lebat apalagi sedikit berkabut. Pagi hari Rey baru saja bangun tidur, Ia mencium bau harum dari arah dapur, Ia segera beranjak ke kamar mandi. Setelah selesai Rey segera melangkah menuju dapur melihat seorang wanita cantik memakai gaun pendek di atas lutut sedang melenggak lenggok ke sana kemari menyiapkan makanan.


" Pagi Pak." Sapa Cindy menatap Rey membuat Rey sedikit berjingkrak kaget.


" Pa..pagi." Jawab Rey gugup, Ia langsung duduk di depan meja makan sambil terus memperhatikan gerakan Cindy.


" Kamu bisa memasak, Jangan sampai nanti aku palah keracunan karna makan masakanmu." Ucap Rey.


" PD banget situ Pak siapa yang masakin Bapak, Orang aku masak buat aku makan sendiri kok." Ketus Cindy.


" Dasar tidak tahu terima kasih." Cebik Rey sambil berlalu dari sana berjalan menuju pintu keluar. Saat Rey baru membuka pintu,


" Pak... Pak Rey tunggu." Teriak Cindy sambil berlari menyusul Rey, Saat hampir sampai di depan Rey tiba tiba...


Awh...Brugh...


Cindy terpeleset dan hampir terjatuh, Rey segera menangkap tubuh Cindy tapi naas keduanya kehilangan keseimbangan hingga keduanya jatuh tepat di atas sofa dengan posisi Rey menindih tubuh Cindy. Gaun yang di pakai Cindy menyingkap ke atas hingga memperlihatkan paha putihnya.


" Astaga Pak Rey...Apa yang kalian lakukan pagi pagi begini..." Pekik seseorang yang sedang lewat di depan pintu kontrakan Cindy. Yang memang sudah kenal dengan Rey sebelumnya. (Ingat kan kalau pintunya susah terbuka). Rey segera bangkit menjauh dari tubuh Cindy. Ia membantu Cindy untuk bangun.


" Pasangan mesum harus di beri hukuman Pak Rt biar tidak membawa petaka untuk orang yang tinggal di sekitarnya." Sahut satu orang lagi.


" Tunggu Pak, Kalian semua salah paham, Kami tidak melakukan apa apa." Elak Rey.


" Tidak melakukan apa apa karna kami langsung memergokinya, Kalau tidak siapa yang menjamin kalian tidak melakukan apa apa." Hardik Orang tadi.


" Sabar dulu Pak Usman kita tanyakan dulu apa hubungan mereka ini." Sela Pak RT.


" Pak Rey.... Apa Mbak ini istri anda." Tanya Pak RT.


" Bukan Pak dia teman saya, Tepatnya pegawai saya." Jawab Rey.


" Jika kalian bukan muhrim kenapa harus tinggal bersama, Untuk menghindari hal hal buruk lainnya, Maka saya selaku RT setempat memberi hukuman kepada Pak Rey." Ujar Pak RT.


" Hukuman apa ya Pak." Tanya Cindy memberanikan diri.


" Kalian harus segera di nikahkan." Putus Pak RT.


" Apa.." Pekik Cindy menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


" Maaf Pak tidak bisa, Saya tidak mau menikah dengannya kami tidak mengenal satu sama lain, Saya tidak mau Pak." Tolak Rey.


" Keputusan kami sudah mutlak Pak, Itu hukuman yang berlaku di daerah kami jadi mau tidak mau Pak Rey harus menikahi Nona ini sekarang juga." Ucap Pak RT.


" Pak Usman tolong panggilkan Kiai Abdurahman untuk menikahkan mereka." Titah Pak Rt.


" Pak Rey gimana ini Pak, Saya tidak mau menikah sama Bapak." Tanya Cindy dengan cemas.


" Ah... sialan hari ini adalah hari terburuk buatku tahu gini tadi malam aku pulang saja." Gerutu Rey.


" Pak gimana donk Pak." Rengek Cindy.


" Kita jalani saja." Ucap Rey.


" Ya nggak bisa gitu donk Pak, Aku nggak mau menikah sekarang.... " Isak Cindy.


" Kalau kamu nggak mau nikah sama saya, Pulang aja sana kamu nikah sama si Jono." Ujar Rey. Cindy memang sudah menceritakan kepada Rey alasan Cindy minta bantuannya malam itu. Ia kabur karna mau di jodohkan dengan Jono si penggembala sapi di desanya.


" Baiklah." Jawab Cindy pasrah.


" Sudah sudah jangan bertengkar, Pak Rey hari ini kalian hanya nikah siri, Segera lengkapi persyaratan dan ajukan ke KUA atau pengadilan agama setempat supaya cepat sah di mata hukum Negara." Jelas Pak RT.


Tak lama kemudian Pak Usman datang bersama Pak Kiai. Mereka semua mulai bersiap menata meja untuk ijab qobul. Pak RT meminta Cindy mengganti bajunya dengan baju gamis. Sedang Rey tetap memakai kemeja dan jas yang kemarin Ia pakai. Setelah berganti baju, Cindy segera menghampiri orang orang yang sedang menunggunya di ruang tamu. Rey terpana melihat kecantikan Cindy yang memakai gamis beserta hijabnya.


" Kamu cantik." Ucap Rey keceplosan membuat semua orang yang berada di sana tersenyum.


" Bagaimana Pak Rey apa sudah siap." Tanya Pak Usman.


" Sudah Pak." Jawab Rey. Untuk kewalian Cindy di wakilkan oleh wali hakim karna ayahnya sudah tiada. Ia juga tidak mempunyai saudara laki laki.


" Baiklah mari kita mulai acaranya." Ujar Pak Abdurrahman.


" Saudara Reyhan herpavi." Ucap Pak Abdurrahman sebagai penghulu di sini.


" Saya Pak." Sahut Rey.


" Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Cindy Fitria binti Ahmad mahmud dengan mas kawin sejumlah uang sebesar tiga juta rupiah di bayar tunai." Ucap Pak penghulu.


" Saya terima nikah dan kawinnya Cindy Fitria binti Ahmad Mahmud dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Sahut Rey.

__ADS_1


" Bagaimana saksi." Tanya Pak penghulu.


" Sahh." Jawab Kedua saksi.


Setelah prosesi ijab qobul Pak Abdurrahman membacakan doa doa dan wejangan untuk kedua mempelai.


" Selamat menempuh hidup baru Pak Rey." Ucap Pak Usman kepada Rey.


" Terima kasih Pak." Sahut Rey.


" Baiklah kami pamit dulu Pak Rey, Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah." Ucap Pak Abdurrahman.


" Sekali lagi terima kasih Pak, Dan maaf atas ketidaknyamanan yang kami buat." Ujar Rey.


Setelah kepergian orang orang dari sana, Rey duduk bersandar pada sofa. Ia memijat pelipisnya sambil memejamkan matanya memikirkan bagaimana hidupnya kedepannya. Ia sudah menjadi suami sekarang.


" Minum kopi dulu Pak." Cindy menyajikan segelas kopi di depan Rey.


" Hmm." Gumam Rey masih memejamkan matanya.


" Maaf Pak karna saya Bapak jadi harus menikahi saya, Kalau Bapak tidak berkenan saya siap di ceraikan sekarang juga toh kita hanya nikah siri saja Pak." Rey membuka matanya menatap Cindy.


" Sebenarnya aku tidak menginginkan pernikahan ini tapi kita jalani saja dulu, Aku tidak tega mencampakkan kamu begitu saja, Dan mulai sekarang jangan panggil aku Pak." Ujar Rey.


" Baiklah Mas.." Jawab Cindy.


Entah mengapa hati Rey menghangat mendengar panggilan Cindy. Ia menatap ke arah Cindy dengan perasaan yang sulit Ia artikan.


" Aku minta agar kamu rahasiakan ini dari semua orang terutama Indra dan istrinya, Aku tidak mau mereka mengetahui pernikahan kita sebelum aku memberitahunya, Dan maaf aku tidak bisa membawamu ke apartemen karna aku takut mereka curiga." Ujar Rey. Hati Cindy mencelos mendengar penuturan Rey.


" Tenang saja aku akan mengirim uang bulananmu dan aku akan sering sering kesini, Kamu paham kan apa maksudku." Tanya Rey menatap ke arah Cindy.


" Iya Mas aku tahu, Terserah kamu saja mau gimana, Aku juga tidak berharap banyak dengan pernikahan dadakan ini, Tapi tenang saja aku akan tetap menjadi istri yang baik." Sahut Cindy.


" Jika memang ini yang terbaik untukku maka Berkahilah pernikahan kami ya Allah, Lancarkan hubungan kami hingga ke surgamu, Jadikanlah Mas Rey sebagai Imam yang soleh dan jadikanlah aku sebagai makmum yang solehah." Ujar Cindy dalam hati.


" TBC....


Gimana Readers kecewa nggak sih Rey nikah sama Cindy.. Aku selipin kisah mereka di sini ya.... Besok kita ketemu babang Indra dan Kia dengan konflik yang lebih seru...

__ADS_1


Makasih atas dukungannya... Tetap like dan koment ya...


__ADS_2